Metode persalinan Maryam sedang marak. Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!
 
Metode persalinan Maryam, sudahkah Sobat Bidan mendengarnya? Ini merupakan salah satu metode persalinan yang digadang-gadang bisa meminimalisir rasa sakit. Berprinsip pada patokan bahwa persalinan merupakan hal yang alamiah dan normal, maka dengan metode ini, Sobat Bidan tidak akan dikenai banyak tindakan. 

Prosesnya mengalir seperti Maryam, Ibunda Nabi Isa a.s yang bersalin bahkan tanpa bantuan orang lain. Pendamping dan penolong hanya memberikan dukungan mental, bantuan doa, serta asupan yang diperlukan. Dengan metode ini, Sobat Bidan bisa memilih posisi yang nyaman, seperti jongkok, semi fowler, bahkan menungging. 

Namun, sebelum menerapkan persalinan Maryam ini, perhatikan dulu beberapa hal berikut. Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Bukan Berarti Tidak Sakit Sama Sekali

Satu hal yang perlu diingat, bahwa metode persalinan Maryam ini tidak berarti membebaskan Sobat Bidan dari rasa sakit. Tentu rasa sakit saat melahirkan akan dirasakan, baik saat kontraksi, kepala bayi yang mendesak turun, dan sebagainya.

Akan tetapi, dengan metode ini Sobat Bidan akan dilatih untuk tidak terlalu mengkhawatirkan rasa sakit itu. Analoginya, rasa cemas akan menimbulkan stres dan membuat Sobat Bidan semakin kesakitan. Mengendalikan rasa sakit ini juga perlu latihan.

Karena itulah, sebelum menjalankan metode persalinan yang satu ini, Sobat Bidan harus mengikuti latihannya terlebih dahulu di semester tiga kehamilan. Di situ akan diajarkan bagaimana cara menjaga kesehatan psikis dan tubuh, pola asupan makan yang sehat, juga olahraga untuk melenturkan kulit.

Harus Dalam Keadaan Sehat

Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi, Penyakit Jantung
Harus sehat
Ini juga menjadi salah satu prasyarat yang penting untuk dipenuhi sebelum memilih metode persalinan Maryam. Sobat Bidan harus dinyatakan sehat oleh dokter kandungan atau bidan, ya, dalam artian sehat secara fisik dan psikis. 

Hal tersebut disebabkan, 9/10 kelahiran diiringi dengan masalah kesehatan, seperti ibu dengan anemia, KEK, dan bayi yang tidak langsung menangis. Pastikan pula keadaan kesehatan tersebut adalah hasil pemeriksaan terbaru, bukan hanya dilihat dari riwayat persalinan sebelumnya (untuk bumil kedua atau lebih). 

Karena, kondisi kesehatan ibu hamil jelas tidak akan sama dengan kehamilan sebelumnya. Meski riwayat persalinan sebelumnya normal tanpa hambatan berarti, belum tentu yang sekarang juga bisa seperti itu.

Sertakan Hasil Pemeriksaan Dokter

Membawa serta hasil pemeriksaan dokter kandungan Sobat Bidan ke klinik persalinan Maryam sangatlah penting. Ini akan membantu petugas di sana untuk menentukan terapi apa yang akan dilakukan pada Sobat Bidan. Jadi, jangan lupa bawa hasil pemeriksaan terbaru dari dokter ini, untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan terjadi.

Tempat Harus Dekat dengan RS

Ruang Rumah Sakit, Rumah Sakit, Medis, Kamar, Operasi
Dekat dengan RS
Persalinan adalah hal yang misterius. Meski di awal lancar, belum tentu di tengah atau di akhir akan sama lancarnya. Karena itu, boleh memilih metode persalinan apa pun yang Sobat Bidan sukai dan merasa nyaman. Namun, pilihlah selalu tempat atau klinik yang dekat dengan rumah sakit.

Ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, supaya bisa langsung mendapat tindakan rujukan ke rumah sakit.  Jangan disepelekan, ya!

Nah, itu dia beberapa hal yang mesti Sobat Bidan perhatikan sebelum memilih metode persalinan Maryam. Bagaimana, sudah lebih siap bukan, sekarang? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,