Minimalisir Robekan Jalan Lahir Saat Bersalin dengan Cara Ini, Sobat Bidan

Robekan vagina meresahkan ibu? Begini tips untuk meminimalisir terjadinya robekan saat bersalin.

robekan vagina

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang menyebabkan seorang wanita ngeri untuk melahirkan secara normal adalah robekan jalan lahir, ya. Dalam dunia medis, robekan jalan lahir ini disebut dengan istilah robekan perineum. Kita sudah pernah membahas tingkat robekan perineum tersebut di sini.

Nah, ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa seorang ibu bersalin harus dilakukan tindakan 'perobekan' pada jalan lahirnya. Episiotomi istilahnya. Berbagai faktor itu antara lain jika ibu mengalami persalinan macet, ibu sudah tidak kuat lagi mengejan, atau faktor dari janin seperti bayi dengan berat badan yang terlalu besar.

Di postingan kali ini kita akan membahas tips supaya robekan jalan lahir ini bisa diminimalisir. Utamanya untuk Sobat Bidan yang tengah hamil, simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Olahraga Selama Hamil

Persalinan adalah peristiwa yang dinantikan dan harus ibu persiapkan jauh-jauh hari sejak ibu masih mengandung. Untuk meminimalisir terjadinya robekan jalan lahir, hal pertama yang harus ibu penuhi adalah kondisi tubuh yang sehat.

Tubuh yang bugar selama persalinan tentu berkaitan sekali dengan pola ibu selama hamil. Memasuki trimester tiga, sering-seringlah melakukan olahraga seperti senam panggul atau senam kegel. Ibu memang harus sudah aktif mengikuti senam hamil sejak usia kandungan mencapai 20 minggu, ya. 

Hal ini dapat memperlancar aliran darah sehingga tubuh ibu tetap bugar. Lebih dari itu, senam kegel akan melenturkan atau membuat kulit sekitar jalan lahir lebih elastis. Ini sangat baik untuk ibu yang akan bersalin supaya perineum bisa meregang sempurna saat proses persalinan tiba.

Senam kegel
Makan Makanan Bergizi

Kiat untuk memperoleh tubuh yang sehat selanjutnya tentu saja dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selama hamil, ibu tidak boleh pantang makan kecuali pada makanan yang memang membuatnya alergi dan mual.

Untuk memperbagus elastisitas kulit, ibu harus makan makanan yang mengandung banyak protein. Contohnya adalah kuning telur, daging, ikan, tahu, juga tempe. Protein juga baik sekali untuk membantu pemulihan pasca melahirkan. 

Selain itu, kebutuhan lain yang penting adalah lemak omega, vitamin E, C, dan kebutuhan zat besi ibu. Pastikan selama hamil ibu mencukupi kebutuhan nutrisinya sehingga tidak terjadi mal nutrisi yang dapat menghambat proses persalinan. 

Lakukan Pijat Perineum

Mendekati HPL, ibu dianjurkan untuk sering-sering melakukan pemijatan di area perineum. Perineum sendiri adalah daerah antara lubang vagina dan lubang anus. Lakukanlah pijat lembut di daerah itu, boleh dengan air hangat atau minyak zaitun bila ibu tidak alergi.

Pemijatan di area ini akan meningkatkan kelenturan dan elastisitas kulit perineum. Ini juga akan membantu ibu lebih rileks dan percaya diri. Diharapkan, dengan pijat perineum ini ibu akan lebih santai dan tenang saat menghadapi proses persalinan. Peregangan perineum pun akan jadi lebih baik dan risiko episiotomi berkurang.

Tentukan Posisi Bersalin

Posisi dalam persalinan normal punya porsi yang cukup besar dalam menentukan 'keselamatan' ibu dari robekan jalan lahir. Salah satu posisi yang dianjurkan adalah posisi semi fowler atau setengah duduk. Posisi ini akan banyak menguntungkan ibu juga memudahkan tim medis dalam memberi pertolongan.

Terkait posisi bersalin yang lain, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya! Pastikan ibu menemukan posisi yang paling nyaman untuknya, serta punya risiko robekan yang kecil.


Perhatikan Instruksi Nakes

Dalam proses persalinan, tentu ibu tidak boleh sembarangan dan berbuat seenaknya sendiri. Ada petunjuk nakes yang harus ibu patuhi. Contohnya adalah cara bernapas dan kapan waktunya ibu boleh mengejan. Dua hal ini riskan sekali untuk keselamatan jalan lahir ibu dari robekan.

Bernapaslah pendek-pendek setelah selesai mengejan. Saat mengejan jangan sampai berteriak karena ini meningkatkan risiko robekan. Utamanya, jangan mengejan jika belum disuruh atau waktunya mengejan. Hal ini bisa membuat jalan lahir ibu bengkak yang nantinya malah akan menghambat proses persalinan.

Kompres Air Hangat

Selanjutnya, pada saat proses pembukaan dan kepala janin sudah turun, lakukanlah hal ini. Minta tolong pada suami atau nakes untuk mengompres perineum dengan air hangat. Air hangat akan mengendurkan otot-otot perineum ibu dan membuat sirkulasi darah di area tersebut lancar. Ini akan mengurangi risiko terjadinya robekan di perineum.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa cara atau tips sederhana yang bisa diterapkan untuk meminimalisir risiko robekan jalan lahir. Semoga bermanfaat, ya!

Salam sayang,


2 comments: