BAB yang Normal Pada Bayi, yang Bagaimana?

Jangan sepelekan pola BAB pada bayi baru lahir, begini yang benar.

bab pada bayi

Selamat siang, Sobat Bidan!

Punya bayi memang kebahagiaan tersendiri, ya. Ada banyak hal baru yang bisa Sobat Bidan pelajari sebagai ibu, tak terkecuali pola buang air besarnya. Pernahkah Sobat Bidan merasa cemas dengan jenis tekstur atau frekuensi BAB pada bayi?

Sebenarnya, BAB yang bagaimana sih, yang normal pada bayi? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Pengaruh ASI

Sebenarnya, buang air besar pada bayi sangat dipengaruhi oleh apa yang dia konsumsi. Apakah ibu memberinya ASI atau justru susu formula. Kedua asupan ini akan memberi efek buang air besar yang beda kepada bayi. 

Jika si kecil diberi ASI dan dia buang air besar kurang lebih lima kali dalam seharinya, hal ini justru bagus. Itu artinya bayi ibu terpenuhi kebutuhan cairan dan ASI-nya. Frekuensi itu pun bisa jadi akan berbeda setiap harinya, tergantung banyaknya ASI yang diminum bayi. 

Hal ini jelas akan berbeda lagi dengan bayi yang tidak diberi ASI, atau hanya diberi susu formula. Menurut sebuah penelitian, ASI sangat lebih mudah dicerna dibandingkan susu formula. Itu sebabnya, bayi yang diberi ASI jarang terkena masalah pencernaan. Jika kemudian frekuensi BAB-nya lebih sering pun ini termasuk hal yang lumrah dan tidak perlu dikhawatirkan selama masih dalam batas normal.

Tekstur Feses

Jika ibu mendapati pup si kecil bertekstur sangat halus atau kadang juga berair, tidak perlu khawatir. Itu bukan berarti si kecil mengalami diare. Hal tersebut lumrah apalagi bila si kecil diberi ASI. Si kecil yang diberi susu formula tekstur fesesnya akan cenderung lebih keras.

BAB yang Tidak Normal

Jika feses bayi berlendir, berbau, dan cair, inilah yang harus ibu waspadai. Ketiga tanda ini merupakan gejala diare pada bayi. Biasanya, bayi ASI jarang terkena hal ini, jika pun sampai terjadi, biasanya akan sembuh sendiri dan tidak lama. Sedangkan bayi sufor memang akan lebih berisiko mengalaminya.

Yang perlu diwaspadai juga adalah saat si kecil tidak BAB sampai satu minggu atau lebih, dan fesesnya lebih sering keras dan kering. Selain bisa karena kekurangan cairan, itu juga bisa jadi tanda bayi mengalami alergi.

Pada bayi ASI, alergi bisa terjadi saat ibu makan makanan tertentu. Pada bayi sufor, kemungkinan paling sering terjadi adalah bayi alergi pada jenis laktosa. Jika demikian, segera bawa bayi ke dokter atau bidan.

Nah, itu dia sekelumit tentang BAB yang normal pada bayi. Sudah tidak bingung dan cemas berlebihan lagi bukan, Sobat Bidan? Semoga artikel ini bermanfaat!

Salam sayang,


No comments:

Post a Comment