Search This Blog

Boleh Ajak Bayi Berenang Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Tips Amannya, Sobat Bidan

/ July 11, 2019
Bayi berenang usia berapa? Apa saja tips supaya aman dan nyaman? 
Simak di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Mengajak bayi berenang usia berapa ya, tepatnya? Mengajak si kecil berenang memang mengasikkan, ya, Sobat Bidan. Memang, berenang punya banyak manfaat lho, untuk bayi! Beberapa manfaat berenang untuk si kecil tersebut, antara lain :
  • Meningkatkan kemampuan motorik dan keseimbangan si kecil
  • Bisa lebih cepat mempelajari gerakan menggenggam dan menjangkau benda
  • Aspek mental dan fungsi kognitif berkembang lebih baik
  • Merangsang jutaan saraf baru pada otak
Berdasarkan penelitian, bayi yang sering diajak berenang akan lebih cepat perkembangannya. Mereka akan lebih cepat bicara hingga 11 bulan di atas usianya. Kemampuan berhitung pun lebih cepat hingga 6 bulan di atas usianya, dan memiliki pemahaman soal arah sampai 20 bulan di atas usianya. 

Hal ini disebabkan, ketika mereka turun ke air, maka tubuhnya akan secara naluriah bergerak seperti menendang atau mengayuh lengannya. Inilah yang akan menumbuhkan saraf-saraf otak yang baru.

Bayi Berenang Usia Berapa?

Ini tentu tidak boleh sembarangan ya, Sobat Bidan. Bayi baru diperbolehkan berenang ketika usianya sudah mumpuni.

Menurut penelitian, bayi baru boleh diajak berenang saat usianya sudah menginjak satu tahun. Ini pun hanya sekadar untuk pembiasaan di dalam air saja. 


Tentunya, Sobat Bidan juga harus memperhatikan tumbuh kembang si kecil untuk mulai mengajaknya berenang. Karena tumbuh kembang seorang anak pasti berbeda-beda. Untuk usia yang ideal adalah saat anak sudah berusia empat tahun.

Tips Mengajak si Kecil Berenang

Nah, untuk mengajak si kecil berenang ada juga tipsnya, ya. Sobat Bidan harus memastikan bahwa si kecil aman dan nyaman. Berikut beberapa di antaranya :

Biasakan dengan Berendam Lebih Dulu

Ini penting sebelum mengajak si kecil berenang. Sering-seringlah merendam bayi di kolam karet yang kecil. Ini bertujuan untuk membiasakan dirinya dengan air.

Suhu Kolam Harus Hangat

Tips kedua adalah dengan memastikan suhu air di kolam hangat. Suhu yang ideal untuk si kecil adalah 32 derajat celsius. Mengajaknya berenang di bawah sinar matahari juga bisa untuk menjaganya tetap hangat. Jangan lupa siapkan susu atau air putih hangat untuknya setelah selesai berenang.

Jangan Pakai Pelampung

Kenapa? Dengan pelampung, posisi si kecil akan cenderung mengambang dengan tegak. Padahal, posisi berenang yang baik adalah dengan berbaring. Pelampung juga hanya akan memberikan kenyamanan palsu pada si kecil dan membuat gerakannya jadi tidak leluasa.

Pakai Popok Khusus

Sekarang sudah ada popok sekali pakai khusus untuk berenang si kecil. Popok ini tidak akan bocor di dalam air, meski si kecil sudah pipis atau pup.

Child, Clear Water, Fun, Kid, Leisure, Little, Swimming

Ikut Berenang

Sebagai orangtua, Sobat Bidan tentu ingin memberi dukungan moral pada si kecil. Lakukan hal itu dengan ikut berenang atau setidaknya turun ke kolam bersamanya. Ini akan membuat si kecil merasa lebih aman dan nyaman. 

Pegang si Kecil

Menahan bagian belakang kepala dan pantat si kecil yang berbaring telentang di kolam adalah posisi terbaik baginya untuk belajar berenang. Saat dia sudah nyaman, Sobat Bidan bisa menggendongnya dengan cara memegangi bagian bawah lengan atau ketiak. Kemudian, ayunkan tubuh si kecil agar dia belajar menendang-nendang.

Untuk mengajarinya menyelam, cukup dengan mencontohkan membuat gelembung di dalam air. Si kecil pasti akan mengikuti hal itu selain secara naluri dia juga pasti akan belajar menahan napas. Ini akan menghindarkannya tersedak air. 

Ingat Waktu

Untuk tahapan awal, 10 menit berendam saja sudah cukup untuk membuat si kecil terbiasa. Keluarlah dari kolam sampai beberapa saat, kemudian baru masuk lagi. Jangan sampai bayi berada di kolam sampai 30 menit. Ini penting untuk menghindarkannya dari kedinginan atau iritasi kulit karena bahan kimia yang ada di kolam renang. 

Itu dia seputar tips untuk mengajak si kecil berenang, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Bayi berenang usia berapa? Apa saja tips supaya aman dan nyaman? 
Simak di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Mengajak bayi berenang usia berapa ya, tepatnya? Mengajak si kecil berenang memang mengasikkan, ya, Sobat Bidan. Memang, berenang punya banyak manfaat lho, untuk bayi! Beberapa manfaat berenang untuk si kecil tersebut, antara lain :
  • Meningkatkan kemampuan motorik dan keseimbangan si kecil
  • Bisa lebih cepat mempelajari gerakan menggenggam dan menjangkau benda
  • Aspek mental dan fungsi kognitif berkembang lebih baik
  • Merangsang jutaan saraf baru pada otak
Berdasarkan penelitian, bayi yang sering diajak berenang akan lebih cepat perkembangannya. Mereka akan lebih cepat bicara hingga 11 bulan di atas usianya. Kemampuan berhitung pun lebih cepat hingga 6 bulan di atas usianya, dan memiliki pemahaman soal arah sampai 20 bulan di atas usianya. 

Hal ini disebabkan, ketika mereka turun ke air, maka tubuhnya akan secara naluriah bergerak seperti menendang atau mengayuh lengannya. Inilah yang akan menumbuhkan saraf-saraf otak yang baru.

Bayi Berenang Usia Berapa?

Ini tentu tidak boleh sembarangan ya, Sobat Bidan. Bayi baru diperbolehkan berenang ketika usianya sudah mumpuni.

Menurut penelitian, bayi baru boleh diajak berenang saat usianya sudah menginjak satu tahun. Ini pun hanya sekadar untuk pembiasaan di dalam air saja. 


Tentunya, Sobat Bidan juga harus memperhatikan tumbuh kembang si kecil untuk mulai mengajaknya berenang. Karena tumbuh kembang seorang anak pasti berbeda-beda. Untuk usia yang ideal adalah saat anak sudah berusia empat tahun.

Tips Mengajak si Kecil Berenang

Nah, untuk mengajak si kecil berenang ada juga tipsnya, ya. Sobat Bidan harus memastikan bahwa si kecil aman dan nyaman. Berikut beberapa di antaranya :

Biasakan dengan Berendam Lebih Dulu

Ini penting sebelum mengajak si kecil berenang. Sering-seringlah merendam bayi di kolam karet yang kecil. Ini bertujuan untuk membiasakan dirinya dengan air.

Suhu Kolam Harus Hangat

Tips kedua adalah dengan memastikan suhu air di kolam hangat. Suhu yang ideal untuk si kecil adalah 32 derajat celsius. Mengajaknya berenang di bawah sinar matahari juga bisa untuk menjaganya tetap hangat. Jangan lupa siapkan susu atau air putih hangat untuknya setelah selesai berenang.

Jangan Pakai Pelampung

Kenapa? Dengan pelampung, posisi si kecil akan cenderung mengambang dengan tegak. Padahal, posisi berenang yang baik adalah dengan berbaring. Pelampung juga hanya akan memberikan kenyamanan palsu pada si kecil dan membuat gerakannya jadi tidak leluasa.

Pakai Popok Khusus

Sekarang sudah ada popok sekali pakai khusus untuk berenang si kecil. Popok ini tidak akan bocor di dalam air, meski si kecil sudah pipis atau pup.

Child, Clear Water, Fun, Kid, Leisure, Little, Swimming

Ikut Berenang

Sebagai orangtua, Sobat Bidan tentu ingin memberi dukungan moral pada si kecil. Lakukan hal itu dengan ikut berenang atau setidaknya turun ke kolam bersamanya. Ini akan membuat si kecil merasa lebih aman dan nyaman. 

Pegang si Kecil

Menahan bagian belakang kepala dan pantat si kecil yang berbaring telentang di kolam adalah posisi terbaik baginya untuk belajar berenang. Saat dia sudah nyaman, Sobat Bidan bisa menggendongnya dengan cara memegangi bagian bawah lengan atau ketiak. Kemudian, ayunkan tubuh si kecil agar dia belajar menendang-nendang.

Untuk mengajarinya menyelam, cukup dengan mencontohkan membuat gelembung di dalam air. Si kecil pasti akan mengikuti hal itu selain secara naluri dia juga pasti akan belajar menahan napas. Ini akan menghindarkannya tersedak air. 

Ingat Waktu

Untuk tahapan awal, 10 menit berendam saja sudah cukup untuk membuat si kecil terbiasa. Keluarlah dari kolam sampai beberapa saat, kemudian baru masuk lagi. Jangan sampai bayi berada di kolam sampai 30 menit. Ini penting untuk menghindarkannya dari kedinginan atau iritasi kulit karena bahan kimia yang ada di kolam renang. 

Itu dia seputar tips untuk mengajak si kecil berenang, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Continue Reading
Bengkak pasca bersalin memang wajar, bagaimana cara mengatasinya, ya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Setelah kemarin kita bahas berbagai penyebab bengkak setelah melahirkan di sini, sekarang kita cari tahu yuk, bagaimana sih, penanganan terhadap bengkak tersebut? Tentunya, Sobat Bidan ingin segera 'kempis' dari kebengkakan tersebut, bukan?

Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Makanlah Makanan yang Sehat

Meski terdengar sangat umum, tapi percayalah makan makanan sehat adalah solusi terbaik untuk kesehatan tubuh. Tak hanya selama kehamilan saja, namun Sobat Bidan juga harus tetap mengonsumsi makanan sehat pasca bersalin.

Fungsinya tentu bukan hanya untuk memperlancar produksi ASI dan mempercepat pemulihan tubuh. Ternyata, makan makanan sehat ada pengaruhnya untuk tubuh yang membengkak setelah melahirkan.

Sobat Bidan dianjurkan untuk makan makanan yang banyak mengandung protein juga karbohidrat kompleks. Serat dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar juga penting sekali. Makanan kaya kalium seperti ubi manis, kentang, jus jeruk, brokoli, dada ayam, tuna, kismis, susu sapi rendah lemak dan pisang juga bisa membantu mengurangi pembengkakan.

Fruit, Fruits, Fruit Salad, Fresh, Bio, Healthy, Heart
Makanan yang sehat
Makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung natrium tinggi seperti makanan cepat saji dan olahan. Natrium bisa membuat bengkak semakin parah, lho!

Cukupi Kebutuhan Cairan

Dalam artian, minumlah banyak air putih. Dalam keadaan tidak nifas, kita dianjurkan minum antara 1-1,5 liter. Bagi ibu nifas, aturannya menjadi antara 1,5-2,5 liter air putih per harinya.

Ini bukan hanya untuk merangsang ASI, tapi juga bagus untuk mengempiskan badan yang bengkak. Dengan minum air putih sesering mungkin, Sobat Bidan jadi akan bolak-balik pipis. Cairan di dalam tubuh pun akan keluar bersama dengan urine.

Olahraga, dong!

Woman, Relaxation, Portrait, Recreation, Lifestyle
Olahraga bisa mengurangi bengkak
Olahraga ringan seperti senam nifas akan banyak membantu Sobat Bidan. Selain memaksimalkan pemulihan tubuh dan mobilisasi, olahraga ringan juga bisa membantu mengurangi bengkak.

Keringat yang keluar dari tubuh ketika olahraga ini akan dengan efektif mengempiskan tubuh kembali. Tapi, perlu diperhatikan juga bagi Sobat Bidan yang melahirkan dengan caesar, konsultasikan dulu olahraga apa yang tepat dengan dokter, ya.

Angkat Kaki Lebih Tinggi Saat Berbaring

Ini juga cara yang bisa Sobat Bidan lakukan untuk mengurangi bengkak, lho. Saat berbaring seperti sedang menyusui atau tidur, angkatlah kaki lebih tinggi dari panggul. Tahan posisi ini selama kurang lebih 30 menit.

Sobat Bidan boleh kok, menyenderkan kedua kaki ke tembok dalam posisi terangkat ini. Menyangga pinggul dengan bantal yang empuk juga akan membuat semakin nyaman. 

Jangan berdiri terlalu lama, juga jangan menyilangkan kaki saat duduk. Ini bisa memicu bengkak lebih parah karena aliran darah jadi tersumbat. 

Pijat

Wellness, Massage, Relax, Relaxing, Woman, Spa
Pijat bisa mengurangi bengkak
Cara ini juga bisa mengempiskan pembengkakan. Sering-seringlah memijat bagian yang bengkak dengan lembut, bisa dengan minyak zaitun atau yang lain. Ini bisa merilekskan Sobat Bidan, membuat aliran darah makin lancar dan mengurangi pembengkakan.

Nah, itu dia beberapa cara untuk mengurangi pembengkakan pasca bersalin. Bagaimana, gampang dipraktikkan ya, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Penyebab bengkak pasca melahirkan? Apa saja, ya?

penyebab bengkak pasca melahirkan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Bengkak pasca melahirkan memang sering terjadi, ya. Bengkak ini bisa terjadi di area perut, wajah dan kaki. Ada pula bengkak yang terjadi di daerah intim karena adanya tindakan saat melahirkan.


Bengkak ini biasanya akan hilang sendiri dalam hitungan minggu. Tapi, meski begitu tentu Sobat Bidan akan merasakan ketidaknyamanan, ya. Nah, sebenarnya apa sih, penyebab bengkak pasca melahirkan ini?


Simak postingan berikut sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Kehamilan

Yap! Kehamilan sendiri merupakan salah satu hal yang bisa menyebabkan bengkak atau edema. Selama hamil, tubuh akan mengandung air yang lebih banyak untuk Sobat Bidan dan janin. 

Hamil bisa jadi penyebab bengkak
Setelah proses persalinan berlalu, perlahan kandungan air ini akan keluar melalui proses ekskresi, seperti saat pipis dan melalui keringat. Kandungan air yang berlebih inilah yang membuat Sobat Bidan mengalami pembengkakan setelah melahirkan. 

Kondisi Hormonal

Salah satu penyebab paling umum dari pembengkakan pasca bersalin ini juga dikarenakan hormon. Selama hamil, tubuh Sobat Bidan akan memproduksi hormon progesteron yang lebih banyak dari biasanya. 

Nah, kandungan progesteron yang berlebih ini bisa menyebabkan penumpukan air serta natrium di dalam tubuh. Inilah yang menyebabkan pembengkakan setelah Sobat Bidan melahirkan.

Saat Persalinan

Benar sekali, proses persalinan juga bisa memicu terjadinya bengkak. Pasalnya, saat mengejan, darah serta cairan di dalam tubuh Sobat Bidan mengalami tekanan yang mencapai puncaknya. Ini bisa menyebabkan bengkak di wajah, kaki, tangan, dan jari. 

Kondisi Rahim

Rahim yang terus membesar juga merupakan salah satu penyebab pembengkakan pasca bersalin. Pembesaran rahim ini akan menekan pembuluh darah ke kaki serta membuat darah tidak bisa mengalir lancar ke tubuh bagian bawah.

Selain itu, selama hamil tubuh wanita akan menyimpan sebagian cairan untuk pertumbuhan janin. Setelah bersalin, tubuh perlu waktu untuk menghilangkan cairan tersebut. Jadilah bengkak pasca bersalin tadi.

Cairan Infus

Cairan intravena sebabkan bengkak
Cairan infus yang notebene dimasukkan melalui intra vena, dapat menyebabkan pembengkakan. Cairan ini bisa menumpuk di tubuh dan butuh waktu untuk mengeluarkannya. Persalinan dengan caesar atau normal sekalipun, sekarang susah untuk terlepas dari infus. 

Pembengkakan pasca bersalin ini memiliki ciri-ciri atau tanda gejala, di antaranya :

  • Turgor kulit menjadi lambat, dan kulit akan tenggelam saat ditekan
  • Area yang bengkak tampak meradang dan mengkilap
  • Area perut bisa saja terpengaruhi
Bengkak ini dibagi dalam kategori ringan, sedang dan ekstrim. Untuk bengkak yang ekstrim Sobat Bidan akan merasa kebas atau mati rasa di daerah yang bengkak tersebut.

Nah, itu dia beberapa penyebab bengkak pasca melahirkan. Terus, penanganannya bagaimana Bu Bidan? Oke, kita akan bahas di postingan Persalinan selanjutnya, ya!

Semoga bermanfaat!

Salam sayang,




Kapan waktu USG yang baik dan tepat? Hmm, tidak boleh sembarangan ya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Kapan waktu USG yang baik- Kehamilan memang suatu anugerah yang tiada duanya, ya. Karena itu, wajar saja jika Sobat Bidan selalu ingin tahu apa yang sedang dilakukan si janin dalam rahim. Seperti yang kita tahu bersama, kini untuk bisa mendeteksi 'kelakuan' janin bisa dilakukan. Dengan USG atau Ultrasonography tentunya.

USG memang sangat membantu. Dengan pemeriksaan ini, kita jadi akan tahu bagaimana posisi janin di dalam rahim, jenis kelamin, normal atau tidak tumbuh kembangnya, dan sebagainya. Tapi, kapan sih, waktu yang pas untuk melakukan USG ini? Nah, simak postingan ini sampai selesai ya, Sobat Bidan!

Trimester Pertama

Pregnant Woman, Pregnancy, Pregnant, Belly, Mother
USG di trimester pertama
USG sudah akan menunjukkan hasil saat dilakukan pada usia 4 minggu kehamilan. Saat ini, akan didapat gambaran yang sangat kecil. Ini pun menggunakan Transvaginal USG. Untuk USG perut atau abdominal sendiri, baru bisa mendeteksi bayi pada usia kehamilan 6 atau 7 minggu.

Jika ditanya kapan waktu USG yang baik, sebenarnya ini tergantung informasi yang ingin diketahui Sobat Bidan tentang keadaan janin. Namun, jangan terlalu sering juga melakukan USG ini, cukup tiga kali saja selama kehamilan. 

Yakni di trimester pertama satu kali di usia 6-7 minggu, timester dua sekali, dan trimester tiga sekali lagi.

Trimester Kedua

USG selanjutnya dilakukan pada trimester dua kehamilan. Sobat Bidan boleh melakukan pemeriksaan ini pada minggu ke 23 hingga 25. Di minggu ini, fitur wajah janin akan mulai bisa didefinisikan dan jenis kelamin sudah kelihatan. 

Hamburger, P, French Fries, Belly, Abdominal Fat, Fat
Jaga kenaikan berat badan
Sebenarnya, untuk bisa melihat jenis kelamin pada janin ini sudah bisa dilakukan sejak minggu ke-12. Penelitian menyebutkan bahwa 98% teknologi USG akurat dalam hal melihat jenis kelamin ini. Namun, jenis kelamin bayi akan susah dilihat jika ibu mengalami kelebihan berat badan.

Karenanya, penting untuk menjaga kenaikan berat badan secara stabil selama kehamilan. Ulasan itu sudah pernah kita bahas di sini, ya!

Perkembangan dan pertumbuhan janin juga akan terlihat di minggu 23-25 ini. Sobat Bidan bisa bertanya banyak hal saat dilakukan pemeriksaan. Di minggu ini, masih tersisa banyak ruangan sehingga banyak bagian janin yang masih bisa diterawang. 

Sementara, jika Sobat Bidan ingin melakukan USG 3D, maka waktu yang paling pas adalah di minggu ke 27 sampai 32. Di minggu ini, wajah bayi akan terlihat lebih jelas lagi dan bayi juga masih bisa berubah posisi. 

Namun, Sobat Bidan mungkin akan agak kesulitan untuk melihat lebih banyak bagian tubuhnya secara jelas. Ini karena ruang yang dimiliki bayi semakin sempit karena dia tumbuh semakin besar. 

Trimester Ketiga

Baby, Belly, Body, Child, Expectant, Female, HealthKapan waktu USG yang baik selanjutnya? Yakni di trimester tiga utamanya pada usia kehamilan 33-36 minggu. 

Di waktu ini, Sobat Bidan bisa melakukan pemotretan wajah bayi jika posisinya sesuai. Tapi, kepadatan di rahim juga akan membuat Sobat Bidan agak kesulitan mengenali bagian gambar secara menyeluruh.


Saat ini Sobat Bidan juga bisa melihat apakah janin sudah siap untuk lahir atau belum. Seperti apakah kepalanya sudah mulai memasuki pelvik, berat badannya sesuai atau tidak, apakah plasenta normal atau tidak, dan sebagainya.

Nah, masih bingung kapan waktu yang baik untuk USG? Tentu sudah tidak, dong, ya! Semoga kehamilannya sehat-sehat selalu dan lancar proses bersalinnya, ya, Sobat Bidan!


Salam sayang,




Tips mencegah keputihan, begini lho!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Apakah Sobat Bidan sering mengalami keputihan? Yang satu ini memang mengganggu banget, ya. Bikin hari-hari dan kegiatan semakin gak nyaman. Ada beberapa penyebab keputihan, seperti kebersihan miss-v yang kurang, juga karena adanya penyakit tertentu.

Nah, gimana sih, tips mencegah keputihan yang bisa dilakukan? Sobat Bidan sudah ada di laman dan artikel yang tepat, so ... keep stay tune sampai selesai, ya!

Menjaga Kebersihan Miss-v

Yang satu ini adalah tips mencegah keputihan yang pertama. Miss-v memang bagian yang sangat rentan terinfeksi berbagai macam bakteri yang bisa menyebabkan keputihan. Karenanya, menjaga kebersihan daerah ini adalah hal yang sangat penting.

Membersihkan miss-v menggunakan sabun pembersih apakah dibolehkan? Sobat Bidan bisa membacanya di sini, ya! 

Tapi, jangan sampai juga membersihkan miss-v dengan sabun mandi. Ini bisa membuat pH di miss-v jadi tidak seimbang dan malah menyebabkan keputihan. pH miss-v ada dalam kisaran 3,8 - 4,5 saja. Sedang pH sabun mandi biasanya antara 7-8. Gak seimbang, kan?

Selain itu, kebersihan saat menstruasi juga harus ekstra diperhatikan. Jangan pelit ganti pembalut, gantilah setiap 4 jam sekali atau ketika pembalut sudah penuh. Ini untuk menghindari perkembangbiakan bakteri di area miss-v. 

Penting dicatat juga untuk Sobat Bidan yang biasa mengeringkan area tersebut setelah pipis. Sekalah dari bagian depan miss-v ke daerah anus, bukan sebaliknya. Ini juga untuk menghindari adanya bakteri yang ikut terbawa masuk ke miss-v.

Massage Therapy, Essential Oils, Skincare, Spa
Jangan sembarang pakai sabun

Perhatikan Jadwal Ganti CD

CD atau celana dalam juga merupakan faktor yang bisa mempengaruhi keputihan. Gantilah CD 2-3 kali sehari. Ini akan menghindarkan bakteri untuk tinggal di miss-v. Selain itu, bau tidak sedap juga bisa terhindarkan dengan sering mengganti CD yang bersih. 

Pilih juga bahan CD yang nyaman seperti katun dan membuat miss-v bisa bernapas sehingga tidak lembap. Daerah yang lembap bisa meningkatkan risiko keputihan, lho! 

Jangan pula sering-sering memakai celana yang ketat seperti jeans dan lainnya. Ini akan membuat miss-v mudah teriritasi yang mengakibatkan keputihan. Ngeri-ngeri sedap, kan?

Melakukan Hubungan Seks yang Aman

Apa hubungannya dengan keputihan, Bu Bidan? Lho, jelas ada apa-apanya, dong! Ada banyak penyakit menular seksual yang bisa ditularkan melalui hubungan intim. Sebut saja gonorhae, klamidia, sifilis, bahkan HIV. 

Bed, Sleeping, Couple, Covered, Cover, White, Two
Lakukan hubungan intim yang aman
Salah satu gejala dari penyakit-penyakit menular seksual ini adalah keputihan yang berbau dan berwarna keruh. Jadi, jika Sobat Bidan mengetahui bahwa pasangan mempunyai penyakit menular seksual, berhubunganlah dengan aman, seperti dengan mengenakan kondom. 

Rutin Periksa Serviks

Untuk wanita di antara usia 25-64 tahun yang sudah aktif melakukan hubungan seks, maka pemeriksaan serviks rutin hukumnya wajib. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi adakah perubahan yang tidak normal pada leher rahim atau serviks.

Jika ada keputihan, PMS, atau bahkan kanker serviks, ini akan bisa terdeteksi lebih awal dengan pemeriksaan rutin ini. 

Konsumsi Makanan Sehat

Jangan sembarangan makanan masuk tanpa disaring ya, Sobat Bidan. Makanan sangat berpengaruh pada apa pun, termasuk untuk kesehatan miss-v. 

Diet, Calorie Counter, Weight Loss, Health, Food
Konsumsi makanan sehat
Makanan sehat dengan cairan yang cukup bisa menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah keputihan abnormal. Jus buah dan sayuran, yogurt cranberry, sangat baik untuk mencegah tumbuhnya bakteri pada miss-v.

Itu dia beberapa tips mencegah keputihan yang harus Sobat Bidan coba. Bagaimana, mudah apa mudah? Mudah, dong, asalkan ada niat, apa sih, yang gak bisa didapat? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Minum pil Kb masih kebobolan? Hmm, ini penyebabnya, Buibu!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah minum pil KB bisa kebobolan, kenapa ya? Nah, adakah di antara Sobat Bidan yang pernah menjumpai hal serupa atau bahkan mengalaminya sendiri? Pil KB memang sebuah kontrasepsi yang tingkat kebobolannya bisa dibilang lebih tinggi jika dibandingkan kontrasepsi jangka panjang.

Tapi, sebenarnya kalau Buibu mematuhi tata cara minum pil ini dengan benar, risiko kebobolan juga akan bisa diminimalisir. Ternyata, ada beberapa faktor penyebab kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan, lho! 

Simak postingan ini sampai selesai ya, Buibu!

Kesalahan Teknis

Yang pertama dan menjadi penyebab paling sering dari kebobolan KB pil ini ada dalam masalah teknis alias tata cara minumnya. Hayo, siapa yang suka minum pil KB sesuka hati? Buibu, sudah ada aturan tersendiri untuk minum pil ini, yaitu harus rutin setiap hari di jam yang sama.

Kalau aturan itu dilanggar terus, ya risiko kebobolan tentu akan semakin tinggi. Biasanya, Buibu beralasan dengan siklus haid yang tidak teratur, jadi minum pil KB semaunya saja mengandalkan siklus haidnya. 

Medicine, Pills, Blood Pressure, Hypertension, Capsule
Kesalahan teknis yang umum
Ada juga yang punya pikiran bahwa pil KB ini cukup diminum ketika akan berhubungan intim saja. Nah lho, kalau testpack sudah bergaris dua, baru deh, protes ke Bu Bidan. Pusing, kan?

Tata cara minum pil KB yang benar, baca di sini, ya!

Mengkonsumsi Obat Lain

Mungkin Buibu masih belum menyadari hal yang satu ini. Tapi, minum pil KB dibarengi minum obat lain dalam waktu yang bersamaan bisa menjadi penyebab kebobolan. Kenapa, kok bisa begitu?

Karena, dua jenis obat yang diminum dalam waktu yang sama nantinya akan berinteraksi. Ini berlaku bagi obat apa saja, ya, Buibu. Apa lagi pil KB yang punya misi khusus, tentu kinerjanya jadi akan terganggu karena kinerja obat lain tersebut.

Kalau lagi sakit bagaimana, Bu Bidan, kan harus minum obat lain juga? Nah, ada baiknya Buibu mengkonsultasikan pada dokter bahwasanya Buibu sedang ber-KB pil. Biasanya, antibiotik lah yang paling berpengaruh pada kinerja pil KB ini.

Girl, Woman, People, Holding, Yogurt, Yoghurt, Fit
Makanan dan obat lain bisa pengaruhi pil KB
Pastikan juga Buibu tidak mengkonsumsi pil KB dan obat tersebut dalam waktu yang bersamaan. Misal minum obatnya 3 kali sehari, ambil jeda waktu di antara itu untuk minum pil KB. Atau bisa juga minum obatnya yang disesuaikan dengan jadwal minum pil KB.

Perubahan Suhu Penyimpanan

Yang satu ini juga bisa menjadi salah satu penyebab ketika sudah minum pil KB bisa kebobolan. Suhu yang tepat untuk penyimpanan pil ini ada dalam suhu kamar yakni sekitar 25 derajat celsius ya, Buibu.

Ada pun perubahan suhu yang ekstrem bisa membuat khasiat pil KB menjadi menurun bahkan tidak aktif. Misalnya saja, Buibu baru menaruh pil KB di mobil atau motor yang cenderung panas. Kemudian, Buibu masuk ke ruangan ber-AC untuk waktu yang lumayan lama (tentu sambil bawa pil KB-nya, ya). 

Nah, perubahan suhu yang begini ini yang menjadikan khasiat pil jadi berubah. 

Makanan Tertentu

Tidak hanya faktor di atas, rupanya ada juga makanan yang bisa mengubah khasiat dari pil KB ini. Makanan-makanan tersebut adalah makanan yang berpengaruh pada hormon tubuh.

Apa saja, sih? Yoghurt, ubi, kacang kedelai, dan licorice contohnya. Tapi, asalkan Buibu tidak makan makanan tersebut secara berlebihan, risiko kebobolan tidak akan terlalu mengancam, kok!

Rokok

Non Smoking, Cigarette Box, Cigarettes, Hands, Reject
Jangan merokok!
Dilihat dari mana saja, yang satu ini memang tidak ada baiknya, ya. Buibu yang punya kebiasaan merokok dan ber-KB pil, bisa dibilang sia-sia saja dan malah cenderung membahayakan.

Nikotin yang ada dalam rokok ketika bertemu dengan kandungan pil KB, bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Selain itu, khasiat dari pil KB juga akan sama sekali tidak berfungsi jika kebiasaan merokok ini tidak dihentikan.

Sudah ketemu jawabannya belum, kenapa sudah minum pil KB bisa kebobolan? Yuk, segera perbaiki lagi tata cara minum pil KB-nya supaya tidak ada lagi yang mengeluh kebobobolan karena pil KB.

Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,


Penyebab ruam popok pada bayi ternyata bermacam-macam. Begini penanganannya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ruam popok pada si kecil memang menjadi masalah yang membuat was-was ya, Sobat Bidan. Tetap tenang, hal ini bisa diatasi sendiri sebelum si kecil dibawa ke dokter. Nah, sebelum itu, ketahui dulu apa sih, penyebab ruam popok pada bayi ini?

Terus penanganannya bagaimana Bu Bidan? Sabar, pertanyaan itu akan terjawab, kok! Tetap kepoin postingan ini sampai selesai, ya!

Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

Ternyata oh ternyata, banyak sekali penyebab ruam popok pada si kecil. Berikut beberapa di antaranya :

Popok Sudah Lembap

Meski cuaca sedang tidak menentu begini, jangan pelit untuk mengganti popok bayi ya, Buibu. Apa lagi jika popoknya sudah lembap. Ini akan meningkatkan risiko terjadinya ruam popok. Air pipis bayi yang bercampur dengan pup-nya, akan menyebabkan infeksi bakteri yang nantinya mengiritasi kulit bayi. Inilah yang menyebabkan ruam.

Popok yang Terlalu Ketat

Ini juga tidak baik karena bisa mengakibatkan gesekan di kulit bayi. Kalau sudah begini, iritasi pun akan terjadi. Setelah itu, kulit bayi akan lecet dan menyebabkan terjadinya ruam. Kulit bayi 'kan masih sangat lembut, jadi tergesek sedikit saja akan lecet, Buibu.

Baby, Newborn, Newborn Baby, Cute, Infant, Child
Hindari popok yang ketat

Faktor Makanan 

Ruam bisa juga disebabkan karena faktor makanan. Misalnya saja, si kecil yang sudah diberi MPASI makan buah-buahan asam. Buah jenis ini bisa memengaruhi tekstur pup bayi dan mudah mengiritasi kulit. Ini juga akan berujung pada ruam. Kalau bayi belum diberi MPASI, bisa saja karena makanan yang ibu makan.

Produk Bayi

Penyebab ruam lainnya adalah iritasi terhadap produk bayi. Pastikan membeli produk seperti sabun mandi, bedak, tisu basah, atau minyak telon yang ramah untuk kulit si kecil, ya.

Mengonsumsi Antibiotik

Sifat antibiotik adalah membunuh semua bakteri tanpa pandang bulu, baik bakteri jahat atau bakteri baik. Saat mengonsumsi ini, bakteri kulit yang baik yang bisa mencegah tumbuhnya jamur, akan ikut mati. Bayi jadi mengalami ruam. Begitu pula saat ibu yangs sedang menyusui mengonsumsi antibiotik ini. Bayi akan lebih rentan terkena ruam.

Penanganan Ruam Pada Bayi

Baby, Sleep, Small, Infant, Son, Little, Sleepy
Angin-anginkan bayi
Setelah mengetahui penyebabnya, Buibu harus tahu juga bagaimana penanganan paling tepat untuk ruam popok ini.
  • Pertama, cucilah tangan sampai bersih dengan air mengalir dan sabun sebelum mengganti popok bayi
  • Jangan tunggu sampai popok penuh atau terlalu basah, segera ganti jika sudah lembap dan terkena pup si kecil
  • Area yang tertutup popok, bersihkan dulu dengan air bersih. Menggunakan sabun bayi juga dibolehkan untuk membersihkan kulit bayi setelah selesai pup. Apabila ingin menggunakan tisu basah, maka pastikan bebas alkohol dan parfum
  • Keringkan lebih dulu area yang akan ditutup dengan popok, dengan handuk yang lembut
  • Setelah itu, oleskanlah salep atau krim untuk ruam yang mengandung zinc oxide di area yang ruam. Krim ini bisa Buibu beli meski tanpa resep dokter atau bidan
  • Tunggulah sampai salep tersebut kering, baru bayi boleh dipakaikan popok
Hal-hal yang perlu Buibu lakukan untuk mempercepat penyembuhan ruam popok, antara lain :
  • Jangan menggosok kulit si kecil yang lecet
  • Hentikan pemakaian popok untuk sementara. Angin-anginkan daerah yang terkena ruam akan mempercepat penyembuhan
  • Gunakan popok dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya
  • Jika antara 2-3 hari belum juga sembuh, maka segeralah bawa ke dokter
Nah, itu dia beberapa penyebab ruam popok pada bayi dan cara penanganannya. Bagaimana, Buibu? Semoga sedikit mencerahkan, ya! Sehat-sehat selalu dan nikmati momen hangat bersama si kecil!

Salam sayang,


Pantangan masa nifas pasca caesar, banyak makanan favorit yang harus rela Buibu tahan!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Pantangan masa nifas pasca caesar itu memang ada, lho! Di antaranya adalah pantangan makanan. Lho, katanya pas menyusui boleh makan apa saja? Kok sekarang dilarang sih, Bu Bidan? 

Nah, meski boleh makan apa saja, ada beberapa makanan yang memang seharusnya tidak dikonsumsi oleh ibu pasca bersalin caesar. Ini disebabkan, makanan tersebut memang bisa membuat luka operasi lama pulihnya. Apa saja dan kenapa sih, kok gak boleh? Simak postingan ini sampai selesai, dong!

Minimalisir Gorengan

Pernah lihat petugas RS membawakan menu gorengan dalam makanan pasien pasca caesar? Tentu tidak, kan?

Waduh, ternyata menu favorit orang Indonesia ini adalah salah satu pantangan masa nifas pasca caesar. Kenapa? Karena gorengan adalah makanan yang sulit dicerna, apa lagi di hari-hari awal pasca melahirkan.

Nantinya, ibu bisa merasakan sensasi tenggorokan sakit atau terbakar, juga perut kembung. Apa lagi kalau gorengannya hasil jajan di pinggir jalan, duh! Semakin tidak karuan saja itu hasilnya. Ini akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh dan memperlambat proses pemulihan ibu nifas. 


Jadi, gantilah goreng-gorengan ini dengan menu kukus atau rebusan, ya!


Kurangi yang Manis-manis

Pancake, Schaumomelette, Omelette, Sugar, Sweet
Kurangi makanan manis
Makanan manis dan bergula tentunya boleh dikonsumsi pasca melahirkan ya, tapi dengan catatan secukupnya saja. Jangan sampai berlebihan mengkonsumsi manis karena ini bisa membuat gula darah ibu menjadi tinggi.

Kalau sudah begini, luka bekas operasi caesar justru akan sulit kering. Termasuk dalam hal ini adalah nasi. Memang sih, menu ideal untuk ibu nifas apa lagi yang menyusui adalah makan sampai 7 porsi. Namun, ini juga harus diiringi aktivitas menyusui yang on demand sehingga terbakar kalorinya.

Kalau tidak, ibu bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah yang kadar gulanya lebih sedikit. Karena kadar gula di nasi putih lebih banyak dan lebih manis.

Kurangi Makan Pedas dan Santan
Spaghetti, Pasta, Noodles, Food, Eat, Cook, Plate
Hindari makanan pedas
Ibu hobi makan pedas? Saya juga, haha. Tapi, pasca melahirkan sebaiknya hindari dulu makan pedas secara berlebihan. Ini bisa memicu kembung, bahkan diare. Kalau sudah diare, ibu jadi harus lebih sering mengejan. Mengejan sendiri adalah aktivitas yang sebaiknya dikurangi dalam masa nifas untuk proses pemulihan.

Makanan bersantan juga bisa membuat ibu kembung dan berpengaruh pada komposisi ASI. Bisa-bisa, si kecil jadi ikut kembung bahkan diare. Jadi, sebaiknya hindari dulu makanan pedas dan bersantan ini, ya!

Hindari Sayuran Pemicu Gas
Beberapa sayuran seperti brokoli, kubis, dan  kembang kol sebaiknya dihindari. Sayuran ini bisa memicu gas yang akan membuat perut jadi tidak nyaman. Bisa juga menimbulkan nyeri pada bagian bekas operasi. 

Eat, Salad, Cucumbers, Food, Tomatoes, Mixed, Water
Sayur pemicu gas
Hindari Minuman Berkafein

Kopi dan teh sebaiknya dihindari dulu pasca operasi caesar. Boleh sih, tapi secukupnya saja, ya. Ini berhubungan dengan kandungan diuretik pada kafein yang akan membuat ibu jadi sering pipis. Selain itu, minuman berkafein juga bisa menyebabkan bayi kembung.

Kurangi Makanan Pemicu Sembelit

Ya, makanan yang bisa menyebabkan sembelit memang harus dikurangi. Karena, apabila ibu harus mengejan tersebab sembelit ini, bisa-bisa menimbulkan nyeri pada daerah bekas operasi. Perut ibu pun jadi akan terasa tidak nyaman.

Hindari Minuman yang Memicu Batuk

Selain karena faktor kesehatan yang harus diperhatikan saat menyusui ini, batuk juga bisa membuat perut ibu menjadi tegang. Ini akan berpengaruh pada luka bekas operasi ibu. Karena itu, hindarilah minuman berpengawet, berwarna, dan yang mengandung pemanis buatan untuk menjaga kesehatan. 

Jangan sampai batuk pilek menyerang karena di masa ini sebaiknya ibu menghindari obat. Alangkah baiknya jika diganti dengan jus buah dan minuman sehat lainnya, ya.

Itulah beberapa pantangan masa nifas pasca caesar yang harus ibu hindari. Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,




Cara induksi alami rupanya bisa dilakukan dengan mudah. 

Selamat siang, Sobat Bidan!


Cara induksi alami-Menjalani proses persalinan dengan lancar tentu menjadi keinginan setiap wanita ya, Sobat Bidan. Namun, hal ini sering terhambat karena beberapa gangguan. Akibatnya, untuk memperlancar proses persalinan ini dilakukanlah induksi.


Wah, nampaknya sudah menjadi rahasia umum ya, kalau induksi itu rasanya sakit bukan main. Kontraksi akan berlangsung terus menerus karena memang telah ditambahkan hormon oksitosin ke dalam tubuh melalui proses induksi ini. Hormon oksitosin sendiri merupakan hormon yang merangsang terjadinya kontraksi.



Sebenarnya, ada beberapa cara alami untuk melakukan induksi. Rasa sakitnya tentu jauh berbeda, namun hasilnya sama, yakni untuk memperlancar proses bersalin. Bagaimana cara induksi alami itu? Simak postingan ini sampai selesai, ya!


Lakukanlah Olahraga Ringan

Nah, yang satu ini tak hanya bisa meredakan stres atau menyingkirkan kecemasan menjelang persalinan. Nyatanya, olahraga ringan bisa menjadi salah satu cara induksi alami. Tidak perlu jauh-jauh, bisa dengan jalan-jalan berkeliling rumah sakit, atau naik turun tangga rumah sakit. 

Ini bisa mempercepat proses penurunan kepala janin dan pembukaan persalinan. Tentu, dengan catatan ibu masih kuat berjalan-jalan, ya, biasanya di pembukaan 1 sampai 4.

Aktivitas Intim

Berhubungan seks bagus untuk merangsang kontraksi
Cara yang satu ini menjadi salah satu hal yang efektif untuk induksi alami. Di masa-masa jelang HPL, memang dianjurkan bagi ibu untuk lebih sering berhubungan intim. Ini merupakan induksi alami, karena dengan berhubungan intim tubuh akan merasa nyaman, rileks, dan tenang. 

Hormon oksitosin pun akan dikeluarkan dari tubuh sehingga akan memperlancar kontraksi. Namun, perlu dicatat ya, aktivitas ini tidak diperbolehkan bagi ibu yang kantung ketubannya sudah pecah karena justru akan berbahaya.

Lakukan Stimulasi Puting

Selanjutnya, pada fase persalinan kala I, lakukanlah stimulasi puting. Ini bagus untuk merangsang keluarnya ASI dan hormon oksitosin di dalam tubuh. Tentu, hal ini akan memperlancar proses persalinan dan kontraksi ibu. Cara stimulasi puting ini bisa menggunakan jari seperti biasa, ataupun pompa ASI manual dan elektrik.

Akupuntur dan Akupresure

Kedua cara ini juga dinilai efektif sebagai induksi alami. Akupuntur bisa melepaskan hormon oksitosin di dalam tubuh dan akan memperlancar proses pembukaan. Sementara, akupresure bisa meringankan nyeri dalam proses bersalin. Namun, melakukan ini tentu harus dengan bantuan para ahli, ya, jangan sembarangan.

Sering-sering Makan Kurma

Kurma mengandung magnesium, kalium dan mangan. Dalam sebuah penelitian, buah ini sangat efektif untuk memperlancar proses bersalin. Terbukti, ibu hamil yang mengonsumsi 6 buah kurma per hari selama 4 minggu mengalami pembukaan yang lebih lancar. Mendekati HPL, sering-seringlah makan kurma karena buah ini juga mengandung kadar oksitosin yang tinggi. 

Minumlah Teh Hangat

Minum teh bisa tingkatkan kontraksi
Teh dari daun raspberi disarankan bagi wanita yang akan bersalin. Hmm, cukup sulit ditemukan di Indonesia, ya. Kalau begitu, minumlah teh apa saja. Sensasi hangat dan antioksidan yang terkandung di dalamnya akan membuat ibu lebih rileks dan lega. Jika pikiran ibu tenang dan tidak cemas, maka proses persalinan akan semakin lancar.

Itu dia beberapa cara induksi alami yang bisa dicoba. Semoga persalinannya lancar ya, Sobat Bidan!

Salam sayang,