Search This Blog

Penting! Begini Tips Supaya Bayi Tetap Hangat di Musim Penghujan

/ November 02, 2019
Di musim hujan, bayi harus tetap hangat. 
Begini tips jaga kehangatan bayi di musim hujan ini.


Selamat siang, Sobat Bidan!

Bulan November telah tiba, ya. Salah satu bulan yang dijuluki dengan November Rain ini memang perlu diwaspadai. Pasalnya, setelah beberapa saat lalu mengalami kemarau panjang, hari-hari hujan di bulan ini bisa membuat tubuh drop.

Apalagi untuk Sobat Bidan yang masih punya bayi, tentu kehangatan bayi harus tetap terjaga di musim penghujan seperti ini, karena si kecil rentan mengalami hipotermi. Nah, simak postingan ini sampai selesai untuk panduan menjaga kehangatan si kecil selama musim hujan.

Jagalah Kebersihan si Kecil

Tips pertama adalah menjaga kebersihan si kecil. Meskipun kuman ada di musim kemarau mau pun musim hujan, tapi di musim hujan seperti ini lebih rentan. Pasalnya, banyak genangan-genangan air kotor yang tentu mengandung banyak kuman.

Karena itu, sebelum menyentuh si kecil hendaknya siapa pun mencuci tangannya lebih dulu. Mandikan pula si kecil setiap hari seperti hari-hari biasa, serta cucilah pakaiannya dengan cairan desinfektan khusus untuk bayi.

Baby, Pink, Dress, Girl, Adorable, Kid
Pastikan pakaiannya kering

Pakaian yang Kering

Tips selanjutnya untuk menjaga bayi tetap hangat selama musim hujan adalah memastikan pakaian yang dipakai si kecil benar-benar kering. Di musim hujan begini, biasanya pakaian masih akan terasa lembap, yang jika dipakaikan bisa menyebabkan si kecil terkena batuk pilek. Seterikalah lebih dulu pakaian bayi sehingga tidak lembap lagi.

Ganti Popok Lebih Sering

Selanjutnya, untuk menjaga si kecil tetap hangat di bulan-bulan ini adalah sering-sering mengganti popoknya. Jangan lupa untuk mengoleskan krim pencegah ruam popok. Jika bayi pup, maka segeralah ganti popoknya, jangan ditunda-tunda karena bisa menyebabkan lembap dan kedinginan. 

Diapers, Cloth, Reusable, Baby, Newborn, Nappy, Infant
Jangan tunda ganti popok
Jika pun si kecil tidak buang kotoran, maka gantilah popok setiap 2-3 jam sekali supaya tidak iritasi. Kalau misalnya si kecil terkena ruam, pilihlah salep atau krim yang mengandung zinc oxide dan oleskan di bagian ruam tersebut tipis-tips.

Kenakan Baju Berlapis

Hal ini tentu dilihat sesuai kebutuhan ya, Sobat Bidan. Jika si kecil seperti kegerahan, maka boleh-boleh saja memakai baju yang adem, bahkan menyalakan kipas atau AC. Namun, jika perut bayi terasa dingin, maka pakaikanlah baju berlapis.

Jangan lupa pula untuk selalu menutup bagian kepala bayi dengan topi dan kaki bayi dengan kaus kaki. Untuk bahan kain rekomendasi, sebaiknya pilihlah pakaian bayi berbahan katun.

Blanket Everywhere

Kid, Baby, Mammy, Infant, Child, Stroller
Bawa selimut ke mana saja
Khususnya saat jalan-jalan, baik digendong mau pun di stroller-nya, pastikan si kecil tetap tertutup selimut setinggi dada. Untuk kenyamanannya, pilihlah selimut dengan bahan katun ringan.

Bedong

Meski terdengar tradisional, tapi cara ini ampuh untuk menjaga bayi tetap hangat selama musim hujan. Apalagi, kain bedong rupanya hampir mirip dengan kondisi di dalam rahim, yang diyakini bisa membuat si kecil lebih tenang dan tidak rewel.

Cegah si Kecil dari Flu

Flu, batuk, dan pilek adalah penyakit yang rentan menyerang si kecil terutama di musim penghujan seperti ini. Karena itu, Sobat Bidan harus bisa mencegah supaya bayi tidak terkena flu. Jangan berada di luar rumah lama-lama, karena perubahan temperatur di musim hujan ini bisa menyebabkan kekebalan tubuh si kecil menurun. Berikanlah ASI adekuat, juga pastikan dia selalu hangat dan berada di tempat yang kering.

Hangatkan Saat Kedinginan

Baby, Child, Cute, Dad, Daddy, Family
Pastikan selalu hangat
Jika si kecil mulai menggigil saat diajak jalan-jalan keluar misalnya, maka segeralah hangatkan tubuhnya kembali. Jangan sesekali menggosok kulit si kecil ya, Sobat Bidan, karena itu bisa merusak kulit.

Gunakanlah waslap yang dicelup air hangat untuk menghangatkan lagi kulit si kecil. Setelah itu keringkan dan pakaikan baju yang kering.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa Sobat Bidan terapkan untuk menjaga kehangatan bayi selama musim penghujan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,



Di musim hujan, bayi harus tetap hangat. 
Begini tips jaga kehangatan bayi di musim hujan ini.


Selamat siang, Sobat Bidan!

Bulan November telah tiba, ya. Salah satu bulan yang dijuluki dengan November Rain ini memang perlu diwaspadai. Pasalnya, setelah beberapa saat lalu mengalami kemarau panjang, hari-hari hujan di bulan ini bisa membuat tubuh drop.

Apalagi untuk Sobat Bidan yang masih punya bayi, tentu kehangatan bayi harus tetap terjaga di musim penghujan seperti ini, karena si kecil rentan mengalami hipotermi. Nah, simak postingan ini sampai selesai untuk panduan menjaga kehangatan si kecil selama musim hujan.

Jagalah Kebersihan si Kecil

Tips pertama adalah menjaga kebersihan si kecil. Meskipun kuman ada di musim kemarau mau pun musim hujan, tapi di musim hujan seperti ini lebih rentan. Pasalnya, banyak genangan-genangan air kotor yang tentu mengandung banyak kuman.

Karena itu, sebelum menyentuh si kecil hendaknya siapa pun mencuci tangannya lebih dulu. Mandikan pula si kecil setiap hari seperti hari-hari biasa, serta cucilah pakaiannya dengan cairan desinfektan khusus untuk bayi.

Baby, Pink, Dress, Girl, Adorable, Kid
Pastikan pakaiannya kering

Pakaian yang Kering

Tips selanjutnya untuk menjaga bayi tetap hangat selama musim hujan adalah memastikan pakaian yang dipakai si kecil benar-benar kering. Di musim hujan begini, biasanya pakaian masih akan terasa lembap, yang jika dipakaikan bisa menyebabkan si kecil terkena batuk pilek. Seterikalah lebih dulu pakaian bayi sehingga tidak lembap lagi.

Ganti Popok Lebih Sering

Selanjutnya, untuk menjaga si kecil tetap hangat di bulan-bulan ini adalah sering-sering mengganti popoknya. Jangan lupa untuk mengoleskan krim pencegah ruam popok. Jika bayi pup, maka segeralah ganti popoknya, jangan ditunda-tunda karena bisa menyebabkan lembap dan kedinginan. 

Diapers, Cloth, Reusable, Baby, Newborn, Nappy, Infant
Jangan tunda ganti popok
Jika pun si kecil tidak buang kotoran, maka gantilah popok setiap 2-3 jam sekali supaya tidak iritasi. Kalau misalnya si kecil terkena ruam, pilihlah salep atau krim yang mengandung zinc oxide dan oleskan di bagian ruam tersebut tipis-tips.

Kenakan Baju Berlapis

Hal ini tentu dilihat sesuai kebutuhan ya, Sobat Bidan. Jika si kecil seperti kegerahan, maka boleh-boleh saja memakai baju yang adem, bahkan menyalakan kipas atau AC. Namun, jika perut bayi terasa dingin, maka pakaikanlah baju berlapis.

Jangan lupa pula untuk selalu menutup bagian kepala bayi dengan topi dan kaki bayi dengan kaus kaki. Untuk bahan kain rekomendasi, sebaiknya pilihlah pakaian bayi berbahan katun.

Blanket Everywhere

Kid, Baby, Mammy, Infant, Child, Stroller
Bawa selimut ke mana saja
Khususnya saat jalan-jalan, baik digendong mau pun di stroller-nya, pastikan si kecil tetap tertutup selimut setinggi dada. Untuk kenyamanannya, pilihlah selimut dengan bahan katun ringan.

Bedong

Meski terdengar tradisional, tapi cara ini ampuh untuk menjaga bayi tetap hangat selama musim hujan. Apalagi, kain bedong rupanya hampir mirip dengan kondisi di dalam rahim, yang diyakini bisa membuat si kecil lebih tenang dan tidak rewel.

Cegah si Kecil dari Flu

Flu, batuk, dan pilek adalah penyakit yang rentan menyerang si kecil terutama di musim penghujan seperti ini. Karena itu, Sobat Bidan harus bisa mencegah supaya bayi tidak terkena flu. Jangan berada di luar rumah lama-lama, karena perubahan temperatur di musim hujan ini bisa menyebabkan kekebalan tubuh si kecil menurun. Berikanlah ASI adekuat, juga pastikan dia selalu hangat dan berada di tempat yang kering.

Hangatkan Saat Kedinginan

Baby, Child, Cute, Dad, Daddy, Family
Pastikan selalu hangat
Jika si kecil mulai menggigil saat diajak jalan-jalan keluar misalnya, maka segeralah hangatkan tubuhnya kembali. Jangan sesekali menggosok kulit si kecil ya, Sobat Bidan, karena itu bisa merusak kulit.

Gunakanlah waslap yang dicelup air hangat untuk menghangatkan lagi kulit si kecil. Setelah itu keringkan dan pakaikan baju yang kering.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa Sobat Bidan terapkan untuk menjaga kehangatan bayi selama musim penghujan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,



Continue Reading
Kolostrum adalah cairan ASI yang kaya manfaat. Apa saja manfaatnya untuk bayi?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Setelah melahirkan, mungkin ASI memang masih keluar dalam jumlah yang sedikit, ya. Nah, biasanya ASI yang baru pertama keluar ini cairannya agak kental dan berwarna lebih pekat, sehingga disebut cairan ASI yang kotor oleh orang zaman dulu.

Waduh, padahal itulah yang dinamakan dengan kolostrum. Jangan bilang cairan itu kotor dan dibuang ya, ruginya bukan main, lho! Justru, kolostrum ini punya manfaat yang sangat besar untuk bayi karena cuma keluar sebentar saja, antara 1-3 hari pasca bersalin.

Apa saja manfaatnya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Antibodi yang Tidak Terganti

Salah satu manfaat dari kolostrum adalah sebagai antibodi untuk si kecil. Kenapa? Karena di dalamnya, terkandung zat kekebalan, utamanya IgA atau immunoglobulin. Zat ini bisa melindungi si kecil dari serangan bakteri mau pun infeksi yang sering terjadi seperti infeksi tenggorokan, usus, sampai paru-paru. 

Selain itu, immunoglobulin juga bisa berfungsi untuk menambal usus si kecil yang belum sempurna terbentuk. Ini akan membantu mencegah diare pada bayi. Sayang sekali jika kolostrum dibuang begitu saja mengingat kandungan antibodinya yang sangat tinggi.

Bantu Keluarkan Bilirubin

Bayi yang baru lahir rentan sekali terkena penyakit kuning karena kadar bilirubin yang tinggi di dalam tubuhnya. Tahukah Sobat Bidan, kolostrum ini bisa bertindak sebagai pencahar yang alami bagi bayi. Gunanya, untuk mengeluarkan bilirubin yang ada di dalam mekonium atau feses si kecil.

Artinya, dengan dorongan dari kolostrum, kotoran si kecil yang masih mengandung mekonium akan keluar dengan lancar. Ini tentu saja dapat membantu mencegah bayi dari ikterus atau kuning pada BBL.

Baby Feet, Heart, Love, Mother
Lindungi bayi dengan kolostrum

Gizi yang Pas untuk Bayi

Manfaat selanjutnya dari kolostrum adalah untuk memenuhi gizi yang tepat untuk si kecil. Di dalam kolostrum terkandung zat berupa lemak yang rendah dan karbohidrat yang pas sekali dengan kebutuhan bayi pasca dilahirkan.

Selain itu, kolostrum ini juga mengandung enzim yang bisa membantu mematangkan saluran pencernaan si kecil supaya bisa berfungsi dengan efektif. Dengan memberikan kolostrum, kuman serta bakteri jahat lainnya akan susah menginfeksi saluran pencernaan si kecil.

Kandungan Zat Penting

Kolostrum juga mengandung bermacam zat yang sangat penting untuk tumbuh kembang organ vital si kecil. Sebut saja kalium, natrium dan kolesterol yang penting sekali untuk perkembangan otak, sistem saraf pusat, juga jantung si kecil.

Jika ASI Keluar Sebelum Bersalin?

Pertanyaan ini juga sering ditanyakan. Kadang, ibu hamil sudah mengeluarkan cairan ASI mendekati masa persalinan, karena ASI sendiri memang sudah diproduksi oleh tubuh sejak minggu ke-16 kehamilan.

Tenang, itu hanyalah cairan ASI yang memang keluar saat kehamilan. Apakah kolostrumnya masih ada atau ter-skip begitu saja karena ASI yang sudah keluar ini?

Kolostrum akan tetap keluar meski Sobat Bidan sudah mengeluarkan ASI selama hamil. Dikarenakan, kolostrum memang diproduksi sesaat setelah bayi dilahirkan. Jadi, tidak perlu cemas bayi akan melewatkan kolostrumnya.

Baby, Child, Cute, Baby Girl, Sleeping
Jangan lewatkan kolostrum


Jika Tidak Diberikan Pada Bayi?


Menilik manfaatnya yang begitu banyak di atas, tentu bayi yang tidak diberi kolostrum akan memiliki ketahanan tubuh yang lebih ringkih. Ibaratnya, kolostrum merupakan imunisasi pertama si kecil. Jadi, jangan disia-siakan dengan membuang cairan pekat ini, ya!

Itu dia ulasan mengenai manfaat kolostrum bagi bayi. Bagaimana, masih ragu memberikannya, Sobat Bidan? Wah, jangan sampai, ya!

Salam Sayang,




Banyak hal yang tidak boleh dilakukan menjelang persalinan karena berbahaya bagi ibu dan janin. Apa saja?


Selamat siang, Sobat Bidan!

HPL sebentar lagi tiba? Wah, deg-degan tapi juga tidak sabar lagi ya, rasanya. Akhirnya penantian selama 9 bulan akan berakhir dan Sobat Bidan akan bisa memeluk si kecil dalam gendongan.

Selain menyiapkan berbagai perlengkapan persalinan, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan menjelang HPL ini. Hal-hal tersebut khususnya yang tidak boleh Sobat Bidan lakukan menjelang persalinan, karena bisa berbahaya bagi Sobat Bidan mau pun janin dalam kandungan.

Apa saja? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Beraktivitas Berat

Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan jelang HPL adalah melakukan aktivitas yang berat-berat. Kegiatan yang melelahkan seperti bersih-bersih rumah, mengangkat beban, atau berdiri terlalu lama sebaiknya dihindari.

Lakukan koordinasi yang baik dengan suami atau rekan kerja supaya mereka mau membantu tugas Sobat Bidan, ya. Sebaiknya, di kehamilan tua ini Sobat Bidan lebih banyak bersantai dan melakukan pekerjaan yang ringan-ringan saja seperti membaca buku atau olahraga ringan.

Makan Terlalu Banyak

Piza, Food, Cheese, Plate, Lunch, Hungry, Vegetables
Jangan makan sembarangan
Makan dan minum memang penting sebagai asupan gizi supaya pada saat bersalin nanti Sobat Bidan memiliki energi yang cukup, mengingat persalinan adalah hal yang melelahkan. Namun, jangan pula makan terlalu banyak di kehamilan tua.

Selain bisa melonjakkan berat badan bayi dan menjadi penyebab terhambatnya proses bersalin, makan terlalu banyak juga akan membuat Sobat Bidan justru menjadi lesu dan tidak aktif.

Hindari juga makan makanan yang merupakan pantangan bagi ibu hamil, seperti yang telah dijelaskan di sini.

Traveling

Jika kehamilan sudah mendekati HPL, alangkah baiknya jika Sobat Bidan menghindari dulu kegiatan traveling atau melakukan perjalanan jauh. Meski naik moda transportasi umum sekelas pesawat pun, tapi Sobat Bidan akan rentan mengalami kelelahan. Sebaiknya tenaganya disimpan saja untuk proses bersalin nanti, ya!
Travel, Suitcase, Girl, Trip, Vacation, Journey, Bag
Hindari traveling

Stres

Menjelang persalinan adalah momen yang bisa membuat Sobat Bidan cemas, khawatir, takut, dan perasaan campur aduk lainnya. Hal tersebut bisa menjadi pemicu stres jika tidak dikelola dengan baik.

Sementara, stres pada ibu hamil bisa juga membuat janin di dalam kandungan ikut stres. Akibatnya, detak jantung janin bisa meningkat, gerakannya tidak seaktif biasanya, dan lain-lain. Tenangkan pikiran dan kontrol emosi, bisa dengan latihan kombinasi seperti yoga dan latihan napas.

Olahraga Berlebihan

Olahraga ringan menjelang persalinan memang baik, tapi jangan juga sampai berlebihan karena ini justru akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Latihan kombinasi yang dianjurkan, tentu dengan ahlinya, ya!
Pregnant, Woman, Exercise, Physical, Fitness, Health
Lakukan latihan kombinasi

Melakukan Tindakan Tanpa Anjuran Medis

Hal yang satu ini juga tidak boleh dilakukan menjelang persalinan. Hal-hal tradisional yang belum jelas pengaruh serta dampaknya untuk ibu dan janin sebaiknya tidak dilakukan. Jika ada keluhan, segera saja hubungi bidan atau dokter kandungan yang biasa memeriksa kandungan Sobat Bidan. 

Nah, itu dia beberapa hal yang tidak boleh dilakukan menjelang persalinan. Bagaimana, sudah siap ya, Sobat Bidan. Semoga persalinannya lancar, sehat-sehat ibu dan bayinya.

Salam sayang,

Ada beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari ibu hamil. Apa saja?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Tentu pernah ya, Sobat Bidan mendengar selentingan yang mengatakan bahwa makanan atau minuman tertentu bisa menyebabkan keguguran. Nyatanya, hal tersebut memang bukan mitos semata, lho! 

Memang ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari jika Sobat Bidan sedang hamil. Karena ya itu tadi, kandungan di dalam makanan serta minuman ini bisa menjadi pemicu abortus.

Makanan dan minuman apa saja, sih, memangnya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Daging Setengah Matang

Bagi penggemar masakan yang dagingnya cenderung mentah atau setengah matang, sebaiknya hindari saat hamil. Mengonsumsi daging setengah matang bisa menyebabkan Sobat Bidan rentan terkena toksoplasma karena bakteri tersebut banyak sekali terkandung dalam daging mentah. Ini bisa menyebabkan keguguran, bahkan komplikasi serius pada janin.

Hindari daging setengah matang

Telur Setengah Matang

Telur mentah atau setengah matang mengandung banyak bakteri Salmonella. Jika dimakan oleh seorang ibu hamil, bisa berakibat pada keguguran atau pun kelahiran prematur. Jangan makan makanan yang di dalamnya ada telur mentah atau setengah matang ini, ya!

Nanas

Kalau untuk buah yang satu ini pasti Sobat Bidan sudah sering mendengarnya, ya. Benar, mengonsumsi nanas berlebihan saat hamil memang tidak dianjurkan. Kenapa? Karena buah ini mengandung enzim bromelain yang bisa memicu kontraksi dan melunakkan leher rahim.

Meski sampai saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut, tapi memakan nanas berlebihan sebaiknya tidak dilakukan. Secukupnya saja ya, Sobat Bidan!

Pepaya Mentah

Papaya, Fruit, Cut In Half, Cut, Vitamins, Eat
Jangan makan pepaya mentah
Mungkin pepaya mentah enak sekali jika dicocol dengan bumbu lutis, apalagi untuk ibu hamil. Sayangnya, kandungan lateks atau getah yang ada di dalam buah ini membuat bumil tidak boleh mengonsumsinya banyak-banyak.

Lateks tersebut disinyalir bisa memicu kontraksi. Meski penelitiannya juga masih dilakukan lebih lanjut, tapi tak ada salahnya berhati-hati, ya!

Kafein

Untuk minuman apa pun yang mengandung kafein di dalamnya, bolehkah diminum oleh ibu hamil? Hmm, kita sudah pernah membahasnya di postingan Minum Kopi untuk Bumil, AmankahYuk, dibaca lagi!

Alkohol

Baik dalam kondisi tidak hamil pun, minuman keras atau beralkohol memang tidak memberikan efek yang bagus. Apalagi jika meminumnya saat hamil? Wah, risiko keguguran, meninggalnya janin dalam kandungan siap mengancam. Jangan berani-berani mencobanya.

Seafood Mentah

Sushi, Japanese, Asian, Food, Raw, Sashimi, Fresh, Roll
Hindari seafood mentah
Penggemar sushi sebaiknya stop dulu selama hamil. Seafood mentah atau setengah matang yang terkandung di dalamnya bisa menyebabkan keguguran, risiko prematur, cacat janin, dan risiko berbahaya lainnya.

Pasalnya, di dalam seafood mentah terdapat bakteri seperti Norovirus, Salmonela, dan Listeria yang sangat berbahaya.

Makanan Mengandung Listeria

Bakteri Listeria yang ada di dalam makanan bisa menembus masuk ke dalam kantung ketuban dan menginfeksi janin. Akibatnya, bisa terjadi keguguran, janin meninggal, kelainan bawaan, juga kelahiran prematur.

Makanan yang mengandung bakteri ini antara lain olahan daging mentah, salmon asap, susu mentah, irisan daging di sandwich yang tidak matang, juga sayuran yang tidak dicuci sampai bersih. Hati-hati ya, Sobat Bidan!

Nah, itu dia beberapa makanan dan minuman yang bisa menjadi pemicu keguguran. Jangan sembarangan makan, dan selalu cari tahu dulu apa pengaruh makanan atau minuman bagi janin. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,




SAY NO TO MARITAL RAPE!

marital rape

Selamat siang Sobat Bidan!

Sedang geger masalah RKUHP yang bersinggungan tentang marital rape atau tindakan pemerkosaan terhadap perempuan, ya. Apakah Sobat Bidan mengikuti perkembangannya? 

Bukan rahasia lagi memang, bahkan di zaman modern seperti sekarang pun masih banyak yang beranggapan bahwa perempuan bisa diperlakukan semena-mena untuk memenuhi hasrat seks lelaki saja. 

Karena itu, masih banyak sekali kejadian pelecehan seksual yang sangat merugikan perempuan. 
Padahal, jika mau menilik lebih jauh berlandaskan agama atau pun etika-sosial, perempuan seharusnya dimuliakan, dijaga dan dihormati. Mirisnya, pelaku terkadang adalah orang terdekat yang seharusnya melindungi dan mengayomi.

Nah, terkait isu marital rape ini, ada beberapa jenis penyimpangan seksual yang perlu diketahui. Untuk apa perlu tahu? Tentu supaya Sobat Bidan bisa mendeteksi orang-orang yang menunjukkan perilaku tersebut dan menjaga diri supaya tidak menjadi korban.

Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Pedofilia

Siblings, Brother, Sister, Children, Girl, Boy, People
Pedofil, mengarah anak-anak
Penyimpangan seksual yang satu ini juga marak sekali terjadi di Indonesia. Tentu Sobat Bidan sudah sangat familiar dengan istilahnya, bukan? Ya, pedofilia merupakan jenis perilaku menyimpang seksual yang mana menjadikan anak-anak sebagai subjek pelampiasan hasrat seksualnya. Artinya, pelaku baru akan mendapatkan kepuasan seksual jika melakukannya terhadap anak kecil.

Chronophilia

Ini adalah istilah jika seseorang mengalami ketertarikan seksual pada individu dalam usia tertentu. Chronophilia dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni infantofilia dan geronontofilia.

Infantofilia adalah kecenderungan atau ketertarikan seksual terhadap bayi, sementara geronontofilia sebaliknya, seseorang menjadikan lansia sebagai subjek pemuas hasrat seksualnya. Ngeri, ya?

Zoofilia

Pernah mendengar kasus penyimpangan seksual di India tentang anjing yang diperkosa oleh beberapa lelaki sampai mati? Hal tersebut bukanlah isapan jempol dan tidak patut ditertawakan. Orang yang mengidap kelainan seksual zoofilia, memang menjadikan hewan sebagai sasaran pemuas hasrat seksualnya.

Pug, Dog, Pet, Animal, Puppy, Cute, Wrapped, Blanket
Save animal!

Eksibisionisme

Kasus ini juga sering terjadi di Indonesia, yang mana ada seseorang yang secara terang-terangan memperlihatkan alat vitalnya pada orang-orang yang ditemui. Itulah yang dinamakan eksibisionisme. Biasanya pengidap penyimpangan seksual ini suka berada di tempat sepi dan beraksi saat ada lawan jenis yang lewat tempat tersebut. Hati-hati ya, Sobat Bidan!

Froteurisme

Beberapa waktu lalu sempat viral video tentang seorang lelaki yang menggesek-gesekkan alat kelaminnya pada seorang wanita di tempat ramai. Itu juga merupakan salah satu jenis penyimpangan seksual, yang disebut froteurisme

Hati-hati jika Sobat Bidan berada di tempat ramai apalagi yang penuh sesak sampai berdesak-desakan. Banyak yang menggunakan kesempatan itu untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Voyeurisme

Penyimpangan seksual yang satu ini terbilang cukup aneh karena tidak perlu melakukan kontak langsung dengan korbannya. Orang yang mengidap voyeurisme akan merasakan kepuasan ketika dia mengintip korban. 

Misalnya saat sedang mandi, berganti pakaian, bahkan ketika si korban sedang melakukan hubungan seksual. Namun, saat mengintip itulah biasanya pelaku juga melakukan masturbasi untuk mencapai kepuasan. Ngeri?
Hiding, Boy, Girl, Child, Young, Box, Hole, Torn, Eye
Jangan lupa tutup pintu ya, Sobat Bidan!

Fetisisme

Pernah mendengar kasus pencurian celana dalam atau semisalnya? Bukan tidak mungkin jika orang yang mencuri tersebut memiliki kelainan seksual yang satu ini.

Fetisisme merupakan penyimpangan seksual, yang mana pelaku akan merasa tertarik dengan salah satu bagian tubuh, misalnya rambut, tungkai, telapak kaki, dan sebagainya, atau bahkan benda-benda milik targetnya seperti celana dalam. 

Gelora seksnya akan meningkat ketika dia melihat bagian yang disukainya tersebut dan membuatnya mencapai kepuasan seksual. 

Sadisme

Tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini, ya. Sesuai namanya, pelaku akan mendapat kepuasan seks ketika dia menyakiti lawan mainnya. Bisa disiksa secara fisik juga psikologis. 

Bagi pengidap sadisme ini, erangan kesakitan dari target seksnya adalah fantasi dan kepuasan tersendiri. Pengidap sadisme ini tidak akan segan-segan memerkosa korbannya secara brutal, bahkan bisa sampai berujung pembunuhan.

Masokisme

Argument, Conflict, Controversy, Dispute, Contention
Yang wajar-wajar aja ya, Sobat Bidan!
Kebalikan dari sadisme yang menyakiti lawan mainnya, pengidap masokisme justru akan merasa puas jika dia disakiti oleh pasangan seksnya. 

Dia akan memaksa lawan seksnya untuk menyakitinya baik secara verbal mau pun nonverbal, bahkan rela menyakiti dirinya sendiri. Yang terparah dari pelaku masokisme ini adalah membakar dirinya sendiri.

Sadomasokis

Bisa membayangkan bagaimana jika sadisme dan masokisme ini bersatu? Jadilah sadomasokis. Orang dengan penyimpangan seksual yang satu ini baru akan puas ketika dia menyakiti dan disakiti lawan seksnya.

Biasanya, ini akan dilakukan bergantian. Kalau Sobat Bidan pernah nonton Fifty Shades of Grey atau 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, mungkin akan punya gambaran bagaimana seseorang yang mengidap kelainan ini.

Transvestisme

Penyimpangan seksual yang satu ini sulit diungkapkan, tapi nyatanya memang ada. Biasanya, pengidap transvestisme adalah lelaki heteroseksual, yang mana suka terhadap lawan jenis, juga sesama jenisnya.
Mask, Businessman, Kaufmann, Second, Face, Psychology
Kemayu demi kepuasan seks
Untuk mencapai kepuasan seksual tersebut, dia harus berdandan seperti seorang wanita yang feminim. Dengan begitu, fantasi seksualnya baru bisa dipuaskan.

Nekrofilia

Pernah dengar kasus jenazah atau mayat yang disetubuhi? Tidak hanya berbau klenik saja, mungkin bisa jadi pelakunya adalah pengidap nekrofilia. Ya, dia baru akan puas setelah berhubungan seksual dengan mayat. Seram?

Nah, itu dia beberapa macam penyimpangan seksual yang ada di masyarakat dan sebaiknya diketahui. Menurut para ahli, hal tersebut termasuk dalam gangguan psikologis atau penyakit dan bisa disembuhkan. 

Namun, terlepas dari bisa disembuhkan atau tidak, kita memang seharusnya tahu untuk berjaga-jaga. Lebih waspada ya, Sobat Bidan, dan katakan tidak pada marital rape!

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,





Memilih celana dalam untuk kesehatan organ intimmu tidak boleh sembarangan, begini tipsnya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Celana dalam mungkin bukanlah jenis busana yang tampak, sehingga banyak wanita yang mengabaikan pemilihan celana dalam ini dengan tepat. Padahal, celana dalam merupakan pakaian yang langsung menutupi organ kewanitaan, yang seharusnya justru benar-benar diberi perhatian lebih. 

Karena, bisa saja berawal dari celana dalam yang tidak sehat dan kurang baik, muncullah masalah-masalah di sekitar area kewanitaan. Duh, gak mau, kan, pastinya?

Nah, berikut tips memilih celana dalam yang baik untuk kesehatan reproduksi wanita. Simak sampai selesai, ya!

Pilih Bahan Katun

Sewing, Cotton, Thread, Material, Tape, Measure, Pink
Katun memang yang terbaik
Siapa saja mungkin sudah tahu jika bahan katun adalah bahan yang terbaik untuk dikenakan, khususnya untuk celana dalam. Bahan ini memang nyaman, adem, juga bisa menyerap keringat dengan baik.

Karena itu, memilih celana dalam berbahan katun memang sebaiknya dilakukan. Area sekitar kewanitaan yang sering lembap akan tertolong dengan celana dalam berbahan katun ini, ketimbang bahan lainnya. 

Ini akan membuat organ intim bisa bernapas dan mencegah tumbuhnya jamur yang bisa menyebabkan gatal.

Jika suka celana dalam berbahan nilon atau sintetis, tentu tidak masalah, ya. Hanya saja, usahakan di bagian celana dalam yang menutupi labia, pilihlah yang berbahan katun.

Minimalisir Pemakaian Thong

Bikini, Two-Piece Swimwear, Women, Two-Parter, Pink
Jangan sering-sering pakai g-string
Wah, penggemar berat g-string atau thong ini sepertinya harus kecewa karena fakta ini. Pemakaian g-string mungkin akan memberi kesan seksi, tapi sayangnya g-string juga menjadi kontroversial lantaran masalah yang dibawanya untuk kesehatan.

Celana dalam model ini bisa memicu tumbuhnya bakteri E-Colli yang bisa menyebar dari miss-v ke anus. Selain itu, bisa juga memicu infeksi saluran kemih sampai dituduh bisa menyebabkan wasir.

Meski penelitian sampai saat ini masih belum menemukan kebenarannya, tapi risiko tersebut memang ada jika Sobat Bidan terlalu sering mengenakan g-string. 

Ganti Jika Lembap

Tips selanjutnya yang terkait dengan celana dalam ini adalah segeralah ganti jika sudah terasa lembap. Misalnya saja, jika Sobat Bidan pergi berolahraga di gym dan sebagainya. Jangan lupa untuk membawa celana dalam ganti, karena celana dalam yang dipakai tentu akan lembap karena keringat.

Jangan malas untuk mengganti celana dalam yang sudah terasa lembap ini, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan gatal. Jangan lupa juga untuk menyeka area kewanitaan dengan handuk atau tisu setelah selesai pipis.

Deterjen Non-parfum

Untuk mencuci celana dalam, alangkah baiknya jika Sobat Bidan menggunakan deterjen yang tidak berpewangi. Kenapa? Karena, bahan kimia atau pewangi yang ada di dalam deterjen tersebut bisa saja mengiritasi kulit sekitar area kewanitaan. Apalagi, jika Sobat Bidan termasuk yang memiliki kulit sensitif. Duh!
Soap, Heart, Pink, Badesalz, Salt, Flowers, Hygiene
Pilih deterjen yang ramah

Beli yang Baru

Ciri celana dalam yang sudah harus diganti adalah ketika celana dalam tersebut sudah sesak dan saat dipakai meninggalkan bekas. Kalau sudah seperti ini, jangan pelit untuk membeli celana dalam yang baru, ya!

Jika yang seperti ini masih terus dipakai, bisa-bisa menyebabkan infeksi kulit dan muncul ruam di sekitar area kewanitaan. Meski itu celana dalam favorit, tetap harus disisihkan ya, Sobat Bidan.

Jangan Pakai yang Kotor

Kalau ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi, bukan? Selain jorok, juga sangat tidak baik bagi kesehatan area kewanitaan. 

Saat Tidur

Nah, kalau yang satu ini sudah pernah dijelaskan di sini. Sebaiknya memang tidak memakai celana dalam yang ketat saat tidur.

Itu dia tips memilih celana dalam dan bagaimana sebaiknya pemakaian busana yang tertutup ini. Jangan anggap remeh hal kecil ya, Sobat Bidan! Nyatanya, dari pemakaian celana dalam yang salah, bisa menjadi masalah bagi area sekitar kewanitaan.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Pakai IUD tetap hamil? Penyebabnya IUD bergeser! 
Simak tanda-tandanya di sini!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah pakai IUD tapi tetap hamil? Wah, ini sih namanya kebobolan, ya. IUD merupakan alat kontrasepsi yang paling sedikit angka kebobolannya, dan bisa dibilang paling efektif. Sebanyak 99,7 persen wanita sukses tidak hamil lagi saat memakai alkon ini.

Nah, tapi ada juga lho, kasus kebobolan IUD ini. Penyebabnya apa? Salah satu yang sering ditemukan adalah karena IUD yang ada di dalam rahim tersebut bergeser. Ngeri, ya, Sobat Bidan? Tenang, Sobat Bidan akan merasakan 'ada yang tidak beres' kok, jika sampai IUD ini benar bergeser dari tempatnya.

Seperti apa tanda-tandanya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Benang IUD Terasa Lebih Pendek atau Panjang

Di ujung IUD Sobat Bidan bisa mengenali benang atau string yang cukup panjang, ya, dan pada saat pemasangan nanti benang tersebut dipotong, hanya disisakan sedikit saja untuk proses pelepasan nanti. Sepanjang pemakaian IUD, Sobat Bidan akan bisa merasakan benang ini.

Nah, saat IUD bergeser, maka Sobat Bidan akan menyadari kalau benang tersebut terasa lebih pendek atau bahkan lebih panjang, atau justru tidak teraba sama sekali. Ini disebabkan, gesernya posisi tersebut bisa menarik benang IUD lebih dalam ke miss-v atau justru mengeluarkannya.

Benang IUD berubah 

Sakit Ketika Berhubungan

Tanda berikutnya yang kentara jika IUD bergeser adalah Sobat Bidan merasakan sakit saat berhubungan intim, padahal sebelum-sebelumnya tidak. Ini disebabkan, IUD sudah melorot sampai ke leher rahim.

Jika Sobat Bidan tidak merasakannya, bisa jadi pasangan yang merasakan karena bergesekan dengan benang yang semakin melorot tadi.

Perdarahan yang Tidak Normal

Tanda lainnya yang menjadi indikasi IUD bergeser adalah adanya perdarahan. Memang, pemasangan IUD bisa menyebabkan perdarahan ringan, seperti bercak-bercak. Para pengguna IUD tembaga atau non hormonal, biasanya akan mengalami perdarahan atau menstruasi yang lebih berat karena ada gesekan di dinding rahim.
 
Calendar, Date, Dates, Planning, Save To List, Note
Perhatikan jadwal mens
Sedang pengguna IUD hormonal cenderung lebih ringan perdarahannya, bahkan ada yang tidak mens sama sekali. Namun, jika ada perdarahan yang keluar di luar waktu normal, maka Sobat Bidan perlu mewaspadai hal itu sebagai tanda dari bergesernya IUD. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kapan waktu normal menstruasi Sobat Bidan, ya!

Keputihan yang Abnormal

Keputihan yang tidak normal, seperti berwarna keruh dan berbau juga bisa menjadi salah satu tanda bergesernya IUD. Jika mendapati keputihan yang berbau, berwarna keruh, dan tidak biasanya segeralah periksakan diri ke dokter. Karena, selain tanda IUD bergeser, ini juga bisa jadi merupakan tanda infeksi yang lain.

Kram Perut

Kram perut memang kerap dialami para pengguna IUD non hormonal di awal-awal pemakaian. Saat menstruasi, biasanya kram ini akan menjadi. Jika dalam waktu lama kram tersebut menjadi semakin hebat, maka ini perlu diwaspadai sebagai tanda bergesernya IUD.

Kram perut, tanda IUD bergeser
Nah, itu dia beberapa tanda-tanda IUD yang bergeser dari tempatnya semula. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter atau ke tempat dulu IUD tersebut dipasang, ya. Karena, jika tidak segera ditangani, ini bisa menimbulkan masalah lain seperti infeksi, perdarahan berat sampai anemia, memicu penyakit radang panggul, juga perlukaan pada rahim.

Demikian, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



SIDS atau sindrom kematian pada bayi adalah hal yang harus diwaspadai. Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada yang pernah mendengar istilah SIDS? Ini adalah istilah untuk kematian mendadak yang terjadi pada bayi. Seperti apa gejalanya, apa penyebabnya, bagaimana pencegahannya? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Pengertian SIDS

SIDS merupakan singkatan dari Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak pada bayi yang usianya masih di bawah satu tahun. Uniknya, SIDS ini bisa terjadi begitu saja tanpa ada gejala apa pun sebelumnya lho, Sobat Bidan!

Kebanyakan, kejadian ini terjadi saat si kecil sedang tidur. Namun demikian, bukan tidak mungkin ini juga bisa terjadi saat bayi dalam keadaan sadar atau sedang tidak tidur.

Penyebab dan Faktor Risiko SIDS

Sampai saat ini, memang belum diketahui secara pasti apakah penyebab dari kematian mendadak pada bayi ini. Namun, hal-hal seperti terjadinya mutasi gen, gangguan pada otak, kelainan fungsi paru dan berat badan lahir yang rendah diduga bisa menyebabkan SIDS.
Baby, Care, Child, Cute, Hand, Face
Jangan biarkan bayi tidur miring 
Selain hal-hal di atas, faktor risiko yang juga bisa menjadi penyebab SIDS antara lain :
  • Bayi yang tidurnya dalam posisi menyamping atau tengkurap. Posisi ini akan membuat si kecil susah bernapas apalagi jika tidurnya di permukaan atau kasur yang terlalu empuk
  • Tidur bersama orangtua. Ini juga bisa menjadi faktor risiko, dikarenakan bayi bisa mengalami kejadian tidak sengaja yang membuatnya tertindih dan susah napas
  • Suhu. Ruangan yang bersuhu terlalu panas dan gerah dipercaya bisa meningkatkan risiko SIDS ini
Faktor risiko dari ibu selama kehamilannya juga bisa menyebabkan SIDS pada bayi, berikut beberapa di antaranya :
  • Ibu yang terlalu muda saat hamil, di bawah 20 tahun
  • Ibu yang merokok selama hamil
  • Tidak kontrol secara rutin ke nakes selama hamil
  • Minum alkohol atau memakai narkoba selama hamil
Woman, Cigarette, Smoking, Smoke, Nicotine, Young
Hindari rokok
Ada juga beberapa faktor risiko lain yang harus diketahui, yaitu :
  • SIDS lebih sering dialami bayi laki-laki
  • Paling rentan terjadi saat usia bayi 2-4 bulan
  • Bayi yang terpapar asap rokok
  • Bayi yang lahir prematur
  • Pernah punya riwayat anak yang meninggal karena SIDS

Pencegahan SIDS

Sindrom kematian mendadak ini bisa dicegah, dengan cara antara lain sebagai berikut :
Baby, Child, Cute, Dad, Daddy, Family
Jangan tidur satu tempat dengan orangtua
  • Sebaiknya tidurkan si kecil dalam posisi telentang di tahun pertamanya
  • Hindari posisi tidur miring dan telungkup untuk mencegah kesulitan napas
  • Jangan menggunakan kasur yang terlalu tebal dan terlalu empuk
  • Hindari meninggalkan mainan yang empuk di tempat tidur bayi
  • Jaga suhu bayi tetap hangat tapi nyaman, jangan terlalu banyak dibalut dengan selimut tebal
  • Sebaiknya kepala bayi tidak dipakaikan apa pun jika tidur di dalam ruangan
  • Hindari tidur satu tempat dengan orangtua, sediakan space khusus untuk si kecil
  • Berikan ASI adekuat dan eksklusif
  • Penuhi kebutuhan imunisasi si kecil
Nah, itu dia pembahasan tentang SIDS atau sindrom kematian mendadak pada si kecil. Bagaimana, tips pencegahannya mudah dilakukan ya, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Tips agar ASI lancar, bagaimana, ya? Gak susah kok, Sobat Bidan!


Tips agar ASI lancar- Satu masalah yang paling sering dialami oleh seorang ibu baru adalah masalah menyusui. Benar ya, Sobat Bidan? Pasti ada saja keluhannya, seperti ASI yang tidak lancar, payudara sakit, dan sebagainya.

Nah, di postingan kali ini kita akan membahas persoalan ASI yang tidak lancar keluar. Kasihan ya, kalau si kecil rewel terus lantaran produksi ASI yang tidak lancar? Jangan panik dulu Sobat Bidan, lakukan tips agar ASI lancar berikut ini!

Bersihkan dan Pijat

Nah, tips pertama adalah bersihkan puting payudara dan lakukan pemijatan di area payudara. Sebaiknya, ini dilakukan sejak dini, yakni saat kehamilan sudah memasuki trimester tiga. 

Sobat Bidan bisa menggunakan baby oil untuk membersihkan puting, terutama di pangkalnya. Lakukanlah dengan cara memilin-milin puting terutama di bagian lipatannya sebelum mandi. 

Selain itu, melakukan pemijatan payudara juga akan memperlancar aliran darah. Ini juga akan membantu merangsang produksi ASI. Kita akan membahas teknik pemijatan payudara ini di postingan Nifas selanjutnya, ya!

Susui Bayi Sesering Mungkin

Family, Breastfeeding, Mom, Dad, Son
Susui bayi secara on demand
Menyusui bayi secara on demand (setiap bayi minta langsung disusukan) adalah upaya yang paling bagus untuk memperlancar produksi ASI. Isapan bayi akan merangsang hormon prolaktin yang berpengaruh untuk produksi ASI.

Jika dilihat dari jadwalnya, bayi baru lahir harus disusui antara 2-3 jam sekali, siang ataupun malam hari. Lakukan hal ini secara rutin, meski bayi sedang tidur, maka bangunkan jika memang sudah jadwalnya menyusu.

Jangan takut akan kehabisan ASI, karena tubuh wanita akan mengikuti prinsip suply and demand, yakni tubuh akan memproduksi ASI sesuai kebutuhan si kecil. 

Dengan rutin memberikan ASI 2-3 jam sekali, maka produksi ASI akan bertambah dalam kurun waktu 3-7 hari karena perintah yang diterima otak untuk menambah jumlah produksi ASI. Sebaliknya, jika ASI jarang diberikan, maka produksinya pun akan semakin berkurang. 

Pompalah ASI

Drink, White, Milk, Goat, Milk Product, Food, Farm
Pompa ASI dan simpan
Salah satu alasan kenapa ASI tidak keluar lancar adalah karena posisi dan teknik menyusui yang tidak benar. Ini biasanya dialami oleh ibu baru yang memang belum berpengalaman menyusui. 

Jika keadaannya demikian, maka pompalah ASI. Tips ini bisa memperlancar keluarnya ASI karena payudara akan terangsang dan tersimulasi, seperti ketika dihisap oleh bayi. Tidak usah mempedulikan seberapa ASI yang keluar, karena tujuannya adalah untuk merangsang payudara saja.

Hal ini juga bisa digunakan untuk mengosongkan payudara jika si kecil tidak menyusu sampai habis. Sehingga, produksi ASI akan diperbarui lagi.

Lakukan Kompres Payudara

Sebelum mulai menyusui bayi, lakukanlah kompres payudara dengan air hangat selama beberapa menit. Selain untuk membersihkan area payudara, kompres ini juga berfungsi untuk melancarkan aliran darah.

Apalagi jika payudara Sobat Bidan terasa keras dan kencang, maka bayi tidak bisa menghisapnya. Dengan kompres air hangat ini, payudara akan melunak dan ASI pun bisa keluar lebih lancar.

Makanlah Makanan yang Memperlancar ASI

Ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui karena bisa memperlancar produksi ASI. Makanan tersebut antara lain daun katuk, pepaya, wortel, bayam, juga havermouth

Selain itu, pare juga dipercaya bisa membuat produksi ASI semakin melimpah. Jika masih bisa diatasi dengan bahan alami, maka sebaiknya hindari penggunaan suplemen atau obat untuk memperlancar ASI. Jangan pantang makan ya, Sobat Bidan!

Perbanyak Air Putih

Beverages, Food Photography, Juices
Perbanyak minum air putih
Jika tidak menyusui Sobat Bidan membutuhkan 1-1,5 liter air per hari, maka saat menyusui yang dibutuhkan adalah dua kali lipatnya. Perbanyak minum air putih antara 2-3 liter atau 10-12 gelas per hari supaya produksi ASI semakin lancar. 

Susui Bayi dengan Cara yang Benar

Posisi menyusui yang salah bisa menghambat pengeluaran ASI karena puting menjadi sakit. Bagaimana cara yang benar? Kita sudah pernah membahasnya di sini ya, Sobat Bidan!

Pilih KB yang Pas

Jika memutuskan untuk ber-KB pasca bersalin, maka pilihlah KB yang tepat untuk busui, yakni yang tidak berpengaruh pada produksi ASI. Apa ya, KB yang paling pas? Yuk, baca di sini!

Syringe, Pill, Capsule, Morphine, Needle, Liquid
Pilihlah KB yang tepat
Nah, itu dia beberapa tips agar ASI lancar yang bisa Sobat Bidan coba. Jangan menyerah untuk memberinya ASI eksklusif, ya! Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,