Waktu yang tepat untuk pasang IUD, kapan, ya?


Selamat siang, Sobat Bidan!

IUD atau Intra Uterine Device atau lebih dikenal dengan sebutan spiral, merupakan metode KB jangka panjang yang minim risiko kebobolan. Karena itu, tidak heran kalau KB yang satu ini sekarang banyak diminati, ya. Selain tidak perlu ribet seperti metode KB lainnya karena sifatnya yang jangka panjang, IUD juga tidak menyebabkan efek samping berat seperti KB hormonal lainnya.

Serba-serbi IUD sudah pernah kita bahas di postingan ini, ya!

Untuk postingan kali ini, kita akan membahas kapan sih, waktu yang paling pas buat pasang IUD? Untuk Sobat Bidan yang masih bingung dan ragu mau pasang IUD kapan, simak ulasannya sampai selesai!

Kapan Saja

Sebenarnya, pemasangan IUD bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu menunggu-nunggu lagi. Asal Sobat Bidan sudah siap dan mantap, langsung saja pasang! Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa kapan saja ini memang bisa dilakukan, dengan syarat :
  • Kondisi tubuh prima dan fit
  • Tidak sedang hamil
  • Tidak sedang mengalami perdarahan mau pun punya riwayat perdarahan abnormal
  • Tidak sedang mengalami infeksi penyakit menular seksual
  • Tidak menderita radang panggul
Jika persyaratan di atas terpenuhi semua, maka silakan saja kunjungi tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk pasang IUD.

Akhir Masa Haid

Kalender, Tanggal, Perencanaan, Simpan Ke Daftar
Akhir menstruasi adalah saat yang pas
Selanjutnya, Sobat Bidan bisa melakukan pemasangan IUD di akhir masa menstruasi atau haid. Mengapa? Karena waktu-waktu ini adalah waktu yang pas, di mana leher rahim atau serviks masih terbuka, tapi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan darah. Akibatnya, pemasangan IUD bisa dilakukan lebih mudah dan meminimalisir rasa tidak nyaman saat proses pemasangan berlangsung.

Pasca Bersalin

Ini juga waktu yang sangat tepat untuk melakukan pemasangan IUD. Jika Sobat Bidan bersalin secara normal, IUD bisa langsung dipasang 10 menit pasca lahirnya plasenta. Selain itu, sampai 2 hari pasca persalinan bahkan sampai 6 minggu setelah bersalin juga masih menjadi waktu terbaik. Waktu antara 6 minggu atau masa nifas adalah waktu pulihnya bentuk rahim ke ukuran semula. 

Begitu pula jika Sobat Bidan melahirkan secara sesar, pemasangan IUD ini juga bisa segera dilakukan sampai waktu 6 minggu tersebut. Alangkah baiknya jika lebih dulu dikonsultasikan dengan dokter atau bidan yang menangani persalinan, ya!

Bayi, Kelahiran, Bayi Yang Sehat, Anak, Baru Lahir
Setelah persalinan

Pasca Keguguran

Pemasangan IUD juga bisa dilakukan pasca keguguran. Setelah dilakukan operasi kuret, IUD bisa segera dipasangkan. 

Nah, itu dia waktu yang tepat untuk pemasangan IUD. Bagaimana, sudah tidak bingung dan ragu lagi, kan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


penyakit yang rentan serang si kecil di musim hujan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Musim penghujan masih belum berlalu, ya. Untuk Sobat Bidan yang punya balita tentu harus lebih waspada. Selain harus selalu memerhatikan supaya mereka tetap hangat di musim ini, Sobat Bidan juga perlu tahu penyakit apa saja sih, yang rentan terjadi di musim hujan? 

Nah, simak postingan ini sampai selesai, ya!

Leptospirosis

Apa itu penyakit leptospirosis? Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Ada pun bakteri ini biasa disebarkan oleh hewan-hewan seperti babi, anjing, sapi, juga tikus. Nah, di musim hujan seperti ini, penyakit ini sering sekali menyerang balita.

Paling umum, disebabkan oleh tikus, khususnya dari urine tikus yang ikut tergenang dengan genangan air hujan. Karena itu, disarankan supaya Sobat Bidan tidak membiarkan ada genangan air di musim ini. 

Jika terkena leptosirosis, anak akan menunjukkan gejala awal seperti sakit kepala, nyeri otot, juga menggigil. Bisa juga diiringi mual dan muntah, juga ruam-ruam di kulitnya.

Flu

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Jangan dekat si kecil jika sedang flu
Penyakit yang satu ini memang tidak hanya muncul di musim hujan ya, hanya saja di musim ini kemungkinan terserang flu akan lebih besar. Kenapa? Hal ini bisa saja disebabkan imun anak yang menurun di musim hujan sehingga rentan terserang virus. Bisa juga karena anak tertular orang lain yang terinfeksi flu. 

Flu sendiri merupakan reaksi peradangan di saluran napas yang tergolong kategori self limiting disease atau infeksi virus yang bisa sembuh sendiri. Karena itu, jika anak terserang flu, Sobat Bidan hanya perlu menyuruhnya untuk beristirahat cukup dan memberikan asupan makanan yang bergizi serta vitamin.

Sakit Perut

Di musim hujan begini, gastroentritis atau penyakit di saluran pencernaan sangat rentan terjadi. Hal ini disebabkan karena infeksi dari bakteri, virus, serta parasit dan jamur. Gejala dari sakit perut ini meliputi diare, mual sampai muntah, nyeri perut, pusing, tidak nafsu makan, nyeri otot, dan sebagainya sehingga anak cenderung rewel.

Untuk mengetahui seperti apa kategori diare pada anak dan bagaimana penanganannya, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya!

Demam Berdarah

Demam Termometer, Termometer, Demam, Suhu, Pisau Demam
Demam tinggi, waspada DBD
Penyakit serius yang satu ini juga harus diwaspadai saat musim penghujan tiba. Pasalnya, demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang penularannya lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Yang mana, nyamuk ini memilih genangan air untuk tempat berkembang biak, seperti genangan air hujan.

Jika anak mengalami tanda gejala seperti demam tinggi yang mendadak sampai 40 derajat, terjadi di malam hari, dan gejala lain seperti :
  • Kemerahan dan ruam di kulit
  • Mual dan muntah
  • Bintik-bintik di tangan dan kaki
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan sendi
Maka segera bawa si kecil ke dokter. Untuk pencegahan DBD ini, Sobat Bidan bisa menerapkan 3M di rumah saat musim hujan. Menutup, mengubur, dan menguras agar tidak ada air yang menggenang.

Tifoid

Kue Kering, Membakar, Manis, Brownies, Gula, Panggang
Jangan sampai anak jajan sembarangan

Di musim hujan, anak juga lebih rentan terserang tifoid atau tifus. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella Typhi dan penularannya terjadi lewat makanan. Karena itu, di musim hujan begini perhatikan betul supaya si kecil tidak jajan sembarangan. Apabila imun anak sedang menurun ditambah makan makanan tidak higienis, maka peluang terserang tifoid akan semakin besar.

Gejala yang bisa dilihat dari tifoid adalah demam, nyeri sendi, tenggorokan sakit, sakit kepala, sembelit, juga tidak nafus makan. Kadang kala, si kecil akan merasa nyeri saat buang air kecil, batuk, juga adanya perdarahan dari hidung. Segera periksakan ke dokter jika si kecil mengalami gejala tersebut, ya!

Nah, itu dia beberapa penyakit yang rentan menyerang si kecil saat musim hujan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,