Infeksi masa nifas merupakan salah satu hal yang menjadi risiko bagi ibu nifas. 
Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah tahu dong ya, salah satu tanda bahaya dalam masa nifas adalah infeksi masa nifas. Nah, sebenarnya apa sih, infeksi masa nifas ini? Terus penyebabnya apa? Gejala dan tanda-tanda ibu yang terkena infeksi masa nifas seperti apa? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Infeksi Masa Nifas?

Seperti namanya, infeksi masa nifas adalah keadaan di mana ibu nifas terkena infeksi. Ini biasanya berlangsung dari hari kedua sampai hari kesepuluh pasca melahirkan. Infeksi ini disebabkan adanya bakteri yang masuk ke dalam rahim, baik karena kebersihan tempat persalinan yang kurang, atau si ibu sendiri yang tidak menjaga kebersihan diri.

Infeksi masa nifas ini ada beberapa jenis, seperti miometritis yang menyerang otot rahim, endometritis yang menginfeksi lapisan endometrium, juga parametritis yang menginfeksi area di sekitar rahim.

Gejala dan Tanda

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Demam tinggi
Dalam masa nifas, adanya tanda-tanda yang abnormal merupakan salah satu hal yang patut diwaspadai. Hal ini bisa saja merupakan tanda dari infeksi atau pun tanda bahaya lainnya. Nah, berikut tanda dan gejala yang bisa dirasakan ibu jika terkena infeksi masa nifas :
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celsius pasca melahirkan
  • Perut bagian bawah mengalami nyeri yang hebat
  • Keluar lochea masa nifas yang abnormal, seperti berbau terlalu menyengat dan tidak enak
  • Sakit kepala hebat
  • Kulit memucat karena kurangnya volume darah
  • Badan menggigil meskipun suhunya tinggi
  • Tidak nafsu makan
  • Denyut jantung meningkat lebih cepat dari biasanya
Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, ibu harus segera diperiksakan ke nakes.

Penyebab Infeksi Masa Nifas

Seperti sudah disebutkan di atas, penyebab infeksi ini bisa berasal dari kurang bersihnya tempat persalinan. Pasalnya, bakteri seperti Staphylococcus dan Strepthococcus suka bersarang di tempat yang lembap. Selain itu, ada juga bakteri E.coli yang bisa menginfeksi kandung kemih dan menyebabkan infeksi masa nifas.

Infeksi ini bisa juga disebabkan karena berbagai faktor medis, sebut saja peralatan yang tidak steril, infeksi pada bekas jahitan, juga infeksi nosokomial dari rumah sakit.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Meski masih jarang adanya komplikasi pada ibu dengan infeksi masa nifas, tapi hal ini bisa saja terjadi. Berikut beberapa komplikasinya :
  • Syok karena dehidrasi dan demam tinggi
  • Terdapat darah yang menggumpal di panggul
  • Peritonitis atau radang pada selaput perut
  • Munculnya benjolan atau abses berisi nanah
  • Gumpalan darah yang masuk ke arteri paru sehingga menyebabkan emboli paru
  • Masuknya bakteri ke pembuluh darah yang akan menyebabkan efek fatal

Yang Harus Dilakukan?

Jika ibu dalam masa nifas mendapati tanda gejala seperti di atas, segera bawa ke nakes. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, juga pemeriksaan darah dan urin untuk memastikan adanya bakteri di dalam tubuh. Semakin cepat dibawa semakin baik ya, Sobat Bidan, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan dan Pengobatan

Vaksinasi, Tes Tuberculin, Jarum Suntik, Menyuntikkan
Pengobatan oleh nakes
Pengobatan untuk infeksi masa nifas ini dilakukan oleh dokter atau bidan dengan antibiotik. Untuk pencegahannya, pastikan ibu melahirkan di tempat yang bersih dan steril. Selain itu, jagalah kebersihan diri dengan baik pasca bersalin, seperti rajin mengganti pembalut, dan sebagainya. Lakukan kontrol rutin yang dianjurkan jika ibu melahirkan secara caesar.

Nah, itu dia ulasan tentang infeksi masa nifas. Bagaimana, sudah tahu tanda dan tindakan apa yang harus segera Sobat Bidan lakukan,bukan? Semoga bermanfaat!

Salam Sayang,