penyakit yang rentan serang si kecil di musim hujan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Musim penghujan masih belum berlalu, ya. Untuk Sobat Bidan yang punya balita tentu harus lebih waspada. Selain harus selalu memerhatikan supaya mereka tetap hangat di musim ini, Sobat Bidan juga perlu tahu penyakit apa saja sih, yang rentan terjadi di musim hujan? 

Nah, simak postingan ini sampai selesai, ya!

Leptospirosis

Apa itu penyakit leptospirosis? Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Ada pun bakteri ini biasa disebarkan oleh hewan-hewan seperti babi, anjing, sapi, juga tikus. Nah, di musim hujan seperti ini, penyakit ini sering sekali menyerang balita.

Paling umum, disebabkan oleh tikus, khususnya dari urine tikus yang ikut tergenang dengan genangan air hujan. Karena itu, disarankan supaya Sobat Bidan tidak membiarkan ada genangan air di musim ini. 

Jika terkena leptosirosis, anak akan menunjukkan gejala awal seperti sakit kepala, nyeri otot, juga menggigil. Bisa juga diiringi mual dan muntah, juga ruam-ruam di kulitnya.

Flu

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Jangan dekat si kecil jika sedang flu
Penyakit yang satu ini memang tidak hanya muncul di musim hujan ya, hanya saja di musim ini kemungkinan terserang flu akan lebih besar. Kenapa? Hal ini bisa saja disebabkan imun anak yang menurun di musim hujan sehingga rentan terserang virus. Bisa juga karena anak tertular orang lain yang terinfeksi flu. 

Flu sendiri merupakan reaksi peradangan di saluran napas yang tergolong kategori self limiting disease atau infeksi virus yang bisa sembuh sendiri. Karena itu, jika anak terserang flu, Sobat Bidan hanya perlu menyuruhnya untuk beristirahat cukup dan memberikan asupan makanan yang bergizi serta vitamin.

Sakit Perut

Di musim hujan begini, gastroentritis atau penyakit di saluran pencernaan sangat rentan terjadi. Hal ini disebabkan karena infeksi dari bakteri, virus, serta parasit dan jamur. Gejala dari sakit perut ini meliputi diare, mual sampai muntah, nyeri perut, pusing, tidak nafsu makan, nyeri otot, dan sebagainya sehingga anak cenderung rewel.

Untuk mengetahui seperti apa kategori diare pada anak dan bagaimana penanganannya, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya!

Demam Berdarah

Demam Termometer, Termometer, Demam, Suhu, Pisau Demam
Demam tinggi, waspada DBD
Penyakit serius yang satu ini juga harus diwaspadai saat musim penghujan tiba. Pasalnya, demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang penularannya lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Yang mana, nyamuk ini memilih genangan air untuk tempat berkembang biak, seperti genangan air hujan.

Jika anak mengalami tanda gejala seperti demam tinggi yang mendadak sampai 40 derajat, terjadi di malam hari, dan gejala lain seperti :
  • Kemerahan dan ruam di kulit
  • Mual dan muntah
  • Bintik-bintik di tangan dan kaki
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan sendi
Maka segera bawa si kecil ke dokter. Untuk pencegahan DBD ini, Sobat Bidan bisa menerapkan 3M di rumah saat musim hujan. Menutup, mengubur, dan menguras agar tidak ada air yang menggenang.

Tifoid

Kue Kering, Membakar, Manis, Brownies, Gula, Panggang
Jangan sampai anak jajan sembarangan

Di musim hujan, anak juga lebih rentan terserang tifoid atau tifus. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella Typhi dan penularannya terjadi lewat makanan. Karena itu, di musim hujan begini perhatikan betul supaya si kecil tidak jajan sembarangan. Apabila imun anak sedang menurun ditambah makan makanan tidak higienis, maka peluang terserang tifoid akan semakin besar.

Gejala yang bisa dilihat dari tifoid adalah demam, nyeri sendi, tenggorokan sakit, sakit kepala, sembelit, juga tidak nafus makan. Kadang kala, si kecil akan merasa nyeri saat buang air kecil, batuk, juga adanya perdarahan dari hidung. Segera periksakan ke dokter jika si kecil mengalami gejala tersebut, ya!

Nah, itu dia beberapa penyakit yang rentan menyerang si kecil saat musim hujan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,

 Infeksi masa nifas merupakan salah satu hal yang menjadi risiko bagi ibu nifas. 
Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Sudah tahu dong ya, salah satu tanda bahaya dalam masa nifas adalah infeksi masa nifas. Nah, sebenarnya apa sih, infeksi masa nifas ini? Terus penyebabnya apa? Gejala dan tanda-tanda ibu yang terkena infeksi masa nifas seperti apa? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Infeksi Masa Nifas?

Seperti namanya, infeksi masa nifas adalah keadaan di mana ibu nifas terkena infeksi. Ini biasanya berlangsung dari hari kedua sampai hari kesepuluh pasca melahirkan. Infeksi ini disebabkan adanya bakteri yang masuk ke dalam rahim, baik karena kebersihan tempat persalinan yang kurang, atau si ibu sendiri yang tidak menjaga kebersihan diri.

Infeksi masa nifas ini ada beberapa jenis, seperti miometritis yang menyerang otot rahim, endometritis yang menginfeksi lapisan endometrium, juga parametritis yang menginfeksi area di sekitar rahim.

Gejala dan Tanda

Gadis, Flu, Obat, Mainan
Demam tinggi
Dalam masa nifas, adanya tanda-tanda yang abnormal merupakan salah satu hal yang patut diwaspadai. Hal ini bisa saja merupakan tanda dari infeksi atau pun tanda bahaya lainnya. Nah, berikut tanda dan gejala yang bisa dirasakan ibu jika terkena infeksi masa nifas :
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celsius pasca melahirkan
  • Perut bagian bawah mengalami nyeri yang hebat
  • Keluar lochea masa nifas yang abnormal, seperti berbau terlalu menyengat dan tidak enak
  • Sakit kepala hebat
  • Kulit memucat karena kurangnya volume darah
  • Badan menggigil meskipun suhunya tinggi
  • Tidak nafsu makan
  • Denyut jantung meningkat lebih cepat dari biasanya
Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, ibu harus segera diperiksakan ke nakes.

Penyebab Infeksi Masa Nifas

Seperti sudah disebutkan di atas, penyebab infeksi ini bisa berasal dari kurang bersihnya tempat persalinan. Pasalnya, bakteri seperti Staphylococcus dan Strepthococcus suka bersarang di tempat yang lembap. Selain itu, ada juga bakteri E.coli yang bisa menginfeksi kandung kemih dan menyebabkan infeksi masa nifas.

Infeksi ini bisa juga disebabkan karena berbagai faktor medis, sebut saja peralatan yang tidak steril, infeksi pada bekas jahitan, juga infeksi nosokomial dari rumah sakit.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Meski masih jarang adanya komplikasi pada ibu dengan infeksi masa nifas, tapi hal ini bisa saja terjadi. Berikut beberapa komplikasinya :
  • Syok karena dehidrasi dan demam tinggi
  • Terdapat darah yang menggumpal di panggul
  • Peritonitis atau radang pada selaput perut
  • Munculnya benjolan atau abses berisi nanah
  • Gumpalan darah yang masuk ke arteri paru sehingga menyebabkan emboli paru
  • Masuknya bakteri ke pembuluh darah yang akan menyebabkan efek fatal

Yang Harus Dilakukan?

Jika ibu dalam masa nifas mendapati tanda gejala seperti di atas, segera bawa ke nakes. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, juga pemeriksaan darah dan urin untuk memastikan adanya bakteri di dalam tubuh. Semakin cepat dibawa semakin baik ya, Sobat Bidan, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pencegahan dan Pengobatan

Vaksinasi, Tes Tuberculin, Jarum Suntik, Menyuntikkan
Pengobatan oleh nakes
Pengobatan untuk infeksi masa nifas ini dilakukan oleh dokter atau bidan dengan antibiotik. Untuk pencegahannya, pastikan ibu melahirkan di tempat yang bersih dan steril. Selain itu, jagalah kebersihan diri dengan baik pasca bersalin, seperti rajin mengganti pembalut, dan sebagainya. Lakukan kontrol rutin yang dianjurkan jika ibu melahirkan secara caesar.

Nah, itu dia ulasan tentang infeksi masa nifas. Bagaimana, sudah tahu tanda dan tindakan apa yang harus segera Sobat Bidan lakukan,bukan? Semoga bermanfaat!

Salam Sayang,


Metode persalinan Maryam sedang marak. Seperti apa?


Selamat siang, Sobat Bidan!
 
Metode persalinan Maryam, sudahkah Sobat Bidan mendengarnya? Ini merupakan salah satu metode persalinan yang digadang-gadang bisa meminimalisir rasa sakit. Berprinsip pada patokan bahwa persalinan merupakan hal yang alamiah dan normal, maka dengan metode ini, Sobat Bidan tidak akan dikenai banyak tindakan. 

Prosesnya mengalir seperti Maryam, Ibunda Nabi Isa a.s yang bersalin bahkan tanpa bantuan orang lain. Pendamping dan penolong hanya memberikan dukungan mental, bantuan doa, serta asupan yang diperlukan. Dengan metode ini, Sobat Bidan bisa memilih posisi yang nyaman, seperti jongkok, semi fowler, bahkan menungging. 

Namun, sebelum menerapkan persalinan Maryam ini, perhatikan dulu beberapa hal berikut. Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Bukan Berarti Tidak Sakit Sama Sekali

Satu hal yang perlu diingat, bahwa metode persalinan Maryam ini tidak berarti membebaskan Sobat Bidan dari rasa sakit. Tentu rasa sakit saat melahirkan akan dirasakan, baik saat kontraksi, kepala bayi yang mendesak turun, dan sebagainya.

Akan tetapi, dengan metode ini Sobat Bidan akan dilatih untuk tidak terlalu mengkhawatirkan rasa sakit itu. Analoginya, rasa cemas akan menimbulkan stres dan membuat Sobat Bidan semakin kesakitan. Mengendalikan rasa sakit ini juga perlu latihan.

Karena itulah, sebelum menjalankan metode persalinan yang satu ini, Sobat Bidan harus mengikuti latihannya terlebih dahulu di semester tiga kehamilan. Di situ akan diajarkan bagaimana cara menjaga kesehatan psikis dan tubuh, pola asupan makan yang sehat, juga olahraga untuk melenturkan kulit.

Harus Dalam Keadaan Sehat

Hipertensi, Tekanan Darah Tinggi, Penyakit Jantung
Harus sehat
Ini juga menjadi salah satu prasyarat yang penting untuk dipenuhi sebelum memilih metode persalinan Maryam. Sobat Bidan harus dinyatakan sehat oleh dokter kandungan atau bidan, ya, dalam artian sehat secara fisik dan psikis. 

Hal tersebut disebabkan, 9/10 kelahiran diiringi dengan masalah kesehatan, seperti ibu dengan anemia, KEK, dan bayi yang tidak langsung menangis. Pastikan pula keadaan kesehatan tersebut adalah hasil pemeriksaan terbaru, bukan hanya dilihat dari riwayat persalinan sebelumnya (untuk bumil kedua atau lebih). 

Karena, kondisi kesehatan ibu hamil jelas tidak akan sama dengan kehamilan sebelumnya. Meski riwayat persalinan sebelumnya normal tanpa hambatan berarti, belum tentu yang sekarang juga bisa seperti itu.

Sertakan Hasil Pemeriksaan Dokter

Membawa serta hasil pemeriksaan dokter kandungan Sobat Bidan ke klinik persalinan Maryam sangatlah penting. Ini akan membantu petugas di sana untuk menentukan terapi apa yang akan dilakukan pada Sobat Bidan. Jadi, jangan lupa bawa hasil pemeriksaan terbaru dari dokter ini, untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan terjadi.

Tempat Harus Dekat dengan RS

Ruang Rumah Sakit, Rumah Sakit, Medis, Kamar, Operasi
Dekat dengan RS
Persalinan adalah hal yang misterius. Meski di awal lancar, belum tentu di tengah atau di akhir akan sama lancarnya. Karena itu, boleh memilih metode persalinan apa pun yang Sobat Bidan sukai dan merasa nyaman. Namun, pilihlah selalu tempat atau klinik yang dekat dengan rumah sakit.

Ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, supaya bisa langsung mendapat tindakan rujukan ke rumah sakit.  Jangan disepelekan, ya!

Nah, itu dia beberapa hal yang mesti Sobat Bidan perhatikan sebelum memilih metode persalinan Maryam. Bagaimana, sudah lebih siap bukan, sekarang? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,