SAY NO TO MARITAL RAPE!

marital rape

Selamat siang Sobat Bidan!

Sedang geger masalah RKUHP yang bersinggungan tentang marital rape atau tindakan pemerkosaan terhadap perempuan, ya. Apakah Sobat Bidan mengikuti perkembangannya? 

Bukan rahasia lagi memang, bahkan di zaman modern seperti sekarang pun masih banyak yang beranggapan bahwa perempuan bisa diperlakukan semena-mena untuk memenuhi hasrat seks lelaki saja. 

Karena itu, masih banyak sekali kejadian pelecehan seksual yang sangat merugikan perempuan. 
Padahal, jika mau menilik lebih jauh berlandaskan agama atau pun etika-sosial, perempuan seharusnya dimuliakan, dijaga dan dihormati. Mirisnya, pelaku terkadang adalah orang terdekat yang seharusnya melindungi dan mengayomi.

Nah, terkait isu marital rape ini, ada beberapa jenis penyimpangan seksual yang perlu diketahui. Untuk apa perlu tahu? Tentu supaya Sobat Bidan bisa mendeteksi orang-orang yang menunjukkan perilaku tersebut dan menjaga diri supaya tidak menjadi korban.

Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Pedofilia

Siblings, Brother, Sister, Children, Girl, Boy, People
Pedofil, mengarah anak-anak
Penyimpangan seksual yang satu ini juga marak sekali terjadi di Indonesia. Tentu Sobat Bidan sudah sangat familiar dengan istilahnya, bukan? Ya, pedofilia merupakan jenis perilaku menyimpang seksual yang mana menjadikan anak-anak sebagai subjek pelampiasan hasrat seksualnya. Artinya, pelaku baru akan mendapatkan kepuasan seksual jika melakukannya terhadap anak kecil.

Chronophilia

Ini adalah istilah jika seseorang mengalami ketertarikan seksual pada individu dalam usia tertentu. Chronophilia dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni infantofilia dan geronontofilia.

Infantofilia adalah kecenderungan atau ketertarikan seksual terhadap bayi, sementara geronontofilia sebaliknya, seseorang menjadikan lansia sebagai subjek pemuas hasrat seksualnya. Ngeri, ya?

Zoofilia

Pernah mendengar kasus penyimpangan seksual di India tentang anjing yang diperkosa oleh beberapa lelaki sampai mati? Hal tersebut bukanlah isapan jempol dan tidak patut ditertawakan. Orang yang mengidap kelainan seksual zoofilia, memang menjadikan hewan sebagai sasaran pemuas hasrat seksualnya.

Pug, Dog, Pet, Animal, Puppy, Cute, Wrapped, Blanket
Save animal!

Eksibisionisme

Kasus ini juga sering terjadi di Indonesia, yang mana ada seseorang yang secara terang-terangan memperlihatkan alat vitalnya pada orang-orang yang ditemui. Itulah yang dinamakan eksibisionisme. Biasanya pengidap penyimpangan seksual ini suka berada di tempat sepi dan beraksi saat ada lawan jenis yang lewat tempat tersebut. Hati-hati ya, Sobat Bidan!

Froteurisme

Beberapa waktu lalu sempat viral video tentang seorang lelaki yang menggesek-gesekkan alat kelaminnya pada seorang wanita di tempat ramai. Itu juga merupakan salah satu jenis penyimpangan seksual, yang disebut froteurisme

Hati-hati jika Sobat Bidan berada di tempat ramai apalagi yang penuh sesak sampai berdesak-desakan. Banyak yang menggunakan kesempatan itu untuk melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Voyeurisme

Penyimpangan seksual yang satu ini terbilang cukup aneh karena tidak perlu melakukan kontak langsung dengan korbannya. Orang yang mengidap voyeurisme akan merasakan kepuasan ketika dia mengintip korban. 

Misalnya saat sedang mandi, berganti pakaian, bahkan ketika si korban sedang melakukan hubungan seksual. Namun, saat mengintip itulah biasanya pelaku juga melakukan masturbasi untuk mencapai kepuasan. Ngeri?
Hiding, Boy, Girl, Child, Young, Box, Hole, Torn, Eye
Jangan lupa tutup pintu ya, Sobat Bidan!

Fetisisme

Pernah mendengar kasus pencurian celana dalam atau semisalnya? Bukan tidak mungkin jika orang yang mencuri tersebut memiliki kelainan seksual yang satu ini.

Fetisisme merupakan penyimpangan seksual, yang mana pelaku akan merasa tertarik dengan salah satu bagian tubuh, misalnya rambut, tungkai, telapak kaki, dan sebagainya, atau bahkan benda-benda milik targetnya seperti celana dalam. 

Gelora seksnya akan meningkat ketika dia melihat bagian yang disukainya tersebut dan membuatnya mencapai kepuasan seksual. 

Sadisme

Tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini, ya. Sesuai namanya, pelaku akan mendapat kepuasan seks ketika dia menyakiti lawan mainnya. Bisa disiksa secara fisik juga psikologis. 

Bagi pengidap sadisme ini, erangan kesakitan dari target seksnya adalah fantasi dan kepuasan tersendiri. Pengidap sadisme ini tidak akan segan-segan memerkosa korbannya secara brutal, bahkan bisa sampai berujung pembunuhan.

Masokisme

Argument, Conflict, Controversy, Dispute, Contention
Yang wajar-wajar aja ya, Sobat Bidan!
Kebalikan dari sadisme yang menyakiti lawan mainnya, pengidap masokisme justru akan merasa puas jika dia disakiti oleh pasangan seksnya. 

Dia akan memaksa lawan seksnya untuk menyakitinya baik secara verbal mau pun nonverbal, bahkan rela menyakiti dirinya sendiri. Yang terparah dari pelaku masokisme ini adalah membakar dirinya sendiri.

Sadomasokis

Bisa membayangkan bagaimana jika sadisme dan masokisme ini bersatu? Jadilah sadomasokis. Orang dengan penyimpangan seksual yang satu ini baru akan puas ketika dia menyakiti dan disakiti lawan seksnya.

Biasanya, ini akan dilakukan bergantian. Kalau Sobat Bidan pernah nonton Fifty Shades of Grey atau 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, mungkin akan punya gambaran bagaimana seseorang yang mengidap kelainan ini.

Transvestisme

Penyimpangan seksual yang satu ini sulit diungkapkan, tapi nyatanya memang ada. Biasanya, pengidap transvestisme adalah lelaki heteroseksual, yang mana suka terhadap lawan jenis, juga sesama jenisnya.
Mask, Businessman, Kaufmann, Second, Face, Psychology
Kemayu demi kepuasan seks
Untuk mencapai kepuasan seksual tersebut, dia harus berdandan seperti seorang wanita yang feminim. Dengan begitu, fantasi seksualnya baru bisa dipuaskan.

Nekrofilia

Pernah dengar kasus jenazah atau mayat yang disetubuhi? Tidak hanya berbau klenik saja, mungkin bisa jadi pelakunya adalah pengidap nekrofilia. Ya, dia baru akan puas setelah berhubungan seksual dengan mayat. Seram?

Nah, itu dia beberapa macam penyimpangan seksual yang ada di masyarakat dan sebaiknya diketahui. Menurut para ahli, hal tersebut termasuk dalam gangguan psikologis atau penyakit dan bisa disembuhkan. 

Namun, terlepas dari bisa disembuhkan atau tidak, kita memang seharusnya tahu untuk berjaga-jaga. Lebih waspada ya, Sobat Bidan, dan katakan tidak pada marital rape!

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,





Memilih celana dalam untuk kesehatan organ intimmu tidak boleh sembarangan, begini tipsnya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Celana dalam mungkin bukanlah jenis busana yang tampak, sehingga banyak wanita yang mengabaikan pemilihan celana dalam ini dengan tepat. Padahal, celana dalam merupakan pakaian yang langsung menutupi organ kewanitaan, yang seharusnya justru benar-benar diberi perhatian lebih. 

Karena, bisa saja berawal dari celana dalam yang tidak sehat dan kurang baik, muncullah masalah-masalah di sekitar area kewanitaan. Duh, gak mau, kan, pastinya?

Nah, berikut tips memilih celana dalam yang baik untuk kesehatan reproduksi wanita. Simak sampai selesai, ya!

Pilih Bahan Katun

Sewing, Cotton, Thread, Material, Tape, Measure, Pink
Katun memang yang terbaik
Siapa saja mungkin sudah tahu jika bahan katun adalah bahan yang terbaik untuk dikenakan, khususnya untuk celana dalam. Bahan ini memang nyaman, adem, juga bisa menyerap keringat dengan baik.

Karena itu, memilih celana dalam berbahan katun memang sebaiknya dilakukan. Area sekitar kewanitaan yang sering lembap akan tertolong dengan celana dalam berbahan katun ini, ketimbang bahan lainnya. 

Ini akan membuat organ intim bisa bernapas dan mencegah tumbuhnya jamur yang bisa menyebabkan gatal.

Jika suka celana dalam berbahan nilon atau sintetis, tentu tidak masalah, ya. Hanya saja, usahakan di bagian celana dalam yang menutupi labia, pilihlah yang berbahan katun.

Minimalisir Pemakaian Thong

Bikini, Two-Piece Swimwear, Women, Two-Parter, Pink
Jangan sering-sering pakai g-string
Wah, penggemar berat g-string atau thong ini sepertinya harus kecewa karena fakta ini. Pemakaian g-string mungkin akan memberi kesan seksi, tapi sayangnya g-string juga menjadi kontroversial lantaran masalah yang dibawanya untuk kesehatan.

Celana dalam model ini bisa memicu tumbuhnya bakteri E-Colli yang bisa menyebar dari miss-v ke anus. Selain itu, bisa juga memicu infeksi saluran kemih sampai dituduh bisa menyebabkan wasir.

Meski penelitian sampai saat ini masih belum menemukan kebenarannya, tapi risiko tersebut memang ada jika Sobat Bidan terlalu sering mengenakan g-string. 

Ganti Jika Lembap

Tips selanjutnya yang terkait dengan celana dalam ini adalah segeralah ganti jika sudah terasa lembap. Misalnya saja, jika Sobat Bidan pergi berolahraga di gym dan sebagainya. Jangan lupa untuk membawa celana dalam ganti, karena celana dalam yang dipakai tentu akan lembap karena keringat.

Jangan malas untuk mengganti celana dalam yang sudah terasa lembap ini, karena jika dibiarkan bisa menyebabkan gatal. Jangan lupa juga untuk menyeka area kewanitaan dengan handuk atau tisu setelah selesai pipis.

Deterjen Non-parfum

Untuk mencuci celana dalam, alangkah baiknya jika Sobat Bidan menggunakan deterjen yang tidak berpewangi. Kenapa? Karena, bahan kimia atau pewangi yang ada di dalam deterjen tersebut bisa saja mengiritasi kulit sekitar area kewanitaan. Apalagi, jika Sobat Bidan termasuk yang memiliki kulit sensitif. Duh!
Soap, Heart, Pink, Badesalz, Salt, Flowers, Hygiene
Pilih deterjen yang ramah

Beli yang Baru

Ciri celana dalam yang sudah harus diganti adalah ketika celana dalam tersebut sudah sesak dan saat dipakai meninggalkan bekas. Kalau sudah seperti ini, jangan pelit untuk membeli celana dalam yang baru, ya!

Jika yang seperti ini masih terus dipakai, bisa-bisa menyebabkan infeksi kulit dan muncul ruam di sekitar area kewanitaan. Meski itu celana dalam favorit, tetap harus disisihkan ya, Sobat Bidan.

Jangan Pakai yang Kotor

Kalau ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi, bukan? Selain jorok, juga sangat tidak baik bagi kesehatan area kewanitaan. 

Saat Tidur

Nah, kalau yang satu ini sudah pernah dijelaskan di sini. Sebaiknya memang tidak memakai celana dalam yang ketat saat tidur.

Itu dia tips memilih celana dalam dan bagaimana sebaiknya pemakaian busana yang tertutup ini. Jangan anggap remeh hal kecil ya, Sobat Bidan! Nyatanya, dari pemakaian celana dalam yang salah, bisa menjadi masalah bagi area sekitar kewanitaan.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,