Penyebab ruam popok pada bayi ternyata bermacam-macam. Begini penanganannya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Ruam popok pada si kecil memang menjadi masalah yang membuat was-was ya, Sobat Bidan. Tetap tenang, hal ini bisa diatasi sendiri sebelum si kecil dibawa ke dokter. Nah, sebelum itu, ketahui dulu apa sih, penyebab ruam popok pada bayi ini?

Terus penanganannya bagaimana Bu Bidan? Sabar, pertanyaan itu akan terjawab, kok! Tetap kepoin postingan ini sampai selesai, ya!

Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

Ternyata oh ternyata, banyak sekali penyebab ruam popok pada si kecil. Berikut beberapa di antaranya :

Popok Sudah Lembap

Meski cuaca sedang tidak menentu begini, jangan pelit untuk mengganti popok bayi ya, Buibu. Apa lagi jika popoknya sudah lembap. Ini akan meningkatkan risiko terjadinya ruam popok. Air pipis bayi yang bercampur dengan pup-nya, akan menyebabkan infeksi bakteri yang nantinya mengiritasi kulit bayi. Inilah yang menyebabkan ruam.

Popok yang Terlalu Ketat

Ini juga tidak baik karena bisa mengakibatkan gesekan di kulit bayi. Kalau sudah begini, iritasi pun akan terjadi. Setelah itu, kulit bayi akan lecet dan menyebabkan terjadinya ruam. Kulit bayi 'kan masih sangat lembut, jadi tergesek sedikit saja akan lecet, Buibu.

Baby, Newborn, Newborn Baby, Cute, Infant, Child
Hindari popok yang ketat

Faktor Makanan 

Ruam bisa juga disebabkan karena faktor makanan. Misalnya saja, si kecil yang sudah diberi MPASI makan buah-buahan asam. Buah jenis ini bisa memengaruhi tekstur pup bayi dan mudah mengiritasi kulit. Ini juga akan berujung pada ruam. Kalau bayi belum diberi MPASI, bisa saja karena makanan yang ibu makan.

Produk Bayi

Penyebab ruam lainnya adalah iritasi terhadap produk bayi. Pastikan membeli produk seperti sabun mandi, bedak, tisu basah, atau minyak telon yang ramah untuk kulit si kecil, ya.

Mengonsumsi Antibiotik

Sifat antibiotik adalah membunuh semua bakteri tanpa pandang bulu, baik bakteri jahat atau bakteri baik. Saat mengonsumsi ini, bakteri kulit yang baik yang bisa mencegah tumbuhnya jamur, akan ikut mati. Bayi jadi mengalami ruam. Begitu pula saat ibu yangs sedang menyusui mengonsumsi antibiotik ini. Bayi akan lebih rentan terkena ruam.

Penanganan Ruam Pada Bayi

Baby, Sleep, Small, Infant, Son, Little, Sleepy
Angin-anginkan bayi
Setelah mengetahui penyebabnya, Buibu harus tahu juga bagaimana penanganan paling tepat untuk ruam popok ini.
  • Pertama, cucilah tangan sampai bersih dengan air mengalir dan sabun sebelum mengganti popok bayi
  • Jangan tunggu sampai popok penuh atau terlalu basah, segera ganti jika sudah lembap dan terkena pup si kecil
  • Area yang tertutup popok, bersihkan dulu dengan air bersih. Menggunakan sabun bayi juga dibolehkan untuk membersihkan kulit bayi setelah selesai pup. Apabila ingin menggunakan tisu basah, maka pastikan bebas alkohol dan parfum
  • Keringkan lebih dulu area yang akan ditutup dengan popok, dengan handuk yang lembut
  • Setelah itu, oleskanlah salep atau krim untuk ruam yang mengandung zinc oxide di area yang ruam. Krim ini bisa Buibu beli meski tanpa resep dokter atau bidan
  • Tunggulah sampai salep tersebut kering, baru bayi boleh dipakaikan popok
Hal-hal yang perlu Buibu lakukan untuk mempercepat penyembuhan ruam popok, antara lain :
  • Jangan menggosok kulit si kecil yang lecet
  • Hentikan pemakaian popok untuk sementara. Angin-anginkan daerah yang terkena ruam akan mempercepat penyembuhan
  • Gunakan popok dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya
  • Jika antara 2-3 hari belum juga sembuh, maka segeralah bawa ke dokter
Nah, itu dia beberapa penyebab ruam popok pada bayi dan cara penanganannya. Bagaimana, Buibu? Semoga sedikit mencerahkan, ya! Sehat-sehat selalu dan nikmati momen hangat bersama si kecil!

Salam sayang,


Pantangan masa nifas pasca caesar, banyak makanan favorit yang harus rela Buibu tahan!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Pantangan masa nifas pasca caesar itu memang ada, lho! Di antaranya adalah pantangan makanan. Lho, katanya pas menyusui boleh makan apa saja? Kok sekarang dilarang sih, Bu Bidan? 

Nah, meski boleh makan apa saja, ada beberapa makanan yang memang seharusnya tidak dikonsumsi oleh ibu pasca bersalin caesar. Ini disebabkan, makanan tersebut memang bisa membuat luka operasi lama pulihnya. Apa saja dan kenapa sih, kok gak boleh? Simak postingan ini sampai selesai, dong!

Minimalisir Gorengan

Pernah lihat petugas RS membawakan menu gorengan dalam makanan pasien pasca caesar? Tentu tidak, kan?

Waduh, ternyata menu favorit orang Indonesia ini adalah salah satu pantangan masa nifas pasca caesar. Kenapa? Karena gorengan adalah makanan yang sulit dicerna, apa lagi di hari-hari awal pasca melahirkan.

Nantinya, ibu bisa merasakan sensasi tenggorokan sakit atau terbakar, juga perut kembung. Apa lagi kalau gorengannya hasil jajan di pinggir jalan, duh! Semakin tidak karuan saja itu hasilnya. Ini akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh dan memperlambat proses pemulihan ibu nifas. 


Jadi, gantilah goreng-gorengan ini dengan menu kukus atau rebusan, ya!


Kurangi yang Manis-manis

Pancake, Schaumomelette, Omelette, Sugar, Sweet
Kurangi makanan manis
Makanan manis dan bergula tentunya boleh dikonsumsi pasca melahirkan ya, tapi dengan catatan secukupnya saja. Jangan sampai berlebihan mengkonsumsi manis karena ini bisa membuat gula darah ibu menjadi tinggi.

Kalau sudah begini, luka bekas operasi caesar justru akan sulit kering. Termasuk dalam hal ini adalah nasi. Memang sih, menu ideal untuk ibu nifas apa lagi yang menyusui adalah makan sampai 7 porsi. Namun, ini juga harus diiringi aktivitas menyusui yang on demand sehingga terbakar kalorinya.

Kalau tidak, ibu bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah yang kadar gulanya lebih sedikit. Karena kadar gula di nasi putih lebih banyak dan lebih manis.

Kurangi Makan Pedas dan Santan
Spaghetti, Pasta, Noodles, Food, Eat, Cook, Plate
Hindari makanan pedas
Ibu hobi makan pedas? Saya juga, haha. Tapi, pasca melahirkan sebaiknya hindari dulu makan pedas secara berlebihan. Ini bisa memicu kembung, bahkan diare. Kalau sudah diare, ibu jadi harus lebih sering mengejan. Mengejan sendiri adalah aktivitas yang sebaiknya dikurangi dalam masa nifas untuk proses pemulihan.

Makanan bersantan juga bisa membuat ibu kembung dan berpengaruh pada komposisi ASI. Bisa-bisa, si kecil jadi ikut kembung bahkan diare. Jadi, sebaiknya hindari dulu makanan pedas dan bersantan ini, ya!

Hindari Sayuran Pemicu Gas
Beberapa sayuran seperti brokoli, kubis, dan  kembang kol sebaiknya dihindari. Sayuran ini bisa memicu gas yang akan membuat perut jadi tidak nyaman. Bisa juga menimbulkan nyeri pada bagian bekas operasi. 

Eat, Salad, Cucumbers, Food, Tomatoes, Mixed, Water
Sayur pemicu gas
Hindari Minuman Berkafein

Kopi dan teh sebaiknya dihindari dulu pasca operasi caesar. Boleh sih, tapi secukupnya saja, ya. Ini berhubungan dengan kandungan diuretik pada kafein yang akan membuat ibu jadi sering pipis. Selain itu, minuman berkafein juga bisa menyebabkan bayi kembung.

Kurangi Makanan Pemicu Sembelit

Ya, makanan yang bisa menyebabkan sembelit memang harus dikurangi. Karena, apabila ibu harus mengejan tersebab sembelit ini, bisa-bisa menimbulkan nyeri pada daerah bekas operasi. Perut ibu pun jadi akan terasa tidak nyaman.

Hindari Minuman yang Memicu Batuk

Selain karena faktor kesehatan yang harus diperhatikan saat menyusui ini, batuk juga bisa membuat perut ibu menjadi tegang. Ini akan berpengaruh pada luka bekas operasi ibu. Karena itu, hindarilah minuman berpengawet, berwarna, dan yang mengandung pemanis buatan untuk menjaga kesehatan. 

Jangan sampai batuk pilek menyerang karena di masa ini sebaiknya ibu menghindari obat. Alangkah baiknya jika diganti dengan jus buah dan minuman sehat lainnya, ya.

Itulah beberapa pantangan masa nifas pasca caesar yang harus ibu hindari. Semoga postingan ini bermanfaat ya, Buibu!

Salam Sayang,