Tidur tanpa memakai celana dalam katanya lebih sehat, ini faktanya!

tidur tanpa memakai celana dalam

Selamat siang, Sobat Bidan!

Pernahkah Sobat Bidan mendengar rumor atau selentingan yang mengatakan tentang hal ini? Tidur tanpa memakai celana dalam lebih sehat untuk miss v. Pasti pernah, ya? Sebenarnya itu cuma rumor atau memang benar ada manfaatnya bagi kesehatan? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Manfaat Tidur Tanpa Memakai CD

Tidur tanpa memakai CD memang punya manfaat tersendiri, khususnya bagi lelaki. Hal itu bagus untuk tetap menjaga kesehatan organ vital dan kesuburan. Namun, bagi wanita ternyata tidak sama. Beberapa pakar di bidang kesehatan berujar bahwa tidur tanpa celana dalam tidak akan berpengaruh bagi wanita. Artinya, hal tersebut tidak akan memberi efek apa-apa pada miss v.

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa tidur dengan mengenakan celana dalam berbahaya bagi area kewanitaan wanita. Hal ini mengungkapkan bahwa selentingan tersebut hanyalah mitos semata dan tidak benar faktanya. 

Hanya mitos
Namun begitu, para pakar juga tetap menganjurkan wanita untuk memakai celana dalam yang bersih dan kering saat tidur. Selain itu, bahan celana dalam haruslah yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat karena akan menimbulkan lembap. Dengan memakai celana dalam yang nyaman dan sesuai anjuran kesehatan saat tidur, maka area kewanitaan pun tetap terjaga kelembapannya dan bisa bernapas dengan baik. 

Ada pun jika memilih untuk tidur tanpa mengenakan CD, hal ini juga tidak masalah bagi wanita. Tidur tanpa CD tidak akan menyebabkan infeksi jamur candida albicans atau vaginitis (peradangan vagina). Kadar kelembapan miss v juga tidak akan berpengaruh, dan area kewanitaan justru akan terasa lebih lapang bernapas.

Jadi, bebas bagi wanita untuk tidur dengan atau tanpa mengenakan CD. Asal hal tersebut membuat nyaman, lakukan saja, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Keuntungan metode KB jangka panjang sangat banyak, ayo ber-KB!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Metode KB jangka panjang-Mungkin ada sebagian wanita yang bingung dalam memilih KB, ya. Memang, metode KB yang bermacam-macam kadang sering membuat kita bingung memilih yang mana. Selain itu, adanya sugesti dan cerita dari teman-teman akan mempengaruhi kita dalam memilih kontrasepsi.

Seperti yang diketahui, metode KB ada dua, yakni metode KB jangka panjang dan pendek. Nah, di postingan ini kita akan membahas tentang keuntungan menggunakan metode jangka panjang.

Perbedaan KB Jangka Panjang dan Pendek

Perbedaan mendasar dari kedua metode ini ada pada waktu penggunaannya. KB jangka panjang adalah Kb yang digunakan untuk waktu yang lama, misalnya IUD dan implan. Tanpa perlu bolak-balik untuk ber-KB, sekali pasang saja KB ini bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Sedang metode jangka pendek misalnya Kb pil dan suntik, yang daya tahannya hanya untuk waktu yang pendek saja. Tentu kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Berikut beberapa keuntungan jika ibu memilih metode KB jangka panjang.

Angka Kegagalan yang Lebih Rendah

Salah satu keuntungan dari metode jangka panjang adalah tingkat kegagalannya yang rendah. Secara logika, ini disebabkan karena keteraturan jadwal. Penyebab gagal KB atau kebobolan terbesar adalah karena kurang disiplinnya pengguna KB. Dan ini biasa terjadi pada metode jangka pendek seperti pil dan suntik.

Beda halnya dengan metode jangka panjang yang tidak perlu ada pengulangan selama beberapa tahun. Minimalnya, akseptor KB jangka panjang dianjurkan periksa tiap satu tahun sekali. Karena itulah angka kegagalannya juga lebih rendah.

Rendahnya angka kegagalan
Beragam Pilihan

Keuntungan selanjutnya menggunakan metode jangka panjang adalah adanya beragam pilihan. Baik IUD atau implan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yang bisa ibu pilih sesuai kebutuhan. Jika ibu menderita hipertensi dan sedang menyusui misalnya, maka bisa memilih IUD yang non hormonal. 

Ini bisa dijadikan alternatif bagi ibu yang tidak suka dengan efek samping KB hormonal. Selain itu, jangka waktu pemakaiannya pun beragam, dari yang 3 hingga 10 tahun bisa didapat dengan KB jangka panjang ini. Bagaimana, sudah mantap belum?

Jauh Lebih Praktis dan Murah

Apa ibu berpikir bahwa KB jangka panjang ini mahal? Memang, di awal pemasangannya kemungkinan untuk mengeluarkan beberapa ratus ribu akan terjadi. Tapi, coba dihitung lagi dengan KB pil atau suntik yang setiap bulannya juga harus mengeluarkan anggaran, dan kalikan. Mana yang lebih murah?

KB jangka panjang pun lebih praktis jika dibandingkan jangka pendek. Bayangkan saja jika setiap hari harus minum pil, atau tiap bulan sekali harus antre di klinik untuk suntik. Tentu hal itu lebih ribet dibanding kontrol setahun sekali atau jika ada keluhan saja, ya.

Kuantitas dan Kualitas ASI Tetap Sama

Penelitian menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas ASI sesaat setelah memakai IUD. Ini disebabkan KB jangka panjang yang non-hormonal tadi, sehingga produksi ASI pun tidak akan terpengaruh. Sama halnya dengan implan, ibu bisa memilih implan yang hanya berisi progesteron sehingga tidak akan mempengaruhi ASI. ASI tidak lancar atau macet pun tidak akan menjadi masalah lagi.

Kualitas ASI sama
Mudah Kembali ke Masa Subur

Sifat metode KB jangka panjang adalah reversibel, artinya mudah kembali ke masa subur. Ini baik untuk ibu yang ingin punya anak lagi. Tinggal lepas saja KB-nya, dan masa subur pun akan segera pulih seperti biasa. Kemungkinan hamil lagi pun akan sama seperti sebelum memakai KB jangka panjang tersebut.

Nah, itu dia beberapa keuntungan metode KB jangka panjang yang akan Sobat Bidan dapatkan. Jadi, sudah tidak perlu bingung lagi, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,