Diare pada anak tidak boleh disepelekan. Lakukan hal ini di rumah.
diare pada anak

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang menyebabkan ibu cemas adalah diare pada si kecil. Betul, bukan? Sebenarnya, diare ini memang lazim terjadi, namun juga tidak boleh disepelekan. Berikut beberapa pertolongan pertama yang bisa ibu berikan di rumah saat si kecil mengalami diare.

Simak postingan ini sampai selesai ya, Sobat Bidan!

Ciri Diare Pada Anak

Si kecil disebut terkena diare jika dia pup melebihi batas normalnya. Ini ditandai dengan feses yang lembek dan frekuensi yang lebih banyak dalam sehari. Biasanya lebih dari tiga kali. 

Penyebab diare sendiri tergantung dari jenis diare tersebut, yakni diare kronis (lebih dari 2 minggu) dan diare akut (kurang dari 2 minggu). 

Penyebab diare kronis, biasanya karena faktor makanan, penyakit iritasi usus, dan infeksi parasit. Sedang penyebab diare akut bisa karena keracunan, antibiotik, alergi pada makanan, dan infeksi di saluran pencernaan.

Apa yang Harus Ibu Lakukan?

Hal-hal berikut ini bisa ibu lakukan sebagai pertolongan pertama di rumah pada si kecil yang terkena diare :

Terus beri makan dan minum

Pemenuhan cairan dan asupan nutrisi sangat diperlukan dalam kasus ini. Jika bayi masih menyusu eksklusif, maka berikanlah ASI yang adekuat dan terus menerus. Jika sudah makan, berikan makanan yang mengandung cairan seperti sayur, sup, atau jus. 

Pemenuhan cairan berupa air putih saja tidak cukup bagi anak yang diare. Cairan lebih baik mengandung elektrolit atau garam untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.
Terus beri cairan
Beri oralit

Salah satu obat alami yang bisa ibu berikan pada si kecil untuk memampatkan diarenya adalah oralit. Sekarang, sudah banyak sekali oralit siap minum yang dijual di apotek dan sangat praktis. Berikan pada si kecil sesuai takaran dan dosisnya.

Jika ibu ingin membuat larutan gula garam sendiri, juga mudah sekali. Caranya, siapkan satu liter air. Campur dengan enam sendok teh gula dan setengah sendok teh garam, lalu berikan pada si kecil. 

Namun, bila si kecil mengalami diare disertai muntah, maka ibu perlu memberikan cairan sedikit demi sedikit. Berikan sebanyak 5 ml cairan oralit atau setara dengan satu sendok teh. Kemudian, tunggu sampai 5 menit. Jika si kecil tidak muntah lagi, tambahkan lagi dosis cairan tersebut.

Jika memang sudah tidak muntah lagi, berikan terus cairan baik berupa air putih atau yang lainnya. Tidak ada batasan, lebih banyak cairan yang masuk akan lebih baik.

Ciri Anak Dehidrasi

Jika tidak segera diberi pertolongan, diare bisa membuat anak dehidrasi atau kekurangan cairan. Ciri-ciri anak yang dehidrasi yaitu :

  • Lemas
  • Kulit kering dan ujung-ujung ekstremitas (tangan dan kaki) terasa dingin
  • BAK sedikit dan urine berwarna gelap
  • Saat menangis air matanya hanya sedikit atau tidak ada air mata sama sekali
  • Mulut kering
Ekstremitas dingin
Jika si kecil menunjukkan gejala ini, maka harus segera dilarikan ke faskes terdekat. Begitu ya, Buibu, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Berhubungan intim pasca nifas, kapan dibolehkan?

hubungan seks setelah operasi caesar

Selamat siang, Sobat Bidan!

Hari-hari pasca melahirkan atau yang disebut dengan masa nifas memang melelahkan, ya. Apalagi jika Sobat Bidan adalah ibu baru, tentu butuh adaptasi yang lebih lama lagi. Berbagai pertanyaan pun muncul berkaitan dengan masa nifas ini.

Salah satunya yang mungkin terbersit di benak ibu juga suami adalah: kapan bisa berhubungan intim lagi? Atau bahayakah berhubungan intim dalam masa nifas ini? Postingan kali ini akan membahas tentang hal tersebut. Simak sampai selesai ya, Sobat Bidan!

Berbahayakah?

Dua orang wanita di Amerika meninggal saat berhubungan intim. Diketahui, mereka berhubungan intim dengan suami dalam waktu 5 dan 8 hari setelah bersalin normal. Penyebab kematian kedua wanita ini kemudian ditemukan. Meskipun termasuk kasus yang jarang, namun hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi ibu dan suami.

Apa bahaya yang dapat terjadi dalam kasus tersebut?

Terjadinya emboli

Emboli atau gelembung udara yang masuk saat melakukan hubungan seksual sangat mungkin terjadi. Biasanya saat suami melakukan penetrasi, maka ada gelembung udara yang ikut masuk. Bedanya, karena ibu sedang dalam keadaan nifas, maka sudah pasti ada pembuluh darah yang terbuka. 

Yang menjadi bahayanya adalah apabila gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah yang terbuka tadi. Ini kemudian dapat menyumbat jantung. Itulah yang menyebabkan terjadinya kematian pada kasus dua wanita tersebut.

Hal yang sama juga terjadi pada saat wanita sedang mengalami menstruasi. Meski sangat jarang kasusnya, namun hal ini bukan tidak mungkin terjadi. Jadi, pikirkan lagi keinginan untuk berhubungan seks dalam dua masa ini, ya.

Hati-hati emboli dan infeksi
Infeksi

Kemungkinan yang bisa disebut bahaya yang lain adalah terjadinya infeksi. Pada saat nifas, sebenarnya sistem reproduksi ibu belum siap sepenuhnya untuk kembali berhubungan intim. Selain keadaannya yang masih mengeluarkan darah, adanya benda asing yang masuk juga akan memicu infeksi. Adanya gesekan akan menimbulkan perlukaan dan bisa-bisa terjadi infeksi di vagina atau pun rahim ibu. 

Kapan Boleh Berhubungan Intim?

Pada masa nifas yang kurang lebih waktunya adalah 42 hari, semua sistem organ yang digunakan pada saat bersalin kemarin sedang dalam proses pemulihan. Selama masa inilah darah atau lochea akan muncul meski kadang hilang timbul pada sebagian orang.

Maka, alangkah baiknya jika ibu dan suami melakukan hubungan intim ketika masa nifas ini sudah berakhir. Atau, paling tidak saat darah sudah berhenti keluar.

Pasca bersalin normal

Ibu yang melahirkan normal dianjurkan untuk mulai boleh aktif berhubungan seks pasca 6 minggu persalinan. Atau ibu juga bisa berkonsultasi lebih dulu ke dokter maupun bidan tentang hubungan intim ini. Biasanya, bekas luka jahitan di jalan lahir masih membuat ibu takut dan tidak nyaman.

Pasca operasi caesar

Hal ini tergantung dari seberapa luas dan bagaimana bentuk operasi caesarnya. Biasanya, bahkan setelah 6 minggu pun ibu masih akan merasa tidak nyaman dengan luka tersebut. Jadi, jika memang demikian, suami diharapkan mengerti sebagai bentuk dukungannya kepada ibu.

Butuh peran pasangan
Nah, itu dia sedikit ulasan tentang berhubungan intim di masa nifas. Semoga bisa menjadi solusi dari kebimbangan Sobat Bidan, ya. Dalam hal ini, peran dan kerjasama dari suami juga sangat dibutuhkan.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Robekan vagina meresahkan ibu? Begini tips untuk meminimalisir terjadinya robekan saat bersalin.

robekan vagina

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang menyebabkan seorang wanita ngeri untuk melahirkan secara normal adalah robekan jalan lahir, ya. Dalam dunia medis, robekan jalan lahir ini disebut dengan istilah robekan perineum. Kita sudah pernah membahas tingkat robekan perineum tersebut di sini.

Nah, ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa seorang ibu bersalin harus dilakukan tindakan 'perobekan' pada jalan lahirnya. Episiotomi istilahnya. Berbagai faktor itu antara lain jika ibu mengalami persalinan macet, ibu sudah tidak kuat lagi mengejan, atau faktor dari janin seperti bayi dengan berat badan yang terlalu besar.

Di postingan kali ini kita akan membahas tips supaya robekan jalan lahir ini bisa diminimalisir. Utamanya untuk Sobat Bidan yang tengah hamil, simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Olahraga Selama Hamil

Persalinan adalah peristiwa yang dinantikan dan harus ibu persiapkan jauh-jauh hari sejak ibu masih mengandung. Untuk meminimalisir terjadinya robekan jalan lahir, hal pertama yang harus ibu penuhi adalah kondisi tubuh yang sehat.

Tubuh yang bugar selama persalinan tentu berkaitan sekali dengan pola ibu selama hamil. Memasuki trimester tiga, sering-seringlah melakukan olahraga seperti senam panggul atau senam kegel. Ibu memang harus sudah aktif mengikuti senam hamil sejak usia kandungan mencapai 20 minggu, ya. 

Hal ini dapat memperlancar aliran darah sehingga tubuh ibu tetap bugar. Lebih dari itu, senam kegel akan melenturkan atau membuat kulit sekitar jalan lahir lebih elastis. Ini sangat baik untuk ibu yang akan bersalin supaya perineum bisa meregang sempurna saat proses persalinan tiba.

Senam kegel
Makan Makanan Bergizi

Kiat untuk memperoleh tubuh yang sehat selanjutnya tentu saja dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selama hamil, ibu tidak boleh pantang makan kecuali pada makanan yang memang membuatnya alergi dan mual.

Untuk memperbagus elastisitas kulit, ibu harus makan makanan yang mengandung banyak protein. Contohnya adalah kuning telur, daging, ikan, tahu, juga tempe. Protein juga baik sekali untuk membantu pemulihan pasca melahirkan. 

Selain itu, kebutuhan lain yang penting adalah lemak omega, vitamin E, C, dan kebutuhan zat besi ibu. Pastikan selama hamil ibu mencukupi kebutuhan nutrisinya sehingga tidak terjadi mal nutrisi yang dapat menghambat proses persalinan. 

Lakukan Pijat Perineum

Mendekati HPL, ibu dianjurkan untuk sering-sering melakukan pemijatan di area perineum. Perineum sendiri adalah daerah antara lubang vagina dan lubang anus. Lakukanlah pijat lembut di daerah itu, boleh dengan air hangat atau minyak zaitun bila ibu tidak alergi.

Pemijatan di area ini akan meningkatkan kelenturan dan elastisitas kulit perineum. Ini juga akan membantu ibu lebih rileks dan percaya diri. Diharapkan, dengan pijat perineum ini ibu akan lebih santai dan tenang saat menghadapi proses persalinan. Peregangan perineum pun akan jadi lebih baik dan risiko episiotomi berkurang.

Tentukan Posisi Bersalin

Posisi dalam persalinan normal punya porsi yang cukup besar dalam menentukan 'keselamatan' ibu dari robekan jalan lahir. Salah satu posisi yang dianjurkan adalah posisi semi fowler atau setengah duduk. Posisi ini akan banyak menguntungkan ibu juga memudahkan tim medis dalam memberi pertolongan.

Terkait posisi bersalin yang lain, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya! Pastikan ibu menemukan posisi yang paling nyaman untuknya, serta punya risiko robekan yang kecil.


Perhatikan Instruksi Nakes

Dalam proses persalinan, tentu ibu tidak boleh sembarangan dan berbuat seenaknya sendiri. Ada petunjuk nakes yang harus ibu patuhi. Contohnya adalah cara bernapas dan kapan waktunya ibu boleh mengejan. Dua hal ini riskan sekali untuk keselamatan jalan lahir ibu dari robekan.

Bernapaslah pendek-pendek setelah selesai mengejan. Saat mengejan jangan sampai berteriak karena ini meningkatkan risiko robekan. Utamanya, jangan mengejan jika belum disuruh atau waktunya mengejan. Hal ini bisa membuat jalan lahir ibu bengkak yang nantinya malah akan menghambat proses persalinan.

Kompres Air Hangat

Selanjutnya, pada saat proses pembukaan dan kepala janin sudah turun, lakukanlah hal ini. Minta tolong pada suami atau nakes untuk mengompres perineum dengan air hangat. Air hangat akan mengendurkan otot-otot perineum ibu dan membuat sirkulasi darah di area tersebut lancar. Ini akan mengurangi risiko terjadinya robekan di perineum.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa cara atau tips sederhana yang bisa diterapkan untuk meminimalisir risiko robekan jalan lahir. Semoga bermanfaat, ya!

Salam sayang,