Kenaikan berat badan saat hamil disesuaikan dengan Indeks Massa Tubuh ibu hamil. 

kenaikan berat badan saat hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang pasti dan harus terjadi pada ibu hamil adalah kenaikan berat badan. Hal ini berhubungan dengan kesejahteraan janin yang ada di dalam kandungan ibu. Namun, penambahan berat badan selama hamil ini juga ada ukurannya dan tentu tidak boleh sembarangan. 

Nah, postingan kali ini akan membahas tentang penambahan berat badan yang normal bagi ibu hamil. Simak sampai selesai, ya!

Berdasarkan IMT

Penambahan berat badan yang normal pada ibu hamil berbeda-beda. Hal ini tergantung dari Indeks Masa Tubuh ibu tersebut. Hasil IMT bisa diperoleh dengan melakukan penghitungan yaitu dengan pembagian berat badan (kg) per tinggi badan (meter kuadrat). Dari hasil tersebut ibu akan menemukan apakah IMT-nya termasuk dalam kategori normal, kurang, atau berlebih.

Ini dia penambahan berat badan yang normal selama hamil sesuai IMT.

  • IMT di bawah 18,5 (ini menunjukkan berat badan ibu kurang). Maka dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 12,7 - 18,1 kg
  • IMT antara 18,5 - 22,9 (berat badan ibu normal). Dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 11,3 - 15,9 kg
  • IMT antara 23 -24 (kelebihan berat badan). Dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 6,8 - 11,3 kg
  • IMT di atas 25 (obesitas). Ibu dianjurkan menaikkan berat badan selama hamil antara 5,0 - 9,1 kg saja
Jaga kenaikan BB
Perkiraan Kenaikan BB

Kenaikan berat badan selama hamil akan bertahap per minggunya, yaitu sebagai berikut :
  • Pada trimester pertama, penambahan BB berkisar antara 0,5 -2 kg
  • Kemudian setiap minggu selama trimester kedua dan ketiga akan bertambah lagi
  • Penambahannya antara 0,4 - 0,59 per minggu untuk BB di bawah normal (IMT <18,5)
  • Antara 0,36-0,45 per minggu untuk BB normal (IMT 18,5-22, 9)
  • Antara 0,23 -0,32 per minggu untuk BB berlebih (IMT 23-24)
  • Antara 0,18 - 0,27 per minggu untuk obesitas (IMT >25)
Pembagian Kenaikan BB

Ke mana saja kenaikan berat badan ini akan menyebar? Berikut rinciannya.
  • Untuk janin : antara 3 - 3,6 kg
  • Untuk plasenta atau ari-ari : antara 0,7 kg
  • Untuk air ketuban : kurang lebih 1 kg
  • Untuk payudara : kurang lebih 1 kg
  • Untuk rahim : kurang lebih 1 kg
  • Untuk penambahan darah : antara 1,4-1,8 kg
  • Untuk penambahan cairan : antara 1,4-1,8
  • Untuk cadangan lemak : antara 2,7 -3,6 kg
Akan mempengaruhi bayi
Tips Menaikkan Berat Badan Ideal

Supaya tidak mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis) namun juga tidak mengalami kenaikan BB yang berlebih, maka ibu harus memperhatikan pola makannya saat hamil. Berikut bisa dijadikan tips dan acuan.
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering. Selain bisa mengurangi muntah, ini juga efektif untuk menambah BB ideal. Makanlah antara 5-6 porsi sedikit per harinya
  • Tambahkan susu bubuk yang tidak mengandung lemak saat ibu mengkonsumsi sereal, telur orak-arik, atau telur rebus
  • Saat mengkonsumsi buah, roti, atau biskuit, tambahkan selai kacang untuk nutrisi seimbang
  • Sediakan makanan ringan seperti buah kering, yogurt, es krim, atau kacang dan cracker
  • Tambahkan juga mentega dan keju pada makanan yang ibu konsumsi
Nah, itu dia seputar penambahan BB pada ibu hamil yang harus diketahui. Bagaimana, sudah dihitung berapa kenaikan BB yang tepat untuk Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Menstruasi tidak teratur menjadi tanda keabnormalan organ reproduksi. Apa saja tanda-tandanya?

menstruasi tidak teratur

Selamat siang, Sobat Bidan!

Tidak semua wanita mempunyai siklus menstruasi yang lancar, ya. Kadang, ada beberapa yang mengalami gangguan menstruasi dan membuat cemas. Apakah Sobat Bidan juga salah satunya? Gangguan menstruasi bisa disebabkan karena berbagai hal, klasifikasinya sudah pernah dibahas di sini, ya.

Pada postingan kali ini kita akan membahas bersama-sama bagaimana tanda-tanda menstruasi yang tidak normal tersebut. Simak sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Siklus Menstruasi

Sudah tahu belum, kalau siklus mens yang normal untuk wanita adalah antara 21-35 hari? Artinya, jarak antara menstruasi terakhir dengan menstruasi berikutnya harus ada di antara angka tersebut. Kalau Sobat Bidan misalnya, baru menstruasi lebih dari 35 hari setelah menstruasi kemarin, itu tidak normal. 

Sebaliknya, bila lebih cepat dari 21 hari atau kurang dari 2 minggu dari menstruasi terakhir kok sudah mens lagi, itu juga tidak normal. Ini terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah sebab hormonal. Maka, perhatikan siklus menstruasi agar tahu apakah menstruasi Sobat Bidan normal dan teratur atau tidak. Tandai di kalender atau aplikasi menstruasi, ya.

Lama Waktu Menstruasi

Waktu yang normal menstruasi adalah antara 7 - 14 hari. Jika lebih atau kurang dari itu, maka ada sesuatu tidak normal yang sedang terjadi dengan organ reproduksi. Ini juga ditandai dengan banyak atau tidaknya darah menstruasi yang keluar. 

Jika darah yang keluar sangat banyak sampai Sobat Bidan harus ganti pembalut setiap satu atau dua jam, kemungkinan Sobat Bidan mengalami menorragia yaitu perdarahan dalam siklus menstruasi.

Motivational Quote
Catat tanggal menstruasi
Gumpalan Darah

Adanya gumpalan darah yang keluar beserta darah menstruasi adalah hal yang normal. Namun, bila gumpalan darah ini terlalu banyak, Sobat Bidan perlu waspada juga, karena itu pertanda Sobat Bidan sedang mengalami heavy periode.

Kram Berlebihan

Mengalami kram saat menstruasi atau biasa disebut dengan istilah dismenorea adalah hal normal. Namun, bila kramnya berlebihan dan terjadi dari pertama kali haid sampai sekarang, Sobat Bidan perlu waspada. Normalnya, kram perut ini akan berkurang seiring dengan umur yang bertambah atau jika Sobat Bidan sudah melahirkan.

Tapi jika tidak, bisa jadi kram tersebut adalah pertanda dari gejala penyakit lain. Apa lagi jika kram itu sampai mengganggu sekali seperti menyebabkan Sobat Bidan pingsan dan sebagainya. Segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dismenorea berlebih
Tidak Menstruasi Sampai 3 Bulan

Tanda menstruasi tidak normal lainnya adalah bila Sobat Bidan tidak mendapat mens sampai 3 bulan lamanya. Ini bisa jadi merupakan tanda kehamilan, namun bisa juga tanda yang lainnya. Hal ini dinamakan amenorea, yang diindikasikan juga sebagai tanda pre menopause atau menopause. 

Bila Sobat Bidan masih dalam usia produktif, maka gangguan tersebut bisa disebabkan karena berbagai penyebab. Misalnya faktor hormonal, kurang gizi, dan sebagainya. 

Itu dia beberapa hal yang berkaitan dengan ketidaknormalan dalam menstruasi. Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami salah satu dari tanda di atas, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Gonta-ganti metode KB, adakah hubungannya dengan efek samping KB?

efek samping kb

Selamat siang, Sobat Bidan!

Memang tidak semua wanita cocok dengan salah satu metode KB, ya. Beberapa banyak yang mengeluhkan efek sampingnya sehingga memutuskan untuk ganti KB saja. Sebenarnya, boleh tidak gonta-ganti KB? Amankah, atau juga ada efek sampingnya tertentu?

Postingan kali ini akan membahas tentang aman tidaknya sering gonta-ganti KB. Simak sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Boleh Atau Tidak?

Tentu mengganti metode KB boleh-boleh saja, ya. Namun, cara menggantinya pun tidak boleh asal atau seenaknya sendiri. Alangkah baiknya jika didiskusikan dulu dengan bidan atau dokter kandungan tempat ibu biasanya ber-KB.

Biasanya, ibu akan ditanya kenapa kok sampai ganti KB, apa karena ada masalah tertentu, sulit pemakaiannya, atau ada efek samping yang membuat ibu tidak nyaman? Jika memang ada, diskusikan dengan mereka. Nanti, bidan atau dokter kandungan tersebut akan menyarankan KB yang mana yang paling sesuai untuk ibu.

Selain hal tersebut, perlu diperhatikan juga waktu penggantiannya. Usahakan tanpa jeda, ya. Misalnya saja, ibu yang tadinya KB pil ingin ganti dengan KB suntik. Maka, setelah pil habis langsung saja suntik tanpa harus menunggu beberapa hari. 
Jangan asal ganti KB

Begitu juga sebaliknya, ibu yang menggunakan KB suntik, IUD, atau implant dan misal ingin ganti KB pil, langsung minum setelah lepas dari KB yang dipakai semula. Memberi jeda akan  meningkatkan risiko kehamilan meski jedanya hanya sebentar saja.

Biasanya, ibu juga akan disarankan untuk tetap memakai KB cadangan seperti kondom atau spermisida saat berhubungan setelah ganti KB. Waktunya dianjurkan antara satu minggu bahkan sampai satu bulan supaya ibu tidak mengalami kehamilan.

Hal ini penting karena KB yang baru dengan isi hormon yang baru belum tentu langsung bekerja karena masih beradaptasi dengan tubuh ibu. Jika tidak memakai KB cadangan, ibu bisa saja hamil meski sudah ganti metode KB-nya.

Apa Risikonya?

Sebenarnya, gonta-ganti KB memiliki risiko tersendiri jika dilakukan sembarangan tanpa pengawasan bidan atau dokter. Ibu bisa hamil lagi jika mengganti metode KB seenaknya sendiri.

Selain itu, ibu juga bisa mengalami gangguan siklus menstruasi terkait dengan kacaunya fungsi hormonal. Ini disebabkan jika metode KB yang baru mengandung kadar hormon yang lebih tinggi atau rendah. Masalah ini mungkin tidak akan terjadi bila kadar hormon antara KB yang lama dan KB baru sama jumlahnya.

Ibu juga tidak bisa menghindar dari efek samping dari KB itu sendiri. Karena, mengganti metode KB sama artinya dengan mengulang dari awal. Jadi, kemungkinan ibu mengalami efek samping akan ada sesuai dengan KB jenis apa yang ibu gunakan. 

Siklus mens bisa terganggu
Maka dari itu, jangan sampai gonta-ganti KB hanya karena pengaruh atau testimoni teman. Misalnya ada yang mengatakan bahwa dia cocok dengan KB suntik atau pil, lantas ibu yang menggunakan implant ingin ganti metode. Hal ini tidak bisa disamakan antara satu orang dan orang lainnya, karena kondisi hormonal masing-masing orang berbeda-beda.

Nah, itu dia pemaparan tentang gonta-ganti metode KB. Bagaimana, sudah paham kan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,