Ada beberapa penyakit yang menghambat ibu menjalani persalinan normal. 

persalinan normal adalah

Selamat siang, Sobat Bidan!

Melahirkan secara normal tentu menjadi impian semua wanita, ya. Namun, terkadang ada beberapa kendala yang menjadi penyebab seorang wanita tidak bisa bersalin secara normal. Apakah itu komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, dan faktor lainnya.


Namun, Sobat Bidan perlu tahu bahwa ada juga penyakit bawaan yang diderita ibu, yang menjadi penyebab ibu tidak bisa bersalin normal. Apa saja penyakit tersebut? Simak postingan ini sampai selesai, ya!


Ibu dengan Diabetes

Seorang ibu yang menderita diabetes baik yang terjadi sebelum atau selama hamil, boleh melahirkan secara normal. Namun, ada syaratnya. Di antara syarat itu antara lain apabila berat badan janin di dalam kandungan tidak lebih dari 4000 gram. Ibu dengan diabetes memang berisiko melahirkan bayi dengan berat badan berlebih. Jika dipaksa, maka akan terjadi distosia bahu (bahu janin tersangkut).

Syarat kedua adalah gula darah puasanya ada pada kadar 79 mg/dl, gula darah 1 jam setelah makan 122 mg/dl, dan gula darah 2 jam setelah makan 110 mg/dl. Jika pada saat pemeriksaan didapat gula darah yang lebih dari itu, maka ibu dianjurkan untuk melahirkan dengan cara sesar atau induksi. 

Karena, gula darah yang tinggi bisa berbahaya bagi janin mau pun ibu jika dipaksa melahirkan secara normal.

Ibu dengan Hipertensi

Berikutnya adalah ibu yang menderita hipertensi baik dari sebelum atau hipertensi karena kehamilan. Seorang ibu hamil dikatakan hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi sendiri dibagi menjadi beberapa macam yaitu hipertensi kronik, pre-eklampsia, dan eklampsia.

Ibu dengan hipertensi sebenarnya masih bisa melahirkan secara normal, namun harus melalui pemeriksaan yang menyeluruh lebih dulu dari dokter. Jika dalam pemeriksaan dan pemantauan tekanan darahnya tidak juga turun, maka ibu dianjurkan untuk segera mengakhiri kehamilannya dengan sesar.

Hal ini dikarenakan, pada saat mengejan dalam persalinan normal, tekanan darah ibu bisa terpacu untuk semakin meningkat. Tentu jika terjadi, ini akan sangat membahayakan ibu dan janinnya. Akan terjadi komplikasi persalinan yang fatal.

Ibu dengan Asma

Ibu yang menderita asma juga tidak dianjurkan untuk melahirkan secara normal. Ini disebabkan dalam prosesnya, persalinan normal akan butuh banyak energi dan pernapasan yang lancar. Sedangkan asma merupakan penyakit yang bisa kambuh kapan saja. Tentu ini akan berbahaya bagi ibu juga janinnya.

Meski begitu, ibu dengan asma yang cenderung ringan, bisa melahirkan secara normal setelah melalui pemeriksaan lengkap dari dokter.

Ibu dengan Ambeien

Ambeien memang tidak akan menimbulkan kegawatan bagi ibu mau pun janin. Ibu pun masih bisa melahirkan secara normal meski menderita ambeien. Namun, yang ditakutkan jika ambeien bertambah parah pada saat proses mengejan. Hal ini tentu akan menambah sakit dan memberi ketidaknyamanan pada ibu. Karenanya, ibu dengan ambeien dianjurkan untuk melahirkan dengan cara sesar.


Ibu dengan Mata Minus

Ya, ibu dengan mata minus lebih dari 6 dioptri tidak dianjurkan melahirkan secara normal. Jika minusnya masih kurang dari itu, tentu boleh, tapi dengan catatan kondisi retinanya tidak lemah. Akan menjadi masalah baru ketika ibu dengan kondisi retina lemah (meski dioptri minus sedikit) jika dipaksa melahirkan normal.

Proses mengejan saat bersalin normal berisiko sekali merusak retina mata, apalagi jika kondisinya sudah lemah. Jadi, alangkah baiknya jika ibu melahirkan dengan operasi saja demi kebaikannya sendiri.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa penyakit yang bisa menjadi penghalang bagi Sobat Bidan untuk melahirkan normal. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, ya.

Salam sayang,


Adakah efek minum kopi bagi ibu hamil?

minum kopi bagi ibu hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada rumor yang mengatakan bahwa minum kopi tidak aman untuk ibu hamil karena mengandung kafein. Wah, bagi Sobat Bidan yang suka ngopi pasti ini akan terasa berat, ya. Namun, sebenarnya ngopi masih boleh dilakukan seorang ibu hamil, pastinya dengan takaran tertentu.Yang perlu diperhatikan di sini adalah konsumsi kafeinnya. 

Jadi, ini tidak cuma berlaku pada kopi melainkan juga pada makanan atau minuman lain yang mengandung kafein. Makanan atau minuman ini contohnya cokelat, teh, juga minuman ringan lainnya. Pada obat flu dan minuman pembangkit energi pun biasanya ada kandungan kafeinnya. Maka dari itu, ibu hamil memang harus selalu teliti sebelum mengkonsumsi sesuatu.

Lalu, berapa peraturan konsumsi kafein khususnya dalam kopi yang dibolehkan bagi ibu hamil? Simak postingan ini sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Apa Sih, Risiko Kafein Untuk Janin dan Ibu?

Bicara soal bahaya, tentu ada risiko yang akan dialami bila dilanggar, ya. Nah, risiko konsumsi kafein bagi janin dan ibu sendiri sebenarnya apa, sih? Jika dilihat secara umum, biasanya seseorang yang mengkonsumsi kafein khususnya kopi dalam kadar yang berlebihan, dapat mengalami gejala seperti :
  • Cemas
  • Kecanduan
  • Tremor
  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Insomnia
  • Migrain
  • Tekanan darah naik
  • Sering pipis
Untuk ibu dan janin sendiri, konsumsi kafein berlebih dapat menyebabkan beberapa hal seperti berikut :
  • Ibu mengalami refluks asam lambung
  • Anemia
  • Keguguran
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Bayi lahir prematur
Ini disebabkan karena kafein yang ada di dalam suatu makanan atau minuman tertentu bisa menembus plasenta yang akhirnya akan memberi dampak tersebut pada janin.

Berapa Kadar yang Dibolehkan?

Jika ibu hamil sama sekali tidak bisa meninggalkan kopi karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup misalnya, maka perhatikan takarannya. Kafein yang boleh masuk ke dalam tubuh ibu hamil maksimal adalah 200 mg. Ini biasanya setara dengan dua cangkir kopi. Karenanya, sebelum mengkonsumsi makanan tertentu, lihat dulu pada label kemasan. Berapa kandungan kafein yang ada dalam makanan atau minuman tersebut.

Ganti dengan minuman yang lebih sehat
Berikut patokan takaran yang bisa ibu hamil terapkan saat mengkonsumsi makanan minuman berkafein.
  • 140 mg kafein untuk secangkir kopi saring
  • 60-200 mg kafein untuk secangkir kopi seduh
  • 100 mg kafein untuk secangkir kopi instan
  • 75 mg kafein untuk satu gelas teh
  • 40 mg kafein untuk sebotol soda
  • 25-50 mg kafein untuk sebatang cokelat
Jika sebelum hamil ibu biasa minum lebih dari 2 gelas kopi seharinya, maka mulailah mengurangi kopi sejak awal kehamilan. Ganti kebiasaan tersebut dengan minum minuman lain yang lebih sehat seperti jus sayur, jus buah, atau infused water. Jika perlu, konsultasilah dengan dokter atau bidan yang memeriksa kehamilan ibu.

Nah, itu dia Sobat Bidan, seputar konsumsi kopi dan kafein bagi ibu hamil. Bagaimana, sudah tidak bingung lagi, bukan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,