Ciri-ciri kanker payudara ini harus perempuan waspadai.

kanker payudara adalah

Selamat siang, Sobat Bidan!

Kanker payudara masih jadi momok menakutkan bagi para perempuan di seluruh dunia, ya. Nah, setelah di postingan sebelumnya kita sudah membahas benjolan yang bukan kanker, sekarang kita akan bahas ciri-ciri kanker payudara.

Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Stadium Kanker Payudara

Ca mammae atau kanker payudara ini sendiri dibagi menjadi 4 stadium dengan ciri-cirinya masing-masing, yaitu :

Stadium 0

Pada tahap ini, kanker sudah ada dan berkembang, tapi hanya masih di jaringan payudara saja dan belum menyebar ke mana-mana.

Stadium 1

Pada tahap ini, sel kanker sudah mulai membesar, namun tidak lebih dari 5 cm. Sel kankernya juga belum menyebar ke jaringan lainnya, hanya membesar di daerah payudara saja. Ini merupakan pertumbuhan sel kanker tahap awal.

Stadium 2

Tahap ini dibagi lagi menjadi 2 menurut persebarannya.. Pertama, stadium IIA, ukuran kanker hanya mencapai 2 cm saja, tapi anak sebarnya sudah sampai di jaringan limfa bawah ketiak. 

Kedua stadium IIB, ukurannya mencapai 5 cm namun anak sebarnya belum mencapai limfa di bawah ketiak. 

Stadium 3

Dalam tahap ini, sel kanker sudah mampu untuk menyebar pesat. Stadium IIIA menandakan sel kanker sudah menyebar ke jaringan tubuh lain. Sedang stadium IIIB menandakan anak kanker sudah menyebar ke permukaan kulit dan kelenjar getah bening yang ada di jaringan payudara.

Stadium 4

Di tahap ini, pertumbuhan kanker sudah semakin cepat dan dengan mudah menyebar ke organ yang lain.

Ciri-ciri kanker payudara
Ciri-ciri Benjolan Kanker

Semakin cepat dikenali sejak dini, kanker payudara kemungkinan masih bisa diatasi atau disembuhkan. Meski pada stadium 0 Sobat Bidan belum bisa merasakan atau mendeteksi ciri-cirinya, namun di stadium 1 keadaannya akan sudah terlihat. 

Berikut beberapa ciri kanker payudara di tahap-tahap awal yang bisa diperhatikan :

  • Benjolannya terasa keras dan memiliki batas yang tidak jelas
  • Permukaan benjolan tidak rata
  • Terus menetap setelah hari ke-8 sampai ke-10 setelah menstruasi
  • Bila benjolan dekat dengan puting, maka puting akan tampak tertarik ke dalam dan agak susah digerakkan atau lengket
  • Merasakan sakit yang tidak hilang bahkan sampai waktu menstruasi berikutnya. Beberapa di antara penderita tidak merasa sakit sama sekali
  • Puting mengeluarkan cairan yang berwarna coklat, kekuningan, atau keruh
  • Puting bengkak dan memerah tanpa ada sebab apa-apa
  • Pembuluh vena di payudara terlihat, begitu juga urat-urat di bagian payudara
  • Sekitar ketiak mengalami pembengkakan karena pembesaran limfa
  • Pada stadium lanjut, kulit payudara jadi seperti kulit jeruk dan tertarik sehingga jadi cekung
  • Ukuran, bentuk, dan tampilan payudara berubah
Jika Sobat Bidan menemukan tanda-tanda tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter supaya bisa ditangani lebih cepat. Untuk mencegahnya, Sobat Bidan bisa melakukan SADARI atau mammografi.

Itu dia beberapa tanda dan stadium kanker payudara. Untuk penyebab dan pengobatannya, akan dibahas di postingan Kespro selanjutnya ya, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com
Begini cara mencegah kehamilan tanpa KB. 

mencegah kehamilan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Tidak semua orang mau ber-KB, ya. Hal ini biasanya disebabkan karena efek samping KB yang memang beragam. Namun, ada juga ketakutan dan rasa was-was sebenarnya apabila tidak ber-KB. Betul tidak?

Nah, bagi Sobat Bidan yang enggan ber-KB namun ingin tetap mencegah kehamilan, cara-cara di bawah ini adalah solusinya. Apa saja itu? Yuk, simak postingan ini sampai selesai!

Coitus Interuptus

Sudah pernah dengar tentang istilah ini, Sobat Bidan? Coitus interuptus sebenarnya merupakan metode KB sederhana tanpa alat. Coitus interuptus artinya adalah senggama terputus. Pada saat berhubungan intim dan suami hampir mencapai klimaks, maka harus diputuskan agar sperma tidak keluar di dalam. 

Meski agak mengganggu, tapi metode ini bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan karena sperma keluar di luar. Dalam Islam, ada istilah tersendiri untuk ini, yaitu azal atau al-azlu. Bagaimana, mudah diterapkan, bukan?

Berhubungan Tanpa Penetrasi

Cara kedua yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan tanpa ber-KB adalah berhubungan tanpa penetrasi. Ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan coitus interuptus, hanya saja hubungan ini dibatasi dengan bermesraan saja sehingga tidak sampai terjadi penetrasi. Ini tentu efektif untuk mencegah kehamilan meski tanpa KB.

Berhubungan di Luar Masa Subur

Nah, cara berikutnya adalah berhubungan intim saat Sobat Bidan tidak sedang dalam masa subur. Normalnya, masa subur wanita jatuh pada dua minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Biasanya di hari ke 10 - 17 setelah HPHT tersebut. Pada saat-saat itu hindarilah berhubungan intim karena risiko terjadi kehamilan akan lebih tinggi.

Sebaliknya, lakukan hubungan intim di luar masa tersebut supaya bisa mencegah kehamilan. Hari-hari subur juga biasanya ditandai dengan banyaknya cairan atau lendir yang keluar sampai celana dalam terasa lembap (hari-hari basah). Sebaliknya, masa tidak subur ditandai dengan hari-hari kering (tidak keluar cairan berlebih sampai membuat celana dalam lembap).

Bekerja samalah dengan pasangan
Mitos-Mitos Terkait yang Sering Beredar

Mungkin Sobat Bidan pernah mendengar mitos-mitos yang beredar terkait dengan pencegahan kehamilan. Sebenarnya bagaimana, sih? Mitos atau fakta?
  • Loncat-loncat setelah berhubungan bisa mencegah kehamilan? Nyatanya tidak, ya. Hal ini tidak akan berpengaruh pada akan hamil atau tidaknya perempuan, misal karena keluarnya sperma atau lainny. Ini mitos
  • Minum soda sebelum berhubungan dapat mencegah kehamilan karena kualitas sperma jadi tidak bagus? Ini juga hanya mitos. Tidak ada hubungan antara soda dan kualitas sperma. Bahkan kalau pun wanita minum soda setelah berhubungan, itu tidak akan bisa membunuh sperma
  • Mengeluarkan sperma sebelum ejakulasi? Nyatanya, cairan yang keluar sebelum itu kadang juga sudah mengandung sperma. Jadi, hal ini tidak bisa dikatakan bisa mencegah kehamilan
  • Berhubungan intim dengan posisi tertentu? Faktanya mungkin memang ada beberapa posisi yang sedikit mengurangi risiko hamil. Tapi bukan berarti juga ini efektif dapat mencegah kehamilan
  • Membersihkan miss-v segera setelah berhubungan? Ini juga mitos saja. Sebenarnya, sudah banyak sperma yang masuk pada saat berhubungan intim karena kontraksi otot-otot miss-v.

Nah, itu dia beberapa cara yang bisa digunakan apabila Sobat Bidan ingin mencegah kehamilan tanpa ber-KB dan mitos-mitos terkait hal ini. Tentunya cara ini punya risiko kegagalan dan keberhasilannya sendiri, tergantung bagaimana Sobat Bidan dan pasangan bekerja sama. Selamat mencoba!

Salam sayang,

Pic by : Pexels.com
Penyebab batuk pada bayi bermacam-macam, ibu bisa lakukan hal ini di rumah.

mengatasi batuk pada bayi

Selamat siang, Sobat Bidan!

Hadirnya si kecil tentu menambah suasana rumah kian semarak, ya. Namun, beda halnya ketika bayi mendadak sakit. Cuaca yang masih tidak menentu begini rentan sekali membuat si kecil tidak enak badan. Batuk, menjadi salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan ibu dalam cuaca ekstrem seperti ini.

Nah, bila bayi mengalami batuk, jangan dulu panik berlebihan, Sobat Bidan! Ada beberapa hal yang bisa Sobat Bidan lakukan di rumah untuk mengatasinya sebelum dibawa ke dokter. Apa saja itu? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Kenali Jenis Batuk

Ada beberapa jenis batuk yang biasa menyerang bayi atau si kecil. Berikut di antaranya :

Batuk rejan

Batuk ini penyebabnya adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Tanda batuk rejan adalah bayi terengah-engah dan biasanya disertai gejala flu ataupun demam ringan. Jika tidak sembuh-sembuh, batuk ini akan menjadi batuk kering. Untuk mencegah batuk rejan terjadi, ibu bisa melakukan imunisasi pada si kecil.

Batuk croup

Batuk yang satu ini ditandai dengan suara batuknya yang menyerupai gonggongan. Bayi menjadi panas, demam, dan hidungnya beringus. Batuk croup juga akan membuat si kecil sesak napas karena laring dan trakeanya mengalami pembengkakan.

Bronchiolitis

Ini biasa dialami si kecil di tahun-tahun pertamanya, terutama pada saat cuaca sedang dingin. Bayi akan merasa sulit bernapas karena jalan udara ke paru-parunya berlendir dan terinfeksi. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menjadi batuk croup, pneumonia, pilek, dan infeksi telinga. Gejala lain dari bronchiolitis adalah adanya ingus di hidung, batuk kering, dan bayi tidak nafsu makan.

Gejala yang menyertai batuk
Biasanya, jika si kecil batuk, maka bukan hanya batuk saja yang akan dialami, melainkan akan ada gejala penyerta lainnya. Gejala-gejala tersebut, yaitu seperti :

  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair dan merah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah ketiak, leher, dan belakang kepala
  • Nafsu makan berkurang
Yang Perlu Dilakukan

Nah, sebelum membawa si kecil yang batuk ke dokter, beberapa hal ini bisa ibu lakukan di rumah untuk mengurangi batuknya.

Selektif memilih makanan

Jika bayi masih berumur 6 bulan atau kurang dari itu, fokus saja pada pemberian ASI yang adekuat. Namun, jika si kecil sudah mulai makan, maka ibu harus memilih makanan yang lembut dan tidak memperparah batuknya seperti yogurt dan saus apel. Buatkan si kecil makanan hangat seperti puding atau kaldu ayam juga akan membantu.

Posisikan kepala lebih tinggi

Sama halnya dengan orang dewasa yang akan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan napasnya saat batuk, begitu juga bayi. Ibu bisa memberinya bantal empuk atau handuk bersih yang dilipat untuk memposisikan kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya. Ini dapat membuat napasnya lebih lega.

Berikan madu

Jika si kecil sudah berusia satu tahun lebih, berikan sedikit madu padanya yaitu 1/2 sendok makan sebelum tidur. Madu mengandung antioksidan dan vitamin C yang baik untuk sistem imun dan meringankan batuknya. 

Pastikan istirahatnya cukup

Batuk mungkin akan membuat si kecil rewel, dan di sinilah PR ibu. Untuk proses pemulihan yang lebih cepat, pastikan bayi juga mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Buat dia senyaman mungkin istirahat, misal di dalam gendongan atau di atas kasur.

Tingkatkan cairan tubuhnya

Beri ASI atau susu formula secara intens dan lebih dari biasanya bila bayi belum memulai MPASI. Bila si kecil sudah mengenal makanan, ibu bisa membuatkannya sup hangat, cokelat hangat, jus, atau air putih hangat. Cairan ini dapat mengencerkan lendir dan batuknya sehingga si kecil akan mudah bernapas. Pastikan ibu memberikan dalam keadaan hangat ya, bukan panas.

Beri ASI adekuat
Dekatkan pada uap panas


Beri obat

Untuk ini sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter atau bidan lebih dulu. Ibu bisa memberi bayi ibuprofen jika usianya sudah lebih dari tiga bulan dan beratnya paling tidak mencapai 5 kg. Bisa juga diberi parasetamol untuk bayi jika bayi sudah berusia lebih dari 37 minggu dan beratnya sudah mencapai 4 kg.

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Ibu harus segera membawa si kecil ke dokter jika  bayi masih berusia kurang dari 3 bulan, entah apa pun sakitnya. Dalam kasus batuk ini, ibu sudah harus membawa bayi ke dokter, jika :
  • Batuknya semakin buruk, amati dari suaranya
  • Batuk tidak juga reda sampai 5 hari lamanya
  • Dahaknya berwarna hijau, cokelat atau kuning
  • Suhunya mencapai 38 derajat pada bayi berumur 3 bulan kurang, atau sampai 39 derajat pada bayi usia 6 bulan lebih
  • Pernapasannya bermasalah
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang bisa Sobat Bidan lakukan di rumah saat si kecil batuk. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Pic by : Pexels.com
luka sesar

Selamat siang, Sobat Bidan!

Melahirkan secara caesar butuh perawatan luka yang lebih hati-hati, ya, karena biasanya luka bekas operasi ini memerlukan pemulihan yang lebih lama. Nah, dalam postingan kali ini kita akan membahas bagaimana sih, cara merawat luka bekas operasi caesar yang benar? Simak sampai selesai, ya!

Bentuk Luka Operasi Caesar

Luka operasi caesar biasanya sepanjang 10-15 cm, dengan lebar 0,3 cm. Bekas luka ini biasanya akan terlihat lebih gelap warnanya dibandingkan kulit ibu di sekitar luka. Namun, setelah pulih (dalam waktu sekitar 6 minggu), warnanya akan memudar sendiri dan menyamai warna kulit ibu.

Sedangkan bentuk dari luka caesar atau sayatannya sendiri ada dua, yaitu :

Horizontal

Sayatan berbentuk horizontal paling banyak digunakan para dokter untuk melakukan operasi caesar sekarang ini. Sayatan horizontal dibuat melintang pada posisi rahim terendah atau bagian perut paling bawah ibu. Nah, sayatan luka seperti ini akan memungkinkan ibu untuk bisa melahirkan secara normal meski sebelumnya melahirkan dengan caesar atau biasa disebut dengan VBAC.

Vertikal

Sekarang jarang dokter yang menerapkan sayatan berbentuk vertikal, hanya pada kondisi tertentu saja. Misal jika ibu memang sudah punya bekas operasi caesar dalam bentuk vertikal, posisi bayi tidak normal, atau bayi dalam keadaan darurat dan harus segera dilahirkan.

Sayatan ini dimulai dari bagian tengah perut sampai pada bagian teratas rambut kemaluan. Sayatan vertikal membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dan berisiko lebih besar terhadap komplikasi persalinan jika ingin bersalin normal.

Metode Menutup Luka Caesar

Ada tiga cara yang biasa digunakan dokter untuk menutup luka operasi caesar, yaitu :

Staples

Menutup luka dengan staples kulit merupakan cara yang paling mudah dan cepat. Sebelum ibu pulang dari rumah sakit, dokter akan melepas dulu staples kulit tersebut.

Jahitan

Cara ini menggunakan jarum dan benang yang nantinya dapat menyatu dengan kulit ibu. Membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 30 menit, menutup luka operasi caesar dengan jahitan bisa mengurangi risiko komplikasi perlukaan sampai 57%.

Lem

Ini adalah cara yang paling mutakhir untuk menutup luka, yang akan membuat kulit menyatu kembali. Cara ini dapat menyembuhkan luka lebih cepat dan meninggalkan bekas yang lebih baik dari kedua cara yang sudah disebutkan. 

Merawat Luka Caesar di Rumah

Sebelum ibu pulang dari rumah sakit, luka ibu akan ditutup dengan steril-strips, kertas yang menyerupai pita dan berfungsi untuk menjaga kebersihan luka. Steril strips ini nantinya akan lepas sendiri kira-kira dalam waktu satu minggu.

Makan makanan bergizi
Berikut beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk merawat luka caesar di rumah :
  • Jangan mengangkat benda-benda berat pasca melahirkan caesar sampai kira-kira 2 minggu pertama
  • Boleh mandi dengan sabun tanpa menggosok bekas luka. Steril strips tidak akan bermasalah jika terkena air, namun tidak dianjurkan untuk berendam atau berenang
  • Jangan digaruk jika luka terasa gatal selama proses pemulihan, karena ini adalah hal yang normal. Cukup diusap saja pelan-pelan
  • Istirahat sebisa mungkin, jangan melakukan gerakan-gerakan yang akan menimbulkan peregangan luka ibu
  • Jaga posisi tubuh yang baik saat berjalan atau berdiri, serta tahan perut saat melakukan gerakan tiba-tiba seperti saat tertawa, batuk, atau bersin
  • Makan makanan yang mengandung protein seperti telur atau daging untuk pertumbuhan jaringan baru lebih cepat
  • Minumlah banyak air putih agar asupan cairan terpenuhi
  • Jagalah kebersihan luka untuk mencegah infeksi. Misal dengan membersihkannya saat mandi, menggosoknya lembut dengan sabun, lalu mengeringkannya dengan handuk yang empuk dan bersih
  • Pakai baju yang longgar agar luka mendapat sirkulasi udara yang cukup, ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka
  • Kontrollah jika memang waktunya kontrol ke dokter
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal terkait cara perawatan luka pada bekas operasi caesar. Bagaimana, sudah bisa diterapkan di rumah, ya? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com


Ada beberapa tips untuk ibu yang ingin menjalani persalinan normal.

tips melahirkan normal

Selamat siang, Sobat Bidan!

Sebagai seorang wanita, tentu kita ingin merasakan bagaimana melahirkan secara normal atau per vaginam, ya. Namun, di zaman sekarang ini, ada banyak komplikasi yang menyebabkan ibu harus melahirkan secara caesar.

Jika Sobat Bidan ingin melahirkan secara normal, alangkah pentingnya jika Sobat Bidan mempersiapkannya selama masa kehamilan. Ada tips-tips yang bisa dilakukan untuk hal ini, lho! Apa sajakah itu, simak postingan ini sampai selesai, ya!

1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Ya, ibu hamil dianjurkan sekali untuk memenuhi asupan gizinya sebaik mungkin. Mulai dari lemak, karbohidrat, mineral, protein, dan tentunya vitamin. Di akhir masa kehamilan, asupan vitamin di dalam tubuh haruslah stabil. 

Vitamin A, B, C, dan E penting sekali untuk menguatkan rahim agar meminimalisir intervensi saat proses persalinan. Selain itu, vitamin K juga penting untuk membentuk proses pembekuan darah dan mengurangi perdarahan yang terjadi saat atau pasca bersalin. Perdarahan sendiri dapat berakibat fatal bagi ibu.

Vitamin-vitamin ini bisa ditemukan di sayur-sayuran mau pun buah-buahan, sedang untuk vitamin K sendiri bisa didapat dari sayuran berdaun seperti bayam.

persalinan normal
Perbanyak sayur dan buah
2. Beraktivitas Fisik 

Mendekati masa persalinan, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti lebih sering jalan-jalan, senam ibu hamil, dan sebagainya. Hal ini bisa membantu kondisi fisik ibu lebih prima untuk persiapan persalinan normal. Selain bisa membuat tubuh lebih bugar dan sehat, aktivitas fisik juga bisa mengalihkan fokus ibu terhadap rasa sakit.

3. Latihan Pernapasan

Nah, yang satu ini juga tidak kalah pentingnya untuk persiapan ibu sebelum memasuki proses persalinan. Di trimester tiga kehamilan, ibu dianjurkan untuk mempelajari teknik bernapas yang benar pada saat bersalin nanti. Ini bisa ibu dapatkan dengan mengikuti senam hamil atau yoga misalnya.

Selain menjadi tahu bagaimana teknik bernapas yang benar saat melahirkan nanti, ibu juga bisa menjadi lebih rileks dengan latihan bernapas ini. Latihan pernapasan juga bisa membuat ibu dan janin tercukupi kebutuhan oksigennya, sehingga dapat meminimalisir rasa sakit saat kontraksi selama proses persalinan berlangsung.

4. Jaga Pertambahan Berat Badan

Hal yang satu ini juga patut diperhatikan untuk ibu hamil yang ingin melahirkan secara normal. Pembahasan tentang berat badan yang normal selama kehamilan akan dibahas sendiri pada label Kehamilan. 

Jika ibu punya berat badan ideal, maka risiko komplikasi kehamilan dan persalinan pun bisa diminimalisir. Selain itu, ibu dengan berat badan yang berlebih juga akan cenderung mengalami kesulitan saat persalinan, serta membutuhkan lebih banyak intervensi medis ketimbang ibu hamil yang berat badannya normal.

Jaga berat badan ideal
5. Latihan Squat

Latihan ini menjadi trend di kalangan ibu hamil karena memang bisa berpengaruh pada lancar tidaknya persalinan. Lebih lengkap tentang latihan squat ini akan dibahas dalam postingan tersendiri, ya. Ibu hamil yang mendekati masa HPL dianjurkan untuk setidaknya melakukan latihan squat minimal 15 kali per hari. Ibu tentu butuh bantuan pelatih atau orang yang sudah biasa menangani ini.

6. Istirahat dan Tidur yang Cukup

Hal yang satu ini juga penting sekali untuk diperhatikan. Ibu hamil sebaiknya punya pola tidur dan istirahat yang teratur, apalagi menjelang persalinan. Ini menjadi suatu cara yang efektif supaya ibu bisa melalui proses bersalin dengan lancar.

Tidur yang cukup selama 6-7 jam per hari akan memulihkan stamina dan energi ibu dari lelahnya kehamilan dan beraktivitas. Meski banyak juga ibu hamil yang mengalami insomnia menjelang HPL-nya, namun ibu perlu untuk mencari tahu bagaimana mengatasi hal ini, ya.

7. Makanlah Kurma

Menurut penelitian, buah kurma mengandung semacam hormon oksitosin yang akan membantu kontraksi ibu. Mendekati detik HPL, ibu bisa mulai rutin memakan buah ini. Selain itu, kurma juga bisa membantu proses pelebaran serviks sehingga mempercepat pembukaan dan melancarkan proses bersalin normal.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa ibu dan Sobat Bidan coba selama masa akhir kehamilan jika ingin melahirkan secara normal. Semoga lancar proses persalinannya, ya!

Salam sayang,

Pic by : Pexels.com
Ada beberapa tanda kehamilan muda yang mesti Sobat Bidan waspadai.

bahaya hamil muda

Selamat siang, Sobat Bidan!

Rasanya hamil muda itu nano-nano, ya. Di tengah kebahagiaan, Sobat Bidan juga akan mengalami berbagai macam keluhan. Hal ini wajar, karena dalam masa-masa ini tubuh Sobat Bidan sedang melakukan penyesuaian atau adaptasi terhadap meningkatnya hormon-hormon kehamilan.

Dalam masa kehamilan muda, biasanya Sobat Bidan akan mengalami hal-hal seperti yang akan disebutkan di bawah ini. Sobat Bidan tidak perlu terlalu cemas, tapi juga perlu waspada, ya. Apa saja itu? Simak ulasan berikut sampai selesai.

1. Perdarahan 

Saat hamil muda, Sobat Bidan biasanya akan mengalami perdarahan, baik yang ringan sampai berat. Perdarahan ini biasanya disertai nyeri pada bagian bawah perut juga punggung dan terjadi dalam waktu-waktu tertentu. Namun, jangan panik dulu, ini bukan berarti kehamilan Sobat Bidan sedang dalam masalah serius. 

Jika perdarahan tersebut hanya terjadi dalam waktu satu sampai dua hari dengan frekuensi yang tidak banyak atau hanya flek, maka itu adalah salah satu dari tanda kehamilan. Ini terjadi karena ada perlukaan pada rahim akibat proses nidasi (menempelnya embrio dari pertemuan sel telur dan sperma).

Namun, jika perdarahan terjadi dalam waktu yang lama, banyak, dan disertai dengan nyeri perut yang hebat, maka itu yang perlu diwaspadai. Perdarahan semacam ini bisa jadi merupakan salah satu gejala dari abortus, kehamilan ektopik, atau hamil anggur.

bahaya flek saat hamil muda
Waspada flek atau perdarahan
2. Keputihan

Sebenarnya, keputihan yang terjadi dalam kehamilan muda adalah hal yang normal karena adanya perubahan hormonal. Dengan catatan, selama keputihan tersebut masih dalam ciri-ciri keputihan yang normal. Jika keputihan yang keluar dari jalan lahir berlebihan disertai gatal, berbau tidak sedap, dan berwarna misal kehijauan, itulah yang perlu Sobat Bidan waspadai.

Keputihan yang berlebihan dan gatal bisa jadi merupakan salah satu dari gejala penyakit menular atau infeksi seksual tertentu. Jika tidak segera diobati, hal ini dapat berbahaya bagi janin karena dapat mempengaruhi pertumbuhannya di dalam kandungan.

3. Demam

Sobat Bidan yang sedang hamil muda biasanya mudah terserang demam. Hal ini tidak masalah selama demam tersebut disertai flu atau pilek, karena berarti memang disebabkan virus flu atau pilek. Yang patut diwaspadai adalah apabila demam tersebut tidak disertai dengan flu atau pilek tadi. Suhu tubuh yang mendadak tinggi disertai dengan nyeri dan ruam otot, bisa menjadi pertanda infeksi salah satu virus seperti toxoplasma, citomegalovirus, atau parvovirus.

Hal ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan saraf tabung bayi, karena perkembangan saraf tabung tersebut sedang terjadi dalam trimester pertama ini. Bila perkembangannya terganggu, kemungkinan bayi akan lahir dengan cacat bawaan atau cacat janin.
bahaya hamil muda
Waspada demam saat hamil muda
4. Mual Muntah

Kalau yang satu ini, kita sudah pernah membahasnya sama-sama di sini, ya, Sobat Bidan. Selama masih dalam batas wajar, maka mual muntah tidak perlu dikhawatirkan.

Nah, itu dia beberapa hal yang biasanya akan terjadi pada Sobat Bidan selama kehamilan muda. Tidak perlu terlalu panik dan cemas jika hal tersebut terjadi, ya. Tapi, segera periksakan ke dokter atau bidan jika hal-hal tersebut sudah melebihi batas wajar. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com