Selamat siang, Sobat Bidan!

cara mengejan yang baik

Rasa sakit saat melahirkan tentu menjadi sesuatu yang tidak mudah dilupakan begitu saja, ya. Dari mulai awal kontraksi, pembukaan, sampai proses kala II sendiri sangat menyita banyak energi. Sobat Bidan sudah tahu? Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat sedang mengejan. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut sampai selesai, ya!

Jangan Mengejan Sebelum Waktunya

Mengejan merupakan proses alami. Pertanda seorang ibu bersalin sudah dibolehkan mengejan adalah saat pembukaan sudah lengkap atau bila sudah diinstruksikan oleh dokter mau pun bidan. Sebelum itu, meski dorongan mengejan ini begitu kuat, tapi jangan lakukan. Mengejan sebelum pembukaan lengkap justru akan membuat jalan lahir bengkak. 

Jika jalan lahir bengkak, maka nanti setelah benar dibolehkan mengejan, justru akan semakin terasa sakit. Selain itu, proses kala II pun bisa menjadi terhambat sehingga persalinan jadi tidak lancar. Dorongan mengejan yang kuat ini bisa diatasi dengan mengatur pernapasan, misalnya dengan napas pendek-pendek.

Jangan Memejamkan Mata

Pada saat bersalin atau mengejan, biasanya nakes akan melarang ibu untuk memejamkan mata. Memejamkan mata saat mengejan bisa membuat pembuluh darah di mata pecah karena mendapat tekanan yang tinggi. Jika pernah mendengar perempuan yang matanya jadi minus setelah melahirkan, nah, itu kemungkinan dia memejamkan mata saat mengejan.

Jangan Berteriak

Adegan berteriak saat proses mengejan di sinetron tolong jangan ditiru. Hal ini tidak dibenarkan sama sekali dalam dunia medis. Berteriak justru akan membuat ibu semakin merasa kesakitan. Selain itu, ibu juga akan membuang lebih banyak energi yang sangat dibutuhkan untuk proses mengejan. Meski sakit luar biasa, cobalah untuk mengatur napas sesuai instruksi penolong persalinan dan tetap fokus.

cara mengejan yang benar
Lakukanlah senam hamil atau olahraga ringan
Jangan Ditahan

Jika memang waktu mengejan sudah tiba dan penolong sudah menginstruksikan untuk itu, maka mengejanlah. Jangan sekali-kali ditahan karena misal takut feses akan keluar. Lakukan saja sesuai instruksi penolong, mengejanlah serileks mungkin.

Jangan Mengangkat Panggul 

Saat mengejan pasti akan ada dorongan untuk mengangkat panggul. Tapi, hati-hati, dorongan tersebut lebih baik tidak dituruti. Mengangkat panggul saat sedang mengejan berisiko meningkatkan robekan perineum. Ibu tentu tidak mau punya jahitan yang panjang, bukan? Rileks saja saat mengejan, serta atur napas.

Jangan Asal Bernapas

Dalam proses bersalin atau mengejan, mengambil napas ada aturan dan tekniknya. Jadi, ibu jangan sampai asal bernapas atau bernapas tidak beraturan. Ikut instruksi penolong saat menganjurkan harus mengambil napas panjang atau justru napas pendek. Bernapas tidak beraturan akan membuat ibu semakin merasa sakit dan juga membuang energi. Hal ini bisa ibu pelajari saat kandungan memasuki trimester kedua, misal dengan mengikuti senam hamil.

Nah, itu dia beberapa hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan saat sedang mengejan. Bagaimana, sudah semakin siap menghadapi persalinan? Semoga postingan ini bermanfaat!


Salam sayang,


Pic by : Pexels
Selamat siang, Sobat Bidan!

skincare untuk ibu hamil

Setiap wanita pasti ingin selalu tampil cantik tak terkecuali saat sedang hamil, ya? Tapi, penggunaan kosmetik atau skincare saat hamil tidak bisa sembarangan. Karena ada beberapa senyawa kimia yang mungkin saja terkandung dalam skincare dan tidak baik untuk ibu hamil. Lalu, bagaimana tips pemakaian skincare? Skincare bagaimana yang aman digunakan saat hamil? Simak ulasan ini sampai selesai, ya!

Beberapa Bahan Kimia Berbahaya

Ada banyak bahan kimia berbahaya yang seringkali ada dalam komposisi sebuah kosmetik. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain :

  • Retinoid. Zat kimia ini merupakan turunan vitamin A dan biasanya ada di skincare untuk kulit berjerawat. Meski pemakaiannya dilakukan dengan mengoles, zat ini tetap berbahaya bagi janin. Risiko cacat janin bisa saja terjadi jika ibu hamil terpapar retinoid terus-menerus.
  • Merkuri. Yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi, ya, hampir sebagian besar brand kosmetik mengandung merkuri. Bagi wanita yang tidak sedang hamil pun bahan kimia ini berbahaya, apalagi jika digunakan saat hamil. Terpapar merkuri akan menyebabkan gangguan perkembangan pada janin.
  • Hidroquynone. Senyawa kimia ini biasanya ada di krim-krim pemutih. Jika saat hamil ibu mengalami penggelapan di area tertentu, misalnya wajah, tidak perlu khawatir sehingga harus memakai krim ini. Hal itu terjadi karena faktor hormon yang meningkat, dan akan hilang sendiri setelah melahirkan.
  • Salicyl acid. Kandungan senyawa kimia ini biasanya ada di sabun atau krim jerawat. Meski penggunaan di bawah 2% tergolong aman, tapi untuk ibu hamil sebaiknya dihindari. Pemaparan salicyl acid bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin dan menyebabkan kecacatan.
  • Rhodamin. Produk skincare yang warnanya mencolok biasanya mengandung rhodamin. Jangan ditanya, zat ini sangat berbahaya apalagi jika ibu hamil yang menggunakannya. Hindari, ya.
  • Para Amino Benzoid Acid (PABA). Senyawa kimia ini biasa ada di tabir surya. Ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan kosmetik yang mengandung PABA ini, karena dapat mengganggu keseimbangan hormon dan bahaya untuk bayi.
  • Benzoil Peroxyde. Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pemakaian kosmetik yang mengandung bahan ini, namun sebaiknya dihindari. Zat ini biasanya terkandung di krim anti jerawat dan bisa menyerap sampai dengan 5% ke dalam kulit.
  • Flatat. Menurut penelitian, zat kimia yang banyak terkandung dalam kosmetik ini bisa menyebabkan kehamilan prematur.
Yang Perlu Diperhatikan

Melihat banyaknya bahan yang berbahaya tersebut, ibu hamil harus memperhatikan hal berikut saat memakai skincare.
  • Pertama, perhatikan komposisinya. Jangan sampai ibu hamil sembarangan memakai produk skincare, meski sebelum hamil sudah cinta mati pada produk tersebut. Tetap perhatikan komposisinya, adakah zat kimia yang berbahaya atau tidak, seperti yang sudah disebutkan di atas.
  • Kedua, cara pakai. Produk perawatan kulit yang dikonsumsi secara oral dapat lebih cepat efeknya menyebar ke plasenta dan janin. Meski begitu, pemakaian kosmetik secara oles pun bisa berdampak sama. Karenanya, cermati betul komposisi produk skincare yang dipakai.
skincare yang aman untuk ibu hamil
Perhatikan cara pakainya

Tips Memilih Skincare

Nah, supaya tetap bisa tampil cantik namun juga tetap aman selama hamil, ini dia tips yang bisa dijadikan patokan dalam memilih skincare.
  • Jika biasa menggunakan deodoran, pilihlah yang menggunakan bahan minyak karena ini dapat mencegah keringat sekaligus tidak berbahaya
  • Pilihlah brand skincare yang berlabel 'lulus uji klinis.' Ini biasanya sudah memenuhi standar dan aman digunakan oleh ibu hamil
  • Jangan gunakan produk perawatan yang berbahan sintetis, pilihlah yang tidak berpengawet 
  • Gunakan tabir surya yang berbahan alami
  • Jika berjerawat, gunakan pelembap yang berbahan minyak dan jangan memilih produk yang diminum per oral, terutama yang mengandung senyawa accutane
  • Jika bermasalah dengan strech mark, jangan pakai krim oles tanpa resep dokter. Pakailah yang alami seperti minyak zaitun
  • Kulit kering dan gatal saat hamil disebabkan peregangan, gunakan tabir surya berbahan alami dan jangan digaruk
  • Konsultasikan lebih dulu pada dokter sebelum memutuskan memakai produk skincare demi keamanan ibu dan janin
Produk yang Teruji

Berikut beberapa produk yang sudah teruji dan aman digunakan untuk ibu hamil :
  • Sensatia Botanical's. Ini merupakan brand lokal yang aman dan halal. Mereka sendiri sudah menyatakan bahwa brand mereka aman untuk bumil dan busui
  • Trilogy, brand asal Australia ini aman untuk ibu hamil dan menyusui. Sudah banyak penghargaan untuk brand ini, fungsinya juga untuk mengurangi strech mark selama hamil
  • Neogen. Brand asal Korea ini berbahan organik dan alami, serta telah mengklaim bahwa produk mereka aman untuk bumil dan busui
  • Cetaphil. Produk perawatan ini punya brand khusus untuk perawatan bayi, jadi sudah pasti aman untuk janin
  • Sukin. Produk ini juga berasal dari Australia yang berbahan organik, aman untuk janin
Nah, itu dia Sobat Bidan, tips pemakaian skincare untuk ibu hamil. Sudah tidak bingung lagi untuk tetap cantik selama hamil, bukan?Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com

Selamat siang, Sobat Bidan!

mitos saat menstruasi


Saat tamu bulanan hendak berkunjung, apa yang Sobat Bidan lakukan? Keramas satu hari sebelumnya karena katanya keramas saat mens itu bahaya? Siap-siap menahan es-es manis karena katanya minum es saat mens itu juga bahaya?

Biar tidak terus-menerus galau begitu, yuk, simak ulasan di bawah ini. Ada beberapa hal yang ternyata cuma mitos dan tidak ada kaitannya dengan menstruasi, tapi kok malah dipercayai. Apa sajakah itu?

Keramas Bikin Sakit Kepala?

Yang paling sering dikhawatirkan oleh kebanyakan perempuan saat menstruasi adalah: keramas tidak, ya? Ada rumor yang beredar bahwa pada saat menstruasi pori-pori kita sedang terbuka lebar. Nantinya, hal ini akan berbahaya karena bisa menyebabkan sakit kepala jika kita keramas. Catat ya, Sobat Bidan, itu cuma mitos! Justru, saat menstruasi kita dianjurkan untuk lebih menjaga kebersihan, termasuk kebersihan rambut. Masa iya, rambut mau dibiarkan lepek selama satu minggu lebih? Jadi, keramas saat menstruasi boleh dan aman-aman saja. Tidak ada penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa saat mens pori-pori kita melebar dan menyebabkan sakit kepala saat keramas.

Minum Es Bisa Bikin Darah Beku?

Adakah di antara Sobat Bidan yang tidak berani minum es saat mens karena pernah mendengar isu ini? Katanya darah mens akan membeku dan menempel di dinding rahim dan membuat mens jadi lebih lama. Seram, ya? Tapi, sekali lagi itu cuma mitos. Faktanya, tidak ada penjelasan ilmiah tentang hal tersebut. Menstruasi adalah siklus yang berkaitan erat dengan hormon progesteron dan estrogen. Jadi, bila ada gangguan menstruasi seperti mens lebih lama atau lebih pendek, itu bisa dikarenakan berbagai sebab seperti yang sudah dijelaskan di sini. Tidak perlu menahan diri dari es selama mens, hati-hati ngiler di tempat umum, lho.

Berhubungan Seks Saat Mens, Apa Bisa Hamil?

Jawabannya adalah, bisa. Justru, masa subur seseorang kadang terjadi di pertengahan saat orang tersebut sedang mens. Jika terjadi ovulasi dan dibuahi, bukan tidak mungkin kehamilan bisa terjadi meski sedang menstruasi. Tapi, lihat apa yang bisa Sobat Bidan dapat saat berhubungan seks dalam keadaan mens dulu, ya. Di sini.

mitos saat menstruasi

Menstruasi Bikin Lemas?

Saat menstruasi, kadang kita sering malas melakukan kegiatan dengan alasan lemas. Ya sih, memang kita sedang mengeluarkan darah. Tapi, tahukah Sobat Bidan bahwa darah menstruasi yang keluar itu maksimal hanya satu cangkir kecil saja? Itu pun sebenarnya adalah darah kotor yang tidak lagi diperlukan tubuh. Jadi, menilik hal ini, sebenarnya kita memang benar-benar sedang dilanda malas, bukan lemas karena mens. Namun, untuk mengantisipasinya, Kemenkes sudah menganjurkan supaya kita minum suplemen besi sehari sekali selama menstruasi, untuk mencegah anemia.

Minum Soda Bikin Mens Lancar?

Siapa yang bilang? Sudah, ini murni cuma mitos, ya. Pendapat ini sudah dipatahkan dengan penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa soda dan menstruasi itu tidak ada hubungannya sama sekali. Justru, terlalu banyak minum soda akan membuat asupan nutrisi tidak seimbang dan menjadi gangguan hormon. Kalau sudah begini, menstruasi bisa saja malah terganggu.

Saat Mens Tidak Boleh Olahraga?

Ini juga kata siapa? Justru, olahraga ringan dianjurkan bagi kita yang sedang mens. Selain obat pereda nyeri haid, olahraga ringan juga dapat mengurangi rasa nyeri saat kita menstruasi. Olahraga ringan ini contohnya berenang, bersepeda, atau berjalan kaki. 

Menstruasi, Masa Rawan Diganggu Makhluk Halus?

Nah, kalau yang satu ini bisa jadi iya bisa jadi juga tidak. Pada intinya, makhluk halus ada di mana-mana dan kapan saja, bukan hanya pada saat kita menstruasi. Namun, saat kita menstruasi (khususnya yang beragama Islam), intensitas ibadah kita jadi berkurang. Tapi, kita juga masih bisa melakukan amalan-amalan yang diperbolehkan seperti berzikir. Kalau ada yang mengatakan karena darah mens berbau amis dan kotor kemudian menarik makhluk halus tersebut, itulah mitosnya.

PMS, Mitos Atau Sugesti?

Wah, kalau yang satu ini sudah pernah dijelaskan di sini, ya. Yuk, dibaca lagi!

Itu dia beberapa mitos seputar menstruasi yang kerap kali kita jumpai. Bagaimana, jangan bingung-bingung lagi ya, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com

Selamat siang, Sobat bidan!

kondar pil darurat

Tentu Sobat Bidan sudah pernah mendengar istilah kontrasepsi darurat, ya? Morning after pil atau kondar istilah familiarnya. Apakah Sobat Bidan sudah tahu juga pengertian kondar dan bagaimana menggunakannya? Di postingan kali ini kita akan membahas tentang kondar. Simak sampai selesai, ya!

Apa itu kondar?

Kondar atau kontrasepsi darurat merupakan pil yang digunakan untuk mencegah kehamilan pasca berhubungan intim, kurang dari 72 jam. Sobat Bidan bisa minum pil ini selambat-lambatnya 5 hari setelah berhubungan intim. Dianjurkan meminumnya dalam 48 jam awal karena setelah 48 jam efektivitas pil ini akan berkurang.

Bagaimana cara dan aturan minumnya?

Minumlah pil ini sesaat setelah berhubungan intim tanpa pengaman (kontrasepsi lain) atau jika Sobat Bidan terlupa minum pil KB. Sebagai catatan, pil ini hanya efektif saat diminum setelah berhubungan seksual, bukan untuk perlindungan jangka panjang. Artinya, saat kembali berhubungan seks berikutnya, Sobat Bidan tidak terlindungi dan ada kemungkinan hamil.

Pil ini juga tidak boleh dikonsumsi terus-menerus. Catat, hanya dalam keadaan darurat. Bahkan, sebagian dokter menyimpulkan keadaan darurat ini sebagai kasus perkosaan dan semacamnya, bukan untuk pasangan yang berkontrasepsi. Kondar juga tidak bisa menggugurkan kehamilan. Kehamilan akan terus berlanjut meski apabila Sobat Bidan mengkonsumsi pil ini. 

Siapa yang dianjurkan menggunakan kondar?

Sobat Bidan boleh minum pil kondar ini, jika :

  • Tidak menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim
  • Kondom bocor atau rusak
  • Lupa minum pil KB selama 2 hari berturut-turut
  • Menjadi korban perkosaan kurang dari 5 hari
  • Lupa atau telat suntik KB 3 bulan kurang dari 2 minggu
  • Lupa atau telat suntik KB 1 bulan kurang dari 1 minggu
Apa saja jenis pil kondar?

Banyak jenis pil kondar yang beredar di pasaran. Atau, Sobat Bidan juga bisa mendapatkannya di dokter atau bidan tempat Sobat Bidan ber-KB. Mintalah pil kondar ini sebagai persediaan bila suatu saat terjadi hal-hal seperti yang disebutkan di atas.

Pil-pil tersebut antara lain :
  • Pil progestin (levonorgestrel)
  • Ulipristal asetat
  • Gabungan kontrasepsi darurat (levonorgestrel dan etinil estradiol yang dijeda 12 jam)
  • Mifeprestone
  • Andalan postpil, dan lain-lain
kegunaan kondom

Bolehkah pil KB biasa dijadikan kondar?

Jawaban pertanyaan ini adalah tergantung jenis pil KB apa yang Sobat Bidan gunakan. Pil KB yang bisa digunakan sebagai kondar adalah yang mengandung levonorgestrel (pil KB mini) dan etinil estradiol (pil KB kombinasi). Penelitian menyebutkan bahwa pil ini bisa mencegah sampai 75 persen kehamilan jika diminum 2 kali dosisnya. Namun, hal ini pun tergantung pada efektivitas penyerapannya ke dalam darah. 

Minumlah pil KB yang pertama tidak lebih dari 120 jam setelah berhubungan, melainkan segera setelahnya atau pada pagi harinya. Lalu, minum satu pil lagi setelah jeda 12 jam dari minum pil yang pertama. Ini juga tergantung dari dosis pil yang Sobat Bidan konsumsi.

Apa efek sampingnya?

Sama seperti pil KB, pasca minum kondar mungkin Sobat Bidan akan mengalami efek samping seperti :
  • Mual dan muntah. Jika begini, minumlah obat anti mual lebih dulu, kemudian minum lagi pil kondar yang tadi dimuntahkan
  • Pusing, biasanya akan hilang dalam satu atau dua hari
  • Sakit perut dan diare, karena perubahan hormon yang drastis
  • Payudara lebih sensitif, karena efek hormon juga
  • Perdarahan atau bercak, karena pengaruh hormon. Biasanya hanya terjadi antara 1-3 hari. Jika selama itu belum hilang dan disertai nyeri perut atau gejala lainnya, segeralah periksa ke dokter
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur
  • Volume menstruasi juga bisa berubah, misal biasanya haid selama 7 hari, kali ini lebih pendek atau justru lebih panjang
Nah, itu dia serba-serbi yang perlu Sobat Bidan ketahui tentang kontrasepsi darurat. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Pic by : Pexels
Selamat siang, Sobat Bidan!

hidung tersumbat pada bayi


Jangan panik dulu bila bayi mengalami hidung tersumbat. Tanpa obat-obatan, Sobat Bidan bisa mengatasinya sendiri di rumah sebelum si kecil dibawa ke dokter. Biasanya, di tahun pertama bayi akan sering mengalami kondisi pilek atau hidung tersumbat. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuhnya yang belum terbentuk dengan sempurna.

Selain adanya penumpukan cairan di dalam hidung, saat pilek maka pembuluh darah serta jaringan hidung lainnya akan mengalami pembengkakan. Inilah yang kemudian menyebabkan hidung bayi tersumbat. Untuk memberi pertolongan pertama di rumah, Sobat Bidan bisa melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Pastikan Kebutuhan Cairan Cukup

Bila si kecil terkena pilek dan hidung tersumbat, cairan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Pastikan ASI diberikan secara adekuat ya, karena ASI dapat meningkatkan sistem imun si kecil. Bila si kecil sudah diberikan MPASI, boleh juga dibuatkan sup hangat sebagai tambahan asupan cairannya. Ini akan membuat si kecil merasa lebih baik.

2. Bantu Mengeluarkan Ingus

Tentunya si kecil belum bisa mengeluarkan ingusnya sendiri, bukan? Karena itu, Sobat Bidan sebagai ibu harus membantu mengeluarkan cairan yang membuat hidungnya tersumbat. Bagaimana caranya? Bisa menggunakan alat pengisap ingus (aspirator) atau pipet kecil untuk menghisap ingus. Alat ini biasa dijual di Baby Shop atau apotek.

Jika masih kesulitan, Sobat Bidan bisa membeli cairan garam steril yang juga dijual di apotek. Teteskan cairan saline ini ke hidung bayi supaya ingusnya menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Setelah itu, cobalah isap kembali ingusnya dengan alat pengisap tadi.


3. Berikan Penguapan

Hidung tersumbat tentu membuat si kecil susah bernapas, ya. Untuk memudahkannya, si kecil butuh udara yang lembap dan hangat. Nah, Sobat Bidan bisa mendekatkan bayi ke baskom yang berisi air hangat agar dia bisa menghirup uapnya. Akan lebih bagus jika di rumah ada fasilitas air panas di kamar mandi. Bawa bayi ke kamar mandi sambil nyalakan kran air panas agar si kecil bisa menghirup uap dari air panas tersebut.

4. Jagalah Sirkulasi Udara di Rumah

Selain ketiga hal di atas, Sobat Bidan juga harus memastikan bahwa udara di rumah dalam keadaan bersih. Sirkulasi udara yang kotor seperti tercampur dengan asap rokok, dapat memperparah kondisi pilek si kecil.

5. Bawa ke Dokter

Jika keempat hal tadi sudah dilakukan namun bayi belum menampakkan perubahan, maka segera bawa ke dokter. Bayi akan diperiksa dan diberi obat yang sesuai dengan gejala dan pilek yang dialaminya.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa Sobat Bidan lakukan saat si kecil terserang pilek dan hidung tersumbat. Lakukan dengan tenang dan jangan panik berlebihan, ya! Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,




Selamat siang, Sobat Bidan!


Apakah ada Sobat Bidan yang pernah mengalami kerontokan rambut setelah bersalin? Hal ini biasa terjadi pada sebagian besar wanita dan berhasil membuat mereka panik. Sebenarnya apa sih, penyebab kerontokan rambut tersebut? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Apa Sebabnya?

Sobat Bidan tidak perlu cemas berlebihan saat rambutnya rontok pasca melahirkan. Itu bukan salah satu tanda dari penyakit tertentu atau kekurangan gizi. Rambut rontok setelah bersalin erat kaitannya dengan perubahan hormon di dalam tubuh. Jadi, pada saat hamil, hormon estrogen akan meningkat secara derastis. Hormon ini dapat membuat rambut lebih hidup dalam waktu yang lebih lama dan tidak rontok. Jangan heran bila selama hamil Sobat Bidan merasa rambutnya bertambah tebal. 

Nah, setelah bersalin, hormon estrogen ini juga akan menurun kadarnya. Jadi, rambut pun akan terlihat sering rontok. Ini bisa berlangsung sampai beberapa bulan, biasanya antara 5-6 bulan. Pada sebagian kasus, kerontokan rambut ini bisa jadi sampai satu tahun. Itulah penjelasan ilmiahnya, tidak perlu cemas berlebihan ya, Sobat Bidan.

Cara Mengatasinya?

Daripada cemas dan berpikir macam-macam, lakukan saja perawatan rambut yang bisa meminimalisir kerontokan tersebut, misalnya :

  • Jangan memakai catok atau hair dryer. Efek panas dari kedua alat pelurus dan pengering rambut ini akan membuat rambut jadi semakin rapuh. Akibatnya, kerontokan justru akan semakin parah
  • Pakai kondisioner. Menggunakan kondisioner akan membuat rambut menjadi mudah diatur dan selalu lembap. Tapi, jika dengan kondisioner rambut malah terlihat lepek dan lemas, maka pakailah sampo yang bisa membuat rambut mengembang
Jangan beri tekanan pada rambut
  • Perlakukan dengan lembut. Jangan memberi tekanan pada rambut seperti dengan mengikat ekor kuda atau mengepangnya. Ini akan memberikan tekanan yang besar dan membuat rambut semakin rontok. Sisirlah dengan lembut dan hati-hati terutama saat kondisi basah, ya
  • Vitamin. Baik vitamin rambut atau vitamin pasca melahirkan yang dikonsumsi secara oral, keduanya penting untuk ibu pasca bersalin apalagi jika menyusui. Pastikan Sobat Bidan mengonsumsinya secara teratur
  • Makanan yang bergizi. Makanan yang banyak mengandung vitamin dan protein akan cepat menumbuhkan rambut kembali. Banyak-banyaklah konsumsi sayur, daging, telur, dan buah pasca melahirkan. Ini juga baik untuk mengeringkan luka bekas jahitan
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal terkait kerontokan rambut pasca melahirkan. Jadi, tidak perlu cemas lagi dan tetaplah percaya diri, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!


Salam sayang,