Selamat siang, Sobat Bidan!


Apakah Sobat Bidan sedang menanti detik-detik HPL? Sudah berkemas mempersiapkan berbagai keperluan untuk bersalin? Sudah menentukan di mana tempat persalinan? Idealnya, urusan-urusan seperti ini sudah harus siap saat usia kehamilan menginjak 8 bulan.

Nah, apa saja yang perlu dipersiapkan? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

1. Persiapan Rumah

Ada beberapa hal yang sebaiknya Sobat Bidan persiapkan di rumah menjelang persalinan, berikut di antaranya :
  • Penuhi keperluan bulanan. Jangan anggap sepele, hal ini perlu. Sepulang dari rumah sakit, Sobat Bidan dan pasangan akan merasa lega saat tahu keperluan bulanan sudah siap dan tersedia. Perlu ditambahkan juga perlengkapan bayi Sobat Bidan seperti popok, pampers, waslap, botol susu, deterjen bayi, dan sebagainya. Rekomendasi perlengkapan pasca melahirkan yang lain adalah pembalut, obat pencahar sesuai resep dokter, pereda nyeri, kassa steril, bahkan celana dalam cadangan.
  • Bayar berbagai keperluan rumah tangga. Kedengarannya memang sepele, tapi ini akan memudahkan Sobat Bidan nantinya sepulang dari tempat bersalin. Tidak ada salahnya menyelesaikan urusan bayar-membayar ini terlebih dahulu. Misal bayarkan dulu tagihan listrik, PDAM, wi-fi, iuran bulanan RT, dan sebagainya.
  • Persiapkan tenaga bantuan. Minggu-minggu awal kehadiran bayi, Sobat Bidan pasti akan membutuhkan bantuan untuk mengurus semuanya. Jangan tolak jika ada sanak yang menawarkan bantuannya. Jika tidak, Sobat Bidan bisa mempekerjakan orang untuk sementara waktu misal untuk mengurus rumah dan pekerjaan lainnya. 
  • Persiapkan tempat bayi. Sobat Bidan dan pasangan harus memikirkan hal ini jauh-jauh hari. Jangan sampai kebingungan sendiri saat nanti tiba di rumah pasca bersalin. Setidaknya sudah ada kamar untuk bayi, pakaian mau pun popok yang lengkap, perlengkapan seperti sprei, perlak, bedong, bedak, dan sebagainya. 
  • Bicarakan dengan pasangan. Apa yang perlu dibicarakan? Apa saja, terutama terkait tugas Sobat Bidan dan pasangan pasca kehadiran si kecil. Hal ini perlu dibicarakan, seperti pembagian tugas rumah, dukungan untuk ASI, suport mental yang diperlukan ibu, anggaran rumah tangga yang mungkin akan berubah, dan lain-lain.
2. Persiapan Rumah Sakit

Setelah urusan rumah selesai, persiapkan juga hal-hal yang berkaitan dengan rumah sakit atau tempat di mana Sobat Bidan akan melahirkan. Berikut di antaranya :
  • Daftarkan persalinan. Tidak ada salahnya mendaftarkan persalinan Sobat Bidan jauh-jauh hari. Ini bertujuan supaya nanti pada saatnya, Sobat Bidan tidak perlu lagi mengurus segala tetek-bengek dan birokrasi panjang pendaftaran. Minta pasangan untuk mengenali detail rumah sakit atau tempat bersalin, seperti di mana pintu masuk-keluar yang efektif untuk parkir mobil, dan sebagainya. Tanyakan nomor telepon rumah sakit dan kapan sebaiknya Sobat Bidan harus ke rumah sakit.
  • Tentukan siapa yang akan menemani. Biasanya, rumah sakit membatasi jumlah keluarga yang boleh menemani selama persalinan. Tentukan dari sekarang siapa yang akan menemani selain suami.
  • Tas bersalin dan pasca bersalin. Bedakan kedua tas ini sesuai dengan isi dan keperluan yang diperlukan. Packing jauh-jauh hari sebelum HPL sehingga pada saatnya nanti Sobat Bidan tinggal membawanya saja.
3. Perlengkapan di Tas

Nah, berikut perlengkapan yang harus ada di dalam tas persalinan yang sudah disebutkan di atas tadi :
  • Identitas diri. KTP, SIM, asuransi, BPJS, dan kartu identitas lainnya harus dipersiapkan, jangan sampai ketinggalan
  • Baju ganti. Rumah sakit biasanya mempunyai baju khusus untuk pasien, tapi tidak ada salahnya membawa cadangan seperti daster atau piyama yang nyaman. Usahakan memakai pakaian yang memudahkan nakes melakukan pemeriksaan
  • Perlengkapan bayi seperti kain bedong, popok, baju bayi, topi, kaus kaki, perlak, kain-kain jarik, dan sebagainya
  • Alat relaksasi. Jika perlu, Sobat Bidan bisa menyiapkan alat relaksasi sederhana seperti bola tenis dan kaus kaki. Masukkan bola tenis ke dalam kaus kaki, ikat ujungnya lalu minta suami untuk menggulirkannya ke atas-bawah sepanjang punggung Sobat Bidan. Bisa juga membawa buku kesukaan, atau relaksasi dengan musik
Beberapa perlengkapan di dalam tas pasca melahirkan :
  • Perlengkapan mandi dan kecantikan seperti sabun, sikat dan pasta gigi, sisir, shampoo, ikat rambut, tisu basah, dan sebagainya
  • Baju ganti ibu dan bayi, bawa secukupnya
  • Camilan
  • Buku dan bolpoin
  • Handphone dan carger
Nah, itu dia beberapa hal yang perlu disiapkan Sobat Bidan menjelang persalinan. Semoga bermanfaat!

Salam sayang,



Selamat siang, Sobat Bidan!


Posisi tidur yang sulit merupakan keluhan umum yang dirasakan seorang ibu hamil, ya. Memang, jika posisi tidur ini salah, maka akan ada gangguan kesehatan yang cukup berisiko bagi ibu hamil. Lalu, bagaimana sebaiknya posisi tidur bagi seorang ibu hamil? Simak ulasan ini sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Posisi telentang

Bagaimana dengan posisi tidur telentang? Bagi ibu hamil yang usia kandungannya masih muda (kurang dari 5 bulan), posisi tidur dengan telentang mungkin masih nyaman-nyaman saja. Hal ini dikarenakan kondisi perut yang belum terlalu besar. Namun, jika usia kehamilan sudah memasuki trimester dua, sebaiknya ibu hamil menghindari posisi telentang ini.

Kenapa? Karena tekanan pada pembuluh darah besar yaitu vena cava inferior dan aorta bisa meningkat. Jika pembuluh darah itu tertekan, maka akan menghambat peredaran darah ke tubuh ibu bahkan ke janin. Hal ini, jika terlalu lama dan terus menerus dilakukan tentu akan berbahaya untuk janin.

Posisi miring kiri

Sebagian ahli menganjurkan supaya ibu hamil tidur dengan posisi miring ke kiri. Hal ini ternyata banyak manfaatnya untuk ibu, seperti bisa memperlancar sirkulasi darah menuju rahim, ginjal, dan janin. Selain itu, tidur miring ke kiri juga membuat lambung ibu nyaman dan tidak menekan organ hati yang ada di sisi kanan tubuh.

Tidur miring kiri juga bagus untuk ginjal karena menjadi lebih leluasa bekerja sehingga tidak terjadi penumpukan cairan. Jika ibu hamil mengalami penumpukan cairan, maka hal tersebut bisa menimbulkan pembengkakan atau oedem di kaki maupun tungkai.

Menggunakan bantal

Bantal khusus ibu hamil bisa membuat tidur ibu lebih nyaman. Jika ibu merasakan sesak, maka letakkan bantal di bawah sisi samping tubuh supaya posisi dada jadi lebih naik. Bila merasa nyeri di ulu hati, maka ibu hamil bisa meletakkan bantal di bawah kepala dan punggung supaya tubuh bagian atas jadi lebih tinggi. 

Sementara untuk menahan agar tetap berada pada posisi miring kiri, ibu bisa meletakkan bantal untuk mengganjal perut dan tungkai kaki. Jika ingin asam lambung tidak naik, maka ibu bisa tidur dengan posisi setengah duduk.

Bila sulit tidur

Beberapa hal ini perlu diperhatikan apabila ibu hamil mengalami kesulitan untuk tidur, di antaranya :

  • Jangan melakukan olahraga (meski ringan) mendekati waktu tidur
  • Minumlah susu hangat yang dicampur madu supaya badan dan pikiran lebih rileks
  • Lakukan rutinitas seperti tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya
  • Hindari minuman berkafein seperti teh, kopi, atau soda
  • Saat mengalami kram sehingga terbangun dari tidur, pijakkanlah telapak kaki ke dinding dan dorong hingga ada tarikan di otot betis dan paha, tahan hingga beberapa saat sampai kram hilang
  • Ikut senam hamil secara rutin agar tubuh senantiasa bugar
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang perlu Sobat Bidan ketahui mengenai posisi tidur saat hamil. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Pic by : Pexels.com

Salam sayang,





Selamat siang, Sobat Bidan!

Penyakit yang ditandai dengan keputihan
Setelah kita membahas ciri-ciri keputihan yang normal di sini, sekarang kita akan membahas bagaimana keputihan yang tidak normal. Keputihan yang tidak normal memiliki banyak ciri tertentu, tergantung dari penyebab ketidaknormalan itu sendiri. Keputihan yang tidak normal juga bisa jadi merupakan salah satu tanda atau ciri dari suatu penyakit tertentu.

Apa saja dan bagaimana ciri keputihan yang tidak normal tersebut? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

1. Vaginosis

Vaginosis merupakan infeksi ringan pada miss-V yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan. Ciri dari vaginosis adalah adanya pembengkakan dan kemerahan pada miss-V atau vulva yang disertai rasa gatal. Selain itu, bakteri penyebab vaginosis ini juga bisa membuat keputihan menjadi berbau amis serta berwarna kuning, abu-abu, atau putih keruh. 

2. Trikomoniasis

Berbeda dengan vaginosis, trikomoniosis adalah penyakit menular seksual yang lebih serius. Ini disebabkan oleh bakteri Trichomonas Vaginalis. Bila terserang penyakit ini, Sobat Bidan akan merasakan nyeri saat buang air kecil dan gatal pada miss-V. Selain itu, tanda yang lain adalah keluarnya keputihan yang berwarna kuning, kehijauan, serta berbusa dan berbau tidak sedap.

3. Kanker serviks atau kanker endometrium

Keputihan yang tidak normal juga bisa jadi merupakan salah satu gejala dan tanda dari kanker serviks atau kanker endometrium (dinding rahim). Keputihan sebagai tanda penyakit ini biasanya berwarna coklat hingga kemerahan yang disertai bau menyengat tidak sedap, nyeri panggul, serta perdarahan dari miss-V. Jika tidak disertai tanda gejala tersebut, bisa jadi keputihan berwarna merah disebabkan karena siklus menstruasi yang tidak teratur.

4. Infeksi jamur

Jika keputihan berwarna putih kental serta berbau tidak sedap, Sobat Bidan perlu waspada. Jika ditambah dengan gejala seperti gatal dan bengkak pada miss-V, sakit pada vulva dan merasa nyeri saat berhubungan seksual, ada kemungkinan Sobat Bidan terkena infeksi jamur. 

Nah, itu dia beberapa penyakit yang ditandai dengan keputihan tidak normal. Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, Sobat Bidan harus selalu menjaga kebersihan miss-V dengan cara yang benar seperti tidak sering memakai pembersih kewanitaan, panty liner, pakaian ketat, serta harus menjaga area kewanitaan tetap kering sehingga tidak lembap.

Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,