Selamat siang, Sobat Bidan!

KB dengan kondom?
Adakah Sobat Bidan yang ragu untuk ber-KB karena takut dengan prosedur tindakannya atau efek sampingnya? Tenang saja, Sobat Bidan bisa memakai KB sederhana yang satu ini. Ya, kondom. Semua pasti sudah tahu, ya. Lalu, bagaimana kelebihan dan kekurangan kondom ini dengan alat kontrasepsi lainnya? Simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Apa saja kelebihan kondom?

Berikut adalah beberapa kelebihan kondom sebagai alat kontrasepsi :

  • Dapat mencegah kehamilan bila pemakaiannya benar
  • Tidak mengganggu kesehatan si pemakai
  • Tidak ada efek samping jangka panjang seperti alkon lain
  • Tidak perlu pemeriksaan khusus sebelum memakai
  • Tidak mempengaruhi pengeluaran ASI jika masih menyusui
Jika dilihat kelebihan non-kontrasepsinya, ini dia beberapa keunggulan kondom :
  • Mencegah dari penyakit menular seksual
  • Mendorong suami untuk ber-KB
  • Mencegah imuno infertilitas
  • Mampu mencegah ejakulasi dini
  • Murah dan mudah didapatkan
  • Tinggal hentikan pemakaian jika ingin segera hamil
  • Mencegah kanker serviks
Apa saja kekurangannya?

Jika ada kelebihan, tentunya kondom juga memiliki beberapa kekurangan, sebagai berikut :
  • Kegagalan relatif lebih tinggi karena keberhasilan kondom tergantung dari cara pemakaian dan kondisi kondom tersebut
  • Beberapa pemakai mengaku kualitas hubungan seksual kurang karena terganggu kondom
  • Kondom bekas bisa menjadi masalah limbah yang serius bagi lingkungan
  • Beberapa pemakai khususnya sang istri mengeluh sakit saat berhubungan seksual dengan menggunakan kondom
Bagaimana kondom yang baik?

Sebelum memakai kondom, pastikan dulu bahwa kondom tersebut :
  • Ukurannya pas
  • Tidak kadaluarsa
  • Tidak mudah sobek
  • Bukan kondom bekas
Apa saja macam-macam kondom?

Kondom mempunyai jenis-jenis yang berbeda baik untuk kondom lelaki mau pun kondom perempuan, yaitu :
  • Kondom lateks. Ini merupakan kondom yang paling efektif dalam mencegah kehamilan dan paling sering digunakan. Tapi hati-hati, reaksi alergi bisa terjadi pada sebagian orang dengan kondom jenis ini
  • Kondom kulit domba. Ini adalah kondom yang terbuat dari usus domba. Kondom ini hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan dan tidak dapat mencegah penyakit menular seksual karena masih ada pori-pori kecil seperti kulit
  • Kondom plastik. Kondom jenis ini efektif melindungi dari kehamilan dan juga penyakit menular seksual
  • Kondom dengan pelumas. Kondom ini bisa mengurangi rasa sakit karena gesekan. Ada pelumas yang dapat melicinkan dan juga mencegah sobeknya kondom

Itu dia beberapa hal yang perlu Sobat Bidan tahu tentang kondom. Bagaimana, tertarik untuk mencoba KB yang satu ini? Semoga berhasil, ya!


Salam Sayang, 


Selamat siang, Sobat Bidan!


Pernahkah Sobat Bidan bertanya-tanya kenapa ASI eksklusif harus diberikan pada bayi sampai umur 6 bulan? Atau kenapa bayi baru boleh diberi makanan pendamping ASI (MPASI) saat sudah menginjak umur 6 bulan? Ini dia beberapa penjelasan dan alasannya.

Meningkatnya kebutuhan nutrisi

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, dia mulai membutuhkan lebih banyak asupan gizi dan nutrisi. Karena inilah, ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Selain itu, pada usia ini ASI juga sudah mulai encer dan berkurang kandungan lemaknya sehingga bayi butuh asupan gizi dalam bentuk lain yaitu MPASI.

Organ bayi sudah siap

Alasan lain adalah bahwa pada usia 6 bulan, organ pencernaan bayi sudah siap dan berfungsi sempurna. Misalnya pankreas yang sudah bisa mengolah, mencerna, dan menyerap berbagai asupan seperti karbohidrat, protein, serta lemak. Ginjal bayi juga sudah berfungsi dengan baik sehingga sudah bisa mengeluarkan sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuhnya. 

Sistem saraf mulai berkembang

Kemudian di usia 6 bulan ini, sistem persarafan dan oromotor bayi sudah mulai berkembang. Dari usia 0-5 bulan bayi cenderung menghisap, di usia ini bayi sudah mulai bisa menggigit. Karena itulah si kecil butuh rangsangan yang lebih agar perkembangan ini semakin baik. Selain itu, bayi juga sudah mulai mengunyah dan menelan sehingga ibu tidak perlu takut akan tersedak.

Perkembangan motorik kasar

Di usia ini bayi juga sudah mulai duduk, dan mengambil benda-benda di dekatnya kemudian memasukkannya ke mulut. Ini baik sekali untuk mengenalkan berbagai tekstur dan rasa makanan pada bayi sehingga nantinya bayi terbiasa dan tidak sulit untuk makan.

Jika diberikan terlalu dini?

Beberapa risiko akan terjadi jika MPASI diberikan pada bayi dalam usia yang terlalu dini. Salah satunya akan mengganggu sistem pencernaan seperti susah buang air besar. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan terlalu keras bekerja mengolah makanan padat.

Risiko lain yang bisa terjadi adalah alergi protein. Ini disebabkan kekebalan usus belum sempurna sehingga enzim yang melapisi protein makanan penyebab alergi belum cukup diproduksi.

Jika diberikan terlambat?

Jika MPASI diberikan terlambat misal pada usia bayi 7 bulan, apa yang akan terjadi? Kemungkinan si kecil bisa mengalami mal nutrisi atau kekurangan gizi. Kondisi ini akan menyebabkan bayi jadi rentan sakit, serta perkembangan tubuhnya pun tidak optimal. Sistem oromotor bayi juga tidak berkembang sehingga kemungkinan nantinya dia akan sulit makan.

Apakah ada pengecualian?

Terkait dengan semua alasan yang dipaparkan di atas, ibu juga tidak boleh terlalu fanatik mendefinisikan ASI eksklusif ini. Misalkan kenaikan berat badan bayi tidak memenuhi syarat dan si kecil sudah berumur lebih dari 4 bulan, maka boleh saja diberikan MPASI untuk menunjang kenaikan BB-nya. Jika usianya masih di bawah 4 bulan, maka berikanlah ASI yang adekuat, ASI perah lebih banyak, atau jika perlu dengan sufor juga.



Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa alasan yang perlu Sobat Bidan tahu, kenapa MPASI harus diberikan pada umur bayi 6 bulan. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com
Selamat siang, Sobat Bidan!

Makanan selama nifas
Adakah Sobat Bidan yang sedang dalam masa nifas? Adakah yang pantang makan dan takut makan ikan atau telur? Yuk, kita ulas sama-sama makanan apa saja sih, yang dianjurkan untuk ibu dalam masa nifas?

1. Susu

Tidak hanya si kecil yang membutuhkan susu, tapi ibu pun sangat membutuhkan asupan susu. Selain bagus untuk tulang, minum susu saat masa nifas pun dapat menjaga kebugaran dan kesehatan ibu. 

2. Makanan yang mengandung protein

Selain susu, makanan yang mengandung protein sangat bagus dikonsumsi oleh ibu nifas. Protein bisa memberikan efek tenang pada otak, selain itu juga bisa menumbuhkan jaringan baru yang akan membuat luka bekas jahitan ibu menjadi cepat kering. Protein bisa didapat dari telur, ikan, daging, juga cemilan seperti yoghurt, keju, juga biskuit.

3. Minyak Omega 3

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak minya omega 3 dapat mengurangi tingkat stres pada otak. Ibu nifas memerlukan makanan ini karena mengatasi bayi baru lahir dan dirinya sendiri saat masa ini tidaklah mudah. Hal inilah yang kadang menimbulkan stres bahkan depresi. Kandungan minyak omega 3 bisa didapat dari berbagai makanan seperti ikan salmon, biji kenari, dan minyak zaitun.

4. Air putih

Ibu nifas butuh sekitar 3 liter cairan per harinya. Karena itu, penuhilah kebutuhan cairan ini dengan konsumsi air putih banyak-banyak. Hal ini akan berpengaruh pada kelancaran ASI ibu dan mengurangi risiko dehidrasi. Dehidrasi bisa berujung kelelahan dan depresi pada ibu nifas.

5. Sayuran hijau

Perbanyaklah makan sayuran hijau saat masa nifas. Sayuran hijau banyak mengandung vitamin yang diperlukan tubuh pada masa-masa ini, serta mengandung banyak antioksidan. Selain itu, beberapa sayuran hijau juga kaya akan zat besi yang bisa mencegah ibu dari anemia. Contoh sayuran hijau adalah brokoli, kol, daun katuk, bayam, buncis, dan lain-lain. 

6. Cokelat

Jika ibu dianjurkan ngemil makanan yang mengandung gula, maka pilihlah cokelat. Utamanya dark chocholate yang punya 70% kadar cocoa yang lebih tinggi, sangat bagus sekali untuk membangun mood ibu dalam masa nifas.

7. Buah-buahan

Ibu nifas sangat membutuhkan lebih banyak vitamin C di masa ini daripada saat hamil. Karenanya, ibu dianjurkan untuk makan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, apel, tomat, dan sebagainya. Vitamin C sangat bagus untuk kekebalan tubuh dan juga antioksidan.

8. Kurangi kafein

Jika selama hamil ibu sudah banyak mengurangi konsumsi kafein, pertahankan hal ini sampai masa nifas. Konsumsi kafein terlalu sering sepanjang hari akan membuat mood ibu terganggu, gelisah, dan mudah lelah.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa nifas. Jadi, jangan pantang makan lagi, ya! Semoga postingan ini bermanfaat!

Jangan pantang makan, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com