Inilah 6 Metode KB untuk Ibu Menyusui Paling Efektif, Sobat Bidan Sudah Tahu?

KB untuk ibu menyusui apa, ya yang paling tepat dan tidak mengganggu ASI? 
Di sini jawabannya!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Setelah bersalin bingung mau pakai KB apa? KB untuk ibu menyusui apa, ya? Biasanya ini nih, yang bikin bingung. Karena, selain untuk mengantisipasi adanya pembuahan lagi, KB tersebut juga tidak boleh mengganggu produksi ASI. Betul tidak, Sobat Bidan?

Memang, KB pasca bersalin terutama bagi busui haruslah alkon yang tidak mengganggu ASI. Memang ada, Bu Bidan? Jelas ada dong, simak postingan ini sampai selesai supaya Sobat Bidan tahu KB untuk ibu menyusui yang paling tepat!

Metode Amenorhea Laktasi (MAL)

Nah, ini dia KB yang paling dianjurkan setelah bersalin. Dengan ini, Sobat Bidan tidak perlu minum apa pun atau menggunakan alat apa pun untuk ber-KB. Sobat Bidan hanya perlu memberi ASI secara eksklusif sampai 6 bulan pertama. 

Sesuai dengan deskripsinya, MAL ini hanya efektif sampai 6 bulan saja, ya. Selain itu ada syarat lain pula seperti ibu harus menyusui secara eksklusif dan on demand (lebih kurang 8x sehari dengan rentang waktu antara 4 jam), umur bayi kurang dari 6 bulan, dan ibu belum mendapat menstruasi lagi pasca bersalin. 

Jika syarat tersebut sudah gugur salah satunya, maka MAL sudah tidak efektif lagi. 
MAL, paling efektif hanya dalam 6 bulan

Suntik Progestin

Kalau dengan MAL merasa kurang mantap, Sobat Bidan bisa menggunakan KB suntik progestin atau KB suntik 3 bulan. Kandungan dalam KB ini tidak akan mengganggu produksi ASI, yaitu hanya progesteron saja.

Untuk waktunya, 6 minggu setelah bersalin adalah waktu yang paling pas untuk mulai menggunakan KB ini untuk ibu yang menyusui. Sedangkan jika tidak menyusui, Sobat Bidan bisa segera ber-KB suntik 3 bulan ini langsung setelah bersalin. 

Tentang KB suntik 3 bulan dan efek sampingnya, bisa dibaca di sini, Sobat Bidan!

Pil Mini

Jika Sobat Bidan lebih suka metode yang satu ini, maka pil mini adalah salah satu pilihan tepat KB untuk ibu menyusui. Pil mini adalah pil yang hanya berisi 21 butir tanpa pil plasebo. Sama halnya dengan suntik 3 bulan, pil mini juga hanya mengandung progesteron saja. Karena itulah pil mini tidak akan mengganggu produksi ASI.

Kb pil memang tidak pernah salah

Untuk ibu menyusui, bisa mulai menggunakan KB ini setelah 6 minggu pasca bersalin. Jika tidak menyusui, Sobat Bidan bisa menggunakannya segera setelah bersalin. Untuk tatacara minum pil KB, baca di sini, ya!

Intra Uterine Device atau IUD

Nah, yang satu ini jelas pilihan aman bagi ibu menyusui yang ingin ber-KB tanpa mengganggu ASI. IUD atau AKDR adalah kontrasepsi non hormonal, artinya tidak akan berpengaruh apa-apa pada kondisi hormonal Sobat Bidan.

Karena inilah KB IUD efektif sekali bagi busui. Pemasangannya bisa dilakukan langsung usai proses persalinan, tepatnya kira-kira 10 menit - 48 jam pertama pasca lahir ari-ari pada persalinan normal dan dipasang langsung pada persalinan caesar. 

Jika Sobat Bidan ingin memasang IUD pada masa nifas, maka waktu yang tepat adalah 4 minggu - 6 minggu atau 42 hari setelah bersalin. Pemasangan IUD lebih dari 48 jam sampai 4 minggu pasca bersalin tidak dianjurkan karena berisiko mengalami perforasi dan ekspulsi rahim. 

Kondom

Kondom efektif untuk Kb busui
Jika tidak ingin repot-repot, maka metode KB sederhana yang satu ini juga bisa dicoba. Kondom efektif sampai 85% mencegah kehamilan, juga bisa mencegah penyakit menular seksual. Karena KB ini non hormonal, tentu saja pemakaiannya tidak akan berpengaruh pada pengeluaran ASI.

Kontrasepsi Mantap 

Kontap adalah kontrasepsi permanen. Artinya, tidak bisa lagi kesuburan pemakainya dikembalikan. Seperti yang sudah diketahui, ada dua macam kontap yakni Tubektomi atau kontap untuk wanita dan Vasektomi atau kontap untuk pria. 

Karena bersifat permanen, Kb ini tentunya punya banyak persyaratan demi kebaikan penggunanya sendiri. Jelas, kontap adalah KB yang tidak berpengaruh pada produksi ASI. Kita akan bahas lebih dalam di ulasan KB selanjutnya, ya!

Nah, itu dia beberapa KB untuk ibu menyusui yang efektif dan tidak mengganggu produksi ASI. Bagaimana, Sobat Bidan, sudah memutuskan mau pilih yang mana? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


No comments:

Post a Comment