Mengenal KEK, Penyebab, dan Bahayanya Bagi Ibu Hamil

KEK pada ibu hamil perlu diwaspadai karena bisa berbahaya bagi ibu dan janinnya. 

kek pada ibu hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada yang pernah mendengar istilah KEK? Jika sedang hamil, istilah ini pasti sering kali diucapkan oleh tenaga medis tempat Sobat Bidan periksa, ya. Benar sekali, karena KEK pada ibu hamil adalah salah satu kondisi yang patut diperhatikan.

Nah, simak postingan ini sampai selesai untuk mengenal KEK dan serba-serbinya!

Apa Itu KEK?

KEK merupakan singkatan dari Kekurangan Energi Kronik. Ini adalah suatu kondisi di mana seorang ibu hamil mengalami masalah gizi yang bisa menyebabkan masalah bagi janin. Kekurangan asupan gizi ini prosesnya terjadi selama bertahun-tahun, jadi bukan pada saat hamil saja. Biasanya, KEK terjadi pada wanita usia subur yakni antara 20-45 tahun.

Untuk mendeteksi KEK, ibu bisa melakukan pemeriksaan lingkar lengan (LILA). Jika hasilnya kurang dari 23,5 cm maka hal inilah yang disebut kondisi KEK. Ibu dengan KEK kemungkinan besar memiliki status kurang gizi karena berbagai sebab.


Apa Penyebab KEK Pada Bumil?


Ada berbagai hal yang menyebabkan seorang ibu hamil mengalami KEK, berikut di antaranya :

Asupan gizi kurang

Seorang bumil tentu membutuhkan lebih banyak asupan gizi dibanding ibu yang tidak hamil. KEK terjadi bila kebutuhan gizi ini tidak terpenuhi dengan cukup. Kondisi ibu yang sedang hamil, yang mengharuskan membagi gizinya dengan janin akan saling berpengaruh. Jika kondisi gizi ibu buruk, maka begitu pula kondisi gizi janinnya.

Pengaruh usia bumil

Ibu yang hamil terlalu muda, di bawah 18 tahun misalnya, tentu masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Yang terjadi, gizi yang dikonsumsinya akan jadi rebutan antara tumbuh kembangnya sendiri dan tumbuh kembang janin. Ibu dengan usia terlalu muda rentan mengalami KEK.

Begitu pula jika terlalu tua, ibu juga membutuhkan gizi yang banyak untuk menunjang kinerja reproduksinya. Jika tidak tercukupi, maka akan terjadi KEK pula antara ibu dan janin. Usia yang paling tepat untuk hamil adalah antara 20-34 tahun. 

Young, Woman, Girl, Lady, Female, Work, Working, Study
Aktivitas kerja mempengaruhi KEK
Aktivitas kerja

Aktivitas sehari-hari mempengaruhi status gizi seseorang. Jika ibu hamil punya kegiatan yang berat dan melelahkan, maka asupan gizinya pun harus terpenuhi dengan baik. Jika tidak, maka akan terjadi KEK ini.

Penyakit infeksi

Kesehatan tubuh juga berperan sangat penting untuk status gizi seorang ibu hamil. Jika ibu hamil mengalami infeksi, maka akan lebih mudah kehilangan gizi lebih dari yang seharusnya. Karena itulah, ibu hamil dengan penyakit infeksi rentan mengalami KEK.

Apa Bahaya KEK Bagi Ibu Hamil?

Tak hanya bagi ibu hamil, KEK juga berbahaya bagi janin yang ada di dalam kandungan. Bahaya KEK pada ibu hamil, antara lain :

  • Merasa kesemutan
  • Wajah pucat
  • Tidak bugar
  • Lebih sering merasakan lelah terus menerus
  • Tidak kuat saat mengejan nanti
  • Membuat ASI tidak keluar lancar
Sedangkan bagi janin, risiko dari KEK adalah :
  • Keguguran
  • Berat bayi lahir rendah (kurang dari 2500 gram)
  • Perkembangan janin terhambat
  • Lahir prematur
Nah, itu dia beberapa hal mengenai KEK pada ibu hamil yang patut Sobat Bidan ketahui. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,


No comments:

Post a Comment