Gonta-Ganti KB, Bahayakah?

Gonta-ganti metode KB, adakah hubungannya dengan efek samping KB?

efek samping kb

Selamat siang, Sobat Bidan!

Memang tidak semua wanita cocok dengan salah satu metode KB, ya. Beberapa banyak yang mengeluhkan efek sampingnya sehingga memutuskan untuk ganti KB saja. Sebenarnya, boleh tidak gonta-ganti KB? Amankah, atau juga ada efek sampingnya tertentu?

Postingan kali ini akan membahas tentang aman tidaknya sering gonta-ganti KB. Simak sampai selesai, ya, Sobat Bidan!

Boleh Atau Tidak?

Tentu mengganti metode KB boleh-boleh saja, ya. Namun, cara menggantinya pun tidak boleh asal atau seenaknya sendiri. Alangkah baiknya jika didiskusikan dulu dengan bidan atau dokter kandungan tempat ibu biasanya ber-KB.

Biasanya, ibu akan ditanya kenapa kok sampai ganti KB, apa karena ada masalah tertentu, sulit pemakaiannya, atau ada efek samping yang membuat ibu tidak nyaman? Jika memang ada, diskusikan dengan mereka. Nanti, bidan atau dokter kandungan tersebut akan menyarankan KB yang mana yang paling sesuai untuk ibu.

Selain hal tersebut, perlu diperhatikan juga waktu penggantiannya. Usahakan tanpa jeda, ya. Misalnya saja, ibu yang tadinya KB pil ingin ganti dengan KB suntik. Maka, setelah pil habis langsung saja suntik tanpa harus menunggu beberapa hari. 
Jangan asal ganti KB

Begitu juga sebaliknya, ibu yang menggunakan KB suntik, IUD, atau implant dan misal ingin ganti KB pil, langsung minum setelah lepas dari KB yang dipakai semula. Memberi jeda akan  meningkatkan risiko kehamilan meski jedanya hanya sebentar saja.

Biasanya, ibu juga akan disarankan untuk tetap memakai KB cadangan seperti kondom atau spermisida saat berhubungan setelah ganti KB. Waktunya dianjurkan antara satu minggu bahkan sampai satu bulan supaya ibu tidak mengalami kehamilan.

Hal ini penting karena KB yang baru dengan isi hormon yang baru belum tentu langsung bekerja karena masih beradaptasi dengan tubuh ibu. Jika tidak memakai KB cadangan, ibu bisa saja hamil meski sudah ganti metode KB-nya.

Apa Risikonya?

Sebenarnya, gonta-ganti KB memiliki risiko tersendiri jika dilakukan sembarangan tanpa pengawasan bidan atau dokter. Ibu bisa hamil lagi jika mengganti metode KB seenaknya sendiri.

Selain itu, ibu juga bisa mengalami gangguan siklus menstruasi terkait dengan kacaunya fungsi hormonal. Ini disebabkan jika metode KB yang baru mengandung kadar hormon yang lebih tinggi atau rendah. Masalah ini mungkin tidak akan terjadi bila kadar hormon antara KB yang lama dan KB baru sama jumlahnya.

Ibu juga tidak bisa menghindar dari efek samping dari KB itu sendiri. Karena, mengganti metode KB sama artinya dengan mengulang dari awal. Jadi, kemungkinan ibu mengalami efek samping akan ada sesuai dengan KB jenis apa yang ibu gunakan. 

Siklus mens bisa terganggu
Maka dari itu, jangan sampai gonta-ganti KB hanya karena pengaruh atau testimoni teman. Misalnya ada yang mengatakan bahwa dia cocok dengan KB suntik atau pil, lantas ibu yang menggunakan implant ingin ganti metode. Hal ini tidak bisa disamakan antara satu orang dan orang lainnya, karena kondisi hormonal masing-masing orang berbeda-beda.

Nah, itu dia pemaparan tentang gonta-ganti metode KB. Bagaimana, sudah paham kan, Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,




2 comments: