Jangan Panik Bila Si Kecil Batuk, Lakukan Hal Ini di Rumah

Penyebab batuk pada bayi bermacam-macam, ibu bisa lakukan hal ini di rumah.

mengatasi batuk pada bayi

Selamat siang, Sobat Bidan!

Hadirnya si kecil tentu menambah suasana rumah kian semarak, ya. Namun, beda halnya ketika bayi mendadak sakit. Cuaca yang masih tidak menentu begini rentan sekali membuat si kecil tidak enak badan. Batuk, menjadi salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan ibu dalam cuaca ekstrem seperti ini.

Nah, bila bayi mengalami batuk, jangan dulu panik berlebihan, Sobat Bidan! Ada beberapa hal yang bisa Sobat Bidan lakukan di rumah untuk mengatasinya sebelum dibawa ke dokter. Apa saja itu? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Kenali Jenis Batuk

Ada beberapa jenis batuk yang biasa menyerang bayi atau si kecil. Berikut di antaranya :

Batuk rejan

Batuk ini penyebabnya adalah infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Tanda batuk rejan adalah bayi terengah-engah dan biasanya disertai gejala flu ataupun demam ringan. Jika tidak sembuh-sembuh, batuk ini akan menjadi batuk kering. Untuk mencegah batuk rejan terjadi, ibu bisa melakukan imunisasi pada si kecil.

Batuk croup

Batuk yang satu ini ditandai dengan suara batuknya yang menyerupai gonggongan. Bayi menjadi panas, demam, dan hidungnya beringus. Batuk croup juga akan membuat si kecil sesak napas karena laring dan trakeanya mengalami pembengkakan.

Bronchiolitis

Ini biasa dialami si kecil di tahun-tahun pertamanya, terutama pada saat cuaca sedang dingin. Bayi akan merasa sulit bernapas karena jalan udara ke paru-parunya berlendir dan terinfeksi. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa menjadi batuk croup, pneumonia, pilek, dan infeksi telinga. Gejala lain dari bronchiolitis adalah adanya ingus di hidung, batuk kering, dan bayi tidak nafsu makan.

Gejala yang menyertai batuk
Biasanya, jika si kecil batuk, maka bukan hanya batuk saja yang akan dialami, melainkan akan ada gejala penyerta lainnya. Gejala-gejala tersebut, yaitu seperti :

  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair dan merah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah ketiak, leher, dan belakang kepala
  • Nafsu makan berkurang
Yang Perlu Dilakukan

Nah, sebelum membawa si kecil yang batuk ke dokter, beberapa hal ini bisa ibu lakukan di rumah untuk mengurangi batuknya.

Selektif memilih makanan

Jika bayi masih berumur 6 bulan atau kurang dari itu, fokus saja pada pemberian ASI yang adekuat. Namun, jika si kecil sudah mulai makan, maka ibu harus memilih makanan yang lembut dan tidak memperparah batuknya seperti yogurt dan saus apel. Buatkan si kecil makanan hangat seperti puding atau kaldu ayam juga akan membantu.

Posisikan kepala lebih tinggi

Sama halnya dengan orang dewasa yang akan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan napasnya saat batuk, begitu juga bayi. Ibu bisa memberinya bantal empuk atau handuk bersih yang dilipat untuk memposisikan kepala bayi lebih tinggi dari tubuhnya. Ini dapat membuat napasnya lebih lega.

Berikan madu

Jika si kecil sudah berusia satu tahun lebih, berikan sedikit madu padanya yaitu 1/2 sendok makan sebelum tidur. Madu mengandung antioksidan dan vitamin C yang baik untuk sistem imun dan meringankan batuknya. 

Pastikan istirahatnya cukup

Batuk mungkin akan membuat si kecil rewel, dan di sinilah PR ibu. Untuk proses pemulihan yang lebih cepat, pastikan bayi juga mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Buat dia senyaman mungkin istirahat, misal di dalam gendongan atau di atas kasur.

Tingkatkan cairan tubuhnya

Beri ASI atau susu formula secara intens dan lebih dari biasanya bila bayi belum memulai MPASI. Bila si kecil sudah mengenal makanan, ibu bisa membuatkannya sup hangat, cokelat hangat, jus, atau air putih hangat. Cairan ini dapat mengencerkan lendir dan batuknya sehingga si kecil akan mudah bernapas. Pastikan ibu memberikan dalam keadaan hangat ya, bukan panas.

Beri ASI adekuat
Dekatkan pada uap panas


Beri obat

Untuk ini sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter atau bidan lebih dulu. Ibu bisa memberi bayi ibuprofen jika usianya sudah lebih dari tiga bulan dan beratnya paling tidak mencapai 5 kg. Bisa juga diberi parasetamol untuk bayi jika bayi sudah berusia lebih dari 37 minggu dan beratnya sudah mencapai 4 kg.

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Ibu harus segera membawa si kecil ke dokter jika  bayi masih berusia kurang dari 3 bulan, entah apa pun sakitnya. Dalam kasus batuk ini, ibu sudah harus membawa bayi ke dokter, jika :
  • Batuknya semakin buruk, amati dari suaranya
  • Batuk tidak juga reda sampai 5 hari lamanya
  • Dahaknya berwarna hijau, cokelat atau kuning
  • Suhunya mencapai 38 derajat pada bayi berumur 3 bulan kurang, atau sampai 39 derajat pada bayi usia 6 bulan lebih
  • Pernapasannya bermasalah
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang bisa Sobat Bidan lakukan di rumah saat si kecil batuk. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment