Pakai Pantyliner Setiap Hari, Amankah?

Selamat siang, Sobat Bidan!

pantyliner adalah


Adakah di antara Sobat Bidan yang sering memakai pantyliner di luar saat menstruasi? Sebenarnya, pemakaian pantyliner terlalu sering itu dianjurkan tidak, sih? Nah, postingan kali ini akan membahas tentang pantyliner dan serba-serbinya. Simak sampai selesai, ya!

Beda Pembalut dan Pantyliner?

Sekilas, pembalut dan pantyliner tampaknya sama ya, Sobat Bidan. Tentu yang membedakan hanya ukuran, daya serap, dan ketebalannya saja. Keduanya pun berbahan dasar sama yaitu kapas asli atau sintetis. Karena pembalut mempunyai daya serap yang lebih tinggi serta lebih tebal, pembalut cocok sekali dipakai pada saat kita mengalami hari-hari awal menstruasi, saat darah sedang banyak-banyaknya. 

Sedangkan pantyliner, karena bentuknya yang tipis dan kecil, serta daya serapnya lebih rendah dari pembalut, sering digunakan pada hari-hari terakhir menstruasi. Ada juga yang memakai pantyliner di fase menjelang menstruasi karena keluar cairan banyak dari miss-V mau pun flek-flek kecoklatan.

Kenapa Pakai Pantyliner?

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi alasan bagi seorang perempuan hingga ia memakai pantyliner terlalu sering. Berikut di antaranya :

  • Jumlah cairan di miss-V yang berlebihan. Cairan ini akan menjadikan area miss-V lembap jika dibiarkan. Karenanya, banyak perempuan yang menggunakan pantyliner untuk menyerap cairan miss-V ini supaya tidak lembap
  • Spotting. Bercak darah yang sering keluar di luar menstruasi dinamakan spotting. Tentu supaya tidak bocor dan meninggalkan noda, perempuan butuh pantyliner saat sedang terjadi flek tersebut
  • Inkontinensia urine, atau keluarnya pipis tanpa bisa ditahan. Ini merupakan suatu penyakit yang kadang dialami perempuan. Tentu daripada memakai pembalut atau popok dewasa, memakai pantyliner jelas lebih nyaman
Apa Risiko yang Dapat Terjadi?

Ada beberapa risiko yang dapat terjadi jika memakai pantyliner setiap hari atau terlalu sering, di antaranya :
  • Iritasi. Bagian sekitar miss-V bisa saja terjadi iritasi karena bergesekan dengan pantyliner. Hal ini disebabkan bahan pantyliner tidak sepenuhnya lembut. Selain itu, ada juga pantyliner yang dicampur bahan kimia seperti pemutih dan pewangi, hingga pada kulit yang sensitif tentu akan menyebabkan iritasi
  • Infeksi di miss-V. Miss-V yang sehat adalah yang mendapat sirkulasi udara cukup dan tidak lembap. Memakai pantyliner dapat meningkatkan kelembapan karena plastik yang direkatkan ke celana dalam akan mengurangi sirkulasi udara. Ini bisa membuat area sekitar miss-V berkeringat. Miss-V yang lembap akan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi
Bagaimana Tips Memakai Pantyliner?

pantyliner
Tips memakai pantyliner
Jika memang harus memakai pantyliner dengan sering bahkan setiap hari, berikut tips yang dapat dicoba :
  • Konsultasikan lebih dulu ke dokter agar jelas diagnosa keluhan yang mengharuskan memakai pantyliner (misal keputihan atau flek)
  • Pilih pantyliner yang tidak mengandung pemutih dan pewangi, baca tipsnya di sini
  • Ganti pantyliner setiap 4 jam sekali agar tidak penuh bakteri dan lembap
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang lembut dan adem
  • Beri miss-V udara yang leluasa, misal saat tidur tidak usah memakai pantyliner dan celana dalam supaya miss-V tetap bisa bernapas
  • Jika memang sangat perlu dan dianjurkan dokter, pakai pembersih kewanitaan yang mengandung povidon-iodine untuk mencegah pertumbuhan bakteri di sekitar miss-V
Nah, itu dia Sobat Bidan, hal-hal terkait tentang pantyliner. Intinya, memakai pantyliner setiap hari atau terlalu sering tidaklah dianjurkan, justru kalau bisa sebaiknya dihindari. Namun, bila ada indikasi tertentu sesuai anjuran dokter, tidak ada salahnya juga untuk memakai pantyliner dengan tetap memperhatikan tips di atas, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment