Kenapa Perut Masih Berkontraksi Setelah Melahirkan? Ini Jawabannya, Sobat Bidan!

Selamat siang, Sobat Bidan!

kontraksi rahim setelah bersalin

Ada yang baru saja melahirkan atau punya pengalaman serupa? Kenapa sih, perut kok masih berkontraksi dan nyeri rasanya, padahal sudah selesai proses melahirkan? Ada yang seperti itu? Jangan cemas ya, Sobat Bidan, kontraksi pasca melahirkan adalah hal yang normal. Yuk, simak ulasan berikut sampai selesai!

Kontraksi yang Masih Terasa

Dalam satu sampai dua hari pasca bersalin, Sobat Bidan kadang memang masih akan mengalami kontraksi sehingga perut terasa nyeri. Rasanya bisa jadi seperti nyeri menstruasi, atau bahkan lebih tajam dan sakit. Ini adalah hal alamiah dan normal, dan justru pertanda bagus bagi Sobat Bidan. 

Biasanya, rasa nyeri ini akan sedikit terjadi lebih ringan pada Sobat Bidan yang baru pertama kali melahirkan. Hal ini disebabkan karena otot-otot rahim masih kencang sehingga kontraksi berjalan stabil. Beda dengan Sobat Bidan yang sudah melahirkan anak kedua dan seterusnya. Jarak antara kontraksi rahim dan relaksasinya lebih pendek, jadi rasa sakit saat kontraksinya pun lebih terasa. 

Apa Penyebabnya?

Jika Sobat Bidan bertanya-tanya apa yang menyebabkan kontraksi ini masih terasa, maka jawabannya adalah karena proses involusi uterus yang sedang berlangsung. Involusi uterus merupakan proses kembalinya ukuran dan bentuk rahim ke ukurannya semula sebelum hamil. Proses ini memerlukan dorongan otot-otot rahim, sama seperti saat mengeluarkan janin. Jadilah rahim berkontraksi untuk mendukung proses penyusutan ini. Involusi uterus membutuhkan waktu 6-8 minggu sampai rahim benar-benar kembali ke ukuran semula.

Ditambah proses menyusui yang mengeluarkan hormon oksitosin, maka wajar jika kontraksi semakin terasa. Hormon oksitosin juga mampu membantu berjalannya kontraksi. Perlu Sobat Bidan tahu, kontraksi ini pertanda bagus karena berarti tidak ada sesuatu yang tertinggal di rahim. Jika setelah melahirkan rahim malah terasa lembek dan tidak ada kontraksi, hal tersebut justru dapat memicu perdarahan. Dicurigai karena masih ada sisa persalinan yang tertinggal misalnya sisa plasenta, sehingga mengganggu kontraksi dan proses involusi uterus.

Bagaimana Cara Mengurangi Nyeri?

Meski tidak bisa dicegah, Sobat Bidan bisa melakukan beberapa hal ini untuk mengurangi nyeri akibat kontraksi tersebut.

  • Tidur tengkurap dan ganjal perut dengan bantal. Banyak yang mengatakan bahwa cara ini ampuh mengurangi nyeri. Tapi, untuk Sobat Bidan yang melahirkan secara sesar, jangan sesekali melakukan hal ini jika jahitannya masih belum kering benar, ya
  • Jangan sampai menunda pipis. Kandung kemih yang penuh dapat menekan rahim sehingga memicunya untuk berkontraksi. Karena itu, tak apa jika Sobat Bidan BAK meski tidak terasa ingin pipis sekalipun
kontraksi setelah bersalin
Kompres perut dengan air hangat
  • Kompres atau berendam air hangat. Cara ini bisa membuat Sobat Bidan merasa lebih rileks dan santai
  • Pijit dengan lembut, jangan terlalu keras. Cukup dengan mengelus perut dengan lembut saat nyeri sedang datang menghampiri
  • Konsumsi ibuprofen atau obat pereda nyeri lainnya jika diizinkan oleh dokter
Nah, itu dia ulasan tentang kontraksi pasca melahirkan yang kadang membuat Sobat Bidan khawatir. Sudah paham ya, sekarang? Jadi, tidak perlu cemas lagi karena kontraksi pasca bersalin justru suatu kemajuan yang bagus. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang.




No comments:

Post a Comment