Solusio Plasenta, Apa Itu?

Selamat siang, Sobat Bidan!

Seputar solusio plasenta
Salah satu tanda bahaya pada kehamilan khususnya di kehamilan tua adalah solusio plasenta. Ada yang sudah pernah mendengar atau sudah mengetahui istilah ini? Jika belum, yuk, simak ulasan berikut sampai selesai!

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta adalah lepasnya plasenta (ari-ari) dari tempat implantasi normalnya, sebelum waktunya. Umumnya, plasenta akan lepas dalam kala tiga persalinan atau setelah lahirnya bayi. Namun, pada kasus solusio plasenta, plasenta akan lepas bahkan saat ibu masih mengandung atau belum ada tanda-tanda akan bersalin.

Bagaimana gejalanya?

Ada beberapa tanda gejala apabila seorang ibu mengalami solusio plasenta. Gejala tersebut dibagi menjadi tiga tingkatan berdasarkan ringan dan beratnya rasa sakit yang dialami ibu, yaitu : 

  • Kelas 0. Solusio plasenta kelas 0 ditandai dengan plasenta yang penyok pada saat persalinan, serta adanya gumpalan darah. Pada kasus ini, ibu tidak akan mengalami gejala yang berarti.
  • Kelas 1 atau solusio plasenta ringan, ditandai dengan adanya perdarahan ringan atau bisa juga tidak. Nyeri rahim yang ringan, tekanan darah dan denyut ibu normal, tidak ada gawat janin, dan tidak ada perubahan koagulasi darah.
  • Kelas 2 atau solusio plasenta sedang. Kasus ini ditandai dengan ada atau tidaknya perdarahan ringan. Nyeri perut sedang sampai berat dengan kontraksi yang tetanik.  Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah ibu dipengaruhi posisinya (duduk atau berbaring, dll) serta terjadi gawat janin.
  • Kelas 3 atau solusio plasenta berat. Ditandai dengan ada atau tidaknya perdarahan berat dari jalan lahir. Terjadi kejang atau nyeri rahim yang sangat kuat, ibu bisa langsung syok, terjadi koagulopati dan kematian janin.
  • Berbeda dengan plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) yang darahnya berwarna merah segar, darah yang keluar dari solusio plasenta ini cenderung pekat dan kehitaman.
  • Perut mengejang dan keras seperti papan.
  • Jika tidak ada darah yang keluar dari jalan lahir, itu justru lebih berbahaya karena bisa jadi terjadi perdarahan di dalam dan tertahan oleh plasenta.
Apa penyebab dan faktor risiko kasus ini?

Berikut beberapa faktor risiko seorang ibu bisa mengalami solusio plasenta, di antaranya :
  • Trauma, seperti apabila ibu jatuh dengan hentakan yang keras
  • Ibu hamil dengan hipertensi
  • Ibu hamil yang merokok atau mengkonsumsi alkohol
  • Ibu hamil yang memakai kokain atau narkoba
  • Ibu hamil dengan tingkat sosio-ekonomi rendah sehingga tidak tercukupi kebutuhan nutrisinya
  • Tali pusat pendek
  • Pernah mengalami solusio plasenta sebelumnya
  • Usia terlalu tua atau terlalu muda
  • Ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini
Diagnosis dan penanganan

Untuk menegakkan diagnosa solusio plasenta, dibutuhkan pemeriksaan fisik mau pun USG oleh dokter kandungan. Sedangkan ibu hamil yang mengalami solusio plasenta diharuskan secepat mungkin untuk dibawa ke faskes terdekat untuk dilakukan penanganan.

Biasanya akan dilakukan rawat inap, penambahan cairan dan persiapan untuk transfusi darah. Jika disebabkan karena koagulasi, dokter akan menyiapkan koagulan dan obat-obatan. Bila kehamilan kurang dari 37 minggu, kemungkinan ibu akan diberi kortikosteroid untuk pematangan paru bayi. Bila keadaannya memungkinkan, persalinan normal mungkin bisa dilakukan, namun jika kondisinya gawat maka akan segera dilakukan operasi caesar.

Bagaimana pencegahannya?

Pencegahan solusio plasenta tentunya adalah dengan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Khususnya untuk wanita yang merokok atau mengkonsumsi kokain, untuk dilakukan rehabilitasi supaya tidak terjadi solusio plasenta pada kehamilannya.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal tentang solusio plasenta yang mesti Sobat Bidan tahu. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Sayangi kehamilan Anda
Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment