Seputar KB Kalender yang Mesti Sobat Bidan Tahu

Selamat siang, Sobat Bidan!

Kb kalender? Why not?
Apakah Sobat Bidan termasuk wanita yang tidak suka menggunakan KB macam-macam? Efek samping dari berbagai alat kontrasepsi memang terkadang membuat wanita enggan ber-KB. Namun, Sobat Bidan tidak perlu khawatir, karena tetap bisa ber-Kb dengan KB yang sederhana atau tanpa alat. 

Salah satunya adalah KB kalender. Tentu sudah familiar sekali dengan istilah ini, bukan? Untuk penjelasan lengkapnya, silakan simak ulasan berikut sampai selesai, ya.

Apa itu KB kalender?

Kb kalender merupakan salah satu metode KB sederhana tanpa alat yang menitikberatkan pada perhitungan masa subur seorang wanita. 

Bagaimana cara penggunaannya?

Berbeda dengan KB menggunakan alat, KB kalender tentu penggunaannya pun manual dan hanya dibutuhkan kerjasama suami-istri di sini. 

  • Pertama, ibu harus mengetahui dulu kapan masa suburnya. Untuk menghitung masa subur ini, ibu juga harus mengamati siklus menstruasi selama 3-6 bulan terakhir. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama mens di bulan ini sampai hari pertama mens di bulan berikutnya.
  • Kedua, ibu harus menghitung masa subur atau ovulasi. Caranya dihitung mulai 14 hari sebelum masa mens bulan berikutnya, ditambah 5 hari sebelum itu, dan 1 hari sesudahnya. Jadi, total adalah 20 hari. Pada masa ini sebaiknya pasutri menghindari hubungan intim atau kombinasikan dengan metode KB yang lain.
  • Perlu dicatat, penghitungan seperti di atas berlaku hanya untuk wanita yang siklus menstruasinya teratur. Bagi wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur, maka harus dicatat terlebih dahulu siklus menstruasinya selama 6 bulan. Setelah itu lihat mana hari terpendek dan hari terpanjang dari siklus menstruasi selama 6 bulan tersebut.
  • Begini rumus penghitungannya : Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek - 18. Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang - 11.
  •  Misalnya siklus terpendek ibu adalah 21 hari, maka 21 - 18 = 3. Kemudian, siklus terpanjang adalah 35 hari, maka 35-11 = 24. Jadi, hasilnya adalah awal masa subur ibu ada di tanggal 3, dan hari terakhir masa subur pada tanggal 24. Jadi, selama hari-hari itu dianjurkan untuk menggunakan KB lain saat berhubungan intim agar tidak hamil.
Apa keuntungan KB kalender?

Berikut beberapa keuntungan apabila ibu menggunakan KB kalender :
  • Sederhana
  • Bisa digunakan setiap wanita dengan riwayat kesehatan bagaimana pun
  • Tidak perlu peralatan medis untuk penerapannya
  • Tidak mengganggu kenyamanan saat berhubungan seksual
  • Tidak perlu pengeluaran biaya
  • Dapat terhindar dari risiko dan efek samping alat kontrasepsi
  • Tidak perlu tempat pelayanan KB
Bagaimana dengan keterbatasannya?

Jika ada keuntungan yang didapat, KB kalender juga memiliki keterbatasan atau kerugian tertentu, sebagai berikut :
  • Memerlukan kerjasama antara suami istri untuk efektivitasnya
  • Pasutri tidak bisa berhubungan setiap saat
  • Angka kegagalan yang tinggi yaitu antara 14-47 persen
  • Tidak melindungi dari penyakit menular seksual
  • Cukup sulit untuk wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur
  • Lebih efektif jika dikombinasikan dengan alat kontrasepsi lain
Ayo ber-KB!
Nah, itu dia beberapa hal yang perlu Sobat Bidan ketahui tentang KB kalender jika ingin mencoba menggunakannya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment