Persalinan Sudah Dekat Jika Sobat Bidan Merasakan Tanda-Tanda Ini

Selamat siang, Sobat Bidan!

Tanda-tanda persalinan
Adakah yang masih menunggu detik-detik hari perkiraan lahir si bayi? Sudah menyiapkan berbagai keperluan yang diperlukan belum? Jangan ragu untuk segera mengemasi perlengkapan bayi dan ibu dalam sebuah tas, ya. Agar jika tiba saatnya bersalin, sudah tidak perlu repot lagi.


Adakah Sobat Bidan yang masih awam mengenai tanda-tanda persalinan? Bagi Sobat Bidan yang baru pertama kali hamil, mungkin masih bingung tentang bagaimana tanda menjelang persalinan. Baiklah, simak ulasan berikut sampai habis, ya!


1. Bayi terasa turun

Sudah pernah merasakan sensasi ini? Di mana kepala bayi seolah memenuhi rongga panggul hingga membuat kandung kemih terdesak sehingga sering bolak-balik kamar mandi. Jika ibu sudah merasakannya, maka bersiaplah, sebentar lagi persalinan akan menjelang. Empat minggu sebelum bersalin atau pada umur kehamilan 36 minggu biasanya bayi di dalam perut sudah mapan seperti ini. 

Namun begitu, pada ibu primigravida atau yang baru pertama kali hamil, penurunan kepala bisa terjadi di detik-detik menjelang persalinan atau justru pada saat persalinan itu berlangsung. Sedangkan normalnya, penurunan kepala pada primigravida terjadi sebelum umur kehamilan 38 minggu.

2. Nyeri punggung dan kram perut yang hebat

Jika Sobat Bidan mulai merasakan nyeri di sekitar punggung bagian bawah dan paha yang menjalar semakin hebat, segera bersiaplah, sebentar lagi akan memasuki proses persalinan. Selain itu, Sobat Bidan juga akan merasakan tekanan di area panggul sampai dubur yang teratur. Itu menandakan bahwa otot dan sendi tubuh sedang bergeser untuk persiapan proses persalinan.

3. Cairan keputihan berwarna kemerahan dan lebih kental 

Tanda-tanda menjelang persalinan yang berikutnya adalah bloody show. Bloody show artinya keluarnya bercak-bercak kemerahan menyerupai darah yang kental dari jalan lahir. Cairan ini merupakan cairan yang tersumbat oleh leher rahim. Karena mendekati persalinan leher rahim akan semakin melonggar, maka keluarlah cairan yang tersumbat ini. Jika sudah muncul bloody show, saatnya Sobat Bidan berangkat ke tempat bersalin yang sudah direncanakan.

Pakai pembalut 
4. Kontraksi yang kuat dan teratur

Beda dengan kontraksi Braxton His atau kontraksi tipuan yang jarang-jarang, saat menjelang persalinan Sobat Bidan akan merasakan kontraksi yang teratur. Kontraksi tersebut misalnya dimulai dari satu kali setiap lima menit sekali dengan durasi 40 detik, begitu terus hingga terjadi semakin sering. 

Kontraksi terjadi sebagai upaya penurunan kepala bayi dan untuk mendorong adanya pembukaan pada leher rahim untuk proses persalinan. Tubuh Sobat Bidan bisa jadi menggigil meski tidak kedinginan. Tapi jangan khawatir, itu merupakan salah satu mekanisme tubuh yang normal untuk mengurangi rasa sakit selama kontraksi. Redakan dengan pijat atau berendam di air hangat.

5. Pecahnya air ketuban

Jika di kehamilan tua Sobat Bidan sering merasakan rembes-rembes di celana dalam, itu merupakan air ketuban yang keluar sedikit-sedikit. Hal ini yang menyebabkan wanita saat kehamilan tua bisa mengalami penurunan berat badan, karena keluarnya cairan ketuban tersebut. Sebagian besar wanita akan mengalami hal ini, dan hanya 15-20 persen saja yang air ketubannya pecah secara langsung.

Namun, bila Sobat Bidan mengalami pecah air ketuban dalam satu waktu sehingga membuat basah kuyup di umur kehamilan yang sudah mendekati HPL, maka segeralah pergi ke tempat bersalin. Ini merupakan tanda pasti persalinan yang harus ditangani sesegera mungkin. Tapi, bila air ketuban itu pecah jauh sebelum waktu persalinan, ini merupakan salah satu tanda bahaya yang akan kita bahas nanti di postingan selanjutnya.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa tanda-tanda persalinan yang mesti diketahui. Segera berangkat ke faskes terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan jika Sobat Bidan sudah mengalami tanda-tanda di atas. Semoga postingan ini bermanfaat!

Semoga persalinannya lancar!
Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels

No comments:

Post a Comment