Ngidam Saat Hamil, Bagaimana Penjelasan Ilmiahnya? Ini Dia!

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ngidam?
Istilah ngidam pasti sangat familiar sekali untuk kita semua, ya. Khususnya pada ibu hamil, ngidam bisa jadi merupakan satu peristiwa yang akan dialami. Ngidam itu apa sih, sebenarnya? Ngidam merupakan keinginan perempuan hamil terhadap makanan-makanan tertentu, biasanya yang agak aneh-aneh. Biasanya yang dijadikan alasan adalah: bawaan bayi.

Nah, penjelasan ilmiahnya bagaimana, sih?

Sebenarnya, belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa ngidam itu merupakan sebuah proses tubuh atau benar bawaan bayi. Memang ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa ngidam merupakan akibat dari perubahan hormonal saat hamil. Perubahan hormon ini membuat indera perasa dan penciuman menjadi lebih sensitif, jadilah ngidam. Ngidam juga diartikan sebagai bentuk perubahan psiklogis seorang ibu hamil yang cenderung ingin diperhatikan dan dimanja suami. 

Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa ngidam merupakan keinginan yang timbul akibat tubuh seorang wanita hamil kurang nutrisi tertentu. Misalnya tubuh ibu kurang protein, maka dia akan ngidam makanan yang banyak mengandung protein seperti daging-dagingan, dan sebagainya. Jadi, yang dibutuhkan sebenarnya bukan makanannya melainkan kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut. 

Jika ada ibu hamil yang ngidam benda-benda membahayakan seperti krayon, bedak, dan sebagainya, kemungkinan dalam tubuhnya kekurangan zat besi. Untuk yang seperti ini, alangkah bijaknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.


Sebaiknya dituruti atau diabaikan?


Mitos yang tersebar di Indonesia adalah anak akan jadi ngileran atau keluar air liur terus-terusan apabila saat ngidam tidak dituruti. Ini jelas hanyalah mitos belaka. Untuk menuruti atau mengabaikan ngidam ini, ibu harus menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

Jangan sampai ngidam membuat berat badan jadi naik melebihi batas normal. Ibu dengan riwayat atau penderita diabetes juga sebaiknya tidak begitu saja dituruti saat ngidam yang manis-manis. Atau, bisa juga ngidamnya diganti dengan makanan yang serupa tapi kandungan gula dan lemaknya lebih sedikit.

Misal saat ibu ngidam es krim tinggi lemak, bisa diganti dengan es krim yang rendah lemak, atau yogurt. Jika ngidam donat atau kue sejenisnya, bisa diganti dengan roti yang terbuat dari biji-bijian utuh yang lebih rendah kalorinya. Ngidam keripik kentang bisa diganti popcorn tanpa mentega, dan minuman bersoda bisa diganti dengan jus buah.

Jadi, boleh menuruti ngidam selama itu sesuai dan tidak berbahaya untuk kondisi tubuh ibu. Bagaimana Sobat Bidan? Sudah ada gambaran mengenai ngidam, bukan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment