Pekerjaan rumah yang berat tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. 

kehamilan muda yang sehat

Selamat siang, Sobat Bidan!

Kehamilan muda yang sehat tentu menjadi keinginan setiap wanita, ya. Apa lagi, kehamilan muda memang waktu yang rentan terhadap berbagai masalah kehamilan. Karena di usia kandungan yang masih muda ini memang tubuh kita sedang beradaptasi dengan perubahan, jadi efeknya tentu akan berpengaruh.

Nah, ada lho, beberapa hal di rumah yang perlu Sobat Bidan hindari demi kehamilan muda yang sehat. Apa sajakah itu? Simak postingan berikut sampai selesai, ya!

Mengangkat Barang Berat

Aduh, jangan sesekali mengangkat barang-barang berat saat suami sedang tidak di rumah. Bersabarlah sampai suami pulang, Sobat Bidan. Mengangkat barang yang berat seperti cucian basah seember besar, tabung gas, apa lagi galon, sangat dilarang bagi wanita yang sedang hamil muda. 

Hal ini bisa menyebabkan cidera punggung pada wanita hamil. Parahnya lagi, bahkan bisa menyebabkan kontraksi yang berujung pada ancaman keguguran. Diperhatikan betul, ya!

Mengepel Lantai

Terus siapa dong, yang harus ngepel kalau bukan kita para istri? Pasti itu bukan, yang ada di benak Sobat Bidan semua? Ya, mengepel lantai memang boleh-boleh saja, tapi pastikan melakukannya dengan hati-hati atau akan lebih baik jika dihindari. 

Pasalnya, gerakan mengepel dapat memberikan tekanan pada janin dan menjadikan kehamilan lebih berisiko. Selain itu, peradangan saraf juga dapat terjadi, bahkan linu pada pinggul. Lantai yang basah juga jadi perhatian tersendiri karena cenderung licin dan salah-salah menyebabkan tergelincir.

Jangan ngepel dulu!
Mengecat Tembok Atau yang Lainnya

Sobat Bidan punya hobi yang agak beda dari wanita pada umumnya, seperti mengecat tembok? Bila menjelang hari raya begini dan tembok perlu dicat ulang sementara sedang hamil muda, tahan dulu, ya. Serahkan saja urusan mengecat tadi pada suami.

Kandungan obat kimia di dalam cat atau pelitur tidak baik untuk seorang wanita hamil. Saat mengecat, tentunya Sobat Bidan harus sangat dekat dengan objek dan menghirup bau cat tersebut. Hal ini bisa membahayakan janin dalam kandungan bila menghirup bahan kimia itu terlalu lama.

Hindari Pekerjaan Kotor

Punya hewan peliharaan di rumah yang mengharuskan Sobat Bidan membersihkan kandangnya tiap pagi? Selama hamil muda, lebih baik hindari dulu pekerjaan ini. Hal itu erat kaitannya dengan bakteri tokso yang ada di kotoran burung, kucing, atau anjing. 

Jika seorang wanita hamil terinfeksi tokso, maka risikonya beragam, mulai dari yang ringan sampai berat. Cacat pada otak dan mata janin dapat terjadi karena infeksi ini, keguguran, bahkan kematian. Begitu pula saat membersihkan sampah, berhati-hati dan hindarilah kalau perlu.

Berdiri Terlalu Lama

Jangan berdiri terlalu lama
Pekerjaan apa di rumah yang menuntut Sobat Bidan untuk berdiri terlalu lama? Memasak, menjemur baju, dan masih banyak lagi, ya. Hal ini tidak baik bagi ibu hamil karena akan memberikan penekanan pada punggung dan kaki. Varises bisa ada di mana-mana bila ibu hamil sering melakukan hal ini. Jika memang mengharuskan posisi berdiri, maka selingilah dengan duduk tiap berapa menit sekali. Mengulek atau memotong bumbu bisa dilakukan dengan duduk, bukan?

Itu dia Sobat Bidan, beberapa hal di rumah yang harus dihindari saat hamil muda. Menjaga kehamilan muda yang sehat sebenarnya simpel saja, ya. Tentunya, hal ini juga butuh kerja sama yang baik dengan suami. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,



Tidur tanpa memakai celana dalam katanya lebih sehat, ini faktanya!

tidur tanpa memakai celana dalam

Selamat siang, Sobat Bidan!

Pernahkah Sobat Bidan mendengar rumor atau selentingan yang mengatakan tentang hal ini? Tidur tanpa memakai celana dalam lebih sehat untuk miss v. Pasti pernah, ya? Sebenarnya itu cuma rumor atau memang benar ada manfaatnya bagi kesehatan? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Manfaat Tidur Tanpa Memakai CD

Tidur tanpa memakai CD memang punya manfaat tersendiri, khususnya bagi lelaki. Hal itu bagus untuk tetap menjaga kesehatan organ vital dan kesuburan. Namun, bagi wanita ternyata tidak sama. Beberapa pakar di bidang kesehatan berujar bahwa tidur tanpa celana dalam tidak akan berpengaruh bagi wanita. Artinya, hal tersebut tidak akan memberi efek apa-apa pada miss v.

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa tidur dengan mengenakan celana dalam berbahaya bagi area kewanitaan wanita. Hal ini mengungkapkan bahwa selentingan tersebut hanyalah mitos semata dan tidak benar faktanya. 

Hanya mitos
Namun begitu, para pakar juga tetap menganjurkan wanita untuk memakai celana dalam yang bersih dan kering saat tidur. Selain itu, bahan celana dalam haruslah yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat karena akan menimbulkan lembap. Dengan memakai celana dalam yang nyaman dan sesuai anjuran kesehatan saat tidur, maka area kewanitaan pun tetap terjaga kelembapannya dan bisa bernapas dengan baik. 

Ada pun jika memilih untuk tidur tanpa mengenakan CD, hal ini juga tidak masalah bagi wanita. Tidur tanpa CD tidak akan menyebabkan infeksi jamur candida albicans atau vaginitis (peradangan vagina). Kadar kelembapan miss v juga tidak akan berpengaruh, dan area kewanitaan justru akan terasa lebih lapang bernapas.

Jadi, bebas bagi wanita untuk tidur dengan atau tanpa mengenakan CD. Asal hal tersebut membuat nyaman, lakukan saja, Sobat Bidan. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Keuntungan metode KB jangka panjang sangat banyak, ayo ber-KB!


Selamat siang, Sobat Bidan!

Metode KB jangka panjang-Mungkin ada sebagian wanita yang bingung dalam memilih KB, ya. Memang, metode KB yang bermacam-macam kadang sering membuat kita bingung memilih yang mana. Selain itu, adanya sugesti dan cerita dari teman-teman akan mempengaruhi kita dalam memilih kontrasepsi.

Seperti yang diketahui, metode KB ada dua, yakni metode KB jangka panjang dan pendek. Nah, di postingan ini kita akan membahas tentang keuntungan menggunakan metode jangka panjang.

Perbedaan KB Jangka Panjang dan Pendek

Perbedaan mendasar dari kedua metode ini ada pada waktu penggunaannya. KB jangka panjang adalah Kb yang digunakan untuk waktu yang lama, misalnya IUD dan implan. Tanpa perlu bolak-balik untuk ber-KB, sekali pasang saja KB ini bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Sedang metode jangka pendek misalnya Kb pil dan suntik, yang daya tahannya hanya untuk waktu yang pendek saja. Tentu kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Berikut beberapa keuntungan jika ibu memilih metode KB jangka panjang.

Angka Kegagalan yang Lebih Rendah

Salah satu keuntungan dari metode jangka panjang adalah tingkat kegagalannya yang rendah. Secara logika, ini disebabkan karena keteraturan jadwal. Penyebab gagal KB atau kebobolan terbesar adalah karena kurang disiplinnya pengguna KB. Dan ini biasa terjadi pada metode jangka pendek seperti pil dan suntik.

Beda halnya dengan metode jangka panjang yang tidak perlu ada pengulangan selama beberapa tahun. Minimalnya, akseptor KB jangka panjang dianjurkan periksa tiap satu tahun sekali. Karena itulah angka kegagalannya juga lebih rendah.

Rendahnya angka kegagalan
Beragam Pilihan

Keuntungan selanjutnya menggunakan metode jangka panjang adalah adanya beragam pilihan. Baik IUD atau implan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yang bisa ibu pilih sesuai kebutuhan. Jika ibu menderita hipertensi dan sedang menyusui misalnya, maka bisa memilih IUD yang non hormonal. 

Ini bisa dijadikan alternatif bagi ibu yang tidak suka dengan efek samping KB hormonal. Selain itu, jangka waktu pemakaiannya pun beragam, dari yang 3 hingga 10 tahun bisa didapat dengan KB jangka panjang ini. Bagaimana, sudah mantap belum?

Jauh Lebih Praktis dan Murah

Apa ibu berpikir bahwa KB jangka panjang ini mahal? Memang, di awal pemasangannya kemungkinan untuk mengeluarkan beberapa ratus ribu akan terjadi. Tapi, coba dihitung lagi dengan KB pil atau suntik yang setiap bulannya juga harus mengeluarkan anggaran, dan kalikan. Mana yang lebih murah?

KB jangka panjang pun lebih praktis jika dibandingkan jangka pendek. Bayangkan saja jika setiap hari harus minum pil, atau tiap bulan sekali harus antre di klinik untuk suntik. Tentu hal itu lebih ribet dibanding kontrol setahun sekali atau jika ada keluhan saja, ya.

Kuantitas dan Kualitas ASI Tetap Sama

Penelitian menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas ASI sesaat setelah memakai IUD. Ini disebabkan KB jangka panjang yang non-hormonal tadi, sehingga produksi ASI pun tidak akan terpengaruh. Sama halnya dengan implan, ibu bisa memilih implan yang hanya berisi progesteron sehingga tidak akan mempengaruhi ASI. ASI tidak lancar atau macet pun tidak akan menjadi masalah lagi.

Kualitas ASI sama
Mudah Kembali ke Masa Subur

Sifat metode KB jangka panjang adalah reversibel, artinya mudah kembali ke masa subur. Ini baik untuk ibu yang ingin punya anak lagi. Tinggal lepas saja KB-nya, dan masa subur pun akan segera pulih seperti biasa. Kemungkinan hamil lagi pun akan sama seperti sebelum memakai KB jangka panjang tersebut.

Nah, itu dia beberapa keuntungan metode KB jangka panjang yang akan Sobat Bidan dapatkan. Jadi, sudah tidak perlu bingung lagi, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam Sayang,


Ada penyebab bayi sering gumoh, normal atau tidak?

gumoh

Selamat siang, Sobat Bidan!

Bayi sering gumoh meresahkan Sobat Bidan sebagai ibu baru? Tidak perlu khawatir berlebihan ya, karena gumoh memang hal yang wajar bagi bayi, selama masih dalam batas normal. Simak postingan ini sampai selesai untuk mengetahui seputar gumoh pada bayi.

Penyebab Gumoh

Bayi yang masih berusia kurang dari 1 tahun memang akan sering gumoh. Gumoh merupakan keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan oleh bayi. Hal ini bisa diikuti dengan cegukan, batuk, atau juga sendawa. Kondisi ini tentu tidak berbahaya dan termasuk hal yang normal. 

Bayi sering gumoh disebabkan karena kerongkongan yang belum berkembang sepenuhnya, serta lambung bayi yang masih sangat kecil. Setelah berusia satu tahun, cincin otot yang ada di dasar kerongkongan sudah bisa berfungsi dengan baik. Ini membuat makanan yang ditelan bayi tidak kembali naik atau gumoh itu tadi.

Bagaimana Gumoh yang Normal?

Gumoh adalah hal normal jika tidak sampai mengganggu tumbuh kembang si kecil. Untuk frekuensi gumoh pun sangat bervariasi dan tentunya tidak sama antara bayi yang satu dengan yang lain. Gumoh dikatakan sebagai suatu hal yang wajar, jika :
  • Tidak mengganggu tumbuh kembang si kecil
  • Bayi tidak rewel atau menangis dan seperti merasa kesakitan
  • Bayi tidak mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas
Bayi tenang
Bagaimana Mencegah Gumoh?

Gumoh pada bayi bisa dicegah dengan melakukan hal-hal sederhana. Pertama, ibu bisa menyendawakan si kecil setelah selesai menyusu. Caranya, tegakkan bayi di pangkuan atau ditengkurapkan, kemudian tepuk-tepuk punggungnya. Tunggu beberapa menit sampai bayi bersendawa.

Kedua, saat menyusui atau menyuapi si kecil, usahakan posisi si kecil cukup tegak. Pertahankan sikap tegak ini selama 20-30 menit pasca menyusu atau makan, supaya makanannya bisa dicerna dan turun dengan sempurna. 

Ketiga, atasi dengan menyuapi atau menyusui si kecil dengan porsi kecil namun dengan frekuensi sering. Porsi yang terlalu banyak bisa membuat bayi kekenyangan dan akhirnya gumoh. 

Keempat, sebaiknya tidurkan bayi dengan posisi telentang dengan kepala yang sedikit lebih tinggi. Posisi tengkurap tidak dianjurkan sebagai posisi yang baik bagi bayi untuk tidur, karena bisa juga memicu kematian bayi mendadak selain gumoh. 

Kelima, memberikan zat pengental pada makanan si kecil bisa menghindari gumoh. Demikian juga dengan mengurangi susu sapi apa lagi jika diketahui bayi mengalami alergi laktosa. Namun, alangkah baiknya jika hal ini dikonsultasikan dulu dengan dokter.

Yang Perlu Diwaspadai

Ada hal-hal yang sebaiknya diwaspadai oleh ibu berkaitan dengan gumoh si kecil. Berikut di antaranya :
  • Si kecil memuntahkan cairan atau makanan dalam frekuensi yang terlalu sering dan tidak normal, dalam arti tampak terpaksa, bukan alamiah
  • Bayi yang gumoh di usia 6 bulan, menetap sampai berusia 1 tahun
  • Cairan gumoh berwarna, seperti hijau, keruh, kuning, bahkan bercampur darah
  • Gumoh dalam jumlah yang cukup banyak, dan berlangsung lama sampai 2 jam setelah menyusu
  • Si kecil susah makan dan tidak mau menyusu sehingga berat badannya tidak bertambah
  • Perut si kecil buncit atau penuh
  • Demam tinggi sampai dengan 38 derajat 
  • Bayi kesulitan bernapas dan seperti kesakitan
  • Menangis terus, rewel, dan seakan tidak nyaman

Itu dia beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait dengan gumoh ini. Gumoh memang bisa menjadi indikasi adanya alergi susu sapi pada bayi. Bisa juga penyempitan di kerongkongan yang menyebabkan gumoh tersebut mengarah pada penyakit refluks. Inilah beberapa keadaan serius yang disertai tanda gejala menyerupai gumoh.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang perlu diketahui tentang gumoh pada si kecil. Bagaimana, sudah tidak cemas lagi, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Dalam masa nifas, ada perubahan tubuh yang terjadi. Namun jangan cemas, ini adalah hal normal.

perubahan fisiologis masa nifas

Selamat siang, Sobat Bidan!

Masa nifas merupakan masa pemulihan pasca melahirkan yang kira-kira berlangsung selama kira-kira 6 minggu, ya. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan signifikan yang terjadi antara masa nifas ibu yang melahirkan normal dengan ibu yang melahirkan sesar.

Selama masa ini, ada perubahan tertentu yang mungkin saja terjadi pada ibu. Hal tersebut tidak perlu dicemaskan, karena memang lumrah terjadi di masa nifas. Apa sajakah bentuk perubahan tersebut? Simak postingan ini sampai selesai, ya!

Rasa Sakit di Payudara

Beberapa hari setelah bersalin, rasa sakit di payudara ini memang kerap menjadi keluhan ibu nifas. Namun, hal ini normal karena merupakan penyesuaian payudara terhadap keluarnya ASI. Tak jarang payudara bisa bengkak karena hal ini.

Yang perlu ibu lakukan adalah terus menyusukan ASI tersebut pada si kecil. Kalau terlalu sakit, ibu bisa memompanya dan menyuapkan pada bayi. Lakukan kompres hangat terlebih dahulu sebelum dan sesudah menyusui supaya lebih rileks. Jika tak tertahankan sakitnya, maka ibu bisa berkonsultasi dengan dokter supaya diberi obat pereda nyeri.

Perut Masih Sering Kontraksi

Hal ini pernah dijelaskan secara detail di sini, ya. Intinya, perut ibu masih berkontraksi seperti saat menstruasi karena rahim sedang mengalami involusi atau proses kembali ke bentuk semula. Kontraksi juga menandakan bahwa rahim telah bersih dan tidak ada sisa plasenta yang tersisa di sana sehingga tidak terjadi perdarahan.

Perut kontraksi itu wajar
Tidak Nyaman di Area Vagina

Khususnya untuk ibu yang melahirkan normal dan terdapat luka robekan di vagina, maka rasa tidak nyaman ini pasti akan terasa. Hal tersebut bisa hilang dalam beberapa hari atau minggu, tergantung dari tingkat robekan dan jahitannya. Jika sangat mengganggu, ibu bisa duduk dengan menggunakan bantal khusus untuk ibu nifas yang di tengahnya ada lubang.

Rambut Lebih Rontok dan Warna Kulit Berubah

Karena sudah tidak hamil lagi, hormon-hormon kehamilan yang semula tinggi pun akan menurun drastis. Hal tersebut sudah pasti akan membawa perubahan seperti rambut lebih rontok. Itu sudah pernah kita bahas di postingan ini, ya.

Selain itu, warna kulit seperti strech mark yang terjadi selama hamil juga akan berubah. Mungkin tidak langsung hilang begitu saja, tapi warnanya akan semakin memudar dan tidak terlalu kentara seperti saat hamil.

Mengalami Kesulitan Saat BAK

Tak jarang ibu nifas mengalami kesulitan saat hendak buang air kecil. Hal ini disebabkan karena terjadi luka atau pembengkakan di jaringan yang ada di sekitar kandung kemih dan uretra. Itulah yang menyebabkan ibu sulit BAK. 

Namun, adanya kerusakan saraf dan otot yang terhubung ke kandung kemih dan uretra pun kadang akan menyebabkan sebaliknya. Ibu bisa saja tanpa sadar mengeluarkan urin seperti pada saat tertawa, batuk, atau bersin. Hal ini bisa diatasi dengan senam kegel untuk kembali mengencangkan otot-otot panggul pasca bersalin.

Perubahan Emosi yang Tidak Terprediksi

Hal ini juga akan terjadi pada ibu nifas, dan normal selama masih dalam batasannya. Masa-masa hamil dan melahirkan yang sangat melelahkan menjadi penyebab utama dari perubahan emosi tersebut. Namun, jika sampai berlebihan seperti jadi takut melihat bayinya sendiri, tiba-tiba menangis sendiri, itulah yang perlu dikhawatirkan. Kita pernah membahasnya di sini, ya.

Adanya mood swing
Mengalami Penurunan BB

Pasca melahirkan, percayalah BB ibu sebenarnya sudah turun banyak. Hal ini karena bayi, plasenta, dan air ketuban sudah tidak lagi ada di dalam tubuh ibu. Namun, banyak sekali ibu yang masih merasa gemuk pasca melahirkan, dan ini adalah hal yang normal. Jika ingin BB kembali seperti semula, maka ibu harus pandai menjaga pola makan dan olahraga.

Nah, itu dia beberapa perubahan yang akan terjadi pada ibu selama masa nifas. Jangan cemas ya, hal tersebut merupakan hal yang wajar dan normal. Sebaiknya ibu fokus saja pada si kecil dan kebahagiaan ibu karena kehadirannya.

Demikian Sobat Bidan, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Duduk terlalu lama saat hamil bisa mempengaruhi posisi janin di dalam perut ibu. Bahayakah?

duduk terlalu lama saat hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Katanya, terlalu banyak duduk saat hamil bisa menghambat persalinan, ya? Faktanya, hal itu berpengaruh pada posisi kepala janin di dalam perut.

Sekitar 15% wanita ternyata mengalami kehamilan dengan posisi posterior. Posisi ini artinya, kepala janin sudah berada di bawah, namun bagian belakang kepalanya berlawanan dengan tulang belakang.

Hal ini membuat kepala janin dalam perut menghadap ke atas, padahal seharusnya kepala janin harus menghadap ke bawah. Penelitian menyebutkan bahwa pengaruh posisi ini salah satunya disebabkan karena ibu hamil lebih sering duduk dalam waktu yang lama. 

Ketika kita duduk dalam waktu yang lama, maka posisi lutut biasanya akan sejajar atau lebih tinggi dari panggul. Posisi demikian akan membuat panggul terdorong ke belakang dan menyebabkan tulang belakang janin menempel dengan tulang belakang ibu. Maka, terjadilah posisi posterior tadi. 

Posisi ini jelas akan menghambat proses persalinan ibu secara normal. Namun, ada lho, cara supaya posisi posterior ini berubah pada posisi yang seharusnya. Cara-cara tersebut, antara lain sebagai berikut :

Duduklah dengan Posisi yang Benar


Di trimester akhir kehamilan, sebaiknya ibu mulai mengatur posisi saat duduk. Sebaiknya, saat duduk ibu harus duduk tegak dan sedikit mencondongkan badan ke depan. Hal ini akan membuat panggul juga ikut condong ke depan dan memberi ruang pada kepala janin untuk 'berputar' pada posisi yang benar.


Pertahankanlah postur duduk seperti ini dalam kegiatan apa pun seperti saat sedang bersantai nonton tv, atau pun makan. Ibu bisa memberikan bantal sebagai sandaran punggung supaya badan lebih condong ke depan dan panggul ikut naik. 

Saat bersantai seperti nonton tv misalnya, jangan duduk di sofa yang bisa menelan tubuh ibu. Tetap duduk di kursi dengan sandaran bantal dan posisikan kedua tangan di lengan kursi. Selonjorkanlah kaki ke bawah sehingga posisinya tidak sejajar dengan perut.


Lakukan Aktivitas Ringan di Tempat Kerja

Jika pekerjaan di kantor mengharuskan ibu dalam posisi duduk yang lama, maka lakukanlah aktivitas ringan. Misalnya, dengan meregangkan tubuh setiap 30 menit sekali atau berjalan-jalan ringan. Jika memang keadaan tidak memungkinkan dan ibu harus duduk terus, maka jagalah sikap duduk seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Hati-hati Naik Turun Tangga

Perhatikan pula saat ibu hendak naik atau turun tangga. Posisi yang benar bagi ibu yang sedang hamil besar adalah naik turun tangga dengan posisi tubuh menyamping. Tapaki tangga satu per satu dengan tubuh menyamping dan berpeganganlah.

Naik turun tangga dengan posisi ke depan seperti saat sebelum hamil akan menyebabkan posisi lutut lebih sering sejajar dengan panggul. Ini bisa menghambat perputaran kepala janin dari posisi posterior tadi ke posisi yang normal.

Lakukan Latihan Ini

Seminggu sekali, lakukanlah yoga atau berenang dengan gaya bebas. Jika tidak ada waktu, maka ibu bisa melakukan latihan merangkak dengan tangan dan lutut seperti gerakan orang yang sedang mengepel. Hal ini bagus agar kepala janin bisa berputar ke posisi yang benar.

Duduk dengan Gym Ball

Paling mudah, ibu bisa duduk di rumah dengan gym ball. Posisi duduk dengan alat ini akan membuat panggul lebih tinggi dibanding lutut. Pantulan bola dari gym ball juga bisa membuat janin untuk putar balik secara pelan-pelan. Posisi yang paling optimal untuk duduk di atas gym ball ini ada pada saat kepala janin menghadap ke bawah dan tubuh janin berada di kiri perut ibu. 

Nah, itu dia beberapa tips dan fakta mengenai duduk berlama-lama saat hamil. Sudah bisa dipraktikkan, ya, semoga persalinannya lancar!

Salam sayang,


KEK pada ibu hamil perlu diwaspadai karena bisa berbahaya bagi ibu dan janinnya. 

kek pada ibu hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ada yang pernah mendengar istilah KEK? Jika sedang hamil, istilah ini pasti sering kali diucapkan oleh tenaga medis tempat Sobat Bidan periksa, ya. Benar sekali, karena KEK pada ibu hamil adalah salah satu kondisi yang patut diperhatikan.

Nah, simak postingan ini sampai selesai untuk mengenal KEK dan serba-serbinya!

Apa Itu KEK?

KEK merupakan singkatan dari Kekurangan Energi Kronik. Ini adalah suatu kondisi di mana seorang ibu hamil mengalami masalah gizi yang bisa menyebabkan masalah bagi janin. Kekurangan asupan gizi ini prosesnya terjadi selama bertahun-tahun, jadi bukan pada saat hamil saja. Biasanya, KEK terjadi pada wanita usia subur yakni antara 20-45 tahun.

Untuk mendeteksi KEK, ibu bisa melakukan pemeriksaan lingkar lengan (LILA). Jika hasilnya kurang dari 23,5 cm maka hal inilah yang disebut kondisi KEK. Ibu dengan KEK kemungkinan besar memiliki status kurang gizi karena berbagai sebab.


Apa Penyebab KEK Pada Bumil?


Ada berbagai hal yang menyebabkan seorang ibu hamil mengalami KEK, berikut di antaranya :

Asupan gizi kurang

Seorang bumil tentu membutuhkan lebih banyak asupan gizi dibanding ibu yang tidak hamil. KEK terjadi bila kebutuhan gizi ini tidak terpenuhi dengan cukup. Kondisi ibu yang sedang hamil, yang mengharuskan membagi gizinya dengan janin akan saling berpengaruh. Jika kondisi gizi ibu buruk, maka begitu pula kondisi gizi janinnya.

Pengaruh usia bumil

Ibu yang hamil terlalu muda, di bawah 18 tahun misalnya, tentu masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Yang terjadi, gizi yang dikonsumsinya akan jadi rebutan antara tumbuh kembangnya sendiri dan tumbuh kembang janin. Ibu dengan usia terlalu muda rentan mengalami KEK.

Begitu pula jika terlalu tua, ibu juga membutuhkan gizi yang banyak untuk menunjang kinerja reproduksinya. Jika tidak tercukupi, maka akan terjadi KEK pula antara ibu dan janin. Usia yang paling tepat untuk hamil adalah antara 20-34 tahun. 

Young, Woman, Girl, Lady, Female, Work, Working, Study
Aktivitas kerja mempengaruhi KEK
Aktivitas kerja

Aktivitas sehari-hari mempengaruhi status gizi seseorang. Jika ibu hamil punya kegiatan yang berat dan melelahkan, maka asupan gizinya pun harus terpenuhi dengan baik. Jika tidak, maka akan terjadi KEK ini.

Penyakit infeksi

Kesehatan tubuh juga berperan sangat penting untuk status gizi seorang ibu hamil. Jika ibu hamil mengalami infeksi, maka akan lebih mudah kehilangan gizi lebih dari yang seharusnya. Karena itulah, ibu hamil dengan penyakit infeksi rentan mengalami KEK.

Apa Bahaya KEK Bagi Ibu Hamil?

Tak hanya bagi ibu hamil, KEK juga berbahaya bagi janin yang ada di dalam kandungan. Bahaya KEK pada ibu hamil, antara lain :

  • Merasa kesemutan
  • Wajah pucat
  • Tidak bugar
  • Lebih sering merasakan lelah terus menerus
  • Tidak kuat saat mengejan nanti
  • Membuat ASI tidak keluar lancar
Sedangkan bagi janin, risiko dari KEK adalah :
  • Keguguran
  • Berat bayi lahir rendah (kurang dari 2500 gram)
  • Perkembangan janin terhambat
  • Lahir prematur
Nah, itu dia beberapa hal mengenai KEK pada ibu hamil yang patut Sobat Bidan ketahui. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,


Flek cokelat sebelum masa menstruasi, bisa menjadi salah satu tanda bahaya.

flek cokelat

Selamat siang, Sobat Bidan

Adakah Sobat Bidan yang pernah mengalami munculnya bercak-bercak kecokelatan padahal tanggal mens masih lama? Pasti saat mengalami hal ini, Sobat Bidan jadi bingung dan bertanya-tanya: ini bercak apa? Ya atau tidak?

Munculnya flek cokelat ini bisa jadi pertanda dari banyak hal, lho, Sobat Bidan! Bisa saja memang normal dan tidak bahaya, tapi bisa juga pertanda bahaya. Nah, simak postingan ini sampai selesai supaya bisa membedakan flek yang berbahaya dan yang tidak, ya!

Flek yang Tidak Berbahaya

Beberapa hal ini mungkin akan menyebabkan Sobat Bidan mengeluarkan flek cokelat. Namun, tenang saja, flek cokelat karena hal-hal di bawah ini tidak berbahaya, kok. Apa saja itu?
  • Muncul di luar waktu menstruasi. Ini bukan flek yang berbahaya, bisa jadi muncul karena lendir keputihan yang bercampur dengan darah menstruasi yang masih tersisa. Jika mendekati tanggal menstruasi, flek ini bisa jadi merupakan tanda PMS. 
  • Muncul flek setelah berhubungan seksual. Ini juga bukan flek cokelat yang berbahaya. Bisa jadi, hal tersebut terjadi karena adanya perlukaan yang disebabkan oleh gesekan. Kondom yang tersangkut di vagina juga bisa menyebabkan munculnya flek ini karena terjadi iritasi.
Catat tanggal menstruasi
  • Muncul flek setelah KB. Misalnya KB pil dan suntik, maka kemunculan flek ini merupakan hal yang normal dan wajar. IUD yang bergeser dari posisinya juga bisa menyebabkan munculnya flek ini. Kemudian, pemeriksaan tertentu seperti pap smear juga dapat menimbulkan flek cokelat. Ini tidak berbahaya.
  • Munculnya flek di awal-awal kehamilan. Jika tidak disertai sakit perut yang dahsyat, munculnya flek ini merupakan salah satu dari tanda kehamilan. Ada perlukaan di dinding rahim saat proses nidasi, jadi muncul flek cokelat. Namun, tidak semua wanita hamil mengalami hal ini.
  • Munculnya flek cokelat di usia 40-50 tahunan. Hal ini merupakan tanda dari perimenopause, yaitu masa peralihan dari masa subur ke menopause.
Flek yang Berbahaya

Jika flek cokelat muncul disertai dengan tanda-tanda lain seperti nyeri perut yang hebat atau hal-hal yang mengganggu lainnya, inilah yang perlu diwaspadai. Flek cokelat seperti ini bisa saja merupakan tanda awal dari penyakit-penyakit di bawah ini :

Infeksi Menular Seksual

Flek cokelat bisa menjadi salah satu dari gejala IMS jika disertai bau yang tidak sedap. IMS memang menyebabkan iritasi pada jaringan vagina sehingga muncul flek ini. Gejala lain dari IMS adalah nyeri pada panggul, sensasi terbakar saat buang air kecil, serta nyeri saat berhubungan seks. Jika mendapati tanda-tanda ini, segera Sobat Bidan harus menghubungi dokter.

Gunakan kondom untuk mencegah IMS

Radang Panggul

Penyakit radang panggul disebabkan karena adanya infeksi pada sistem reproduksi. Selain itu, hal ini bisa juga disebabkan karena infeksi menular seksual. Gejala radang panggul adalah muncul flek cokelat yang berbau tidak sedap, sensasi terbakar saat BAK, nyeri pada panggul, nyeri setelah berhubungan seks, dan demam.

Kanker Serviks

Flek cokelat bisa juga menjadi sebuah tanda dari kanker serviks. Kanker ini dapat memicu perdarahan pada vagina, meskipun pada wanita yang sudah menopause. Ciri lain yang biasa terjadi adalah munculnya keputihan yang berbau, berair, bahkan bercampur darah. Gejala lainnya seperti nyeri panggul, kelelahan, dan penurunan berat badan yang tidak wajar.

Nah, itu dia Sobat Bidan,  flek cokelat yang tidak berbahaya dan berbahaya, yang terjadi di luar masa menstruasi. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Ada indikasi yang mengharuskan seorang wanita melepas IUD-nya. Apa saja?


Selamat siang, Sobat Bidan!

Apakah Sobat Bidan termasuk salah satu pengguna KB IUD? Jika iya, sudah tahukah kapan waktu yang tepat untuk melepasnya? Tak hanya itu, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan pasca pelepasan IUD yang telah dilakukan Sobat Bidan.

Nah, postingan kali ini akan membahas seputar pelepasan KB IUD dan hal-hal setelahnya yang perlu Sobat Bidan tahu. Simak sampai selesai, ya!

Kapan Sebaiknya Melepas IUD?

Sesuai jenis dan mereknya, IUD punya jangka waktu expired-nya sendiri-sendiri. Ada yang sampai 8 tahun atau pun 10 tahun. Sebelum masa berlaku tersebut itu habis, Sobat Bidan juga bisa melepasnya kapan saja bila ingin segera hamil lagi.

Namun, ada juga beberapa kondisi yang mengharuskan Sobat Bidan segera melepas IUD. Beberapa kondisi tersebut, antara lain :

  • Apabila tekanan darah tiba-tiba meningkat dan tidak kunjung kembali normal dalam waktu dekat
  • Terkena infeksi radang panggul
  • Terdapat kanker endometrium atau kanker serviks
  • Adanya peradangan yang terjadi pada dinding rahim
  • Masuk pada masa menopause
Nah, jika mengalami hal-hal tersebut, alangkah baiknya jika Sobat Bidan melepas IUD meski belum habis masa berlakunya. Segera pergi ke tempat dulu Sobat Bidan melakukan pemasangan IUD ini dan sampaikan pada dokter atau bidan yang memasang. Kemudian, barulah dilakukan prosedur pelepasan oleh mereka.
Indikasi lepas IUD
Yang Akan Terjadi Setelah Lepas IUD?

Banyak yang bertanya-tanya apakah ada yang akan terjadi setelah Sobat Bidan melepas IUD? Biasanya, perdarahan atau pun kram ringan dapat terjadi selama proses pelepasan berlangsung. Untuk setelahnya juga bisa, tapi paling hanya flek saja. Mungkin bidan atau dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri untuk mengurangi kram yang terjadi.

Jika ada infeksi, mungkin dokter akan memberi antibiotik atau perawatan yang lain. Jika tidak ada infeksi atau peradangan apa pun, IUD yang baru bisa segera dipasang lagi pada hari yang sama. 

Ada perdarahan ringan
Kapan Boleh Berhubungan Pasca Melepas IUD?

Boleh-boleh saja segera berhubungan intim setelah pelepasan IUD jika Sobat Bidan tidak ada keluhan apa pun. Jika ingin segera hamil, Sobat Bidan tidak perlu menggunakan kontrasepsi yang lain lagi. Kesuburan wanita akan segera kembali setelah IUD ini dilepas.

Namun, jika tidak ingin segera hamil, sebaiknya tunggu dulu sampai 7 hari setelah pelepasan. Atau Sobat Bidan juga bisa menggunakan kontrasepsi yang lain seperti kondom. 

Nah, itu dia serba-serbi yang perlu Sobat Bidan tahu pasca pelepasan IUD. Bagaimana, sudah mantap hamil lagi dan ingin segera dilepas? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Diare pada anak tidak boleh disepelekan. Lakukan hal ini di rumah.
diare pada anak

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang menyebabkan ibu cemas adalah diare pada si kecil. Betul, bukan? Sebenarnya, diare ini memang lazim terjadi, namun juga tidak boleh disepelekan. Berikut beberapa pertolongan pertama yang bisa ibu berikan di rumah saat si kecil mengalami diare.

Simak postingan ini sampai selesai ya, Sobat Bidan!

Ciri Diare Pada Anak

Si kecil disebut terkena diare jika dia pup melebihi batas normalnya. Ini ditandai dengan feses yang lembek dan frekuensi yang lebih banyak dalam sehari. Biasanya lebih dari tiga kali. 

Penyebab diare sendiri tergantung dari jenis diare tersebut, yakni diare kronis (lebih dari 2 minggu) dan diare akut (kurang dari 2 minggu). 

Penyebab diare kronis, biasanya karena faktor makanan, penyakit iritasi usus, dan infeksi parasit. Sedang penyebab diare akut bisa karena keracunan, antibiotik, alergi pada makanan, dan infeksi di saluran pencernaan.

Apa yang Harus Ibu Lakukan?

Hal-hal berikut ini bisa ibu lakukan sebagai pertolongan pertama di rumah pada si kecil yang terkena diare :

Terus beri makan dan minum

Pemenuhan cairan dan asupan nutrisi sangat diperlukan dalam kasus ini. Jika bayi masih menyusu eksklusif, maka berikanlah ASI yang adekuat dan terus menerus. Jika sudah makan, berikan makanan yang mengandung cairan seperti sayur, sup, atau jus. 

Pemenuhan cairan berupa air putih saja tidak cukup bagi anak yang diare. Cairan lebih baik mengandung elektrolit atau garam untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.
Terus beri cairan
Beri oralit

Salah satu obat alami yang bisa ibu berikan pada si kecil untuk memampatkan diarenya adalah oralit. Sekarang, sudah banyak sekali oralit siap minum yang dijual di apotek dan sangat praktis. Berikan pada si kecil sesuai takaran dan dosisnya.

Jika ibu ingin membuat larutan gula garam sendiri, juga mudah sekali. Caranya, siapkan satu liter air. Campur dengan enam sendok teh gula dan setengah sendok teh garam, lalu berikan pada si kecil. 

Namun, bila si kecil mengalami diare disertai muntah, maka ibu perlu memberikan cairan sedikit demi sedikit. Berikan sebanyak 5 ml cairan oralit atau setara dengan satu sendok teh. Kemudian, tunggu sampai 5 menit. Jika si kecil tidak muntah lagi, tambahkan lagi dosis cairan tersebut.

Jika memang sudah tidak muntah lagi, berikan terus cairan baik berupa air putih atau yang lainnya. Tidak ada batasan, lebih banyak cairan yang masuk akan lebih baik.

Ciri Anak Dehidrasi

Jika tidak segera diberi pertolongan, diare bisa membuat anak dehidrasi atau kekurangan cairan. Ciri-ciri anak yang dehidrasi yaitu :

  • Lemas
  • Kulit kering dan ujung-ujung ekstremitas (tangan dan kaki) terasa dingin
  • BAK sedikit dan urine berwarna gelap
  • Saat menangis air matanya hanya sedikit atau tidak ada air mata sama sekali
  • Mulut kering
Ekstremitas dingin
Jika si kecil menunjukkan gejala ini, maka harus segera dilarikan ke faskes terdekat. Begitu ya, Buibu, semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,


Berhubungan intim pasca nifas, kapan dibolehkan?

hubungan seks setelah operasi caesar

Selamat siang, Sobat Bidan!

Hari-hari pasca melahirkan atau yang disebut dengan masa nifas memang melelahkan, ya. Apalagi jika Sobat Bidan adalah ibu baru, tentu butuh adaptasi yang lebih lama lagi. Berbagai pertanyaan pun muncul berkaitan dengan masa nifas ini.

Salah satunya yang mungkin terbersit di benak ibu juga suami adalah: kapan bisa berhubungan intim lagi? Atau bahayakah berhubungan intim dalam masa nifas ini? Postingan kali ini akan membahas tentang hal tersebut. Simak sampai selesai ya, Sobat Bidan!

Berbahayakah?

Dua orang wanita di Amerika meninggal saat berhubungan intim. Diketahui, mereka berhubungan intim dengan suami dalam waktu 5 dan 8 hari setelah bersalin normal. Penyebab kematian kedua wanita ini kemudian ditemukan. Meskipun termasuk kasus yang jarang, namun hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi ibu dan suami.

Apa bahaya yang dapat terjadi dalam kasus tersebut?

Terjadinya emboli

Emboli atau gelembung udara yang masuk saat melakukan hubungan seksual sangat mungkin terjadi. Biasanya saat suami melakukan penetrasi, maka ada gelembung udara yang ikut masuk. Bedanya, karena ibu sedang dalam keadaan nifas, maka sudah pasti ada pembuluh darah yang terbuka. 

Yang menjadi bahayanya adalah apabila gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah yang terbuka tadi. Ini kemudian dapat menyumbat jantung. Itulah yang menyebabkan terjadinya kematian pada kasus dua wanita tersebut.

Hal yang sama juga terjadi pada saat wanita sedang mengalami menstruasi. Meski sangat jarang kasusnya, namun hal ini bukan tidak mungkin terjadi. Jadi, pikirkan lagi keinginan untuk berhubungan seks dalam dua masa ini, ya.

Hati-hati emboli dan infeksi
Infeksi

Kemungkinan yang bisa disebut bahaya yang lain adalah terjadinya infeksi. Pada saat nifas, sebenarnya sistem reproduksi ibu belum siap sepenuhnya untuk kembali berhubungan intim. Selain keadaannya yang masih mengeluarkan darah, adanya benda asing yang masuk juga akan memicu infeksi. Adanya gesekan akan menimbulkan perlukaan dan bisa-bisa terjadi infeksi di vagina atau pun rahim ibu. 

Kapan Boleh Berhubungan Intim?

Pada masa nifas yang kurang lebih waktunya adalah 42 hari, semua sistem organ yang digunakan pada saat bersalin kemarin sedang dalam proses pemulihan. Selama masa inilah darah atau lochea akan muncul meski kadang hilang timbul pada sebagian orang.

Maka, alangkah baiknya jika ibu dan suami melakukan hubungan intim ketika masa nifas ini sudah berakhir. Atau, paling tidak saat darah sudah berhenti keluar.

Pasca bersalin normal

Ibu yang melahirkan normal dianjurkan untuk mulai boleh aktif berhubungan seks pasca 6 minggu persalinan. Atau ibu juga bisa berkonsultasi lebih dulu ke dokter maupun bidan tentang hubungan intim ini. Biasanya, bekas luka jahitan di jalan lahir masih membuat ibu takut dan tidak nyaman.

Pasca operasi caesar

Hal ini tergantung dari seberapa luas dan bagaimana bentuk operasi caesarnya. Biasanya, bahkan setelah 6 minggu pun ibu masih akan merasa tidak nyaman dengan luka tersebut. Jadi, jika memang demikian, suami diharapkan mengerti sebagai bentuk dukungannya kepada ibu.

Butuh peran pasangan
Nah, itu dia sedikit ulasan tentang berhubungan intim di masa nifas. Semoga bisa menjadi solusi dari kebimbangan Sobat Bidan, ya. Dalam hal ini, peran dan kerjasama dari suami juga sangat dibutuhkan.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,



Robekan vagina meresahkan ibu? Begini tips untuk meminimalisir terjadinya robekan saat bersalin.

robekan vagina

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang menyebabkan seorang wanita ngeri untuk melahirkan secara normal adalah robekan jalan lahir, ya. Dalam dunia medis, robekan jalan lahir ini disebut dengan istilah robekan perineum. Kita sudah pernah membahas tingkat robekan perineum tersebut di sini.

Nah, ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa seorang ibu bersalin harus dilakukan tindakan 'perobekan' pada jalan lahirnya. Episiotomi istilahnya. Berbagai faktor itu antara lain jika ibu mengalami persalinan macet, ibu sudah tidak kuat lagi mengejan, atau faktor dari janin seperti bayi dengan berat badan yang terlalu besar.

Di postingan kali ini kita akan membahas tips supaya robekan jalan lahir ini bisa diminimalisir. Utamanya untuk Sobat Bidan yang tengah hamil, simak ulasan berikut sampai selesai, ya!

Olahraga Selama Hamil

Persalinan adalah peristiwa yang dinantikan dan harus ibu persiapkan jauh-jauh hari sejak ibu masih mengandung. Untuk meminimalisir terjadinya robekan jalan lahir, hal pertama yang harus ibu penuhi adalah kondisi tubuh yang sehat.

Tubuh yang bugar selama persalinan tentu berkaitan sekali dengan pola ibu selama hamil. Memasuki trimester tiga, sering-seringlah melakukan olahraga seperti senam panggul atau senam kegel. Ibu memang harus sudah aktif mengikuti senam hamil sejak usia kandungan mencapai 20 minggu, ya. 

Hal ini dapat memperlancar aliran darah sehingga tubuh ibu tetap bugar. Lebih dari itu, senam kegel akan melenturkan atau membuat kulit sekitar jalan lahir lebih elastis. Ini sangat baik untuk ibu yang akan bersalin supaya perineum bisa meregang sempurna saat proses persalinan tiba.

Senam kegel
Makan Makanan Bergizi

Kiat untuk memperoleh tubuh yang sehat selanjutnya tentu saja dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selama hamil, ibu tidak boleh pantang makan kecuali pada makanan yang memang membuatnya alergi dan mual.

Untuk memperbagus elastisitas kulit, ibu harus makan makanan yang mengandung banyak protein. Contohnya adalah kuning telur, daging, ikan, tahu, juga tempe. Protein juga baik sekali untuk membantu pemulihan pasca melahirkan. 

Selain itu, kebutuhan lain yang penting adalah lemak omega, vitamin E, C, dan kebutuhan zat besi ibu. Pastikan selama hamil ibu mencukupi kebutuhan nutrisinya sehingga tidak terjadi mal nutrisi yang dapat menghambat proses persalinan. 

Lakukan Pijat Perineum

Mendekati HPL, ibu dianjurkan untuk sering-sering melakukan pemijatan di area perineum. Perineum sendiri adalah daerah antara lubang vagina dan lubang anus. Lakukanlah pijat lembut di daerah itu, boleh dengan air hangat atau minyak zaitun bila ibu tidak alergi.

Pemijatan di area ini akan meningkatkan kelenturan dan elastisitas kulit perineum. Ini juga akan membantu ibu lebih rileks dan percaya diri. Diharapkan, dengan pijat perineum ini ibu akan lebih santai dan tenang saat menghadapi proses persalinan. Peregangan perineum pun akan jadi lebih baik dan risiko episiotomi berkurang.

Tentukan Posisi Bersalin

Posisi dalam persalinan normal punya porsi yang cukup besar dalam menentukan 'keselamatan' ibu dari robekan jalan lahir. Salah satu posisi yang dianjurkan adalah posisi semi fowler atau setengah duduk. Posisi ini akan banyak menguntungkan ibu juga memudahkan tim medis dalam memberi pertolongan.

Terkait posisi bersalin yang lain, kita sudah pernah membahasnya di sini, ya! Pastikan ibu menemukan posisi yang paling nyaman untuknya, serta punya risiko robekan yang kecil.


Perhatikan Instruksi Nakes

Dalam proses persalinan, tentu ibu tidak boleh sembarangan dan berbuat seenaknya sendiri. Ada petunjuk nakes yang harus ibu patuhi. Contohnya adalah cara bernapas dan kapan waktunya ibu boleh mengejan. Dua hal ini riskan sekali untuk keselamatan jalan lahir ibu dari robekan.

Bernapaslah pendek-pendek setelah selesai mengejan. Saat mengejan jangan sampai berteriak karena ini meningkatkan risiko robekan. Utamanya, jangan mengejan jika belum disuruh atau waktunya mengejan. Hal ini bisa membuat jalan lahir ibu bengkak yang nantinya malah akan menghambat proses persalinan.

Kompres Air Hangat

Selanjutnya, pada saat proses pembukaan dan kepala janin sudah turun, lakukanlah hal ini. Minta tolong pada suami atau nakes untuk mengompres perineum dengan air hangat. Air hangat akan mengendurkan otot-otot perineum ibu dan membuat sirkulasi darah di area tersebut lancar. Ini akan mengurangi risiko terjadinya robekan di perineum.

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa cara atau tips sederhana yang bisa diterapkan untuk meminimalisir risiko robekan jalan lahir. Semoga bermanfaat, ya!

Salam sayang,


Kenaikan berat badan saat hamil disesuaikan dengan Indeks Massa Tubuh ibu hamil. 

kenaikan berat badan saat hamil

Selamat siang, Sobat Bidan!

Salah satu hal yang pasti dan harus terjadi pada ibu hamil adalah kenaikan berat badan. Hal ini berhubungan dengan kesejahteraan janin yang ada di dalam kandungan ibu. Namun, penambahan berat badan selama hamil ini juga ada ukurannya dan tentu tidak boleh sembarangan. 

Nah, postingan kali ini akan membahas tentang penambahan berat badan yang normal bagi ibu hamil. Simak sampai selesai, ya!

Berdasarkan IMT

Penambahan berat badan yang normal pada ibu hamil berbeda-beda. Hal ini tergantung dari Indeks Masa Tubuh ibu tersebut. Hasil IMT bisa diperoleh dengan melakukan penghitungan yaitu dengan pembagian berat badan (kg) per tinggi badan (meter kuadrat). Dari hasil tersebut ibu akan menemukan apakah IMT-nya termasuk dalam kategori normal, kurang, atau berlebih.

Ini dia penambahan berat badan yang normal selama hamil sesuai IMT.

  • IMT di bawah 18,5 (ini menunjukkan berat badan ibu kurang). Maka dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 12,7 - 18,1 kg
  • IMT antara 18,5 - 22,9 (berat badan ibu normal). Dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 11,3 - 15,9 kg
  • IMT antara 23 -24 (kelebihan berat badan). Dianjurkan untuk menaikkan BB selama hamil antara 6,8 - 11,3 kg
  • IMT di atas 25 (obesitas). Ibu dianjurkan menaikkan berat badan selama hamil antara 5,0 - 9,1 kg saja
Jaga kenaikan BB
Perkiraan Kenaikan BB

Kenaikan berat badan selama hamil akan bertahap per minggunya, yaitu sebagai berikut :
  • Pada trimester pertama, penambahan BB berkisar antara 0,5 -2 kg
  • Kemudian setiap minggu selama trimester kedua dan ketiga akan bertambah lagi
  • Penambahannya antara 0,4 - 0,59 per minggu untuk BB di bawah normal (IMT <18,5)
  • Antara 0,36-0,45 per minggu untuk BB normal (IMT 18,5-22, 9)
  • Antara 0,23 -0,32 per minggu untuk BB berlebih (IMT 23-24)
  • Antara 0,18 - 0,27 per minggu untuk obesitas (IMT >25)
Pembagian Kenaikan BB

Ke mana saja kenaikan berat badan ini akan menyebar? Berikut rinciannya.
  • Untuk janin : antara 3 - 3,6 kg
  • Untuk plasenta atau ari-ari : antara 0,7 kg
  • Untuk air ketuban : kurang lebih 1 kg
  • Untuk payudara : kurang lebih 1 kg
  • Untuk rahim : kurang lebih 1 kg
  • Untuk penambahan darah : antara 1,4-1,8 kg
  • Untuk penambahan cairan : antara 1,4-1,8
  • Untuk cadangan lemak : antara 2,7 -3,6 kg
Akan mempengaruhi bayi
Tips Menaikkan Berat Badan Ideal

Supaya tidak mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis) namun juga tidak mengalami kenaikan BB yang berlebih, maka ibu harus memperhatikan pola makannya saat hamil. Berikut bisa dijadikan tips dan acuan.
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering. Selain bisa mengurangi muntah, ini juga efektif untuk menambah BB ideal. Makanlah antara 5-6 porsi sedikit per harinya
  • Tambahkan susu bubuk yang tidak mengandung lemak saat ibu mengkonsumsi sereal, telur orak-arik, atau telur rebus
  • Saat mengkonsumsi buah, roti, atau biskuit, tambahkan selai kacang untuk nutrisi seimbang
  • Sediakan makanan ringan seperti buah kering, yogurt, es krim, atau kacang dan cracker
  • Tambahkan juga mentega dan keju pada makanan yang ibu konsumsi
Nah, itu dia seputar penambahan BB pada ibu hamil yang harus diketahui. Bagaimana, sudah dihitung berapa kenaikan BB yang tepat untuk Sobat Bidan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,