Selamat siang, Sobat Bidan!

Serba-serbi KB suntik 1 bulan
KB suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang paling banyak digemari ibu-ibu, ya. Seperti yang sudah kita ketahui, KB suntik ini ada dua macam, yaitu KB suntik 1 bulan dan KB suntik 3 bulan. Perbedaannya ada pada kurun waktu, kandungan obat, dan juga efek sampingnya. Nah, pada postingan kali ini kita akan membahas dulu KB suntik yang 1 bulan. 

Jika Sobat Bidan berminat menggunakannya, pastikan Sobat Bidan tahu dulu tentang KB suntik 1 bulan ini. Simak sampai habis, ya. 

Apa itu KB suntik 1 bulan?

KB suntik 1 bulan merupakan metode kontrasepsi yang diberikan dengan cara menginjeksi secara intramuskular (di bokong atau lengan) setiap 1 bulan sekali, plus minus 3 hari. Kb suntik 1 bulan ini mengandung campuran hormon esterogen progesterone yang berupa medoryxprogesterone acetat dan estradiole cypionate tiap 10 ml. 

Efektivitas dan irreversibilitas?

Kb suntik 1 bulan ini cukup efektif untuk mencegah kehamilan, hanya sekitar 0,3 % wanita yang hamil dalam kurun beberapa tahun. Pengembalian kesuburan juga lumayan cepat, sekitar 3-6 bulan setelah berhenti pemakaian, haid akan segera teratur lagi dan bisa hamil.

Bagaimana cara kerjanya?

Berikut adalah cara kerja KB suntik 1 bulan :

  • Menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) sehingga kecil kemungkinan untuk bertemu sperma
  • Perubahan endometrium menjadi tipis sehingga hasil pembuahan tidak bisa menempel
  • Mukus serviks dan tuba falopii menghasilkan penghambat penetrasi sperma sehingga sulit mencapai sel telur
  • Mempersulit terjadinya nidasi (penempelan hasil pembuahan)

Efek sampingnya?

Banyak efek samping yang bisa terjadi jika Sobat Bidan menggunakan KB suntik 1 bulan, namun tidak akan terjadi semuanya. Bahkan ada pengguna yang tidak merasakan efek samping sama sekali karena memang KB ini bersifat hormonal yang beda-beda hasilnya pada setiap orang.

Berikut efek samping yang bisa terjadi :
  • Mual, sakit kepala, nyeri, berat badan naik
  • Gangguan pada kulit seperti terjadi penggelapan warna kulit, gatal-gatal, dan kandidiasis (infeksi jamur)
  • Perdarahan tidak teratur setelah suntik pertama, biasanya selama 30 hari
  • Terjadi gangguan menstruasi seperti amenorea (tidak haid sama sekali), spotting, ngeflek, haid datang lebih cepat atau lebih lama
  • Mudah lelah, mudah tersinggung, dan depresi
  • Payudara menjadi lembek dan keluar cairan dari puting
  • Tidak nafsu makan
Kontraindikasi?

Ada pun wanita yang sebaiknya tidak menggunakan KB suntik 1 bulan ini, antara lain :
  • Wanita yang sedang hamil atau diduga hamil
  • Menderita kanker payudara
  • Pernah mengalami gangguan tromboembolik
  • Menderita kanker di saluran reproduksi
  • Sering migrain
  • Punya penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Pernah atau sering mengalami perdarahan yang tidak normal
  • Berusia 45 tahun atau lebih
  • Punya penyakit jantung dan hati yang akut
  • Alergi terhadap kandungan obat suntik Kb 1 bulan
Mari ber-KB!
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang patut Sobat Bidan ketahui tentang KB suntik 1 bulan sebelum menggunakannya. Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)

Pic by : Pixabay
Selamat siang, Sobat Bidan!


Setelah kemarin membahas ikterus atau kuning yang normal pada bayi baru lahir di sini, sekarang kita bahas kuning pada bayi baru lahir yang tidak normal, ya. Dalam bahasa medis lebih dikenal dengan istilah ikterus patologis.

Ikterus sendiri merupakan warna kuning pada kulit, konjungtiva, dan mukosa yang terjadi karena penumpukan bilirubin. Sedangkan hiperbilirubinemia adalah ikterus yang terjadi akibat kadar penumpukan bilirubin yang berlebihan, sehingga menjurus pada kenikterus (ikterus yang mengancam nyawa bayi) bila kadar bilirubin ini tidak segera ditangani.

Berikut adalah beberapa keadaan yang cenderung akan menjadi ikterus patologis :

  • Peningkatan kadar bilirubin lebih dari 5mg/dl tiap 24 jam
  • Ikterus terjadi pada 24 jam pertama setelah kelahiran
  • Ikterus yang disertai dengan : masa gestasi kurang dari 36 minggu, berat lahir kurang dari 2000 gr, asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas, trauma pada kepala, hipoglikemia (kurang zat gula), dan infeksi
  • Ikterus yang disertai proses hemolisis (pembekuan darah)
  • Ikterus yang menetap lebih dari 8 hari pada bayi cukup bulan dan lebih dari 14 hari pada bayi dengan kehamilan kurang bulan

Sedangkan gejala lain yang dapat terjadi selain kuning di mulut, konjungtiva, dan mukosa antara lain sebagai berikut :
  • Dehidrasi, asupan kalori tidak adekuat, misal bayi muntah-muntah
  • Trauma lahir, ada perdarahan di kepala
  • Penumpukan darah karena keterlambatan memotong tali pusat
  • Ada tanda gejala infeksi (panas, demam)
  • Ada bintik merah di kulit yang dikaitkan dengan infeksi konginetal
  • Mikrosefali (ukuran kepala lebih kecil), sering dikaitkan dengan infeksi bawaan dan juga anemia hemolitik
  • Adanya peradangan hati dan limpa
  • Feses berwarna dempul pucat dan urin berwarna cokelat
Jika menemukan tanda gejala tersebut pada bayi, segera periksakan ke dokter anak terdekat agar bisa segera ditangani. Penanganan ikterus normal dan tidak normal jelas berbeda. Selain itu, teruslah beri ASI yang adekuat.

Nah, itu dia Sobat Bidan, tanda gejala ikterus yang tidak normal pada bayi. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)

Pic by : Pixabay
Selamat siang, Sobat Bidan!



Seperti yang kita ketahui, ASI merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi, utamanya pada bayi baru lahir. Manfaat pemberian ASI bagi bayi sudah pernah kita bahas di sini, ya. Sedangkan manfaat pemberian ASI bagi ibu sudah pernah kita bahas juga di sini.

Kalau macam-macam ASI dan apa saja komponen yang terkandung di dalamnya, Sobat Bidan sudah tahu belum? Nah, pada postingan kali ini kita akan membahas kedua hal tersebut. Simak sampai habis, ya!

1.     1.  Macam-macam ASI

ASI terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
  • Kolostrum. Ini merupakan cairan kental yang berwarna kekuningan dan disekresi pertama kali oleh kelenjar payudara. Kolostrum lebih banyak mengandung protein (gamma globulin) dan mulai diproduksi pada minggu ke-16 kehamilan. Kolostrum biasanya keluar antara 1-3 hari pasca melahirkan.
  • ASI masa transisi. Merupakan ASI yang keluar pada hari ke-4 sampai 10 setelah persalinan. Kadar protein pada ASI ini makin rendah, namun kadar karbohidrat, lemak, dan volumenya semakin meningkat
  •  ASI matur.  Merupakan cairan berwarna putih kekuningan yang berasal dari Ca-kasein, riboflavin, dan karoten. ASI matur keluar mulai hari ke-10 dan seterusnya.


2.       2. Komposisi kandungan gizi dalam ASI

Kandungan
Kolostrum
ASI Masa Transisi
ASI Matur
Energi (kg ka)
67,0
63,0
65,0
Laktosa (gr/100ml)
6,5
6,7
7,0
Lemak (gr/100 ml)
2,9
3,6
3,8
Protein (gr/100 ml)
1,195
0,965
1,324
Mineral (gr/100 ml)
0,3
0,3
0,2
Ig A (mg/100 ml)
335,9
-
119,6
Ig G (mg/100 ml)
5,9
-
2,9
Ig M (mg/100 ml)
17,1
-
2,9
Lisosim
14,2 -16,4
-
14,3 – 27,5
Laktoferin
420 - 520
-
250 -270

3.      3.  Komponen unggulan dalam ASI
  •       Faktor bifidus, berperan untuk mendukung pertumbuhan bakteri yang menguntungkan di dalam usus bayi dan mencegah bakteri jahat

  •       Laktoferin, berfungsi untuk mengikat zat besi di dalam ASI sehingga tidak digunakan bakteri patogen yang merugikan
  •       Laktoperoidase, berguna untuk membunuh bakteri-bakteri patogen

  •       Faktor antistafilkokus, berfungsi untuk menghambat pertumbuhan stafilokokus patogen

  •       Sel-sel fagosit, berguna untuk memakan bakteri-bakteri patogen

  •       Sel limfosit dan makrofag, bertugas untuk mengeluarkan antibodi dan meningkatkan imunitas tubuh bayi

  •       Lisosim, berfungsi untuk membantu mencegah masuknya bakteri penyakit

  •       Interveron, berfungsi untuk menghambat tumbuhnya virus

  •       Faktor pertumbuhan epidermis, berguna untuk membantu pertumbuhan selaput usus bayi untuk menghindari zar-zat merugikan yang masuk ke peredaran darah  bayi


Nah, itu dia Sobat Bidan, macam-macam ASI berikut komponen-komponennya. Jadi, sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak memberi ASI pada si kecil, kan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)


Pic by : Pixabay
Selamat siang, Sobat Bidan!

Posisi dalam persalinan
Sobat Bidan sedang menantikan masa-masa akhir kehamilan? HPL tinggal menunggu hitungan hari lagi? Kalau begitu, Sobat Bidan wajib tahu berbagai posisi yang bisa digunakan dalam proses persalinan normal. 

Posisi-posisi berikut ini disiapkan saat Sobat Bidan sudah siap mengejan atau mendekati pembukaan lengkap. Saat masih ada dalam fase pembukaan laten, posisi ini belum dianjurkan. Apa saja posisi itu? Simak sampai habis, ya!

1. Posisi berbaring (litotomi)

Posisi ini caranya adalah dengan telentang dengan kaki ditumpukan pada penyangga khusus untuk bersalin. Posisi berbaring sangat memudahkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dan biasanya dilakukan untuk tindakan kuret.

Kekurangannya, punggung ibu jadi merasa lebih pegal dan juga menyulitkan saat mengejan karena posisi yang pasif. Selain itu, risiko robekan perineum (jalan lahir) juga lebih besar.
Posisi litotomi

2. Posisi setengah duduk (semi fowler)

Posisi setengah duduk ini yang paling sering digunakan, ya? Caranya, ibu berbaring dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha membuka. Posisi ini memudahkan nakes untuk melakukan pemeriksaan, juga mempermudah ibu saat proses mengejan karena bantuan gaya gravitasi. Selain itu, jalan lahir bayi juga relatif pendek dan suplai oksigen dari plasenta ke bayi juga optimal.

Setengah duduk
3. Posisi miring (lateral)

Posisi ini mengharuskan ibu miring dengan salah satu kaki diangkat ke atas sementara kaki yang satunya lurus. Biasanya, posisi ini dilakukan saat kepala bayi belum pas berada di jalan lahir. Posisi miring akan menghemat energi ibu, juga mengalirkan oksigen ke bayi dengan optimal karena peredaran darah ibu menjadi lancar dalam posisi ini. Namun, posisi miring akan sedikit menyulitkan nakes untuk memeriksa pembukaan ibu.

Posisi lateral
4. Posisi berlutut

Caranya, ibu bertumpu pada kedua lutut yang ditekuk dan terbuka. Posisi ini mengandalkan gravitasi bumi untuk persalinan dan memungkinkan ibu bisa mengontrol saat mengejan
5. Posisi jongkok (squatting)

Mengambil posisi jongkok saat melahirkan berarti banyak melibatkan peran suami karena harus ada penopang yang kuat di belakang ibu. Selain itu, bisa juga menggunakan bangku kecil untuk posisi ini. Selain itu, dibutuhkan bantalan khusus untuk menahan kepala bayi yang akan lahir. 

Posisi ini memudahkan persalinan karena ada bantuan dari gravitasi bumi. Ibu juga dapat mengontrol saat mengejan. Namun, nakes jadi agak kesulitan melakukan pemeriksaan dalam posisi berjongkok ini.

Posisi jongkok dan berdiri
6. Posisi merangkak

Melahirkan dengan merangkak? Posisi ini menguntungkan ibu karena dapat mengurangi banyak rasa sakit di punggung. Bisa juga mempercepat penurunan kepala bayi, lho! Caranya, ibu mengambil posisi seperti merangkak dengan menggunakan lengan di depan sebagai tumpuan untuk menopang tubuh.

Posisi merangkak
7. Posisi berdiri tegak

Dalam posisi ini, ibu bisa bersandar ke depan atau ke belakang. Posisi berdiri tegak membuat ibu lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat terjadi kontraksi. Gerakan bayi pun bisa mempercepat penurunan kepala.

Nah, itu dia Sobat Bidan, ketujuh posisi yang bisa dilakukan saat melahirkan. Sobat Bidan bisa memilih mana yang paling nyaman untuk Sobat Bidan sendiri. Tapi, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter atau bidannya, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ikterus neonatus fisiologis
Kita pasti sering menjumpai bayi baru lahir yang kulitnya agak kuning, ya. Kebanyakan orangtua dulu akan panik dan berprasangka macam-macam. Tapi, perlu diketahui kuning pada bayi baru lahir merupakan gejala yang normal meski bisa jadi juga tidak normal. 

Dalam dunia kesehatan, kuning pada bayi baru lahir diistilahkan dengan Ikterus Neonatus. Ada dua kondisi ikterus ini, yaitu ikterus fisiologis (normal) dan patologis (tidak normal). Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang ikterus fisiologis pada BBL.

Apa itu ikterus?

Ikterus neonatus adalah perubahan warna kulit menjadi kuning pada bayi baru lahir yang dapat dilihat dari rongga mata, mulut, dan kulit bayi. Sekitar 65% BBL mengalami ikterus pada minggu-minggu pertamanya, dan hanya 1% yang terancam nyawanya karena ikterus ini. 

Ras Asia diketahui lebih sering terkena ikterus dibanding dengan bayi Amerika atau Negro. Bayi yang lahir premature juga lebih rentan terkena ikterus ketimbang bayi yang lahir cukup bulan.

Bagaimana tanda gejalanya?

Gejala ikterus neonatus adalah seperti yang disebutkan di atas, yaitu kuning pada rongga mata, mulut, dan kulit bayi. Penting untuk mengetahui kapan ikterus ini menyerang bayi sebagai tolok ukur apakah ikterus tersebut normal atau tidak. Apabila ikterus semakin parah, maka warna kuning akan menjalar sampai ke dada, paha, tangan, dan telapak kaki. 

Berikut tanda-tanda ikterus fisiologis (normal) :

  • Gejala kuning pertama kali muncul lebih dari 24 jam setelah bayi lahir
  • Bayi tenang dan tidak rewel
  • Kuning akan menghilang dalam kurun 1 minggu bagi bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi premature
  • Kenaikan kadar bilirubin kurang dari 5 mg/dl
  • Puncak kenaikan kadar bilirubin ada di hari ke 3-5 dengan kadar kurang dari 15 mg/dL
Bayi dengan ikterus normal cenderung tenang
Jika gejala kuning yang muncul lain dari kriteria di atas, maka perlu diwaspadai bahwa itu merupakan ikterus patologis (tidak normal). Karenanya perlu pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Apa penyebab ikterus?

Pada bayi baru lahir, terjadi perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan. Sel darah merah yang ada dalam kandungan akan dihancurkan, dan menghasilkan bilirubin indirek yang harus dibuang dari tubuh. Proses pembuangannya memerlukan enzim UDPGT.

Proses tersebut dilakukan di dalam hati menjadi bilirubin direk yang kemudian akan masuk ke usus. Di dalam usus, bilirubin ini akan diproses dengan kuman-kuman di dalamnya dan akan keluar bersama feses saat bayi BAB. 

Yang menyebabkan ikterus adalah jumlah sel darah merah yang dihancurkan sangat besar pada bayi baru lahir. Selain itu, enzim UDPGT belum bisa bekerja maksimal di dalam hati sehingga menyebabkan lonjakan kadar bilirubin indirek. Selain itu, usus bayi baru lahir juga masih bersih, jadi tidak ada kuman-kuman yang memproduksi sehingga tidak keluar bersama feses melainkan menumpuk di dalam tubuh bayi.

Bagaimana penanganannya?

Pada ikterus neonatus yang normal, bayi cukup dijemur di pagi hari antara pukul tujuh hingga sembilan pagi selama 15 menit dengan posisi bayi dibolak-balik. Sinar matahari pagi  selain mengandung vitamin D, juga mengandung sinar biru-hijau yang dapat mengubah bilirubin indirek jadi bilirubin direk.

Cara yang lain adalah dengan memberikan ASI secara adekuat pada bayi. Ikterus neonatus bisa disebabkan karena asupan ASI yang kurang di awal-awal bayi seharusnya menyusu.

Nah, itu dia Sobat Bidan, serba-serbi tentang kuning pada bayi yang normal. Bagaimana, sudah tidak khawatir berlebihan lagi, bukan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Beri ASI adekuat 
Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay