Selamat siang, Sobat Bidan!

Serba-serbi KB implan
Sobat Bidan pasti sudah tidak asing lagi ya, dengan KB implan? Ya, implan (Kb susuk) adalah alat kontrasepsi yang cukup digandrungi karena risiko kebobolannya yang relatif kecil. Menurut penelitian, hanya ada 1/100 kasus kebobolan KB implan dalam satu tahunnya.

Nah, jika Sobat Bidan tertarik untuk menggunakan KB ini, ada baiknya untuk mengetahui dulu beberapa hal tentang KB implan. Simak yuk!

Apa itu KB implan?

  • KB implan adalah kontrasepsi dengan alat yang berbentuk susuk yang ditanamkan (implan) di lengan. 
  • Masa kerjanya bermacam-macam sesuai jenisnya : Norplant (berisi 6 batang kapsul) masa kadaluarsanya mencapai 5 tahun. Sino implant-2 (berisi 2 kapsul) efektif antara 4-5 tahun. Implanon (berisi 1 batang kapsul) efektif sampai 3 tahun. Nexplanon (kb implan paling mutakhir yang dilengkapi pendeteksi untuk mengeluarkan kapsul) efektif sampai 3 tahun. 
  • KB implan tidak bisa menghalangi penularan infeksi menular seksual. Hanya kondom yang bisa mencegah penularan IMS.
  • Implan sangat efektif untuk mencegah kehamilan, kecuali jika ada faktor lain seperti konsumsi obat herbal, atau antibiotik
Bagaimana cara kerjanya?
  • Susuk yang ditanamkan di bawah kulit akan melepas hormon progestin dalam kadar rendah
  • Hormon progestin ini akan mencegah proses ovulasi (pelepasan sel telur dari ovum). Tanpa ovulasi, maka tidak akan terjadi pembuahan
  • Progestin juga akan menebalkan lendir di leher rahim sehingga akan menghambat pergerakan sperma
  • Progestin akan menipiskan dinding rahim, sehingga apabila terjadi pertemuan antara sperma dan sel telur, maka hasil konsepsi akan sulit menempel di dinding rahim sehingga tidak terjadi kehamilan
Progestin mencegah pembuahan
Apa saja efek sampingnya?

Tidak semua pemakai KB implan akan mengalami efek samping. Jika pun mengalaminya, lama kelamaan efek samping itu akan menghilang dengan sendirinya. Namun, wanita yang merokok kemungkinan efek samping ini akan lebih berat. Karenanya, kebiasaan merokok harus dihentikan bila ingin menggunakan KB implan.

Berikut di antara efek samping KB implant :
  • Haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali
  • Darah haid bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit
  • Sakit kepala
  • Berjerawat
  • Payudara nyeri
  • BB bertambah
  • Depresi
  • Rasa sakit, infeksi, atau nyeri di tempat penanaman susuk
Cara pemasangan?

KB implan hanya bisa didapat di klinik, puskesmas, atau rumah sakit. Pemasangannya bisa dilakukan oleh dokter, bidan, atau nakes yang sudah melakukan training pemasangan implant. Pertama, lengan akan disuntik dengan obat bius agar tidak merasakan sakit. Kemudian, akan dibuat sayatan kecil untuk memasukkan susuk di bawah kulit.

Pemasangan akan berlangsung beberapa menit saja, dan setelahnya ibu dilarang mengangkat beban berat selama kurang lebih 3 hari. Jika masa berlaku sudah habis atau sebelumnya, segera kembali ke tempat pemasangan untuk dilepas dan diganti dengan yang baru.

Yang tidak dianjurkan memakai KB implan?

Ibu dengan masalah pembekuan darah, penyakit liver, dan perdarahan vagina tanpa diketahui sebabnya tidak dianjurkan memakai KB ini. Juga ibu dengan diabetes, depresi, kolesterol tinggi, hipertensi, kandung empedu, kejang-kejang, atau dengan gangguan ginjal sebaiknya konsultasi dulu pada ahlinya.

Ibu yang sering lupa minum pil atau yang menginginkan kontrasepsi jangka panjanglah yang dianjurkan untuk memakai KB implan.
 
Sering lupa minum pil? Kb implan saja!
Harga?

Untuk harga KB implan berbeda-beda sesuai mereknya. Namun, di pasaran biasanya berkisar antara 115 ribu rupiah, belum termasuk biaya jasa pemasangan susuk.

Jadi, sudah ada gambaran tentang KB susuk atau implan ini, kan, Sobat Bidan? Alangkah baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan Sobat Bidan semua, ya. Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar, ya).

Pic by : Pixabay
Selamat sore, Sobat Bidan!

Apa saja tanda bahaya bayi baru lahir?
Melihat si buah hati terlahir sehat dan sempurna ke dunia adalah suatu anugerah yang tak terhingga, ya. Kita seolah menjadi manusia yang paling berbahagia dengan kehadiran si kecil. Harapan dan doa-doa pun tercurah untuknya, agar kelak dia menjadi anak yang cerdas, sehat, sholeh, serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Namun, tahukah Sobat Bidan bahwa bayi baru lahir masih rentan sekali daya tahan tubuhnya? Bisa jadi kemarin si kecil masih sehat dan aktif, tapi hari ini mendadak badannya panas. Karena hal itulah, Sobat Bidan harus mengetahui tanda-tanda bahaya yang sering kali terjadi pada bayi baru lahir.

Apa saja itu? Ini dia!

1. Tidak mau menyusu

Ibu harus waspada jika bayi tidak mau menyusu. ASI merupakan asupan makanan utama bagi si kecil, jika menyusu saja tidak mau ini jelas berbahaya bagi bayi. Si kecil yang tidak mau menyusu bisa saja karena kondisinya sangat lemah atau justru sedang mengalami dehidrasi berat.

Jika si kecil menyusu namun tersedak-sedak, ibu harus waspada karena ini bisa jadi merupakan tanda bibir sumbing atau sejenisnya. 

2. Tali pusat kemerahan

Waspadalah apabila tali pusat bayi berwarna kemerahan. Ini menunjukkan indikasi infeksi pada tali pusat. Perhatikan juga apa ada nanah yang keluar. Biasanya gejala infeksi ditandai juga dengan demam atau suhu badan bayi naik. Segeralah bawa ke dokter atau nakes terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Tentang perawatan tali pusat sudah pernah kita bahas di sini, ya.

3. Sesak napas

Frekuensi napas yang normal bagi bayi adalah antara 30 -60 kali per menit. Ketika napas bayi kurang dari 30 kali per menit atau bahkan lebih dari 60 kali per menit, maka hal ini perlu dicurigai. Perhatikan apakah ada tarikan di dinding dada si kecil. Hal ini erat kaitannya dengan gejala sesak napas atau kesulitan napas pada si kecil.

Amati frekuensi napas si kecil
4. Kejang

Kejang pada bayi tidak bisa dideteksi dengan mudah karena dia belum bisa bergerak secara aktif, berbeda dengan orang dewasa yang jelas sekali sedang kejang. Bila bayi menunjukkan gerakan yang tidak biasa, seperti bola mata berputar-putar, berkedip lebih sering, atau menceracau dan kaki bergerak seperti sedang mengayuh sepeda berulang-ulang, kemungkinan si kecil sedang kejang.

Kejang bisa dicurigai sebagai gejala infeksi berat atau karena demam. Bila sedang tidak demam namun bayi kejang, segeralah konsultasikan dengan nakes terdekat karena kemungkinan ada gangguan lain.

5. Lemah

Apabila bayi terlihat lemah, tidak aktif seperti biasanya, jangan didiamkan saja. Bayi bisa saja menjadi lemah dan tidak lincah karena dehidrasi, diare, atau pun muntah. Ibu harus waspada.

6. Tubuh terasa dingin

Suhu yang normal bagi bayi adalah antara 36, 5 - 37, 5 derajat celcius. Jika tubuh bayi terasa dingin dan suhunya di bawah 36, 5, maka ibu harus waspada. Bayi bisa mengalami hipotermi karena berbagai sebab. Misalnya saja karena suhu ruangan yang dingin, kipas angin, AC, pakaiannya yang basah, atau bayi tidur di dekat tembok yang lembap. Segera selimuti dan hangatkan si kecil karena dia belum bisa menahan dingin untuk waktu yang lama.

Begitu pula jika suhu bayi di atas 37, 5 derajat celcius, kemungkinan bayi demam. Segera atasi dengan kompres di ketiak dan leher bayi dengan air hangat, atau bawa segera ke nakes terdekat.

7. Mata bernanah

Mata bayi yang bernanah mengindikasikan adanya infeksi yang terjadi dalam proses persalinan. Bisa saja pada ibu yang punya infeksi menular seksual, ketika kepala bayi melewati jalan lahir, bakteri IMS itu menempel di mata bayi sehingga menyebabkan infeksi di matanya.

8. Kulit bayi kuning

Kuning pada kulit bayi biasanya disebabkan karena kurang ASI. Cukupi asupan ASI si kecil dan jemurlah si kecil setiap pagi antara pukul tujuh sampai sembilan. Namun, apabila kulit bayi kuning kurang dari 24 jam setelah lahir atau lebih dari 14 hari setelah lahir, seluruh tubuhnya kuning sampai telapak tangan dan kaki, bahkan tinjanya juga, maka segeralah bawa ke nakes. Ini berkaitan erat dengan adanya ikterus neonatus (kuning pada bayi) karena berlebihnya kadar bilirubin. 

Perhatikan warna kulit bayi
9. Merintih

Bayi yang merintih menunjukkan bahwa ada ketidaknyamanan yang sedang dirasakan olehnya. Jika sudah diberi ASI dan ditenangkan dengan berbagai cara namun rintihannya tak kunjung reda, maka segera bawa ke nakes.

Itu dia, Sobat Bidan, tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir yang wajib Sobat Bidan tahu. Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)

Pic by : pixabay 
Selamat malam, Sobat Bidan!

Apa itu lochea?
Sobat Bidan sudah tahu apa itu masa nifas? Ya, masa nifas merupakan masa yang dihitung sejak ibu baru melahirkan sampai 6 minggu sesudahnya (40 - 60 hari sesudah melahirkan). Di dalam masa nifas, akan terjadi perubahan pada organ yang berfungsi selama kehamilan seperti rahim, serviks, dan vagina ke bentuknya semula.

Dalam masa ini juga ibu akan mulai beradaptasi dengan peran barunya. Tubuh pun akan bereaksi untuk membantu berjalannya peran baru ini, seperti payudara terasa sakit karena keluar ASI, kontraksi rahim, BAK tidak lancar karena ada perlukaan di saluran kencing, juga keluarnya darah selama 40 hari itu. 

Dalam ilmu kebidanan, darah selama masa nifas disebut dengan lochea (lokia). Ada tahapan lokia yang akan keluar dari jalan lahir ibu sesuai dengan berjalannya masa nifas. Hal tersebut juga menunjukkan sejauh mana kenormalan 'pengembalian' organ dalam yang disebutkan di atas tadi berjalan.

Apa saja macam dan tahapan lokia itu? Ini dia!

  • Lokia rubra (cruenta). Lokia ini keluar antara satu sampai dua hari pasca persalinan, berwarna merah segar. Lokia rubra berisi darah segar dari sisa-sisa selaput ketuban, mekonium (kotoran janin), lanugo (rambut-rambut kecil janin), sel-sel desidua, dan vernik caseosa (lemak putih yang menempel di tubuh bayi). Selama dua hari ini ibu akan merasakan kontraksi pada rahim (harus ada kontraksi) untuk mengeluarkan sisa-sisa persalinan tersebut.
  • Lokia sanguinolenta. Lokia ini keluar pada hari ketiga sampai hari ketujuh pasca persalinan. Warnanya sudah tidak merah segar lagi seperti lokia rubra, tapi lebih ke merah kekuningan. Lokia sanguinolenta berisi darah yang bercampur lendir. Biasanya di hari-hari ini ASI ibu sudah akan keluar lancar (setelah sebelumnya ASI kolostrum yang berwarna keruh).
tetap menyusui meski ASI yang keluar sedikit, ya.
  • Lokia serosa. Lokia ini keluar pada hari ke-7 sampai hari ke-14 pasca persalinan. Lokia serosa berwarna kuning dan sudah tidak bercampur darah lagi. Hari-hari ini biasanya ibu sudah mulai beradaptasi dengan peran barunya. Jahitan di perineum (jika melahirkan normal) pun sudah membaik sehingga sudah bisa BAK mau pun BAB tanpa rasa sakit yang berarti.
  • Lokia alba. Yang terakhir disebut lokia alba, yang keluar pasca 2 minggu setelah melahirkan. Lokia ini berwarna putih. Pada masa ini tubuh ibu sudah bisa dinyatakan pulih kembali, tinggal mengembalikan tenaga pasca kelelahan setelah melahirkan. Namun begitu, dukungan suami dan keluarga terus ibu butuhkan untuk mengurus si kecil.
  • Lokia purulenta. Ini adalah lokia abnormal yang berbau busuk dan bernanah. Lokia purulenta keluar jika ibu nifas mengalami infeksi masa nifas. Karenanya, pada awal-awal melahirkan ibu harus mengecek lokia yang keluar. Pastikan yang keluar bukan lokia purulenta. 
Sehat selalu bersama si kecil
Itu dia Sobat Bidan, macam-macam lokia di masa nifas sesuai dengan tahapannya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

Selamat siang, Sobat Bidan!



Sobat Bidan pasti sudah tidak asing lagi ya, dengan istilah pembukaan dalam proses persalinan? Pembukaan ini harus lengkap dulu barulah janin bisa dilahirkan dan ibu diijinkan mengejan. Lalu, apa saja dan bagaimana tahapan pembukaan itu? Simak, yuk!

1. Pembukaan 1

  • Dilatasi serviks (pembukaan rahim) sebanyak 1 cm
  • Biasanya merupakan fase terlama bagi ibu, bisa sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu (dengan kontraksi yang jarang-jarang (lama kurang dari 1 menit). 
  • Sebagian wanita mengalami pembukaan 1 antara 2 - 6 jam saja, dan tidak melewati 24 jam
  • Ibu mulai merasa mulas dan nyeri yang menjalar di pinggang meski masih belum begitu sakit rasanya
  • Bisa juga disertai keluarnya bercak darah (blood show)
  • Ibu masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa seperti jalan-jalan, makan dan minum
  • Janin masih berdiam diri dan belum melakukan pergerakan apa pun, meski dia sudah berada di jalan yang benar (mapan)
2. Pembukaan 2
  • Dilatasi serviks sudah mencapai 2 cm
  • Fase ini bisa berlangsung 12-14 jam pada ibu yang baru pertama kali melahirkan, dan 6-10 jam pada ibu yang sudah pernah melahirkan
  • Rasa mulas mulai timbul dan menyebabkan nyeri kram seperti menstruasi
  • Sistem pencernaan akan mulai melambat, karenanya ibu sebaiknya makan makanan yang ringan seperti sereal, sup, atau roti
  • Janin belum melakukan pergerakan yang berarti untuk menuju rongga panggul
3. Pembukaan 3
  • Dilatasi serviks sudah mencapai 3 cm
  • Ibu sudah memasuki fase aktif persalinan
  • Kontraksi akan datang dengan jeda 30 cm sampai 1 jam dari kontraksi pertama
  • Bila kontraksi bertambah berat dan teratur, sudah saatnya ibu berangkat ke tempat bersalin
  • Posisi janin kini sudah mengarah ke rongga panggul tapi belum signifikan
4. Pembukaan 4
  • Dilatasi serviks sudah mencapai 4 cm
  • Mulut rahim akan menipis dan terbuka karena adanya kontraksi yang berkala dari rahim
  • Biasanya, ketuban akan pecah di pembukaan 4, tapi bisa juga tidak. Ini akan semakin memperlancar pembukaan dan mendorong kepala bayi turun
  • Setiap kontraksi, kepala bayi akan semakin terdorong ke jalan lahir sehingga pembukaan akan semakin lebar
5. Pembukaan 5
  • Pembukaan rahim sudah sampai 5 cm
  • Kontraksi rahim akan semakin sering dengan frekuensi sekali atau lebih tiap 30 menit atau 1 jam dengan lama kontraksi kurang lebih 30 detik
  • Kepala janin berada dalam posisi melintang di panggul ibu dan sudah berangsur turun
6. Pembukaan 6
  • Dilatasi serviks sudah mencapai 6 cm
  • Kontraksi akan semakin kuat dengan jeda waktu 3 -5 menit tiap kontraksinya
  • Lama kontraksi sudah semakin bertambah sekitar 30 - 45 detik
  • Janin sudah memasuki rongga panggul, diameter kepala terlebarnya sudah masuk ke pinggiran panggul
  • Kepala bayi seharusnya juga sudah memasuki bagian tersempit rongga panggul
7. Pembukaan 7
  • Serviks telah membuka sampai 7 cm
  • Kontraksi akan semakin kuat dengan jeda 3 -5 menit sekali dengan lama kontraksi mencapai satu menit bahkan lebih
  • Puncak kontraksi akan demikian kuat sehingga ibu merasa seolah kontraksi terjadi tanpa jeda
  • Kepala janin sudah turun ke rongga panggul dan menimbulkan lengkungan saat diperiksa
  • Terjadi pula rotasi kepala janin 90 derajat hingga wajahnya menghadap rektum ibu
8. Pembukaan 8
  • Serviks sudah membuka sampai 8 cm
  • Ibu merasakan tekanan yang sangat kuat di bagian bawah punggung, juga tekanan pada anus, dan adanya dorongan untuk mengejan
  • Ibu mulai berkeringat dingin, pengeluaran darah dan lendir juga semakin banyak karena pembuluh kapiler ibu banyak yang pecah
  • Mungkin ibu akan mengalami kejang kaki dan mengantuk di antara kontraksi karena oksigen yang ada di otak mengalir ke area persalinan
  • Janin sudah berada di dalam rongga panggul dan terus berusaha untuk keluar melalui jalan lahir yang kian terbuka lebar
9. Pembukaan 9
  • Dilatasi serviks sudah mencapai 9 cm
  • Kontraksi akan semakin sering dan kuat
  • Merupakan fase transisi bagi ibu karena masa pembukaan akan segera berakhir dan berganti ke kala II
  • Ibu merasakan tekanan yang begitu besar di daerah bawah rongga panggul seperti hendak buang air besar
  • Bayi sudah ada di rongga panggul dan akan terus mendesak turun setiap kali ada kontraksi
10. Pembukaan 10
  • Dilatasi serviks sudah mencapai pembukaan lengkap
  • Kontraksi semakin sering, durasinya semakin lama, kekuatannya semakin kuat
  • Ibu sudah diperbolehkan mengejan karena kepala bayi sudah masuk rongga panggul
  • Vulva mulai membuka, ada tekanan pada anus, dan ada dorongan mengejan perineum yang teramat sangat pada ibu seperti hendak buang air besar
  • Janin sudah masuk ke panggul dan siap untuk dilahirkan
Itu dia Sobat Bidan, tahapan pembukaan di kala I persalinan. Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

Salam sayang,

Bidan Ayu
(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay
Selamat siang, Sobat Bidan!

Berhubungan seks saat hamil, ini faktanya!
Banyak wanita yang bertanya-tanya mengenai hal ini : 

Bolehkah melakukan hubungan seksual saat sedang hamil?

Jawabannya tentu saja boleh, ya, Sobat Bidan. Cuma kebanyakan wanita mungkin takut hubungan seksual akan berbahaya bagi bayi misal menyebabkan bayi lahir prematur, dan lain-lain. Padahal tidak, kok. Justru sebaliknya, menurut beberapa ahli melakukan hubungan seks justru akan mencegah kelahiran prematur. Berhubungan saat hamil aman bagi janin.

Hal ini berbeda pada setiap wanita. Biasanya, di trimester pertama kehamilan, wanita mengalami penurunan gairah seksual. Tersebab karena masih melekatnya keluhan-keluhan awal seperti mual, muntah, pusing, dan lainnya. Barulah saat memasuki trimester dua, wanita bisa jadi melonjak gairah seksualnya serta merasa seksi. Ini terjadi karena keluhan di trimester awal sudah hilang dan wanita merasakan kenyamanan dalam kehamilannya, serta pengaruh hormon.

Melakukan hubungan seksual saat hamil justru bagus untuk kondisi psikologis ibu. Bahkan, saat mendekati HPL dianjurkan untuk lebih sering melakukan hubungan seksual (tapi tidak lebih dari 3 kali seminggu, ya. Berhubungan terlalu sering dapat menyebabkan infeksi saluran kencing yang berbahaya bagi janin). Berhubungan dapat membuat ibu lebih rileks dalam menghadapi persalinan karena kondisi psikologisnya menjadi baik (karena orgasme dan curahan kasih sayang dari pasangan). Juga, akan membantu kontraksi rahim sehingga bisa memperlancar proses bersalin.

Baca juga :


Ibu hamil yang tidak dianjurkan untuk sering-sering melakukan hubungan adalah ibu yang pernah mengalami perdarahan. Hal ini berhubungan karena apabila ibu mencapai orgasme, kemungkinan rahim akan berkontraksi. Rahim yang berkontraksi dapat memicu kembali perdarahan. Namun, bagi ibu dengan hamil normal (tidak perdarahan) tidak usah cemas, karena kontraksi itu sifatnya sementara. Ibu cukup berbaring dan tidur saja agar tidak kelelahan.

Ibu hamil dengan plasenta previa (plasenta terletak di bawah dan menutupi jalan lahir) juga harus berhati-hati saat berhubungan. Pastikan pasangan tidak melakukan penetrasi terlalu dalam karena mungkin saja akan membuat perut ibu terasa sakit. Apabila pasangan mengidap penyakit kelamin, misal herpes genital, ini juga tidak dianjurkan sering-sering berhubungan seks. Jika ibu tertular saat hamil, kemungkinan akan menghambat tumbuh kembang bayi. 

Tidak ada posisi tertentu yang dianjurkan dalam melakukan hubungan intim selama hamil. Cukup komunikasikan dengan pasangan bagaimana nyamannya saja. Mungkin, bila perut ibu sudah membesar, posisi misionaris (pasangan di atas) akan sedikit menimbulkan kesulitan. Karena, selain perut yang sudah besar, payudara juga menjadi sangat sensitif selama hamil. Itu dapat mengurangi kenikmatan bagi ibu dan pasangan.

Kehati-hatian harus diperhatikan
Posisi yang bisa digunakan misalnya saja posisi spoon (pasangan melakukan penetrasi dari belakang), atau berhadap-hadapan. Jangan mencoba posisi yang ekstrem selama hamil, kehati-hatian adalah faktor utama yang harus diperhatikan. Sebagian wanita akan mengalami susah orgasme saat hamil karena klitoris menjadi kurang sensitif. Selain itu, mengalirnya darah ke panggul saat orgasme akan membuat genetalia membesar sehingga mungkin ibu akan merasa kurang nyaman.

Hubungan seks tidak akan menyebabkan janin keguguran atau terluka, karena rahim merupakan tempat paling kokoh yang melindunginya. Selama kehamilan ibu normal, ibu bisa melakukan hubungan seksual kapan saja tanpa perlu merasa takut atau cemas. Yang penting, komunikasikan dengan pasangan tentang kemauan ibu.

Nah, itu dia, Sobat Bidan, fakta mengenai boleh tidaknya berhubungan seksual saat hamil. Jadi, tidak usah takut-takut lagi, ya. Nikmati dan berbahagialah dengan kehamilan Sobat Bidan semua. Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan, kritik atau saran, silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay