Selamat siang, Sobat Bidan!

Cara memilih pembalut yang aman

Wanita memang makhluk yang ribet, ya, semua pasti sepakat dengan itu. Banyak sekali hal-hal detail yang tidak luput dari perhatian wanita. Salah satunya adalah pembalut. Ini sesuatu yang penting bagi wanita, bukan? Pembalut semacam pelindung saat tamu bulanan datang.

Eits, tapi jangan salah, ya. Ada lho, pembalut yang berbahaya dan tidak aman digunakan. Kalau sudah begini, alih-alih sebagai pelindung, justru pembalut akan membawa masalah baru. Lalu, pembalut yang seperti apa sih, yang aman dan nyaman untuk wanita?

Sebenarnya, berbagai merek pembalut yang beredar di Indonesia sudah lulus uji edar oleh pemerintah, kok!

Dalam pembuatannya, pembalut akan melalui sebuah proses pemutihan (bleaching). Nah, proses ini membutuhkan zat kimia yang bernama klorin. Klorin ini bisa menimbulkan senyawa dioksin yang bisa memicu kanker.


Tapi, di Indonesia sendiri, pembalut yang beredar sudah diawasi secara ketat dari proses pembuatannya. Dalam proses bleaching, zat klorin yang digunakan juga menggunakan klorin dioksida yang bebas dioksin. Selain itu, ada juga uji fluoresensi sebelum didistribusikan ke pasaran. Uji ini digunakan untuk melihat pembalut apakah ada kontaminasi dioksinnya atau tidak.

Kita juga bisa melakukan tes sendiri di rumah untuk memastikan pembalut yang digunakan bebas klorin. Caranya, celupkan atau rendam pembalut baru di segelas air putih. Jika airnya berubah menjadi putih keruh, kemungkinan pembalut tersebut mengandung klorin. Jika warna air tetap jernih dan tidak berubah, artinya pembalut itu bebas klorin.

klorin bisa menyebabkan kanker

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah pembalut tersebut mengandung parfum atau tidak. Pembalut yang mengandung parfum, wewangian, atau deodoran kurang baik digunakan. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi di vagina atau alergi. Jika menggunakan pembalut merek tertentu lalu menimbulkan semacam gatal di sekitar vagina misalnya, maka segera ganti merek, ya. Bisa jadi, pembalut yang biasa Sobat Bidan pakai itu menimbulkan reaksi alergi sehingga gatal.

Ini dia beberapa merek pembalut yang dinyatakan aman dan sudah beredar di Indonesia :

  • Laurier super slimguard day
  • Nina anion
  • Charm body fit
  • Softex slim fit
  • Kotex
  • Natest
  • M-Wise menstrual pads
  • Avail
  • Airiz
  • Whisper
Sobat Bidan biasa pakai yang mana?

Untuk pemakaian pembalut, kita harus sering-sering menggantinya maksimal setiap 4 jam sekali. Apalagi, jika menstruasi sedang banjir-banjirnya, maka harus lebih sering lagi ganti pembalut. Hal ini erat kaitannya dengan kesehatan kita. Jarang ganti pembalut akan menyebabkan penumpukan bakteri, bahkan bisa menyebabkan penyakit TSS (Toxic Shock Syndrom).

TSS disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun berbahaya di sana. Gejalanya yaitu demam lebih dari 39 derajat celcius, sakit kepala, menggigil, diare, sakit tenggorokan, susah napas, ruam, mata merah, pusing, hingga pingsan. Penyebab TSS tentunya beragam, dan menumpuknya bakteri karena jarang ganti pembalut bisa jadi salah satunya.

Ganti pembalut 3-4 jam sekali

Ngeri, kan? Karenanya, selain memilih pembalut yang sehat dan nyaman, kita juga harus memperhatikan pemakaiannya.

Jadi, menjadi wanita memang ribet, ya, tapi tetap jangan lupa untuk berbahagia!

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).



Selamat siang, Sobat Bidan!

Macam-macam pil KB dan efek sampingnya
KB dengan pil masih banyak digandrungi oleh ibu-ibu, ya. Biasanya, ibu yang takut jarum suntik dan ngeri dengan berbagai KB yang memerlukan tindakan, lebih memilih KB pil. Gampang, tinggal minum saja meski harus mengingat-ingat setiap hari. Soalnya, kalau sampai salah tata cara minumnya bisa kebobolan, ya.

Sobat bidan sudah tahu belum, ada beberapa macam pil KB dengan merek dan kandungannya masing-masing. Antara beberapa pil KB ini terdapat perbedaan, lho. Nah, Sobat Bidan tentunya harus tahu dulu ya, pil yang mana yang cocok untuk Sobat Bidan sebelum memutuskan meminumnya.

Apa saja macam-macam dan perbedaan pil KB itu? Simak, yuk!

1. Pil KB Andalan

Sebenarnya, perbedaan mendasar antara pil KB ada pada jenis hormon progestinnya. Nah, dalam pil KB Andalan, progestin yang terkandung adalah Levonorgestrel (progesteron) dan Etinilestradiol (estrogen). Progestin jenis ini akan meningkatkan hormon androgen dalam tubuh sehingga akan menyebabkan peminumnya rentan jerawatan. 

Selain itu, efek samping lain yang bisa timbul adalah pusing, mual, muntah, diare, siklus haid tidak teratur, sakit kepala, dan berat badan naik. Jangan kuatir, efek samping tersebut biasanya hanya sementara saja. 


Tablet pil KB Andalan biasanya terdiri dari 28 tablet dengan 21 pil hormon (biasanya berwarna kuning) dan 7 pil kosong (plasebo, biasanya berwarna putih).

Cara kerja pil ini sama dengan pil KB pada umumnya, yaitu mencegah pelepasan sel telur yang telah matang dari ovarium sehingga tidak terjadi fertilisasi. Selain itu, pil KB akan meningkatkan kepekatan lendir rahim sehingga sperma akan sulit menembusnya. 

Pil KB Andalan bisa dengan mudah ditemukan di pasaran dengan kisaran harga kurang lebih Rp.12.000-, saja. 

2. Pil KB Yasmin

Pil KB Yasmin juga cukup dikenal di pasaran, ya. Pil ini mengandung progestin jenis Drospirenone yang menekan perkembangan hormon androgen. Berisi 28 pil dengan 21 pil hormon dan 7 pil kosong (plasebo). Karena menurunnya hormon androgen, maka pil ini bisa mengurangi gejala PMS ringan seperti nafsu makan yang berlebih, bad mood, dan perut kembung karena adanya retensi air. Selain itu, pil Yasmin juga bisa mengurangi jerawat karena sedikitnya hormon androgen tadi.

Keuntungan lain mengkonsumsi pil Yasmin adalah mesntruasi akan tetap lancar meski siklusnya kadang bisa jadi lebih pendek (sudah pernah kita bahas, ya). Selain itu, payudara juga tetap terasa nyaman meski sedang menstruasi dan bisa melindungi payudara dari kista dan tumor jinak. Ovarium juga akan sehat karena bisa mengurangi pembekuan kista di ovarium. 
Efek samping yang biasa terjadi antara lain seperti depresi, migrain, mual, diare, nyeri punggung, dan adanya pembekuan darah. Selain itu drospirenone juga menyebabkan peningkatan kalium dalam tubuh secara berlebih. Maka, pil ini tidak boleh diminum oleh seorang wanita dengan gangguan fungsi ginjal, hati, dan gangguan adrenal.

Pil KB Yasmin bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp. 230.000,- sampai Rp. 240.000,-

3. Pil KB Diane 35

Pil Diane mengandung progestin jenis Cyproterone Acetat (CPA) yang bisa mengatasi hiperandrogen. Hiperandrogen biasa terjadi pada wanita di usia produktif. Prinsipnya sama dengan pil Yasmin, CPA bisa menurunkan kadar androgen dalam tubuh sehingga bisa mengurangi minyak di kulit dan membasmi jerawat. Pil ini juga bisa mengurangi pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme).


Efek samping dari pil KB Diane antara lain : perubahan mood, migrain, sakit perut bagian bawah, berat badan bertambah, juga nyeri pada payudara.

Harga pil ini di pasaran biasanya berkisar Rp. 136.000,-

4. Pil KB Trinordiol-28

Jika pil Kb Andalan punya dua warna tablet, pil KB Trinordiol-28 punya empat warna tablet dengan spesifikasi sebagai berikut :

  • 7 tablet warna merah yang mengandung laktosa
  • 10 tablet warna kuning pucat yang mengandung 0,03 mg etinilestradiol dan levonorgestrel sebanyak 0,125 mg
  • 6 tablet warna kuning cerah yang mengandung 0,03 mg etinilestradiol dan levenorgestrel 0,05 mg
  • 5 tablet warna putih yang mengandung 0,04 mg etinilestradiol dan levonorgestrel 0,05 mg
Cara meminumnya sama dengan pil KB pada umumnya. Efek samping yang bisa ditimbulkan dari pil KB Trinordiol-28 ini antara lain mual, payudara lembek, jikwa tertekan, cloasma (flek hitam), perubahan berat badan, perubahan libido seks, perubahan siklus haid, dan sakit kepala.

Pil ini bisa didapatkan dengan harga Rp. 12.000,- per stripnya.


Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa macam pil KB dan perbedaannya. Sebelum memutuskan ber-KB dengan pil, alangkah baiknya jika Sobat Bidan konsultasi terlebih dahulu dengan bidan atau dokter. Semoga postingan ini bermanfaat, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar). 

Pic by :
Google.com



Selamat siang, Sobat Bidan!


Masa setelah melahirkan atau masa nifas bisa disebut sebagai masa-masa pemulihan. Saat ini adalah saat yang membahagiakan bagi ibu namun juga melelahkan. Selain itu, perdarahan yang terjadi di masa ini juga bisa menyebabkan ibu menjadi lemas dan mudah capai.

Masa nifas adalah masa pasca melahirkan yang biasanya akan berlangsung selama empat puluh hari, bisa kurang atau lebih. Dalam masa ini, ibu akan mengalami perdarahan dengan tahap-tahapnya tersendiri (akan dibahas pada postingan selanjutnya, ya). Namun, ibu juga perlu waspada karena dalam masa nifas juga ada tanda-tanda bahayanya. 

Jika mengalami tanda-tanda ini dan tidak segera ditangani, maka akibatnya bisa fatal. Lalu, apa saja tanda-tanda bahaya masa nifas itu? Simak ulasan berikut ini, yuk!

1. Perdarahan banyak

Setelah melahirkan, ibu akan mengalami pengeluaran darah dari jalan lahir selama masa nifas (lochea). Lochea itu akan keluar bertahap, mulai dari yang warna merah segar, hingga berwarna putih serupa keputihan. Hal ini terjadi karena sedang ada pemulihan atau penyusutan rahim ke dalam bentuknya semula.

Periksa banyaknya darah
Tapi, bila dalam beberapa hari pertama perdarahan ini banyak jumlahnya, dengan ukuran :

  • Ganti pembalut satu kali setiap jam
  • Perdarahan tidak berkurang meski baru menyusui dan sudah istirahat
  • Ukuran rahim tidak menyusut
  • Nyeri tekan perut bagian bawah
  • Perut terasa lembek
Waspadalah bila tanda-tanda ini menyertai perdarahan yang keluar banyak. Hal ini menandakan kontraksi rahim yang terganggu. Apa penyebabnya? Mungkin saja masih ada sisa plasenta yang tertinggal sehingga mengganggu kontraksi rahim dan rahim terasa lembek, atau penyebab lain. 

2. Demam tinggi

Apabila suhu tubuh ibu lebih dari 38 derajat celcius selama dua hari berturut-turut di hari-hari pertama setelah melahirkan, maka ibu perlu waspada. Hal ini merupakan tanda dari infeksi masa nifas. Tanda lainnya antara lain adanya pembengkakan dan jantung yang berdebar-debar serta denyut nadi yang semakin cepat.

Berbagai bakteri bisa menjadi penyebab infeksi masa nifas ini. Selain itu, infeksi di daerah lain juga bisa menjadi penyebabnya. Misal infeksi di perineum, vagina, leher rahim, dan sebagainya.

3. Bengkak di wajah, tangan, dan kaki

Bila setelah melahirkan ibu mengalami pembengkakan di wajah, tangan dan kaki, segeralah lakukan pemeriksaan. Seperti apakah ada varises, kemerahan di betis, serta pergelangan tangan dan kaki apakah ada penumpukan cairan.
Apa ada cairan di kaki atau tangan?
Pemeriksaan lab yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan protein urine. Hal ini erat kaitannya dengan pre-eklampsia post partum yang sangat berbahaya bagi ibu bila tidak segera ditangani. Ibu bisa saja mengalami kejang.

4. Payudara bengkak, sakit, dan memerah

Tanda ini merupakan tanda-tanda mastitis (peradangan pada payudara). Mastitis bisa terjadi karena adanya bendungan payudara (engorgment). Biasanya ini terjadi pada ibu yang tidak menyusui, menyusui bukan dengan cara yang benar, memakai bra yang ketat, ibu yang kekurangan gizi, kurang istirahat atau mengalami anemia.

Bendungan payudara dapat terjadi karena biasanya ibu tidak menyusui bayi di tiga hari pertama karena produksi ASI yang sedikit. Padahal, ini adalah ASI yang sangat bagus (kolostrum) dan harus diberikan pada bayi. Dengan menyusukannya, itu akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak lagi. Bila tidak disusukan, setelah tiga hari biasanya produksi ASI akan melimpah dan terjadilah ketidakseimbangan. Karenanya, sering terjadi bendungan payudara tadi.

Mastitis biasa terjadi pada ibu pasca melahirkan di sepuluh hari pertama sampai 28 hari. Karena itulah penting bagi nakes untuk memberi edukasi tentang cara menyusui yang benar (akan kita bahas di postingan mendatang, ya).

5. Merasa sedih berlebihan

Masa-masa nifas yang melelahkan dan membingungkan ibu dengan peran barunya, kadang membuat ibu merasa sedih. Jika ibu mengalami tanda-tanda ini sampai berlebihan misal sampai tidak mau merawat bayinya, haruslah diwaspadai.

Perlu waspadai depresi
Hal ini berkaitan erat dengan kondisi emosional dan psikologis ibu nifas. Kita sudah membahas di sini, ya. 

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa tanda-tanda masa nifas yang harus diwaspadai. Apabila mengalaminya, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat bisa ditangani. Semoga Sobat Bidan diberikan kesehatan selalu sehingga bisa menghabiskan waktu bersama si kecil dengan maksimal, ya!

Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Selamat siang, Sobat Bidan!

Perawatan bayi baru lahir
Menjadi ibu merupakan kebahagiaan dan kesempurnaan bagi wanita, ya. Dengan itu kehidupan seolah terasa sempurna. Namun, bagi seorang ibu baru atau yang baru pertama kali melahirkan, kadang masih sedikit kebingungan terhadap perawatan bayinya.

Harus dibagaimanakan ya, si kecil ini? Untuk Sobat Bidan yang akan menjadi ibu baru, kita simak yuk, bagaimana cara merawat bayi baru lahir!

1. Perawatan mata

Untuk mencegah terjadinya tahi mata pada si kecil, ibu bisa melakukan pemijatan dari sudut mata bayi ke arah bawah (ke arah hidung). Pastikan kuku ibu pendek, ya. Atau bisa juga menggunakan cutton buds yang sudah dibasahi dengan air hangat untuk memijitnya. Lakukan dengan lembut setiap sekali dalam dua minggu.

Jika sudah terdapat tahi mata di mata bayi, maka bisa dibersihkan dengan menggunakan kapas yang dibasahi air hangat. Ganti kapas untuk membersihkan mata yang satunya. Jika setelah dibersihkan tahi mata itu tidak juga hilang, maka bawalah si kecil ke dokter karena kemungkinan si kecil terkena infeksi.


2.  Perawatan tali pusat


Daerah ini harus diperhatikan betul-betul ya, Sobat Bidan, karena tali pusat mudah sekali terkena infeksi. Usahakan agar tali pusat tetap kering. Saat memandikan jangan sampai terkena air. Jika tali pusat yang belum putus tidak sengaja terkena air, maka segera keringkan dengan kassa steril.

Biasanya, tali pusat baru putus setelah 1-2 minggu pasca melahirkan. Tapi, bisa juga lebih cepat atau lebih lambat dari itu. Perawatan tali pusat dengan betadine atau alkohol sekarang sudah tidak dianjurkan lagi. Setelah mandi, cukup ganti pembungkus tali pusat dengan kassa steril dan kering tanpa dibubuhi apa pun.

3. Perawatan kulit

Kulit bayi masih sangat sensitif, tapi jika tidak bisa dibersihkan akan mengundang bakteri dan kuman. Karenanya, mandikan bayi minimal satu hari sekali baik dengan cara dilap dengan waslap basah atau dicelup ke dalam bak. Jangan terlalu lama memandikan bayi karena dia belum tahan terhadap dingin.
Kulit bayi masih sangat sensitif
Pakailah sabun yang mengandung vitamin E agar kulit bayi tetap lembap dan tidak kering. Aturlah suhu ruangan baik ventilasi atau AC secara pas supaya si kecil tidak kepanasan atau kedinginan. Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan biang keringat pada bayi. Apabila bayi mengalami biang keringat, cukup pakai bedak bayi yang mengandung pro vitamin B5 agar kulit tetap lembut.

Pada jam-jam bayi sering berkeringat seperti siang hari, lap keringatnya dengan kapas yang dicelup air atau tisu basah yang tidak beralkohol. Misalnya untuk daerah lipatan yang biasanya banyak berkeringat.

4. Perawatan kulit kepala

Jangan pakaikan topi pada bayi bila cuaca sedang panas, misal di dalam rumah atau di dalam kendaraan. Itu dapat menyebabkan kulit kepala lembap dan berkeringat. Keringat di kulit kepala bisa menyebabkan cradle crap atau kerak di kulit kepala.

Jika bayi mengalami ini, segera bawa ke dokter untuk diberi obat. Setelah itu lakukan perawatan dengan memberi baby oil dan diamkan selama 10 - 15 menit kemudian pijat kepala bayi dan cucilah dengan air. Jangan terlalu keras saat menggaruk kepala bayi untuk menyiasati kerak itu apalagi sampai berdarah atau infeksi. Dengan obat dari dokter, cradle crap tersebut akan lepas perlahan dengan sendirinya.

Usahakan kulit kepala si kecil tetap dalam keadaan sejuk dan kering, ya.

5. Perawatan hidung

Sebenarnya tidak perlu perawatan khusus untuk membersihkan hidung karena di dalamnya sudah ada penyaring alami. Jangan sekali-kali memasukkan cutton buds atau jari ibu ke dalam hidung bayi karena justru akan membuat kotoran terdorong semakin dalam. Bila ada ingus yang keluar cukup dilap dengan kassa atau kain bersih saja. 

Hidung bayi tidak perlu perawatan khusus
Jika ingus terlalu banyak sehingga menyumbat jalan napas si kecil, sedotlah ingus itu dengan lembut atau dengan menggunakan aspirator bayi. Tutup sebelah lubang hidung kemudian hisap lubang hidung sebelahnya, begitu berkali-kali secara bergantian sampai ingus bersih. Jangan menghisap kedua lubang hidung secara bersamaan karena tindakan tersebut berbahaya bagi bayi.

6. Perawatan telinga

Prinsip perawatan telinga pada bayi baru lahir sama dengan perawatan hidung. Telinga sudah punya alat pembersih sendiri. Ibu boleh membersihkannya saat kotoran sudah tampak di pintu keluar telinga. Gunakan cutton buds yang dibasahi air hangat agar kotoran lebih mudah diambil. Untuk kotoran yang ada di dalam dan keras, bawalah bayi ke dokter. Daun telinga bisa dibersihkan pada saat bayi mandi dengan air hangat dengan cara yang lembut. 

7. Perawatan mulut

Jika lidah si kecil terdapat bekas susu putih yang menempel, cukup beri bayi air putih saja. Namun, bila cukup membandel dan belum hilang, gunakan kapas steril yang telah dibasahi air matang, dan balutkan pada jari telunjuk ibu. Bersihkan sekitar mulut bayi dengan itu, kemudian tarik bibirnya ke bawah dan masukkan jari telunjuk perlahan. 
Usap lidah bayi dengan pelan dan memberikan tekanan, jangan terlalu keras karena bisa menyebabkan lidah si kecil lecet. Jangan pula terlalu masuk ke dalam sampai ke pangkal lidah karena akan membuat bayi tersedak.

Perlu diketahui, sebelum usia satu bulan, mulut bayi rentan sekali terhadap jamur candida. Jamur ini biasanya ada di selaput lendir dan banyak terdapat di area vagina. Jadi, penting bagi ibu untuk mencuci tangan sampai bersih setelah menyentuh daerah itu agar tidak membawa jamur candida ini pada si kecil. Tanda bayi yang mengalami infeksi jamur candida adalah terdapat busa-busa putih di area sekitar mulut.

8. Perawatan bokong

Daerah bokong bayi sering sekali mendapat masalah karena lembap dan bercampur dengan mikroorganisme dari pipis atau fesesnya. Biasanya meski tidak semua bayi mengalaminya, bokong bayi akan tampak kemerah-merahan seperti ruam. Untuk mencegah hal ini, ibu harus memastikan bokong bayi selalu dalam keadaan kering dan bersih. 
Popok kain lebih baik untuk si kecil
Namun, jika bayi sudah mengalaminya, maka usahakan untuk tidak memakaikan diapers pada bayi. Minimalkan pemakaian diapers, dan pakai satu merek diapers saja (jangan gonta-ganti). Pakaikan popok kain biasa, misal diapers hanya dipakai pada saat bayi tidur saja. Ada baiknya sesekali membiarkan bayi tidur dengan bokong yang terbuka agar bokong tidak lembap. Asal pastikan suhu kamar cukup hangat sehingga bayi tidak kedinginan, ya.

9. Perawatan kuku

Kuku bayi sudah boleh digunting sejak dia baru lahir. Tapi, ingat juga untuk mengikirnya karena tangan bayi akan bergerak ke mana-mana termasuk ke wajahnya. Kuku yang tidak dikikir setelah diguntik bisa melukai bayi. 

Bila sedang tidak dalam pengawasan ibu, pakaikan sarung tangan pada si kecil untuk menghindari hal itu. Namun, bila sedang diawasi, copot saja sarung tangannya karena tangan bayi adalah bagian dari panca indera yang harus dikembangkan. 

Lakukan pemotongan kuku saat bayi sedang tidur atau terbangun dengan hati-hati. Tekan jari-jari bayi agar kulit si kecil tidak ikut tergores gunting kuku. Jika tergores, tekan lukanya dengan kassa steril dan beri antiseptik.
Potong kuku dengan hati-hati

Itu dia, Sobat Bidan, beberapa perawatan pada bayi baru lahir yang mesti Sobat Bidan tahu sebelum menjadi ibu. Bagaimana, makin tidak sabar menanti kehadirannya? Sehat dan berbahagialah selalu dengan kehamilan Anda, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).
Selamat siang, Sobat Bidan!

Melahirkan tanpa rasa sakit dengan Hypnobirthing
Apa yang ada di pikiran Sobat Bidan saat mendengar kata persalinan? Apakah yang terlintas adalah rasa sakit tidak terkira? Cemas? Was-was? Khawatir bagaimana dapat melalui proses itu dengan baik? Kenapa yang terlintas dalam pikiran saat mendengar kata persalinan adalah hal-hal yang membahagiakan? Misalnya, kenikmatan? Surga? Ibu? Buah hati? Proses yang indah?

Kenapa melahirkan identik dengan rasa sakit? Bagaimana kalau kata sakit itu diganti dengan nikmat? Bisakah kita menanamkannya dalam alam bawah sadar?

Mengapa saat melahirkan kita merasakan sakit?

Dari mulai pembukaan, kontraksi, sampai pecahnya ketuban, sudah pasti kita sebagai wanita akan merasakan sesuatu yang dinamakan sakit selama proses persalinan. Namun, kondisi ini bisa bertambah lagi apabila kita berpikir tentang kesakitan itu sendiri. Jika hati kita was-was, cemas, bahkan takut menghadapi proses persalinan itu, maka sukseslah rasa sakit tersebut menyiksa kita mungkin sampai berkali-kali lipat.

Ini ada penjelasan ilmiahnya, ya. Saat kita terus cemas dan takut menghadapi persalinan, maka tubuh kita akan dipenuhi oleh hormon adrenalin. Hormon adrenalin ini akan mengurangi aliran darah ke rahim dan sistem pencernaan karena lebih banyak mengalirkan darah ke otot-otot besar di tungkai.
Jangan panik!
Bila hal ini terjadi, maka pasokan darah dan oksigen di rahim menjadi berkurang. Akibatnya, akan memperlama dan mempersulit proses persalinan. Selain itu, hormon adrenalin juga menghentikan produksi hormon oksitosin yang akan melancarkan proses persalinan. Hormon endorfin yang berguna untuk memberi rasa nyaman dan menekan rasa sakit bagi tubuh pun menjadi banyak berkurang.

Akibatnya? Persalinan akan berjalan lebih lama dan lebih sakit.

Apa itu Hypnobirthing?

Hypno yang berarti hipnosis dan birthing yang artinya melahirkan. Hypnobirthing merupakan metode persalinan yang didasarkan pada sugesti pikiran (self-hypnosis : menghipnosis diri sendiri) yang bertujuan agar ibu lebih rileks serta mengurangi persepsi terhadap ketakutan, kecemasan, atau rasa tegang selama bersalin.

Berdasarkan penelitian kesehatan, metode hipnosis ini berhasil membuat wanita mengatasi ketakutannya saat menghadapi proses persalinan. Rasa takut, tegang, dan cemas akan membuat otot-otot menjadi ikut tegang sehingga mengganggu kontraksi dan memperlama proses persalinan.

Bagaimana cara kerja metode Hypnobirthing?

Kelas Hypnobirthing mulai UK 32 minggu
Cara kerjanya tergantung pada seberapa kuat sugesti dalam pikiran kita masing-masing. Untuk membentuk sugesti itu, seorang hipnoterapis biasanya menggunakan sarana seperti musik, video, motivasi, dan kata-kata positif. Hal-hal tersebut akan memandu tubuh kita menjadi lebih santai, nyaman, dan selalu berpikir positif sehingga terhindar dari kekhawatiran yang berlebihan.
Misalnya saja dengan diputarkan musik yang lembut seperti suara alam, atau video proses mekarnya bunga, dan menyugesti pikiran dengan pernyataan positif seperti 'saya akan melahirkan normal', 'persalinan akan berjalan lancar', 'saya bahagia dan siap dengan proses ini', dan lain-lain. Sekarang sudah ada kelas-kelas khusus untuk metode hypnobirthing, biasanya dimulai saat umur kehamilan sudah mencapai 32 minggu. 

Apa saja manfaat Hypnobirthing?
  • Dapat membantu proses persalinan
  • Meminimalisir rasa takut dan cemas selama proses persalinan
  • Mengurangi kebutuhan akan obat
  • Kala I persalinan jadi lebih pendek 
  • Memberi kenyamanan, relaksasi, dan ketenangan pada ibu
  • Mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa sakit saat persalinan

Langkah-langkah melakukan Hypnobirthing

  1. Berbaring dengan posisi yang paling nyaman, lemaskan kelopak mata dan pejamkan mata perlahan tanpa paksaan.
  2. Relakasasi otot dengan kedua lengan berada di sisi tubuh dan hadapkan kedua telapak tangan menghadap ke atas. 
  3. Masih dengan mata terpejam, regangkan telapak kaki sampai merambat ke paha, betis, pinggul, dan dada. Tarik pundak ke atas dan kepalkan telapak tangan kuat-kuat. Kerutkan dahi dan tarik lidah ke arah langit-langit. Tahan selama 10-15 detik kemudian lepaskan perlahan. 
  4. Tarik napas panjang melalui hidung, hitung sampai 10 detik kemudian hembuskan pelan melalui mulut. Lakukan ini sampai sepuluh kali.
  5. Relaksasi pikiran. Setelah mata terpejam sejenak, bukalah perlahan dan fokus pada satu titik yang ada tepat di atas mata. Semakin lama, kelopak mata akan semakin rileks. Berkediplah. Hitung sampai lima dan tutup mata saat hitungan kelima. Waktu jiwa dan raga telah beristirahat itulah, kita siap menerima sugesti positif yang akan masuk dan terekam dalam alam bawah sadar.
Rileks dan berbahagialah dengan kehamilanmu!
Itu dia, Sobat Bidan, hal-hal yang perlu diketahui tentang metode Hypnobirthing. Pikiran adalah kendali tubuh kita yang utama. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. Karena itu selalulah berpikir positif agar hal-hal negatif bisa kita hindari.

Semoga postingan ini bermanfaat. Berbahagialah dengan hidup Anda!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay



Selamat siang, Sobat Bidan!

Benarkah es bisa membuat bayi besar?
Apa kabar Sobat Bidan semua? Apa kabar dengan si kecil yang ada dalam perut? Semuanya normal? Hasil pemeriksaan baik? Pasti itu yang kita semua harapkan, ya. Berbahagialah dengan kehamilan Sobat Bidan semua, percayalah semua akan baik-baik saja.

Sobat Bidan pernah mendengar selentingan atau bahkan ditegur langsung oleh orang terdekat mengenai ini tidak? "Orang hamil jangan banyak-banyak minum es, nanti bayinya besar, lho!"

Pasti pernah, bukan? Sebenarnya ini mitos atau fakta, ya? Dalam postingan kali ini, yuk kita belajar bersama tentang etiologi si bayi besar.

Apakah benar dilarang minum es berlebihan?

Benar sekali, sesuatu yang berlebihan itu tidak akan baik, ya, Sobat Bidan. Minum es bagi ibu hamil boleh-boleh saja, tergantung kondisi ibu sendiri. Bila dalam keadaan fit dan sehat, silakan minum es. Namun, jika dirasa kondisi badan sedang drop, sebaiknya hindari dulu esnya, ya. 

Apakah benar es bisa membuat bayi besar?

Jawabannya adalah tergantung es apa yang Sobat Bidan minum. Bila setiap hari selama hamil Sobat Bidan mengkonsumsi es sirup, es teh manis, es durian campur, es dawet, dan es-es yang manis-manis lainnya, kemungkinan si bayi lahir besar akan terjadi. Tapi, bila es yang diminum adalah es tawar atau air putih yang dicampur es, kemungkinan itu tidak akan berpengaruh pada si bayi.

Kenapa bisa begitu?

Hal ini berkaitan dengan penyakit atau komplikasi kehamilan yang disebut dengan Diabetes Gestasional. Ya, diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi pada saat Sobat Bidan hamil sampai melahirkan. Biasanya, penyakit ini terjadi di minggu ke 24 sampai minggu 28. Meski, bisa saja terjadi dalam minggu-minggu kapan pun.
waspada diabetes gestasional!
Sekitar 9,2 persen wanita bisa mengalami diabetes gestasional ini. Apa penyebabnya? Semakin bertambah umur kehamilan, hormon-hormon yang diproduksi plasenta pun akan semakin bertambah. Misalnya saja, meningkatnya hormon estrogen dan HPL (human placental lactogen), juga hormon yang meningkatkan resistensi insulin. 
Seiring bertambahnya umur kehamilan, hormon tersebut akan meningkat dan mempengaruhi kinerja insulin. Sama seperti diabetes biasa, diabetes gestasional ini terjadi karena kadar insulin yang tidak bisa mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Selain itu, perempuan yang sudah berusia 25 tahun ke atas saat hamil, memiliki berat badan berlebih, pernah melahirkan bayi dengan berat badan 4,5 kg, punya tekanan darah tinggi, pernah mengalami diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya, juga berisiko lebih mengidap penyakit ini lagi selama hamil.

Bagaimana ciri-ciri bumil dengan diabetes gestasional?
  • Sering haus
  • Mudah lelah
  • Sering BAK
  • Pandangan mata buram
  •  Mulut terasa kering

Namun demikian, tidak semua ibu hamil yang merasakan tanda-tanda seperti di atas pasti terkena diabetes gestasional, ya. Periksalah ke dokter untuk memastikannya.

Apa hubungannya diabetes gestasional dengan si bayi besar?

Jadi, apabila seorang bumil terkomplikasi diabetes gestasional, maka akan terjadi beberapa komplikasi juga terhadap bayi. Salah satunya adalah bayi lahir besar. Besar di sini diartikan sebagai kelebihan berat badan. Berat badan yang normal bagi bayi baru lahir adalah antara 2, 5 kg – 4 kg. 

Kenapa bayi bisa kelebihan berat badan? Karena pada ibu dengan diabetes gestasional, maka kadar glukosa yang ada di dalam darah bayi pun menjadi berlebih (makrosomia). Inilah yang menyebabkan bayi lahir besar.


Selain itu, bayi juga bisa lahir premature dan mengalami kesulitan napas. Namun, kesulitan napas ini tidak hanya terjadi pada bayi premature saja, ya, melainkan pada bayi normal pun juga bisa. Bayi dengan ibu yang mengalami diabetes gestasional pun berisiko obesitas dan menderita diabetes tipe dua kelak ketika dia dewasa.

Bayi juga bisa lahir dengan keadaan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah). Hal ini disebabkan karena kadar insulin yang tinggi. Keadaan tersebut bisa menyebabkan bayi kejang, namun bisa diatasi dengan memberikan asupan gula oleh dokter.

Bisakah diabetes gestasional ini dicegah?

Bisa, yaitu dengan rutin mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan. Selama hamil, kurangi makanan yang mengandung banyak lemak, karbohidrat, dan gula. Selalu atur pola makan sesuai gizi yang seimbang.

Selain itu, melakukan gerakan olahraga ringan sampai sedang pun dianjurkan untuk dilakukan. Misalnya saja berjalan cepat, berenang, atau bersepeda setidaknya 30 menit per hari sebelum dan pada saat hamil.

Dianjurkan juga untuk mengurangi berat badan saat merencanakan kehamilan serta memulai pola makan yang sehat. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan lengkap sebelum dan pada saat hamil.

Nah, itulah kaitan antara es dan si bayi besar. Jadi, setelah memahaminya, sekarang sudah bisa menyimpulkan, bukan? Mitos atau fakta?

Semoga postingan ini bermanfaat, berbahagialah dengan kehamilan Anda!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay