Selamat siang, Sobat Bidan!
Perlukah wanita memakai pembersih kewanitaan?
Hari ini kita akan mengupas tentang penggunaan sabun atau cairan pembersih kewanitaan. Seperti yang kita semua tahu, Miss V merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap wanita. Karenanya, apabila ada sedikit saja masalah pada organ itu, kita pasti akan segera mencari solusi.

Masalah yang kerap dialami oleh wanita terkait Miss V-nya adalah bau yang tidak sedap. Sebenarnya, pada vagina yang normal, bau memang akan berganti-ganti sepanjang siklus menstruasi dan beberapa faktor. Bau yang tidak sedap bisa saja terjadi karena aktivitas seharian yang terlalu melelahkan, makanan, atau memang bakteri dan penyakit.

Makanan yang berbau tajam seperti tuna atau bawang putih bisa menyebabkan bau tidak sedap pada vagina. Jika penyebabnya karena itu, kita tinggal menghentikan saja konsumsi makanan tersebut. Namun, bila bau tidak sedap disertai dengan keluarnya lendir yang berwarna keruh, nyeri pada perut bagian bawah misalnya, maka hal inilah yang patut diwaspadai. Segera periksakan ke klinik kandungan terdekat.

Sobat Bidan ada yang mengalami hal demikian? Biasanya dengan apa cara mengatasinya? Apakah dengan sabun atau cairan pembersih vagina? Kalau iya, segeralah hentikan pemakaian pembersih tadi, ya. Menurut American Collage Of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), pemakaian cairan pembersih kewanitaan dinyatakan buruk.

Kenapa? Mari kita simak dampaknya.

1. Melibas bakteri baik

Jika Sobat Bidan berpikir bahwa pembersih vagina akan menyingkirkan bakteri jahat, itu benar. Tapi, demikian juga dengan bakteri baik. Mereka juga akan ikut tersingkirkan. Jika jumlah antara kedua bakteri ini tidak seimbang, maka tingkat keasaman vagina akan berubah. Nah, apabila vagina tidak berada pada keasaman yang pas, maka pertumbuhan bakteri jahat akan lebih pesat. Inilah yang menyebabkan bau menyengat.

2. Memperparah infeksi

Jaga Miss V secara alami
Sobat Bidan sedang atau pernah punya riwayat infeksi pada vagina? Jika iya, maka jangan sesekali menggunakan pembersih kewanitaan. Cairan yang dipaksa masuk ini akan menyebabkan bakteri menyebar ke mana-mana. 

Wanita yang berhenti atau tidak menggunakan cairan pembersih sama sekali berisiko lebih rendah terserang bacterial vaginosis. Apa dampak dari bacterial vaginosis ini? Bagi ibu hamil, dapat menyebabkan persalinan prematur. Bagi yang tidak hamil, maka akan berisiko tinggi mengalami infeksi menular seksual. Ngeri apa ngeri?

3. Meningkatkan risiko PRP

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pembersih kewanitaan, berisiko 73 % lebih rentan terkena penyakit radang panggul (PRP). Penyakit ini merupakan infeksi pada rahim, tuba falopii, atau ovarium. Wanita yang mengalami PRP tanpa penanganan segera maka akan bermasalah dengan kesuburannya.

4. Komplikasi kehamilan

Studi menunjukkan wanita yang lebih dari sekali seminggu menggunakan pembersih vagina, akan lebih susah hamil. Selain itu, risiko terjadi kehamilan ektopik pun meningkat sampai dengan 76%. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi di luar rahim.

Jadi, hasil konsepsi bisa melekat di mana saja, misal di tuba falopii. Bila sampai membesar, maka tuba falopii yang notebene tidak elastis, akan ikut membesar dan pecah. Ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan bisa terjadi perdarahan di dalam. 

Lalu, bagaimana cara membersihkan vagina agar tidak bau?

Sobat Bidan bisa membasuh Miss V dengan air hangat saat mandi. Selain itu, sebenarnya Miss V akan dapat membersihkan organ mereka secara alami dengan lendir. Lendir vagina inilah yang akan menetralisir bau asal tingkat keasamannya seimbang. Nah, cara untuk menjaga tingkat keasaman yang baik salah satunya adalah dengan tidak menggunakan pembersih kewanitaan.


Hindari juga pembalut yang mengandung parfum, ini tidak baik untuk Miss V. Segera ganti pembalut dan CD jika dirasa sudah lembap. Pastikan daerah intim kering setelah buang air kecil sebelum kembali memakai CD. Ganti pembalut setiap empat jam. Ganti CD minimal 2-3 hari sekali, terutama pada hari-hari basah. Intinya, jangan malas menjaga kebersihan organ kewanitaan. 
Hindari pembalut berparfum

Bagaimana, Sobat Bidan? Jangan tergiur dengan iklan, ya, itu hanyalah bagian dari bisnis. Utamakan kesehatan kita, dan jangan lupa menjadi wanita yang berbahagia.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada komentar, pertanyaan, kritik dan saran, silakan tinggalkan di kolom komentar). 

Pic by : Pixabay.com
Siang, Sobat Bidan!

Sudahkah Sobat Bidan ber-Kb?

Seperti yang kita tahu, di negara ini ada salah satu program kesehatan yang namanya Keluarga Berencana (KB). Mekanisme atau cara ber-KB ini macam-macam, ya. Ada yang menggunakan cara sederhana, misal dengan KB kalender atau kondom, ada juga yang ber-KB dengan alat. Nah, KB dengan alat inilah yang lebih familiar di kalangan wanita Indonesia. Ada banyak macamnya, seperti KB suntik, pil, implant, serta IUD.

Tapi, seiring perkembangan zaman dan kemajuan, kini bukan hanya wanita saja yang bisa ber-KB, melainkan pria atau para suami juga bisa. Dengan apa? Vasektomi, ya, yaitu pemutusan atau pengikatan jalan sperma pada pria. Kita akan membahas ini di postingan-postingan selanjutnya.

Di sisi lain, keanekaragaman negeri ini juga menghasilkan keanekaragaman pendapat. Tak jarang, ada yang menganggap bahwa program KB ini tidak boleh dilakukan (haram). Khususnya bagi umat Islam, memang benar bahwa kita tidak boleh membatasi atau menjarangkan kelahiran. Hal ini berlandaskan pada hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Thabrani, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW. akan berbangga bila kelak di hari akhir paling banyak jumlah umatnya.

Tentunya hal ini menjadi bertentangan dengan slogan KB sendiri, yaitu Dua Anak Cukup. Program KB memang menekankan pada keluarga Indonesia untuk memiliki dua anak saja. Lalu, bagaimana mensiasati hal itu?

Dalam rangka dies natalis Akademi Kebidanan saya dulu, kami mengadakan kajian akbar dengan mendatangkan pembicara yaitu seorang profesor yang juga sekaligus ulama setempat. Pada sesi tanya jawab, saya sempat menanyakan pendapat beliau tentang pro-kontra KB ini.

Dengan santai, beliau menjawab bahwa KB itu dibolehkan. Tapi, dengan catatan niat kita ikut KB bukan untuk membatasi atau menjarangkan kelahiran. Terus, untuk apa, dong? Untuk mengatur kelahiran. Karena, kata beliau lagi, secanggih apa pun KB yang dipakai, bila Tuhan sudah menghendaki kita punya anak, maka itulah yang terjadi.

Sudah jelas, Sobat Bidan?

Bila kita ber-KB dengan niat membatasi jumlah anak atau takut miskin bila punya banyak anak, itu yang tidak dibolehkan. Namun, jika niat ber-KB adalah untuk mengatur kelahiran, misal jarak kelahiran satu anak dengan anak berikutnya, silakan saja. Hal ini baik untuk ibu dan bayi, juga untuk negara. Kelahiran yang teratur, ibu yang paham sampai usia berapa anak puas mendapat kasih sayang dan siap memiliki adik, patuh pada patokan 'wanita yang sudah/masih boleh hamil', tentu akan mencetak generasi yang baik untuk negara.

Selain Rasulullah akan berbangga dengan jumlah umatnya yang banyak, Sobat Bidan juga tidak boleh melupakan dalil yang satu ini, ya. Bahwa kita tidak boleh meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah (surat An-Nisa' ayat 9). 

Jangan sampai meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah!
Ini bisa diartikan bahwa selain kuantitas atau jumlah, kita juga harus memperhatikan kualitas keturunan kita. Sobat Bidan pilih mana, banyak anak tapi kualitasnya tidak maksimal, atau sedikit anak tapi kualitasnya sangat baik? Tentunya pilih banyak anak dan kualitasnya baik, ya. Semoga saja bisa seperti itu.

Akhirnya, semua harus kembali pada kemampuan personal. Jika kita memiliki aset yang cukup untuk mencetak keturunan dengan kualitas sejahtera (seperti yang dibilang pada ayat tadi) dan baik, alangkah baiknya punya banyak anak. Sejahtera yang dimaksud mencakup banyak hal, contohnya kita bisa menjamin pendidikannya agar kelak dia menjadi seorang alim yang berguna, menjamin akhlaknya baik dan mampu membawa kita pada derajat yang tinggi. Sejahtera di sini bukan melulu soal harta, tapi lebih pada bagaimana nanti si anak mampu menyikapi semua keadaan dengan baik.

Akan tetapi, jika saat ini keadaan kita belum memungkinkan untuk itu, alangkah baiknya jika kita mengatur kelahiran anak sembari menata kondisi dan mempersiapkan diri kita menjadi lebih baik lagi. Bukan dibatasi, bukan dijarangkan. Hanya saja diatur untuk kemaslahatan ibu, anak, keluarga, juga negara. 

Selain faktor perintah dalam ayat di atas, patuhi juga aturan 4T berikut, karena ini juga merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan saat kita memutuskan untuk punya anak lagi.

  • Terlalu tua
  • Terlalu muda
  • Terlalu sering
  • Terlalu dekat

Usia ibu yang terlalu tua atau terlalu muda dalam kehamilan dan persalinan akan berdampak buruk. Jangan pula melahirkan terlalu sering dengan jarak yang terlalu dekat, ini juga tidak baik untuk ibu. Kita akan mengupas tuntas perihal ini dalam postingan selanjutnya.

Jadi, kesimpulannya adalah, setiap keluarga memang perlu mengatur jumlah kelahiran dengan melihat berbagai faktor. Dan salah satu cara untuk mengatur itu semua adalah dengan ber-KB. Jadi, apa Sobat Bidan masih ragu untuk ber-KB? Apa pun keputusan Sobat Bidan, jangan lupa untuk selalu berbahagia. Jadilah keluarga yang bahagia. 

Jadilah keluarga yang bahagia dan sejahtera!

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Bila ada komentar, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay.com


Siang, Sobat Bidan!

Setelah kemarin kita membahas tentang manfaat pemberian ASI bagi si kecil, sekarang kita akan membahas apa saja manfaat memberikan ASI bagi ibu. Lho, memangnya ada? Yang sering beredar bukannya hanya banyak ruginya buat ibu, ya?

Misalnya saja, menyusui membuat bentuk payudara menjadi kendur dan tidak bagus, berat badan akan bertambah pesat, dan mammae yang akan terasa sakit karena isapan si kecil atau cara menyusui yang tidak benar. Rumor-rumor tersebut tidak sepenuhnya benar, ya, Sobat Bidan. Memberikan ASI pada si kecil justeru banyak sekali manfaatnya bagi ibu.

Apa saja itu? Berikut beberapa di antaranya :

1. Membantu kontraksi rahim

Yup, manfaat pemberian ASI bagi ibu yang pertama adalah untuk membantu pemulihan diri pasca melahirkan. Setelah usai melahirkan si kecil, dalam beberapa hari pertama uterus atau rahim akan berkontraksi untuk kembali ke ukuran semula, seperti sebelum ada janin di dalamnya. 

Nah, dengan ibu memberikan ASI, kontraksi rahim akan berjalan lebih baik ketimbang pada ibu yang tidak menyusui. Kenapa? Ini disebabkan karena hisapan bayi pada puting susu akan merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormon oksitosin inilah yang berfungsi untuk memperbagus kontraksi uterus. 


Selain rangsangan dengan hisapan puting, petugas kesehatan biasanya akan menganjurkan keluarga untuk mengelus-elus perut ibu. Hal itu juga bagus untuk merangsang rahim supaya berkontraksi. Memangnya apa yang akan terjadi bila rahim tidak berkontraksi pasca melahirkan? Jika rahim berhenti berkontraksi atau terganggu oleh sesuatu yang masih tersisa di dalamnya (mungkin sisa plasenta), maka akan terjadilah perdarahan post-partum. 

Inilah sebabnya mengapa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sangat penting diterapkan setelah persalinan. 

2. Sebagai kontrasepsi alami

Sobat Bidan belum ber-KB pasca melahirkan? Hal itu tidak perlu dikuatirkan apabila Sobat Bidan menyusui. Ya, memberikan ASI pada si kecil juga merupakan salah satu metode kontrasepsi alami. Ini biasa disebut dengan MAL (Metode Amenorhae Laktasi). Lho, kok bisa? Bagaimana cara kerjanya?

Hisapan puting oleh bayi selain menghasilkan hormon oksitosin seperti yang sudah disebutkan di atas, juga akan menghasilkan hormon prolaktin. Nah, bila hormon prolaktin ini melimpah, maka dia akan menekan hormon estrogen dalam tubuh. Hormon estrogen merupakan hormon pemicu yang sangat diperlukan untuk ovulasi (proses keluarnya sel telur ke tuba falopii dan siap untuk dibuahi).

Apabila kadar estrogen dalam tubuh ini ditekan sehingga jumlahnya sedikit, maka proses ovulasi pun akan terhambat atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Nah, tanpa adanya ovulasi, secara otomatis tidak akan terjadi konsepsi (pembuahan). 

Namun, sebagai catatan, metode MAL ini biasanya hanya efektif pada enam bulan pertama saat ibu memberikan ASI eksklusif. Karena pada saat ini produksi dan konsumsi ASI oleh bayi sedang tinggi-tingginya. Setelah lebih dari enam bulan dan bayi sudah mendapat MPASI, alangkah baiknya jika Sobat Bidan ber-KB untuk mengatur jarak kelahiran. 

Bagaimana, bisa dipahami, kan, Sobat Bidan?

3. Menurunkan berat badan

Benarkah menyusui bisa menurunkan berat badan? Logikanya, saat menyusui berat badan justeru akan bertambah karena Sobat Bidan dituntut untuk memenuhi asupan gizi lebih banyak dari biasanya. Porsi makan bagi ibu menyusui adalah sekitar lima kali per hari, bisa dibagi dalam tiga kali makan dan dua selingan camilan di sela-sela makan besar. Untuk cairan, busui membutuhkan sekitar 2-3 liter cairan per harinya.
Lalu, bagaimana berat badan bisa turun?

Menurut penelitian dari American Jurnal Of Clinical Nutrition, menyusui eksklusif selama enam bulan akan membantu menurunkan berat badan yang diperoleh selama kehamilan. Hal ini tentunya tergantung dari beberapa faktor, seperti berapa tambahan berat badan saat hamil, pola makan, pola istirahat, dan olahraga. Bukan diet ya, Sobat Bidan. Asupan gizi selama menyusui harus terpenuhi.

Bagaimana mekanismenya? Jadi, menyusui juga merupakan kegiatan yang membakar kalori, lho. Kalori yang sudah masuk ke tubuh dapat terbakar sekitar 300-500 kalori per harinya saat Sobat Bidan menyusui si kecil. Jika Sobat Bidan mengkonsumsi kalori sesuai anjuran dan takaran, maka berat badan Sobat Bidan bisa turun 0,5 kilogram antara rentang waktu satu sampai dua minggu.

Hitung saja berapa kilogram berat badan yang akan terhempas cantik jika Sobat Bidan melakukannya selama enam bulan. Hebat sekali, kan?

4. Menghemat anggaran 

Yang ini jelas sangat kelihatan sekali pengaruhnya, ya, Sobat Bidan. ASI adalah anugerah Tuhan yang murah dan mudah. Dengan kontinyu memberikan ASI, Sobat Bidan tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membeli susu formula. Seperti yang kita tahu, harga susu formula memang beragam, tapi tetap saja itu akan berpengaruh pada neraca keuangan keluarga, kan?

Bila sudah disediakan ASI yang jelas Sobat Bidan punyai tanpa perlu merogoh saku lagi, kenapa tidak memanfaatkannya?

5. Meningkatkan jalinan kasih sayang

Seperti yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya, memberikan ASI akan berpengaruh besar dalam meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi. Hal inilah yang tidak boleh Sobat Bidan lewatkan. 

"Menjadi ibu merupakan kebahagiaan tak terkira, dan menjalin kontak setiap saat dengan si kecil mungkin saja adalah bahagia di atas bahagia. Momen ini tidak akan terulangi, Sobat Bidan."
Siang, Sobat Bidan!

Bunda, beri aku ASI

Adakah di antara Sobat Bidan yang enggan memberi ASI pada si kecil? Sepertinya tidak, ya? Semua tahu bahwa ASI adalah asupan terbaik bagi bayi dibanding dengan susu formula semahal apa pun itu. Dan sebagai seorang ibu, pastinya Sobat Bidan ingin memberi yang terbaik bagi si kecil, bukan?

Kemenkes telah menetapkan peraturan mengenai ASI Eksklusif tujuannya adalah untuk menggalakkan pemberian ASI bagi si kecil. ASI Eksklusif sendiri merupakan masa pemberian ASI pada bayi dari umur 0-6 bulan pertama tanpa tambahan makanan apa pun kecuali obat-obatan apabila diperlukan. ASI adalah pemberian terbaik bagi si kecil di seribu hari pertamanya.

Banyak sekali manfaat yang akan si kecil dapat apabila Sobat Bidan memberinya ASI. Apa sajakah itu? Berikut di antaranya :

1. Memenuhi nutrisi

Ya, seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai ASI eksklusif, bahwa sebenarnya bayi dari umur 0-6 bulan memang hanya perlu ASI saja. Di dalam ASI sudah terkandung semua zat gizi dalam susunan dan jumlah yang cukup untuk kebutuhan bayi. Apabila bayi terus menangis meski sepertinya sudah kenyang diberi ASI, berarti dia menangis bukan karena lapar. Jadi, Sobat Bidan tidak perlu menambah menu baru.

Barulah setelah lebih dari enam bulan, berikan Makanan Pendamping ASI untuk bayi. Itu pun harus dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan antara tekstur makanan dan sistem pencernaan bayi. Tetap berikan ASI sampai kira-kira usia anak mencapai dua tahun. Kandungan dalam ASI sangat baik untuk pemenuhan nutrisi bayi tanpa Sobat Bidan harus khawatir terhadap masalah alergi yang kerap ditemui pada bayi yang diberi susu selain ASI.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh 

Selain bermanfaat untuk pemenuhan nutrisi, ASI juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI yang pertama kali keluar (umumnya tiga hari) atau yang biasa disebut dengan kolostrum, merupakan cairan yang wajib diberikan pada bayi. Orang tua zaman dulu kebanyakan akan membuang kolostrum karena beranggapan bahwa itu adalah ASI yang kotor. 

Padahal, kandungan di dalam kolostrum ini sangatlah penting bagi bayi. Kolostrum mengandung antibodi yang paling banyak dibanding cairan ASI selanjutnya (ASI masa transisi dan ASI matur). Antibodi inilah yang akan membentuk sistem kekebalan alami serta meningkatkan imunitas tubuh.

Aku sehat dengan ASI :D
Selain itu, ada juga imunoglobin yang terkandung di dalam ASI yang merupakan antibiotik alami. Imunoglobin ini akan melawan infeksi dan membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh bayi. 

Dalam setiap tetes ASI juga mengandung sel darah putih. Fungsi dari sel darah putih ini adalah untuk menyimpan dan membantu mengedarkan berbagai elemen seperti enzim. Selain itu, sel darah putih juga berfungsi untuk melawan infeksi, dan membentuk protein pelawan infeksi. Bayi baru lahir sangat membutuhkan ini sampai setidaknya berumur enam bulan.

Ketiga kandungan dalam ASI tersebut yang akan membantu bayi meningkatkan daya tahan tubuhnya. Inilah sebabnya mengapa kita sering menjumpai bayi yang sering sekali sakit lantaran tidak diberi ASI.

3. Meningkatkan kecerdasan

Benarkah ASI dapat meningkatkan kecerdasan bayi? Benar, Sobat Bidan. ASI mengandung lemak yang komposisinya akan berubah-ubah selama masa penyusuan. Nah, di dalam lemak ASI ini terdapat zat yang disebut ARA dan DHA. Fungsi dari DHA dan ARA sendiri adalah untuk memaksimalkan tumbuh kembang otak bayi serta meningkatkan kecerdasannya.

Dalam enam bulan pertama, kandungan lemak dalam ASI sangat tinggi karena bayi hanya memperoleh nutrisi dari ASI saja. Saat itulah kandungan DHA dan ARA juga melimpah. Di setengah tahun kedua dan setelahnya, kandungan lemak ini akan berangsur-angsur berkurang karena bayi sudah mendapatkannya dari makanan.

Jadi, beri bayi ASI sebanyak mungkin di enam bulan pertamanya, ya, Sobat Bidan!

4. Meningkatkan jalinan kasih sayang

Bounding attachment
Istilah bounding attachment atau sentuhan pertama yang diberikan orangtua pada bayi ternyata akan berpengaruh bagi bayi. Hal ini akan menimbulkan ikatan batin antara bayi dan orangtuanya yang akan terbawa sampai dia besar nanti.

Jika Sobat Bidan menyusui, pastilah akan ada kontak fisik antara Sobat Bidan dengan bayi. Inilah yang akan menguatkan ikatan batin itu dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak disusui. Adanya rasa nyaman satu sama lain kemudian akan mengalirkan energi positif dan kondisi psikologis yang baik bagi Sobat Bidan dan si kecil.

Nah, itu dia, Sobat Bidan, manfaat pemberian ASI bagi si kecil. Selain bermanfaat bagi bayi, memberikan ASI juga banyak manfaatnya untuk ibu, lho, Sobat Bidan. Apa saja itu? Kita ulas dalam pembahasan selanjutnya, ya!

Sekian, semoga postingan ini bermanfaat.


Salam sayang,

Bidan Ayu

(Postingan ini dibuat untuk program Blogwalking bersama Estrilook Community. Apabila ada pertanyaan, kritik, saran, silakan tinggalkan di kolom komentar).
Siang, Sobat Bidan!

Kehadiran buah hati di tengah keluarga merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu, ya. Setiap pasangan suami-istri pasti menantikan kehadiran si buah hati. Namun, tak jarang ada pasangan yang sepertinya kesulitan. Penantian panjang akan kedatangan buah hati menjadi ujian tersendiri bagi mereka. 

Adakah Sobat Bidan yang sedang mengalaminya? Apa saja upaya dan usaha yang sudah Sobat Bidan lakukan? Sejatinya, sebagai manusia kita diwajibkan untuk terus berikhtiar, tak terkecuali untuk kasus demikian. Berikut usaha-usaha yang bisa Sobat Bidan lakukan agar penantian akan kedatangan buah hati segera tertuntaskan.

1. Periksa ke dokter kandungan

Periksa diri ke dokter
Ya, langkah awal untuk menentukan solusi adalah tahu dulu apa penyebabnya. Sobat Bidan harus memeriksakan diri pada sang ahli dalam bidang ini, yaitu dokter Sp.Og (dokter kandungan). Mintalah untuk melakukan USG agar diketahui bagaimana kondisi rahim dan apakah ada penyakit di dalamnya.

Kemungkinan lamanya usaha untuk mendapatkan baby belum berhasil adalah adanya penyakit di dalam rahim, seperti kista, bekas operasi yang jadi luka parut, dan lain-lain. Penyakit semacam itu akan 'menutupi' jalannya sel sperma sehingga tidak mencapai pertemuannya dengan sel telur (konsepsi). Bisa juga karena bentuk rahim atau vagina yang abnormal sehingga menghambat proses konsepsi. 

Perlu dicatat, dalam masyarakat kita bahwa stigma 'mandul' masih saja ditujukan pada perempuan. Karenanya, ajak juga suami Sobat Bidan untuk memeriksakan diri. Biasanya, akan diperiksa sperma suami. Apakah ada ketidaknormalan seperti misalnya sperma terlalu sedikit, dan lain-lain. 

Setelah hasil pemeriksaan didapatkan, maka barulah tim medis akan memberi solusi atau pengobatan yang sesuai.

2. Terapkan pola hidup sehat

Yang satu ini jelas sangat berpengaruh, ya, Sobat Bidan. Untuk hal apa pun, sangatlah penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Tidak berhasilnya konsepsi bisa jadi karena pola hidup yang amburadul. Misal karena terlalu sering makan junk food, istirahat kurang, olahraga kurang, merokok, mengonsumsi alkohol, dan sebagainya.

Tubuh yang sehat dan bugar akan menghindarkan diri dari penyakit. Aktivitas menjadi lancar dan bersemangat, tak terkecuali dengan aktivitas yang 'satu itu.' Lho, jangan salah, ya. Melakukan hubungan intim haruslah dalam keadaan yang sehat antara suami dan istri. Tak hanya fisik yang bugar, tapi pikiran pun juga harus fresh dan rileks. 

Karenanya, sangat penting untuk tidak stres baik dari pihak suami atau pun istri. Makanlah makanan bergizi dengan memperbanyak sayur dan buah. Tauge dipercaya baik untuk kesuburan, lho. 

Untuk menghindari stres, berilah waktu me-time untuk pasangan. Hal itu dapat membantunya menenangkan diri dan mengembalikan mood. Sedangkan untuk olahraga, pastikan Sobat Bidan melakukan aktivitas itu minimal tiga puluh menit per harinya. Semangat, ya.

3. Perhatikan kualitas hubungan

Yup, ini dia kesalahan lumayan yang mungkin dilakukan kebanyakan pasangan. Sobat Bidan, bukan hanya kuantitas yang menjadi tolok ukur berhasil tidaknya sebuah konsepsi, namun juga kualitasnya. Mau pasangan suami istri melakukan aktivitas intim setiap hari berkali-kali pun akan nihil hasilnya bila kualitas hubungan itu tidak baik.

Lalu, bagaimana kualitas berhubungan intim yang baik?

Pertama, lakukan dengan cinta, tanpa beban, tanpa stres, dengan mood yang baik. Sudah dijelaskan di atas, kan, bahwa kondisi tubuh yang tidak fit dan pikiran stres berpotensi gagal menghasilkan konsepsi. 

Kedua, lakukan dalam waktu yang pas. Kapan waktu yang pas dan tepat itu? Saat wanita ada dalam masa subur. Kapan masa subur wanita itu? Biasanya dalam jangka dua minggu pasca haid (dihitung dari hari pertama haid). Secara visual, masa subur ini ditandai dengan adanya lendir serviks (rahim) yang kental dan elastis. Bila keluar cairan keputihan dari kemaluan yang bisa direnggangkan antara jari telunjuk dan jari tengah tidak putus, itulah masa subur Sobat Bidan. 

Ketiga, lakukan dengan posisi yang tidak neko-neko. Apabila berkeinginan hamil, Sobat Bidan dianjurkan untuk melakukan hubungan dengan posisi yang tidak macam-macam. Posisi klasik seperti missionary, woman on top, atau doggy style adalah posisi yang dianjurkan. Posisi tersebut akan menghasilkan penetrasi yang pas bagi Sobat Bidan. Bagaimana, Sobat Bidan, gampang, kan?

4. Konsumsi asam folat

Selain tersedia dalam bentuk suplemen, asam folat dapat banyak sekali kita jumpai. Makanan yang mengandung asam folat tersedia dengan murah dan mudah di Indonesia, antara lain dalam sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, dan berbagai macam buah seperti melon, pisang, dan lemon. Selain itu, makanan yang kaya akan asam folat juga bisa kita temui pada roti, sereal, dan jus.

Bahan makanan yang mengandung asam folat
Kenapa sih, dianjurkan mengonsumsi asam folat? Asam folat merupakan vitamin B kompleks yang larut dalam air. Zat ini berfungsi untuk berjalannya proses pembentukan sel-sel tubuh, mencegah anemia, dan mencegah bayi lahir cacat untuk ibu hamil.

Kebutuhan asam folat ini juga relatif, berbeda antara wanita dan pria, tergantung dari individu masing-masing. Biasanya, untuk kebutuhan sehari-hari dibutuhkan sekitar 400 mikogram asam folat, sedang ibu hamil butuh hingga 500 mikogram. 

Lalu, kenapa asam folat penting diminum sejak sebelum kehamilan? Karena fungsi asam folat yang berguna untuk memproduksi dan memperbaiki sel, serta untuk menstabilkan fungsi DNA. Asam folat selain dapat mencegah anemia juga dapat membantu memperbaiki gizi kita, Sobat Bidan. Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, dianjurkan untuk istri mulai mengonsumsi asam folat sejak satu bulan sebelum konsepsi. 

Hal ini dapat membantu persiapan tubuh Sobat Bidan menjadi lebih baik saat rahim sudah siap ditempati janin.

5. Rencanakan program hamil

Bila sudah demikian rindu menimang buah hati, tidak ada salahnya Sobat Bidan melakukan langkah ini, yaitu menjalani program hamil. Ini bisa saja menyakitkan dan menguras kantong, namun itu akan terbayar lunas saat programnya berhasil, kan? Jadi, lekas temui dokter kandungan yang Sobat Bidan percaya untuk melakukan program hamil tersebut. 

6. Berdoa tanpa putus

Tidak ada sesuatu di dunia yang bisa mematahkan kekuatan doa. Sobat Bidan percaya pada statement itu? Ya, benar adanya. Setelah semua usaha dilakukan, hal yang tidak boleh putus adalah berdoa. Vonis seburuk apa pun dari dokter bisa dengan mudah dipatahkan bila Tuhan sudah berkehendak. Jangan lupa minta doa juga pada sanak saudara dan teman-teman, agar semakin banyak doa yang tercurah untuk Sobat Bidan.

Nah, itu dia enam hal yang bisa Sobat Bidan lakukan untuk mengisi masa-masa penantian sang buah hati. Semangat, ya, terus berikhtiar dan jangan pernah lupa untuk berbahagia!

Salam Sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar. Terima kasih :))

 Pic by : Pixabay