Sobat Bidan Tidak Boleh Melahirkan Secara Normal, Jika ...

Selamat siang, Sobat Bidan!


Seorang wanita tentu punya keinginan yang sama, yaitu hamil dan punya anak dengan cara normal. Namun, di era ini dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak komplikasi kehamilan-persalinan yang juga berkembang.

Hal ini tentunya bisa menghambat keinginan wanita untuk melahirkan normal karena komplikasi-komplikasi tadi. Selain komplikasi tersebut, ada juga faktor lain yang bisa menyebabkan seorang wanita sebaiknya tidak melahirkan secara normal.

Apa saja kontraindikasi melahirkan normal itu? Simak sampai habis, ya!

1. Prolaps tali pusat

Prolaps tali pusat merupakan keadaan di mana tali pusat menutupi jalan lahir dalam fase persalinan. Bisa jadi tali pusat ini akan mendahului atau pun keluar bersamaan dengan bayi. Keadaan ini berbahaya ya, karena tali pusat dapat tergencet atau tertindih oleh badan bayi bila tetap dipaksa melahirkan normal pervaginam. 

Jika sudah tergencet, tidak ada pasokan oksigen ke bayi sehingga dapat menyebabkan bayi kesulitan napas bahkan kematian. Prolaps tali pusat bisa diketahui saat pemeriksaan dalam oleh tenaga kesehatan.

2. Gemeli (hamil kembar)

Banyak risiko yang akan terjadi bila wanita dengan kehamilan kembar memaksakan diri untuk melahirkan secara normal. Keadaan hamil kembar yang tidak boleh melahirkan dengan normal antara lain saat kedua bayi dengan letak bokong, bayi ada dalam satu selaput ketuban, kembar siam, dan bayi kembar yang lebih dari dua. Hal-hal tersebut dapat diketahui saat pemeriksaan USG.

Hamil kembar tidak dianjurkan melahirkan normal
3. Melahirkan sesar sebelumnya

Hal ini masih menjadi kontroversi sampai sekarang, namun beberapa hal terkait operasi sesar ini melarang wanita untuk melahirkan secara normal di kehamilan selanjutnya. Termasuk dalam kelompok ini adalah seorang wanita yang pernah operasi sesar sampai 2 kali, dan yang memiliki bekas luka membujur berbentuk huruf T di rahim karena operasi sebelumnya, maka sudah tidak boleh melahirkan secara normal.

Kenapa? Karena bila dipaksakan, bisa saja terjadi ruptur rahim atau kerobekan pada rahim.

4. DJJ janin tidak stabil

Denyut jantung janin (DJJ) yang normal adalah antara 140-160 kali per menitnya. Jika DJJ lebih atau kurang dari angka tersebut, bisa jadi janin tengah mengalami hipoksia (sulit napas) di dalam rahim. Hal ini bisa terjadi karena adanya lilitan tali pusat atau solusio plasenta (plasenta lepas lebih dulu sebelum waktunya).

Jika terjadi hal semacam ini maka kehamilan harus segera diakhiri dengan cepat untuk menyelamatkan bayi. Karenanya, ibu dianjurkan untuk operasi sesar.

5. Makrosomia

Makrosomia merupakan sindrom bayi besar (lebih dari 4 kg). Berat badan janin yang normal adalah antara 2,5 - 4 kg. Ini bisa diketahui dari hasil pemeriksaan USG. Bayi dengan berat janin sebesar itu dianjurkan untuk dilakukan operasi sesar, karena bila dipaksakan dilahirkan normal dapat terjadi distosia bahu (bahu tersangkut di rongga panggul).

6. Penderita herpes genital dan HIV

Seorang wanita yang tercatat aktif menderita penyakit menular seksual seperti herpes genital atau HIV-Aids tidak dianjurkan untuk melahirkan normal. Hal ini disebabkan karena bakteri yang ada di jalan lahir dapat menginfeksi bahkan menulari bayi saat melewati jalan lahir tersebut.

Bakteri dapat menulari bayi

7. Kelainan plasenta

Plasenta yang letaknya tidak sesuai atau menutupi jalan lahir (plasenta previa) sejak dari kehamilan dapat menghambat proses persalinan pervaginam atau bahkan sama sekali tidak bisa melahirkan normal. 

8. Kelainan letak

Posisi atau letak normal bayi pada saat hendak lahir adalah puncak kepala berhadapan dengan bukaan leher rahim dengan posisi wajah bayi menghadap ke depan atau belakang. Ini disebut presentasi kepala (normal). Jika letak bayi ini tidak normal (bukan presentasi kepala), maka tidak dianjurkan untuk melahirkan pervaginam karena berisiko terhadap keselamatan bayi.

Berikut antara lain letak yang tidak normal :

  • Presentasi bokong, yaitu ketika bokong bayi berhadapan langsung dengan bukaan jalan lahir
  • Presentasi lintang
  • Presentasi wajah, disebabkan karena kepala janin yang sangat mendongak sehingga yang berhadapan dengan jalan lahir adalah wajah
Nah, itu dia, Sobat Bidan, beberapa hal yang menjadi kontraindikasi melahirkan pervaginam. Sering-seringlah memperiksakan kondisi kandungan Sobat Bidan agar mengetahui keadaan janin normal atau tidak.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan, kritik, atau sarann silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment