Sobat Bidan, Ini Dia 7 Posisi yang Bisa Dicoba Saat Persalinan Normal

Selamat siang, Sobat Bidan!

Posisi dalam persalinan
Sobat Bidan sedang menantikan masa-masa akhir kehamilan? HPL tinggal menunggu hitungan hari lagi? Kalau begitu, Sobat Bidan wajib tahu berbagai posisi yang bisa digunakan dalam proses persalinan normal. 

Posisi-posisi berikut ini disiapkan saat Sobat Bidan sudah siap mengejan atau mendekati pembukaan lengkap. Saat masih ada dalam fase pembukaan laten, posisi ini belum dianjurkan. Apa saja posisi itu? Simak sampai habis, ya!

1. Posisi berbaring (litotomi)

Posisi ini caranya adalah dengan telentang dengan kaki ditumpukan pada penyangga khusus untuk bersalin. Posisi berbaring sangat memudahkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan dan biasanya dilakukan untuk tindakan kuret.

Kekurangannya, punggung ibu jadi merasa lebih pegal dan juga menyulitkan saat mengejan karena posisi yang pasif. Selain itu, risiko robekan perineum (jalan lahir) juga lebih besar.
Posisi litotomi

2. Posisi setengah duduk (semi fowler)

Posisi setengah duduk ini yang paling sering digunakan, ya? Caranya, ibu berbaring dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha membuka. Posisi ini memudahkan nakes untuk melakukan pemeriksaan, juga mempermudah ibu saat proses mengejan karena bantuan gaya gravitasi. Selain itu, jalan lahir bayi juga relatif pendek dan suplai oksigen dari plasenta ke bayi juga optimal.

Setengah duduk
3. Posisi miring (lateral)

Posisi ini mengharuskan ibu miring dengan salah satu kaki diangkat ke atas sementara kaki yang satunya lurus. Biasanya, posisi ini dilakukan saat kepala bayi belum pas berada di jalan lahir. Posisi miring akan menghemat energi ibu, juga mengalirkan oksigen ke bayi dengan optimal karena peredaran darah ibu menjadi lancar dalam posisi ini. Namun, posisi miring akan sedikit menyulitkan nakes untuk memeriksa pembukaan ibu.

Posisi lateral
4. Posisi berlutut

Caranya, ibu bertumpu pada kedua lutut yang ditekuk dan terbuka. Posisi ini mengandalkan gravitasi bumi untuk persalinan dan memungkinkan ibu bisa mengontrol saat mengejan
5. Posisi jongkok (squatting)

Mengambil posisi jongkok saat melahirkan berarti banyak melibatkan peran suami karena harus ada penopang yang kuat di belakang ibu. Selain itu, bisa juga menggunakan bangku kecil untuk posisi ini. Selain itu, dibutuhkan bantalan khusus untuk menahan kepala bayi yang akan lahir. 

Posisi ini memudahkan persalinan karena ada bantuan dari gravitasi bumi. Ibu juga dapat mengontrol saat mengejan. Namun, nakes jadi agak kesulitan melakukan pemeriksaan dalam posisi berjongkok ini.

Posisi jongkok dan berdiri
6. Posisi merangkak

Melahirkan dengan merangkak? Posisi ini menguntungkan ibu karena dapat mengurangi banyak rasa sakit di punggung. Bisa juga mempercepat penurunan kepala bayi, lho! Caranya, ibu mengambil posisi seperti merangkak dengan menggunakan lengan di depan sebagai tumpuan untuk menopang tubuh.

Posisi merangkak
7. Posisi berdiri tegak

Dalam posisi ini, ibu bisa bersandar ke depan atau ke belakang. Posisi berdiri tegak membuat ibu lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat terjadi kontraksi. Gerakan bayi pun bisa mempercepat penurunan kepala.

Nah, itu dia Sobat Bidan, ketujuh posisi yang bisa dilakukan saat melahirkan. Sobat Bidan bisa memilih mana yang paling nyaman untuk Sobat Bidan sendiri. Tapi, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter atau bidannya, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment