'Mutih', Mitos yang Merugikan Ibu Nifas

Selamat sore, Sobat Bidan!


Sobat Bidan tentu pernah mendengar mitos atau istilah mutih, ya? Mutih merupakan tata cara makan minum dengan yang serba putih-putih dan direbus. Misalnya nasi putih, tahu tempe rebus, sayur rebus, dan air putih. Hal ini bagus untuk diet ya, tapi masyarakat kita kadang masih keliru menerapkan.

Mutih ini diterapkan pada ibu-ibu yang baru saja melahirkan selama masa nifas mereka atau 40 hari. Alasannya adalah agar tubuh sang ibu kembali singset ke bentuknya semula sebelum hamil. Namun, apakah mitos ini dibenarkan?

Tentu saja hal ini sangat salah, salah kaprah malah. Ibu nifas dilarang makan ikan, telur, katanya itu akan memperlama proses mengeringnya jahitan. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Protein dalam ikan dan telurlah yang akan mempercepat tumbuhnya jaringan baru. Karena alasan ini banyak ibu pasca melahirkan yang dipaksa untuk mutih oleh orangtua-orangtua mereka.

Makan makanan rebus yang itu-itu saja tentunya tidak akan bisa mencukupi gizi seorang ibu nifas. Bila kekurangan gizi, yang terjadi pada ibu nifas adalah terganggunya proses evolusi atau pemulihan organ-organ yang berperan selama melahirkan dan kehamilan. Selain itu, pengeluaran ASI juga menjadi terganggu karena kurangnya asupan gizi tadi. Tentunya ini akan merugikan ibu juga si kecil.

Supaya lebih jelas, berikut adalah daftar kebutuhan gizi dan nutrisi bagi ibu nifas.

1. Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber tenaga atau energi dalam tubuh untuk pembakaran atau pertumbuhan jaringan baru. Karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, gandum, singkong, kentang, ubi, dll. Seorang ibu nifas yang terpenuhi menjadi fit dan tidak akan mudah letih. Tentunya ini akan sangat diperlukan karena mengurus bayi merupakan sesuatu yang melelahkan.

2. Protein

Berfungsi sebagai zat pembangun tubuh yang meregenerasi sel baru, protein sangat dibutuhkan ibu nifas untuk mempercepat keringnya jahitan dalam persalinan. Selain itu, protein hewani maupun nabati juga sangat berperan penting untuk kelancaran ASI. Protein dapat diperoleh dari tempe, tahu, telur, daging, udang, hati ayam, ikan, dll.



3. Vitamin

Zat ini bermanfaat untuk antibodi tubuh dari berbagai serangan kuman penyakit. Selain itu, vitamin berfungsi juga untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh. Vitamin yang dibutuhkan ibu nifas adalah vitamin A,D,E,B,C dan K. Sumbernya dari bermacam sayur, buah, bahkan daging yang jelas tidak akan terpenuhi apabila ibu melakukan tradisi mutih.

4. Mineral

Mineral berupa fosfor, kalsium, dan zat besi sangat diperlukan ibu nifas agar terhindar dari anemia serta untuk menguatkan tulang dan gigi. Mineral bisa didapat di sayuran hijau, ikan, hati, dan daging yang diolah dengan olahan bermacam-macam.



5. Cairan

Seorang ibu yang sedang menyusui harus terpenuhi asupan cairan dalam tubuhnya. Ini supaya ASI yang keluar juga lancar sehingga kebutuhan bayi terpenuhi. Cairan yang dianjurkan adalah sekitar 1,5 - 3 liter per harinya. Ini bisa didapat dari minum air putih, atau air yang ada di buah maupun sayur.

Nah, itu dia Sobat Bidan, nutrisi yang harus dipenuhi selama nifas. Porsi yang ideal bagi ibu nifas yang menyusui adalah makan setara dengan 7 piring per harinya. Ini tentu demi kebaikan ibu dan terpenuhinya gizi si kecil.

Jadi, tradisi mutih selama nifas adalah suatu kesalahan. Alih-alih tubuh akan kembali langsing, yang ada ibu nifas hanya akan jatuh sakit dan bayi rewel karena lapar. Jangan dilaksanakan lagi ya, Sobat Bidan.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment