Mengulik Soal 'Kuning' yang Normal Pada Bayi Baru Lahir

Selamat siang, Sobat Bidan!

Ikterus neonatus fisiologis
Kita pasti sering menjumpai bayi baru lahir yang kulitnya agak kuning, ya. Kebanyakan orangtua dulu akan panik dan berprasangka macam-macam. Tapi, perlu diketahui kuning pada bayi baru lahir merupakan gejala yang normal meski bisa jadi juga tidak normal. 

Dalam dunia kesehatan, kuning pada bayi baru lahir diistilahkan dengan Ikterus Neonatus. Ada dua kondisi ikterus ini, yaitu ikterus fisiologis (normal) dan patologis (tidak normal). Pada postingan kali ini kita akan membahas tentang ikterus fisiologis pada BBL.

Apa itu ikterus?

Ikterus neonatus adalah perubahan warna kulit menjadi kuning pada bayi baru lahir yang dapat dilihat dari rongga mata, mulut, dan kulit bayi. Sekitar 65% BBL mengalami ikterus pada minggu-minggu pertamanya, dan hanya 1% yang terancam nyawanya karena ikterus ini. 

Ras Asia diketahui lebih sering terkena ikterus dibanding dengan bayi Amerika atau Negro. Bayi yang lahir premature juga lebih rentan terkena ikterus ketimbang bayi yang lahir cukup bulan.

Bagaimana tanda gejalanya?

Gejala ikterus neonatus adalah seperti yang disebutkan di atas, yaitu kuning pada rongga mata, mulut, dan kulit bayi. Penting untuk mengetahui kapan ikterus ini menyerang bayi sebagai tolok ukur apakah ikterus tersebut normal atau tidak. Apabila ikterus semakin parah, maka warna kuning akan menjalar sampai ke dada, paha, tangan, dan telapak kaki. 

Berikut tanda-tanda ikterus fisiologis (normal) :

  • Gejala kuning pertama kali muncul lebih dari 24 jam setelah bayi lahir
  • Bayi tenang dan tidak rewel
  • Kuning akan menghilang dalam kurun 1 minggu bagi bayi cukup bulan dan 2 minggu pada bayi premature
  • Kenaikan kadar bilirubin kurang dari 5 mg/dl
  • Puncak kenaikan kadar bilirubin ada di hari ke 3-5 dengan kadar kurang dari 15 mg/dL
Bayi dengan ikterus normal cenderung tenang
Jika gejala kuning yang muncul lain dari kriteria di atas, maka perlu diwaspadai bahwa itu merupakan ikterus patologis (tidak normal). Karenanya perlu pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Apa penyebab ikterus?

Pada bayi baru lahir, terjadi perubahan sel darah merah di dalam kandungan menjadi sel darah merah di luar kandungan. Sel darah merah yang ada dalam kandungan akan dihancurkan, dan menghasilkan bilirubin indirek yang harus dibuang dari tubuh. Proses pembuangannya memerlukan enzim UDPGT.

Proses tersebut dilakukan di dalam hati menjadi bilirubin direk yang kemudian akan masuk ke usus. Di dalam usus, bilirubin ini akan diproses dengan kuman-kuman di dalamnya dan akan keluar bersama feses saat bayi BAB. 

Yang menyebabkan ikterus adalah jumlah sel darah merah yang dihancurkan sangat besar pada bayi baru lahir. Selain itu, enzim UDPGT belum bisa bekerja maksimal di dalam hati sehingga menyebabkan lonjakan kadar bilirubin indirek. Selain itu, usus bayi baru lahir juga masih bersih, jadi tidak ada kuman-kuman yang memproduksi sehingga tidak keluar bersama feses melainkan menumpuk di dalam tubuh bayi.

Bagaimana penanganannya?

Pada ikterus neonatus yang normal, bayi cukup dijemur di pagi hari antara pukul tujuh hingga sembilan pagi selama 15 menit dengan posisi bayi dibolak-balik. Sinar matahari pagi  selain mengandung vitamin D, juga mengandung sinar biru-hijau yang dapat mengubah bilirubin indirek jadi bilirubin direk.

Cara yang lain adalah dengan memberikan ASI secara adekuat pada bayi. Ikterus neonatus bisa disebabkan karena asupan ASI yang kurang di awal-awal bayi seharusnya menyusu.

Nah, itu dia Sobat Bidan, serba-serbi tentang kuning pada bayi yang normal. Bagaimana, sudah tidak khawatir berlebihan lagi, bukan? Semoga postingan ini bermanfaat!

Beri ASI adekuat 
Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment