Ini Dia Serba-Serbi Water Birth, Metode Melahirkan di Dalam Air yang Mesti Sobat Bidan Tahu

Selamat siang, Sobat Bidan!

Serba-serbi water birth
Pasti Sobat Bidan sudah pernah mendengar istilah water birth, ya. Yup, ini merupakan metode melahirkan yang dilakukan di dalam air. Saat ini, water birth sedang menjadi trend melahirkan tanpa rasa sakit di kalangan ibu-ibu hamil. 

Sobat Bidan tertarik untuk melakukannya? Sebelum mengambil keputusan, alangkah baik jika Sobat Bidan tahu dulu apa saja manfaat dan risiko dari water birth ini. Simak postingan ini sampai selesai, ya.

Manfaat Water Birth

Beberapa manfaat dari melahirkan di dalam air ini, antara lain :

  • Dapat mengurangi rasa sakit karena air hangat yang digunakan dapat membuat ibu berelaksasi. Jika ibu dapat rileks saat menghadapi proses persalinannya, maka hormon endorfin akan mengalir. Hormon inilah yang akan meredakan nyeri pada ibu
  • Ibu dapat lebih leluasa bergerak sehingga bisa memilih posisi mana saja yang diinginkan saat persalinan nanti
  • Dapat membuat kontraksi rahim lebih efisien dan melancarkan sirkulasi darah sehingga aliran oksigen ke otot rahim menjadi maksimal, begitu pun oksigen yang dialirkan ke janin. Hal ini akan mengurangi rasa sakit ibu
  • Air dapat membuat otot perineum lebih elastis dan santai sehingga mengurangi risiko robekan perineum dan tindakan episiotomi (merobek jalan lahir dengan sengaja atas indikasi tertentu)
  • Air merupakan lingkungan yang hampir sama dengan keadaan di dalam kandungan yang dipenuhi air ketuban, sehingga kemungkinan dapat mengatasi stres pada bayi saat dilahirkan dan meningkatkan rasa nyaman untuknya
Water birth membuat ibu lebih rileks
Risiko Water Birth

Dari berbagai manfaat seperti yang telah disebutkan di atas, ada juga beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi dalam proses melahirkan di air ini. Berikut di antaranya :
  • Infeksi pada ibu dan bayi. Hal ini menjadi pro kontra dengan dalih jika kesterilisasian dijaga dengan benar, maka risiko infeksi tidak akan terjadi
  • Ditakutkan bayi akan bernapas dalam air sehingga air akan terhirup. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikuatirkan karena bayi baru lahir tidak akan langsung bernapas. Selama tali pusat belum dipotong, maka bayi masih akan mendapat pasokan oksigen dari plasenta
  • Potensi tali pusat terpuntir, tertekuk atau bahkan putus lebih dulu jadi kekuatiran selanjutnya. Ini akan berbahaya bagi bayi bila dia belum diangkat dari air. Diperlukan kehati-hatian yang optimal saat mengangkat bayi dari air ke dada ibu untuk menjaga keutuhan tali pusat ini
Itu dia beberapa manfaat dan risiko water birth. Selain itu, ada beberapa syarat diperbolehkannya seorang ibu melahirkan dengan metode water birth. Berikut di antaranya :
  • Kondisi ibu dan kehamilannya benar-benar sehat dan normal
  • Tidak menderita penyakit infeksi menular seperti HIV Aids, hepatitis, dan herpes
  • Kehamilan sudah cukup bulan (bukan premature)
  • Ketuban belum pecah saat memasuki air
  • Ukuran panggul ibu normal dan tidak ada kelainan fisiologis lainnya
Adapun syarat bagi janin antara lain :
  • Posisi bayi normal (presentasi kepala, ubun-ubun kecil), bukan posisi lintang atau sungsang
  • Bayi tunggal. Kehamilan kembar tidak dianjurkan melahirkan secara water birth
Selain kedua syarat di atas, air yang digunakan sebagai sarana melahirkan pun memiliki syarat tertentu, di antaranya harus steril dan dalam suhu yang sesuai (antara 36,5 - 37, 5 derajat celcius). Waktu yang tepat untuk masuk ke dalam kolam juga harus dipertimbangkan, dianjurkan setelah ibu memasuki pembukaan enam

Kondisi ibu dan kandungan harus normal
Nah, itulah serba-serbi water birth yang harus Sobat Bidan tahu sebelum memutuskan untuk menggunakan metode tersebut. Sudah ada gambaran, kan? Intinya, metode ini akan berhasil bila semua aspek terpenuhi dan berhati-hati. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengambil keputusan, ya. Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment