Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA, Wajib Bagi Sobat Bidan yang Sudah Aktif Berhubungan Seksual

Selamat siang, Sobat Bidan!

Skrining IVA untuk deteksi kanker serviks
Sobat Bidan sudah pernah dengar tentang IVA? Ya, ini merupakan skrining sederhana untuk mendeteksi kanker rahim pada wanita. Karena penyakit ini masih jadi momok nomor satu pembunuh wanita, maka sebaiknya kita bisa mencegah atau setidaknya mendeteksi dini penyakit ini.

Apa itu IVA? Siapa saja yang harusnya melakukan IVA? Simak ulasan selengkapnya sampai habis, ya!

IVA adalah?

IVA merupakan kependekan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat, merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin.

Kelebihan IVA dengan pemeriksaan pap smear adalah lebih murah, praktis, dan sangat mudah dilakukan karena hanya menggunakan alat sederhana oleh tenaga medis selain dokter ginekologi sekalipun.

Bagaimana penatalaksanaan skrining IVA?

Berikut adalah langkah-langkah bila Sobat Bidan melakukan skrining IVA :

  • Akan diberi penjelasan terlebih dahulu tentang IVA dan prosedur pemeriksaan dengan privasi yang terjaga
  • Berbaring dengan posisi litotomi (kedua lutut ditekuk dan kaki membuka lebar)
  • Vagina akan dilihat terlebih dahulu secara visual, apakah ada kelainan atau tidak
  • Vagina akan dimasuki alat yang bernama spekulum steril (cocor bebek pelebar vagina) yang berfungsi untuk melihat leher rahim
  • Bila ada cairan yang menumpuk di leher rahim, maka akan digunakan kapas steril untuk menyerapnya
  • Larutan asam asetat 3-5℅ akan diteteskan ke leher rahim dengan menggunakan pipet dan reaksinya sudah bisa dilihat kurang dari 1 menit saja
  • Bila warna leher rahim berubah jadi keputih-putihan, itu merupakan tanda kemungkinan positif kanker, dan jika leher rahim tidak berubah warna menjadi putih berarti hasilnya negatif
Kapan sebaiknya IVA ini dilakukan?

WHO telah memberikan jadwal tersendiri mengenai skrining deteksi dini kanker serviks pada perempuan, yaitu :
  • Skrining pada setiap perempuan minimal 1x di usia 35-40 tahun
  • Lakukan setiap 10 tahun sekali pada usia 35-55 tahun bila fasilitas memungkinkan, akan lebih baik setiap 5 tahun sekali
  • Anjuran untuk melakukan skrining ini di Indonesia adalah 1 tahun bila hasil tes positif, dan 5 tahun bila hasilnya negatif
  • Idealnya dilakukan setiap 3 tahun pada perempuan usia 25-60 tahun
Syarat untuk mengikuti IVA?

Adapun perempuan yang sebaiknya melakukan tes ini adalah dengan syarat sebagai berikut  :
  • Perempuan yang sudah pernah dan aktif melakukan hubungan seksual
  • Tidak sedang hamil
  • Tidak sedang menstruasi
  • Tidak melakukan hubungan seksual 24 jam sebelumnya
Di mana melakukan IVA?

IVA bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang sudah terdapat peralatan untuk itu. Bisa juga dilakukan di klinik bidan atau dokter kandungan, juga dokter umum.

Sayangi rahimmu
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa hal yang harus Sobat Bidan tahu tentang IVA. Jadi, jangan tunggu lama-lama lagi, ya. Yuk, segera periksa!

Salam sayang,

Bidan Ayu

Pic by : Pexels.com

No comments:

Post a Comment