Sobat Bidan Harus Tahu, Ini Dia Tanda-Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir

Selamat sore, Sobat Bidan!

Apa saja tanda bahaya bayi baru lahir?
Melihat si buah hati terlahir sehat dan sempurna ke dunia adalah suatu anugerah yang tak terhingga, ya. Kita seolah menjadi manusia yang paling berbahagia dengan kehadiran si kecil. Harapan dan doa-doa pun tercurah untuknya, agar kelak dia menjadi anak yang cerdas, sehat, sholeh, serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Namun, tahukah Sobat Bidan bahwa bayi baru lahir masih rentan sekali daya tahan tubuhnya? Bisa jadi kemarin si kecil masih sehat dan aktif, tapi hari ini mendadak badannya panas. Karena hal itulah, Sobat Bidan harus mengetahui tanda-tanda bahaya yang sering kali terjadi pada bayi baru lahir.

Apa saja itu? Ini dia!

1. Tidak mau menyusu

Ibu harus waspada jika bayi tidak mau menyusu. ASI merupakan asupan makanan utama bagi si kecil, jika menyusu saja tidak mau ini jelas berbahaya bagi bayi. Si kecil yang tidak mau menyusu bisa saja karena kondisinya sangat lemah atau justru sedang mengalami dehidrasi berat.

Jika si kecil menyusu namun tersedak-sedak, ibu harus waspada karena ini bisa jadi merupakan tanda bibir sumbing atau sejenisnya. 

2. Tali pusat kemerahan

Waspadalah apabila tali pusat bayi berwarna kemerahan. Ini menunjukkan indikasi infeksi pada tali pusat. Perhatikan juga apa ada nanah yang keluar. Biasanya gejala infeksi ditandai juga dengan demam atau suhu badan bayi naik. Segeralah bawa ke dokter atau nakes terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Tentang perawatan tali pusat sudah pernah kita bahas di sini, ya.

3. Sesak napas

Frekuensi napas yang normal bagi bayi adalah antara 30 -60 kali per menit. Ketika napas bayi kurang dari 30 kali per menit atau bahkan lebih dari 60 kali per menit, maka hal ini perlu dicurigai. Perhatikan apakah ada tarikan di dinding dada si kecil. Hal ini erat kaitannya dengan gejala sesak napas atau kesulitan napas pada si kecil.

Amati frekuensi napas si kecil
4. Kejang

Kejang pada bayi tidak bisa dideteksi dengan mudah karena dia belum bisa bergerak secara aktif, berbeda dengan orang dewasa yang jelas sekali sedang kejang. Bila bayi menunjukkan gerakan yang tidak biasa, seperti bola mata berputar-putar, berkedip lebih sering, atau menceracau dan kaki bergerak seperti sedang mengayuh sepeda berulang-ulang, kemungkinan si kecil sedang kejang.

Kejang bisa dicurigai sebagai gejala infeksi berat atau karena demam. Bila sedang tidak demam namun bayi kejang, segeralah konsultasikan dengan nakes terdekat karena kemungkinan ada gangguan lain.

5. Lemah

Apabila bayi terlihat lemah, tidak aktif seperti biasanya, jangan didiamkan saja. Bayi bisa saja menjadi lemah dan tidak lincah karena dehidrasi, diare, atau pun muntah. Ibu harus waspada.

6. Tubuh terasa dingin

Suhu yang normal bagi bayi adalah antara 36, 5 - 37, 5 derajat celcius. Jika tubuh bayi terasa dingin dan suhunya di bawah 36, 5, maka ibu harus waspada. Bayi bisa mengalami hipotermi karena berbagai sebab. Misalnya saja karena suhu ruangan yang dingin, kipas angin, AC, pakaiannya yang basah, atau bayi tidur di dekat tembok yang lembap. Segera selimuti dan hangatkan si kecil karena dia belum bisa menahan dingin untuk waktu yang lama.

Begitu pula jika suhu bayi di atas 37, 5 derajat celcius, kemungkinan bayi demam. Segera atasi dengan kompres di ketiak dan leher bayi dengan air hangat, atau bawa segera ke nakes terdekat.

7. Mata bernanah

Mata bayi yang bernanah mengindikasikan adanya infeksi yang terjadi dalam proses persalinan. Bisa saja pada ibu yang punya infeksi menular seksual, ketika kepala bayi melewati jalan lahir, bakteri IMS itu menempel di mata bayi sehingga menyebabkan infeksi di matanya.

8. Kulit bayi kuning

Kuning pada kulit bayi biasanya disebabkan karena kurang ASI. Cukupi asupan ASI si kecil dan jemurlah si kecil setiap pagi antara pukul tujuh sampai sembilan. Namun, apabila kulit bayi kuning kurang dari 24 jam setelah lahir atau lebih dari 14 hari setelah lahir, seluruh tubuhnya kuning sampai telapak tangan dan kaki, bahkan tinjanya juga, maka segeralah bawa ke nakes. Ini berkaitan erat dengan adanya ikterus neonatus (kuning pada bayi) karena berlebihnya kadar bilirubin. 

Perhatikan warna kulit bayi
9. Merintih

Bayi yang merintih menunjukkan bahwa ada ketidaknyamanan yang sedang dirasakan olehnya. Jika sudah diberi ASI dan ditenangkan dengan berbagai cara namun rintihannya tak kunjung reda, maka segera bawa ke nakes.

Itu dia, Sobat Bidan, tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir yang wajib Sobat Bidan tahu. Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)

Pic by : pixabay 

No comments:

Post a Comment