Sebelum Memutuskan Hamil, Sobat Bidan Mesti Tahu Dulu Faktor 4T Ini

Selamat malam, Sobat Bidan!

Ingin hamil (lagi)? Analisis faktor 4T dulu, ya.

Sobat Bidan sedang merencanakan kehamilan atau berkeinginan untuk hamil (lagi)? Benar sekali, anak adalah anugerah dan perekat ikatan rumah tangga yang tak lagi dalam masa bulan madu. Dengan kehadiran buah hati, hubungan yang mungkin mulai agak dingin menjadi hangat kembali. 


Tapi, dalam merencanakan kehamilan, Sobat Bidan harus mempertimbangkan dulu faktor 4T ini. Kenapa? Karena keempat faktor tersebut bisa digunakan sebagai barometer, apakah Sobat Bidan sudah siap untuk hamil atau masih boleh untuk hamil lagi. Hal ini berkaitan erat dengan keselamatan ibu dan janin, serta kelancaran proses persalinan.

Lalu, apa saja faktor 4T yang perlu Sobat Bidan tahu itu? Berikut ulasannya!

1. Terlalu muda

Tahukah Sobat Bidan, bahwa masa subur-suburnya reproduksi wanita ada dalam usia 20 - 25 tahun? Di usia inilah seluruh organ reproduksi sudah matang dan ada dalam masa terbaiknya. Rentang usia ini merupakan waktu yang pas bagi wanita untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Kondisi tubuh yang masih muda dan fit akan menunjang kesehatan janin.

Karenanya, jika seorang wanita belum berusia 20 tahun, maka sangat dianjurkan untuk tidak hamil terlebih dahulu. Usia di bawah dua puluh masih terbilang terlalu muda. Organ reproduksi belum sepenuhnya siap menerima konsepsi. 

Selain itu, tingkat kedewasaan secara psikologis pun belum bisa dikatakan matang. Secara fisik dan mental, wanita berusia kurang dari 20 tahun belum siap untuk hamil. Meski memang, dewasa tidak melulu dilihat dari umurnya. Tapi, secara teori, usia dewasa awal dimulai dari umur 20 tahun. 

Lalu, apakah bahaya bila hamil terlalu muda? Tentunya. Ketidaksiapan organ reproduksi bisa menyebabkan bayi lahir prematur atau abortus. Komplikasi kehamilan yang lain pun lebih rentan terjadi. Ketidaksiapan mental juga dapat menimbulkan stres pada sang ibu yang akan berdampak buruk pada janin. Jika ibu stres, janin pun akan ikut stres dan bisa menyebabkan gawat janin bahkan kematian.

2. Terlalu tua

Perhatikan umur dan kondisi fisik
Kebalikan dari yang di atas, umur ibu yang terlalu tua pun tidak lagi dibolehkan hamil. Menurut WHO, batasan seorang wanita masih boleh hamil dan melahirkan berakhir di usia 35 tahun. Lebih dari itu, wanita hendaknya stop punya anak.

Jika dalam usia yang terlalu muda organ reproduksi belum siap, kini saat usia terlalu tua maka fungsi dari sistem reproduksi tersebut sudah menurun. 

Kondisi fisik dan kesehatan ibu pun mungkin sudah tidak sekuat dulu lagi. Dikhawatirkan apabila nanti ibu tidak mampu mengejan dalam proses persalinan. Hal ini akan membahayakan ibu dan janin.

Selain itu, ibu dengan usia terlalu tua juga rentan terkena komplikasi kehamilan seperti diabetes saat hamil, hipertensi saat hamil, bayi lahir dengan berat badan rendah, juga abortus dan kematian janin. Jika dalam usia ini baru hamil pertama kali, maka ibu harus ekstra menjaga kesehatannya dan rajin-rajin melakukan ANC (periksa).

3. Terlalu banyak

Nah, yang berikutnya adalah terlalu banyak melahirkan. Hal ini berkaitan dengan program KB yang sudah dibahas di sini, ya. Masuk dalam kategori ini adalah apabila ibu sudah lebih dari tiga kali melahirkan.

Kenapa seorang wanita tidak dianjurkan terlalu banyak melahirkan? Karena risikonya besar. Dari sisi kesehatan, seorang ibu yang terlalu banyak melahirkan rentan sekali mengalami komplikasi. 

Misalnya saja seperti :

Anemia, pre-eklampsia (keracunan kehamilan), eklampsia (tingkatan lebih serius dari pre-eklampsia), prolaps uteri (rahim turun ke jalan lahir), plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), keguguran, bahkan perdarahan hebat pasca persalinan.

4. Terlalu dekat

Faktor selanjutnya yang patut dipertimbangkan sebelum Sobat Bidan merencanakan hamil lagi adalah jarak dari persalinan sebelumnya. Sudah disepakati bersama bahwa jarak yang ideal antara anak satu dengan yang lainnya minimal adalah dua tahun.

Kenapa? Agar fungsi dari sistem reproduksi pada ibu pasca bersalin telah kembali normal dan siap untuk dipakai lagi. Selain itu, anak juga akan puas merasakan kasih sayang orangtua tanpa harus terbagi-bagi. Usia dua tahun juga merupakan usia anak mulai disapih. Jadi, dia bisa mendapat hak akan ASI-nya secara penuh.


Selain membuat ibu repot mengurus dua bayi, jarak kehamilan yang terlalu dekat juga berbahaya bagi ibu dan janin. Risiko yang dapat terjadi pada bayi antara lain bayi lahir dengan berat badan rendah,  prematur, bahkan bayi juga bisa mengalami cacat bawaan. Sedangkan ibu bisa saja mengalami keguguran, anemia, juga perdarahan pasca persalinan.

Mari ber-kb!
Itu dia Sobat Bidan, 4T yang perlu dipertimbangkan sebelum Sobat Bidan memutuskan untuk hamil (lagi). Jadi, jangan dipaksakan, ya, patuhi aturan demi kesehatan ibu dan janin. Memang, semuanya ada di tangan Tuhan, tapi alangkah baiknya jika kita juga turut serta menjaga sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Benar, bukan?

Semoga postingan ini bermanfaat! Selamat berisitirahat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran bisa tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pinterest / Pixabay. com

No comments:

Post a Comment