Perawatan Bayi Baru Lahir yang Perlu Sobat Bidan Tahu Sebagai Ibu Baru

Selamat siang, Sobat Bidan!

Perawatan bayi baru lahir
Menjadi ibu merupakan kebahagiaan dan kesempurnaan bagi wanita, ya. Dengan itu kehidupan seolah terasa sempurna. Namun, bagi seorang ibu baru atau yang baru pertama kali melahirkan, kadang masih sedikit kebingungan terhadap perawatan bayinya.

Harus dibagaimanakan ya, si kecil ini? Untuk Sobat Bidan yang akan menjadi ibu baru, kita simak yuk, bagaimana cara merawat bayi baru lahir!

1. Perawatan mata

Untuk mencegah terjadinya tahi mata pada si kecil, ibu bisa melakukan pemijatan dari sudut mata bayi ke arah bawah (ke arah hidung). Pastikan kuku ibu pendek, ya. Atau bisa juga menggunakan cutton buds yang sudah dibasahi dengan air hangat untuk memijitnya. Lakukan dengan lembut setiap sekali dalam dua minggu.

Jika sudah terdapat tahi mata di mata bayi, maka bisa dibersihkan dengan menggunakan kapas yang dibasahi air hangat. Ganti kapas untuk membersihkan mata yang satunya. Jika setelah dibersihkan tahi mata itu tidak juga hilang, maka bawalah si kecil ke dokter karena kemungkinan si kecil terkena infeksi.


2.  Perawatan tali pusat


Daerah ini harus diperhatikan betul-betul ya, Sobat Bidan, karena tali pusat mudah sekali terkena infeksi. Usahakan agar tali pusat tetap kering. Saat memandikan jangan sampai terkena air. Jika tali pusat yang belum putus tidak sengaja terkena air, maka segera keringkan dengan kassa steril.

Biasanya, tali pusat baru putus setelah 1-2 minggu pasca melahirkan. Tapi, bisa juga lebih cepat atau lebih lambat dari itu. Perawatan tali pusat dengan betadine atau alkohol sekarang sudah tidak dianjurkan lagi. Setelah mandi, cukup ganti pembungkus tali pusat dengan kassa steril dan kering tanpa dibubuhi apa pun.

3. Perawatan kulit

Kulit bayi masih sangat sensitif, tapi jika tidak bisa dibersihkan akan mengundang bakteri dan kuman. Karenanya, mandikan bayi minimal satu hari sekali baik dengan cara dilap dengan waslap basah atau dicelup ke dalam bak. Jangan terlalu lama memandikan bayi karena dia belum tahan terhadap dingin.
Kulit bayi masih sangat sensitif
Pakailah sabun yang mengandung vitamin E agar kulit bayi tetap lembap dan tidak kering. Aturlah suhu ruangan baik ventilasi atau AC secara pas supaya si kecil tidak kepanasan atau kedinginan. Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan biang keringat pada bayi. Apabila bayi mengalami biang keringat, cukup pakai bedak bayi yang mengandung pro vitamin B5 agar kulit tetap lembut.

Pada jam-jam bayi sering berkeringat seperti siang hari, lap keringatnya dengan kapas yang dicelup air atau tisu basah yang tidak beralkohol. Misalnya untuk daerah lipatan yang biasanya banyak berkeringat.

4. Perawatan kulit kepala

Jangan pakaikan topi pada bayi bila cuaca sedang panas, misal di dalam rumah atau di dalam kendaraan. Itu dapat menyebabkan kulit kepala lembap dan berkeringat. Keringat di kulit kepala bisa menyebabkan cradle crap atau kerak di kulit kepala.

Jika bayi mengalami ini, segera bawa ke dokter untuk diberi obat. Setelah itu lakukan perawatan dengan memberi baby oil dan diamkan selama 10 - 15 menit kemudian pijat kepala bayi dan cucilah dengan air. Jangan terlalu keras saat menggaruk kepala bayi untuk menyiasati kerak itu apalagi sampai berdarah atau infeksi. Dengan obat dari dokter, cradle crap tersebut akan lepas perlahan dengan sendirinya.

Usahakan kulit kepala si kecil tetap dalam keadaan sejuk dan kering, ya.

5. Perawatan hidung

Sebenarnya tidak perlu perawatan khusus untuk membersihkan hidung karena di dalamnya sudah ada penyaring alami. Jangan sekali-kali memasukkan cutton buds atau jari ibu ke dalam hidung bayi karena justru akan membuat kotoran terdorong semakin dalam. Bila ada ingus yang keluar cukup dilap dengan kassa atau kain bersih saja. 

Hidung bayi tidak perlu perawatan khusus
Jika ingus terlalu banyak sehingga menyumbat jalan napas si kecil, sedotlah ingus itu dengan lembut atau dengan menggunakan aspirator bayi. Tutup sebelah lubang hidung kemudian hisap lubang hidung sebelahnya, begitu berkali-kali secara bergantian sampai ingus bersih. Jangan menghisap kedua lubang hidung secara bersamaan karena tindakan tersebut berbahaya bagi bayi.

6. Perawatan telinga

Prinsip perawatan telinga pada bayi baru lahir sama dengan perawatan hidung. Telinga sudah punya alat pembersih sendiri. Ibu boleh membersihkannya saat kotoran sudah tampak di pintu keluar telinga. Gunakan cutton buds yang dibasahi air hangat agar kotoran lebih mudah diambil. Untuk kotoran yang ada di dalam dan keras, bawalah bayi ke dokter. Daun telinga bisa dibersihkan pada saat bayi mandi dengan air hangat dengan cara yang lembut. 

7. Perawatan mulut

Jika lidah si kecil terdapat bekas susu putih yang menempel, cukup beri bayi air putih saja. Namun, bila cukup membandel dan belum hilang, gunakan kapas steril yang telah dibasahi air matang, dan balutkan pada jari telunjuk ibu. Bersihkan sekitar mulut bayi dengan itu, kemudian tarik bibirnya ke bawah dan masukkan jari telunjuk perlahan. 
Usap lidah bayi dengan pelan dan memberikan tekanan, jangan terlalu keras karena bisa menyebabkan lidah si kecil lecet. Jangan pula terlalu masuk ke dalam sampai ke pangkal lidah karena akan membuat bayi tersedak.

Perlu diketahui, sebelum usia satu bulan, mulut bayi rentan sekali terhadap jamur candida. Jamur ini biasanya ada di selaput lendir dan banyak terdapat di area vagina. Jadi, penting bagi ibu untuk mencuci tangan sampai bersih setelah menyentuh daerah itu agar tidak membawa jamur candida ini pada si kecil. Tanda bayi yang mengalami infeksi jamur candida adalah terdapat busa-busa putih di area sekitar mulut.

8. Perawatan bokong

Daerah bokong bayi sering sekali mendapat masalah karena lembap dan bercampur dengan mikroorganisme dari pipis atau fesesnya. Biasanya meski tidak semua bayi mengalaminya, bokong bayi akan tampak kemerah-merahan seperti ruam. Untuk mencegah hal ini, ibu harus memastikan bokong bayi selalu dalam keadaan kering dan bersih. 
Popok kain lebih baik untuk si kecil
Namun, jika bayi sudah mengalaminya, maka usahakan untuk tidak memakaikan diapers pada bayi. Minimalkan pemakaian diapers, dan pakai satu merek diapers saja (jangan gonta-ganti). Pakaikan popok kain biasa, misal diapers hanya dipakai pada saat bayi tidur saja. Ada baiknya sesekali membiarkan bayi tidur dengan bokong yang terbuka agar bokong tidak lembap. Asal pastikan suhu kamar cukup hangat sehingga bayi tidak kedinginan, ya.

9. Perawatan kuku

Kuku bayi sudah boleh digunting sejak dia baru lahir. Tapi, ingat juga untuk mengikirnya karena tangan bayi akan bergerak ke mana-mana termasuk ke wajahnya. Kuku yang tidak dikikir setelah diguntik bisa melukai bayi. 

Bila sedang tidak dalam pengawasan ibu, pakaikan sarung tangan pada si kecil untuk menghindari hal itu. Namun, bila sedang diawasi, copot saja sarung tangannya karena tangan bayi adalah bagian dari panca indera yang harus dikembangkan. 

Lakukan pemotongan kuku saat bayi sedang tidur atau terbangun dengan hati-hati. Tekan jari-jari bayi agar kulit si kecil tidak ikut tergores gunting kuku. Jika tergores, tekan lukanya dengan kassa steril dan beri antiseptik.
Potong kuku dengan hati-hati

Itu dia, Sobat Bidan, beberapa perawatan pada bayi baru lahir yang mesti Sobat Bidan tahu sebelum menjadi ibu. Bagaimana, makin tidak sabar menanti kehadirannya? Sehat dan berbahagialah selalu dengan kehamilan Anda, ya!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

No comments:

Post a Comment