Pembalut yang Aman, yang Seperti Apa?

Selamat siang, Sobat Bidan!

Cara memilih pembalut yang aman

Wanita memang makhluk yang ribet, ya, semua pasti sepakat dengan itu. Banyak sekali hal-hal detail yang tidak luput dari perhatian wanita. Salah satunya adalah pembalut. Ini sesuatu yang penting bagi wanita, bukan? Pembalut semacam pelindung saat tamu bulanan datang.

Eits, tapi jangan salah, ya. Ada lho, pembalut yang berbahaya dan tidak aman digunakan. Kalau sudah begini, alih-alih sebagai pelindung, justru pembalut akan membawa masalah baru. Lalu, pembalut yang seperti apa sih, yang aman dan nyaman untuk wanita?

Sebenarnya, berbagai merek pembalut yang beredar di Indonesia sudah lulus uji edar oleh pemerintah, kok!

Dalam pembuatannya, pembalut akan melalui sebuah proses pemutihan (bleaching). Nah, proses ini membutuhkan zat kimia yang bernama klorin. Klorin ini bisa menimbulkan senyawa dioksin yang bisa memicu kanker.


Tapi, di Indonesia sendiri, pembalut yang beredar sudah diawasi secara ketat dari proses pembuatannya. Dalam proses bleaching, zat klorin yang digunakan juga menggunakan klorin dioksida yang bebas dioksin. Selain itu, ada juga uji fluoresensi sebelum didistribusikan ke pasaran. Uji ini digunakan untuk melihat pembalut apakah ada kontaminasi dioksinnya atau tidak.

Kita juga bisa melakukan tes sendiri di rumah untuk memastikan pembalut yang digunakan bebas klorin. Caranya, celupkan atau rendam pembalut baru di segelas air putih. Jika airnya berubah menjadi putih keruh, kemungkinan pembalut tersebut mengandung klorin. Jika warna air tetap jernih dan tidak berubah, artinya pembalut itu bebas klorin.

klorin bisa menyebabkan kanker

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah pembalut tersebut mengandung parfum atau tidak. Pembalut yang mengandung parfum, wewangian, atau deodoran kurang baik digunakan. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi di vagina atau alergi. Jika menggunakan pembalut merek tertentu lalu menimbulkan semacam gatal di sekitar vagina misalnya, maka segera ganti merek, ya. Bisa jadi, pembalut yang biasa Sobat Bidan pakai itu menimbulkan reaksi alergi sehingga gatal.

Ini dia beberapa merek pembalut yang dinyatakan aman dan sudah beredar di Indonesia :

  • Laurier super slimguard day
  • Nina anion
  • Charm body fit
  • Softex slim fit
  • Kotex
  • Natest
  • M-Wise menstrual pads
  • Avail
  • Airiz
  • Whisper
Sobat Bidan biasa pakai yang mana?

Untuk pemakaian pembalut, kita harus sering-sering menggantinya maksimal setiap 4 jam sekali. Apalagi, jika menstruasi sedang banjir-banjirnya, maka harus lebih sering lagi ganti pembalut. Hal ini erat kaitannya dengan kesehatan kita. Jarang ganti pembalut akan menyebabkan penumpukan bakteri, bahkan bisa menyebabkan penyakit TSS (Toxic Shock Syndrom).

TSS disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun berbahaya di sana. Gejalanya yaitu demam lebih dari 39 derajat celcius, sakit kepala, menggigil, diare, sakit tenggorokan, susah napas, ruam, mata merah, pusing, hingga pingsan. Penyebab TSS tentunya beragam, dan menumpuknya bakteri karena jarang ganti pembalut bisa jadi salah satunya.

Ganti pembalut 3-4 jam sekali

Ngeri, kan? Karenanya, selain memilih pembalut yang sehat dan nyaman, kita juga harus memperhatikan pemakaiannya.

Jadi, menjadi wanita memang ribet, ya, tapi tetap jangan lupa untuk berbahagia!

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).



No comments:

Post a Comment