Masih Dalam Masa Nifas? Sobat Bidan Harus Tahu Tanda Bahaya Apa Saja yang Bisa Terjadi di Masa Ini

Selamat siang, Sobat Bidan!


Masa setelah melahirkan atau masa nifas bisa disebut sebagai masa-masa pemulihan. Saat ini adalah saat yang membahagiakan bagi ibu namun juga melelahkan. Selain itu, perdarahan yang terjadi di masa ini juga bisa menyebabkan ibu menjadi lemas dan mudah capai.

Masa nifas adalah masa pasca melahirkan yang biasanya akan berlangsung selama empat puluh hari, bisa kurang atau lebih. Dalam masa ini, ibu akan mengalami perdarahan dengan tahap-tahapnya tersendiri (akan dibahas pada postingan selanjutnya, ya). Namun, ibu juga perlu waspada karena dalam masa nifas juga ada tanda-tanda bahayanya. 

Jika mengalami tanda-tanda ini dan tidak segera ditangani, maka akibatnya bisa fatal. Lalu, apa saja tanda-tanda bahaya masa nifas itu? Simak ulasan berikut ini, yuk!

1. Perdarahan banyak

Setelah melahirkan, ibu akan mengalami pengeluaran darah dari jalan lahir selama masa nifas (lochea). Lochea itu akan keluar bertahap, mulai dari yang warna merah segar, hingga berwarna putih serupa keputihan. Hal ini terjadi karena sedang ada pemulihan atau penyusutan rahim ke dalam bentuknya semula.

Periksa banyaknya darah
Tapi, bila dalam beberapa hari pertama perdarahan ini banyak jumlahnya, dengan ukuran :

  • Ganti pembalut satu kali setiap jam
  • Perdarahan tidak berkurang meski baru menyusui dan sudah istirahat
  • Ukuran rahim tidak menyusut
  • Nyeri tekan perut bagian bawah
  • Perut terasa lembek
Waspadalah bila tanda-tanda ini menyertai perdarahan yang keluar banyak. Hal ini menandakan kontraksi rahim yang terganggu. Apa penyebabnya? Mungkin saja masih ada sisa plasenta yang tertinggal sehingga mengganggu kontraksi rahim dan rahim terasa lembek, atau penyebab lain. 

2. Demam tinggi

Apabila suhu tubuh ibu lebih dari 38 derajat celcius selama dua hari berturut-turut di hari-hari pertama setelah melahirkan, maka ibu perlu waspada. Hal ini merupakan tanda dari infeksi masa nifas. Tanda lainnya antara lain adanya pembengkakan dan jantung yang berdebar-debar serta denyut nadi yang semakin cepat.

Berbagai bakteri bisa menjadi penyebab infeksi masa nifas ini. Selain itu, infeksi di daerah lain juga bisa menjadi penyebabnya. Misal infeksi di perineum, vagina, leher rahim, dan sebagainya.

3. Bengkak di wajah, tangan, dan kaki

Bila setelah melahirkan ibu mengalami pembengkakan di wajah, tangan dan kaki, segeralah lakukan pemeriksaan. Seperti apakah ada varises, kemerahan di betis, serta pergelangan tangan dan kaki apakah ada penumpukan cairan.
Apa ada cairan di kaki atau tangan?
Pemeriksaan lab yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan protein urine. Hal ini erat kaitannya dengan pre-eklampsia post partum yang sangat berbahaya bagi ibu bila tidak segera ditangani. Ibu bisa saja mengalami kejang.

4. Payudara bengkak, sakit, dan memerah

Tanda ini merupakan tanda-tanda mastitis (peradangan pada payudara). Mastitis bisa terjadi karena adanya bendungan payudara (engorgment). Biasanya ini terjadi pada ibu yang tidak menyusui, menyusui bukan dengan cara yang benar, memakai bra yang ketat, ibu yang kekurangan gizi, kurang istirahat atau mengalami anemia.

Bendungan payudara dapat terjadi karena biasanya ibu tidak menyusui bayi di tiga hari pertama karena produksi ASI yang sedikit. Padahal, ini adalah ASI yang sangat bagus (kolostrum) dan harus diberikan pada bayi. Dengan menyusukannya, itu akan merangsang ASI untuk keluar lebih banyak lagi. Bila tidak disusukan, setelah tiga hari biasanya produksi ASI akan melimpah dan terjadilah ketidakseimbangan. Karenanya, sering terjadi bendungan payudara tadi.

Mastitis biasa terjadi pada ibu pasca melahirkan di sepuluh hari pertama sampai 28 hari. Karena itulah penting bagi nakes untuk memberi edukasi tentang cara menyusui yang benar (akan kita bahas di postingan mendatang, ya).

5. Merasa sedih berlebihan

Masa-masa nifas yang melelahkan dan membingungkan ibu dengan peran barunya, kadang membuat ibu merasa sedih. Jika ibu mengalami tanda-tanda ini sampai berlebihan misal sampai tidak mau merawat bayinya, haruslah diwaspadai.

Perlu waspadai depresi
Hal ini berkaitan erat dengan kondisi emosional dan psikologis ibu nifas. Kita sudah membahas di sini, ya. 

Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa tanda-tanda masa nifas yang harus diwaspadai. Apabila mengalaminya, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat bisa ditangani. Semoga Sobat Bidan diberikan kesehatan selalu sehingga bisa menghabiskan waktu bersama si kecil dengan maksimal, ya!

Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

No comments:

Post a Comment