Ketahui 3P, Faktor yang Mempengaruhi Lancar Tidaknya Persalinan Sobat Bidan

Selamat siang, Sobat Bidan!

Faktor 3P dalam persalinan
Persalinan merupakan peristiwa yang tidak bisa ditebak akhirnya seperti apa. Harapan kita, ibu datang dengan sehat, maka pulangnya juga dalam keadaan sehat beserta bayi yang sehat. Namun, tidak sedikit persalinan yang berujung fatal dan gawat darurat. Tak sedikit pula yang berujung pada kematian ibu atau janin.

Berbagai faktor bisa menyebabkan hal tersebut. Namun, dalam dunia kebidanan, dikenal istilah 3P, yaitu faktor utama yang akan memperlancar atau menghambat proses persalinan Sobat Bidan semua. Apakah faktor 3P itu? Berikut penjelasannya!

1. Power (kekuatan)

Power atau kekuatan yang dimaksud dalam persalinan adalah his (kontraksi rahim). His adalah kontraksi otot-otot uterus (rahim) selama proses persalinan. Lamanya kontraksi ini berkisar antara 45 sampai dengan 75 detik dengan frekuensi minimal 3 kali dalam 10 menit. Semakin mendekati persalinan, his akan semakin adekuat untuk membuka leher rahim dan penurunan kepala bayi ke panggul.

Menurut jenisnya, his dibedakan menjadi 4 yaitu :

  • His pembukaan, yaitu his yang menyebabkan dilatasi serviks (membukanya mulut rahim) dari pembukaan 1 hingga 10. Pada fase ini, his mulai timbul secara teratur, kuat, dan menyebabkan rasa sakit. Keluarga atau suami yang menjaga dianjurkan untuk melakukan masase (pijat) pada punggung ibu yang sedang mengalami his pembukaan ini.
  • His pengeluaran (his mengedan), yaitu his yang terjadi selama proses persalinan kala II (proses keluarnya bayi). His di kala dua ini berfungsi untuk mendorong bayi keluar dari jalan lahir. Kontraksi yang akan terjadi bisa jadi sangat kuat ketika mencapai puncak, teratur, terkoordinasi, dan lama.
    Beri hak asih pada ibu saat his sedang memuncak seperti dengan sentuhan lembut
  • His pelepasan plasenta (kala III). Setelah bayi lahir, his akan menurun kekuatannya namun tidak hilang sama sekali. His kala III berfungsi untuk mengeluarkan plasenta (ari-ari), biasanya dirangsang dengan suntik oksitosin agar rahim terus berkontraksi.
  • His pengiring (kala IV). His ini terjadi setelah ari-ari lahir. Kontraksi rahim mulai bisa dikatakan lemah, berfungsi untuk mengembalikan ukuran rahim ke ukuran semula (sebelum hamil). Mengelus perut ibu hingga terasa keras bisa jadi salah satu cara untuk merangsang kontraksi ini.
2. Passage (jalan lahir)

Faktor kedua yang berpengaruh penting dalam proses persalinan adalah passage atau jalan lahir. Jalan lahir yang dimaksud adalah panggul. Ada 4 bentuk panggul wanita yang bisa mempengaruhi persalinan mereka, antara lain :
  • Platipeloid. Panggul jenis ini berbentuk oval dan pipih dari diameter depan ke belakang. Panggul dengan jenis ini akan menyebabkan bayi melewatinya dengan kepala melintang. Sekitar 5 % wanita mempunyai bentuk panggul jenis platipeloid.
  • Android. Ini adalah panggul dengan bentuk rongga menyerupai hati, seperti panggul laki-laki. Karena tulang bawah panggul cenderung menonjol, maka panggul jenis android bisa menghambat kemajuan persalinan normal melalui vagina.
  • Ginekoid. Merupakan bentuk panggul paling umum yang dimiliki wanita dan paling ideal untuk melahirkan secara normal, karena rongganya yang berbentuk oval.
  • Antropoid. Panggul jenis ini juga berbentuk oval, namun jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dari sisi kanan dan kirinya. Hal ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan kepala mendongak ke atas.
Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa postur tubuh belum tentu sama dengan bentuk panggul. Wanita bertubuh ramping belum tentu mempunyai panggul yang sempit, pun sebaliknya.

3. Passanger (penumpang)

P yang ketiga dengan pengaruhnya dalam proses persalinan adalah passanger (penumpang). Penumpang yang dimaksud tentunya adalah si jabang bayi dan plasenta. Letak atau presentasi janin di kandungan berpengaruh besar untuk proses persalinan. Misalnya, bayi dengan presentasi normal (kepala di bawah), akan lebih mudah saat melahirkannya ketimbang bayi dengan presentasi lain (bokong, sungsang misalnya). 

Berat dan ukuran janin juga bisa mempengaruhi proses persalinan. Bayi dengan BB besar tentu akan lebih lama proses melahirkannya dibanding dengan BB bayi yang lebih kecil. Demikian juga dengan bayi yang hidup, dia mempunyai 'kemauan' dan tenaga untuk keluar, dibanding bayi yang meninggal dalam kandungan misalnya. Kasus semacam ini menyebabkan hilangnya faktor ketiga sehingga hanya bergantung dari kekuatan ibu dan bantuan penolong.


Letak plasenta juga berpengaruh. Plasenta yang normal bisa dengan mudah dikeluarkan. Sementara plasenta yang bermasalah seperti retensio plasenta atau plasenta previa, bisa menghambat proses pengeluaran plasenta itu sendiri.

Nah, itu dia, Sobat Bidan, faktor 3P yang dapat memperlancar atau menghambat proses persalinan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kelancaran saat melahirkan, ya. Persiapkan dengan mental dan fisik yang baik, berdoa, serta tetap selalu bahagia, ya.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment