Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Sobat Bidan Harus Tahu!

Selamat siang, Sobat Bidan!

Faktor tumbuh kembang pada anak
Tumbuh kembang yang normal pada anak tentu menjadi harapan kita semua, ya. Tapi, Sobat Bidan sudah tahu belum, kalau ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang si kecil itu. Langsung saja, yuk, kita bahas faktor-faktornya.

1. Faktor internal

Faktor dalam atau internal yang berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil ini antara lain :

  • Ras, etnik, atau bangsa. Anak yang lahir di Indonesia dari kedua orangtua yang asli Indonesia tidak akan memiliki herediter ras atau etnik bangsa Amerika
  • Keluarga. Kecenderungan postur tubuh dalam keluarga bisa jadi dan sangat mungkin menurun pada si kecil. Misal, bila berasal dari anggota keluarga yang tinggi, kemungkinan anak juga akan tinggi
  • Umur. Tumbuh kembang yang paling pesat pada anak terjadi pada masa prenatal, tahun pertama kehidupannya, dan masa remaja
  • Jenis kelamin. Fungsi reproduksi pada anak perempuan akan lebih cepat daripada anak lelaki. Tapi, bila sudah masuk masa pubertas, pertumbuhan anak lelaki akan lebih pesat
  • Genetik. Merupakan bawaan yang akan menjadi ciri khas si kecil. Ada beberapa kelainan genetik yang mungkin saja berpengaruh pada tumbuh kembang anak, misalnya kekerdilan
  • Kelainan kromosom. Biasanya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada anak dengan Down Syndrom
2. Faktor eksternal

Tumbuh kembang pada si kecil juga dipengaruhi oleh beberapa faktor luar atau eksternal, yaitu sebagai berikut :

a. Faktor prenatal (masa kehamilan)
  • Gizi. Asupan nutrisi dan gizi seorang ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama saat memasuki trimester tiga kehamilan. Jadi, gizi ibu hamil sangatlah penting untuk diperhatikan
  • Mekanis. Hal ini berkaitan dengan posisi janin di dalam perut. Posisi yang tidak normal bisa menyebabkan kelainan konginetal pada si kecil
  • Racun atau zat kimia. Kenapa ibu hamil tidak boleh sembarangan minum obat? Karena hal itu bisa berbahaya bagi janin. Obat-obatan seperti aminopterin dan thalidomid dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin, seperti bibir sumbing
  • Endokrin. Faktor ini berkaitan dengan ibu hamil. Seorang ibu yang misalnya mengalami diabetes gestasional, akan berpengaruh menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang janin
  • Radiasi. Tahukah Sobat Bidan bahwa paparan sinar rontgen dan radium dapat mengakibatkan kelainan pada janin? Seperti mikrosefali, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan bawaan pada mata dan juga kelainan jantung
Jagalah kehamilan Anda
  • Infeksi. Bila ibu hamil terkena infeksi pada trimester pertama dan kedua, misal infeksi virus TORCH (Toksoplasma, Rubela, Sitomegalo Virus, dan Herpes Simplek), maka dapat membuat janin mengalami kelainan. Misalnya saja katarak, bisu tuli, mikrosefali, juga kelainan jantung
  • Kelainan imunologi. Hemolisis karena ketidakcocokan darah ibu dan bayi akan menyebabkan hiperbilirubin yang berakibat ikterus (bayi kuning). Ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan otak pada si kecil
  • Anoksia embrio. Adalah gangguan fungsi plasenta (ari-ari) yang menyebabkan pertumbuhan janin terganggu
  • Psikologi ibu. Ibu yang mengalami stres saat kehamilannya sangat rentan berisiko melahirkan bayi premature dengan berat badan lahir yang rendah
b. Faktor persalinan

Komplikasi persalinan yang terjadi pada bayi seperti trauma kepala atau asfiksia (gagal napas), dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan menghambat tumbuh kembang si kecil.

c. Faktor pascasalin (setelah persalinan)

Setelah persalinan, banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Apa saja itu? Ini dia!
  • Gizi. Ini jelas berpengaruh sekali ya, Sobat Bidan. Gizi anak dalam masa tumbuh kembang harus adekuat agar tumbuh kembangnya berjalan normal
  • Penyakit kronis atau kelainan konginetal. Beberapa penyakit seperti TBC, anemia atau kelainan jantung bawaan tentu akan menghambat pertumbuhan jasmani anak
  • Lingkungan fisik dan zat kimia. Lingkungan yang kurang sehat seperti kurangnya sinar matahari, terpapar sinar radioaktif, zat kimia (merkuri, rokok, dll) akan berdampak buruk pada proses tumbuh kembang anak
  • Psikologis anak. Hal ini berkaitan dengan hubungan anak dengan orang di sekitarnya. Seorang anak yang misalnya saja tidak diinginkan oleh orangtuanya, tentu akan merasa tertekan. Ini tidak baik untuk tumbuh kembangnya
  • Endokrin. Gangguan hormon misalnya pada anak yang menderita hipotiroid, tentu akan terhambat proses bertumbuh dan berkembangnya
  • Sosio-ekonomi. Kehidupan ekonomi orangtua akan berpengaruh pada pertumbuhan anak. Misal orangtua yang kesulitan memenuhi gizi anaknya, maka tentu tumbuh kembang anak akan terganggu
  • Lingkungan pengasuhan. Interaksi antara anak dan ibu akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ibu yang selalu aktif bercengkrama dengan anaknya, tentu si anak akan jadi lebih cepat bisa berbicara ketimbang anak yang ibunya pasif
  • Stimulasi. Tumbuh kembang memerlukan stimulasi atau rangsangan dari keluarga, misal dengan adanya alat-alat untuk si kecil bermain yang akan merangsang tumbuh kembangnya
  • Obat-obatan. Beberapa obat dapat menghambat produksi hormon pertumbuhan, seperti obat perangsang terhadap susunan saraf anak

Nah, itu dia Sobat Bidan, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi baik tidaknya pertumbuhan si kecil. Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar).

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment