Beberapa Masalah Menyusui yang Mungkin Akan Terjadi Pada Sobat Bidan Dalam Masa Nifas

Selamat siang, Sobat Bidan!

Masalah menyusui pada masa nifas
Masa nifas adalah masa 40 hari setelah melahirkan. Pada masa ini, kemungkinan akan muncul berbagai masalah yang bisa saja menyulitkan ibu. Masalah yang biasa terjadi, khususnya bagi ibu baru adalah masa menyusui.

Masalah menyusui ini bisa saja terjadi dalam dua tahap, yaitu pada masa nifas dini atau masa nifas lanjut. Apa saja masalah menyusui yang dapat terjadi di masa nifas ini? Simak ulasan berikut, yuk!

1. Masalah menyusui pada masa nifas dini

Masalah yang biasa terjadi pada masa nifas dini (2 minggu pertama) antara lain puting susu terasa nyeri. Bila ini terjadi, maka yang harus dilakukan :

  • Pastikan posisi menyusui sudah benar
  • Mulai menyusui pada puting susu yang tidak nyeri
  • Setelah selesai menyusui, keluarkan sedikit ASI dan oleskan pada puting yang nyeri tadi
Selain itu, kadang puting susu juga lecet di masa nifas dini. Puting susu bisa jadi lecet karena penanganan nyeri pada puting yang tidak benar, kadang sampai mengeluarkan darah. Bisa juga disebabkan karena paparan sabun, krim, atau alkohol. Teknik menyusui dan melepas puting yang kurang tepat juga bisa jadi penyebabnya. 

Yang harus dilakukan bila terjadi puting susu lecet adalah :
  • Susukan bayi pada puting yang tidak lecet
  • Jangan menggunakan bahan-bahan seperti sabun, alkohol, dll
  • Setelah selesai menyusui, oleskan ASI pada puting yang lecet, kemudian angin-anginkan
  • Oles minyak kelapa pada puting yang lecet
  • Susuilah bayi lebih sering antara 8 - 12 kali dalam sehari
Perhatikan cara menyusui yang benar
Masalah lain yang dapat terjadi pada masa nifas dini adalah payudara bengkak yang terjadi pada hari-hari pertama. Pada kasus ini, payudara akan terasa penuh dan nyeri. Ini bisa terjadi karena posisi menyusui yang salah, ASI keluar berlebih, terlambat menyusui, atau waktu yang terbatas untuk menyusui.

Bila terjadi pembengkakan payudara, maka yang harus dilakukan adalah :
  • Susui si kecil secara on demand (tiap mau menyusu langsung disusui) dan sesering mungkin
  • Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa ASI
  • Lakukan kompres hangat dan masase payudara sebelum menyusui untuk merangsang oksitosin
  • Kompres payudara dengan air dingin setelah selesai menyusui untuk mengurangi bengkak
Masalah lain adalah mastitis atau radang payudara. Ini bisa terjadi karena pemakaian bra yang terlalu ketat dan merupakan komplikasi dari bengkak payudara. Ibu yang kurang nutrisi dann istirahat sehingga daya tahan tubuhnya lemah pun bisa terkena mastitis. 

Tanda mastitis adalah payudara radang dan nyeri, merah, keras, sakit, serta ibu mengalami demam. Hal yang harus dilakukan bila terjadi mastitis antara lain :
  • Susuilah bayi pada payudara yang sakit untuk mengurangi rasa sakit
  • Kompres payudara dengan air hangat
  • Cukup istirahat dan minum air putih kira-kira 2 liter per hari
  • Pakailah bra yang longgar
  • Bila dalam 12 jam belum sembuh juga, konsumsi analgetik dan antibiotik selama 5-10 hari
Apabila mastitis tidak segera ditangani, maka akan menjadi abses payudara. Pada kasus ini, payudara akan terlihat lebih merah, nyeri, mengkilap, keras, dan ibu masih demam. Jika ditekan akan terasa lunak karena abses ini berisi nanah. Keluarkan ASI pada payudara yang mengalami abses, dan jangan susukan pada si kecil. Segera bawa ke faskes terdekat untuk penanganan. 

2. Masalah menyusui pada masa nifas lanjut

Pada masa nifas lanjut (lebih dari 4 minggu), masalah yang biasanya terjadi adalah sindrom ASI kurang. Ini bisa terjadi karena faktor menyusui (frekuensi, perlekatan, dot botol), bisa juga karena faktor psikologis ibu. 

Berikut adalah ciri-ciri sindrom ASI kurang :
  • Bayi tidak puas dan sering menangis
  • Payudara kecil
  • Berat badan bayi naik kurang dari 500 gr per bulan
  • Berat badan bayi belum kembali dalam dua minggu
  • Bayi pipis kurang dari 6 kali dalam 24 jam

Masalah lain yang bisa saja muncul adalah pada ibu yang bekerja. Bekerja bukan suatu alasan untuk tidak memberikan ASI pada si kecil. Berikut cara memberi ASI pada bayi meskipun ibu bekerja :
  • Susui bayi sebelum berangkat kerja
  • ASI dipompa untuk persediaan di rumah
  • Kosongkan payudara di tempat kerja setiap 3 -4 jam sekali
  • Susui bayi sesering mungkin saat berada di rumah
  • Makan makanan yang bergizi selama di tempat kerja
Nah, itu dia Sobat Bidan, beberapa masalah menyusui yang bisa saja terjadi pada kita semua di masa nifas. Tetap jaga kesehatan demi si kecil, ya. Semoga postingan ini bermanfaat.

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan, kritik atau saran silakan tinggalkan di kolom komentar)

Pic by : Pixabay

No comments:

Post a Comment