Sobat Bidan Sudah Tahu? Anemia Bahaya Sekali Lho, Untuk Ibu Hamil! Ini Dia Cara Pencegahannya!

Selamat sore, Sobat Bidan!
Bahagialah dengan kehamilan Anda!

Semua pasti sudah paham tentang anemia, ya? Ya, anemia merupakan suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Seseorang yang menderita anemia akan merasa lemas, lunglai, dan lesu. Aktivitas menjadi terganggu karena tubuh tidak bugar dan fit.

Cara mudah untuk mengenali anemia adalah dengan melihat telapak tangan dan kelopak mata. Bila telapak tangan terlihat pucat dan kelopak mata tidak berwarna pink cerah, maka bisa jadi Sobat Bidan sedang mengalami anemia.

Anemia bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, ya. Namun, bagi ibu hamil, kemungkinannya menjadi dua kali lipat. Kenapa? Karena ibu yang sedang mengandung mengalami pengenceran darah dalam tubuhnya. Selain itu, kebutuhan akan zat besi juga semakin meningkat karena harus berbagi dengan janin. Jadi, apabila kebutuhan tersebut tidak mencukupi, maka ibu hamil akan mudah sekali terserang anemia.

Bagi ibu hamil, anemia ini sangat membahayakan, lho, Sobat Bidan. Selain berbahaya bagi si ibu, janin di dalam kandungan pun ikut terancam. Ibu hamil dengan anemia dapat mengalami abortus (keguguran). Selain itu, ibu juga menjadi cepat kelelahan, mata berkunang-kunang, jantung berdebar-debar, sering pusing, dan lemas. Perdarahan setelah melahirkan juga mengancam ibu hamil dengan anemia. Jika hal ini sampai terjadi, maka risiko terburuk adalah kematian.

Bahaya anemia bagi janin antara lain akan menghambat pertumbuhannya, janin lahir prematur, kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan, bahkan juga kematian. Bahaya sekali, kan, Sobat Bidan?

Tapi, tenang saja, anemia ini merupakan gejala yang bisa dicegah, ya. Bagaimana caranya?

1. Pola hidup sehat sejak sebelum hamil

Apabila Sobat Bidan akan segera merencanakan kehamilan, maka harus menerapkan pola hidup sehat dari sekarang. Pola hidup sehat ini seperti makan makanan yang bergizi, menghindari junk food, minum air putih sesuai kebutuhan, dan olahraga teratur. Alangkah baiknya sejak dari remaja sudah mengonsumsi tablet besi (contohnya sangobion, dan masih banyak lagi), untuk menghindari risiko anemia.

Dengan pola hidup yang sehat sejak sebelum hamil, maka kehamilan yang akan dijalani semoga berjalan lancar dan ibu senantiasa sehat.

2. Tes Hb pada pemeriksaan awal

Sobat Bidan sudah yakin hamil? Apabila mengecek sendiri di rumah dengan testpack dan hasilnya positif, segeralah periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Bisa ke praktik bidan mandiri, puskesmas, atau ke dokter kandungan. Setelah dinyatakan positif hamil, mintalah petugas kesehatan untuk memeriksa kadar hemoglobin (Hb) Sobat Bidan. Pemeriksaan Hb ini dilakukan minimal tiga kali selama masa kehamilan. Pada pemeriksaan pertama, saat trimester kedua, dan di akhir-akhir bulan menjelang HPL. 
Mintalah pemeriksaan Hb pada nakes.

Pemeriksaan Hb ini penting sekali untuk mengetahui apakah Sobat Bidan mengalami anemia atau tidak. Kadar Hb yang normal untuk ibu hamil adalah 11,6 - 13,9 gr/dl pada trimester pertama. 9,7 - 14,8 gr/dl di trimester kedua, dan 9,5 - 15,0 gr/dl di trimester ketiga. Apabila kadar Hb Sobat Bidan kurang dari angka itu, maka artinya Sobat Bidan mengalami anemia.

3. Penuhi asupan zat besi

Jika anemia pada ibu hamil terjadi karena kekurangan zat besi (defisiensi zat besi) dalam tubuh, maka solusinya adalah dengan memenuhi asupan zat besi. Sumber zat besi bisa didapat dari sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, juga hati. Pada trimester awal saat Sobat Bidan masih merasa mual muntah, maka perbanyaklah mengonsumsi makanan tersebut.

Penyebab anemia yang lain bisa juga karena kekurangan asam folat (defisiensi folat). Jika penyebabnya karena ini, maka Sobat Bidan butuh asupan asam folat yang mencukupi. Konsultasikan dengan naskes, ya. Penyebab lain anemia bisa juga karena kekurangan vitamin B12.

4. Tentang tablet besi

Setelah trimester dua dan sudah tidak mual muntah lagi, biasanya nakes akan memberi tablet besi pada Sobat Bidan. Perlu diketahui, selama kehamilan Sobat Bidan wajib mengonsumsi tablet besi minimal 90 tablet. Namun, karena tablet besi ini dapat mengakibatkan mual, jadilah pemberiannya (biasanya) setelah keluhan mual muntah itu hilang. 

Cara untuk meminimalisir rasa mual setelah konsumsi tablet besi bisa dengan meminumnya sebelum tidur. Agar saat mual datang, bisa ditinggal tidur saja. Tablet besi juga bisa dikonsumsi dengan air jeruk atau vitamin C, juga air putih tentunya. Tapi, jangan sesekali minum tablet besi ini dengan teh, kopi, atau susu, ya, karena ketiga minuman tersebut hanya akan menetralkan tablet besi yang sudah diminum.

Tablet besi wajib dikonsumsi bumil
Tablet besi bisa didapatkan di Puskesmas pada saat pemeriksaan rutin, biasanya pil berbentuk bulatan merah. Produk yang itu biasanya berbau sangat menyengat (amis) sehingga meningkatkan risiko mual. Jika Sobat Bidan tidak suka dengan tablet besi yang itu, bisa membeli sendiri di apotek dengan merek lain yang baunya tidak terlalu menyengat. Jangan simpan tablet besi di bawah sinar matahari, ya, simpanlah di tempat yang sejuk.



Itu dia, Sobat Bidan, pemaparan tentang bahaya anemia pada ibu hamil, juga cara pencegahannya. Semoga bermanfaat, ya. Berbahagialah dengan kehamilan Sobat Bidan semua!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan silakan tinggalkan di kolom komentar, insya Allah akan saya bantu jawab jika saya tahu).

No comments:

Post a Comment