Sobat Bidan Perlu Tahu, 5 Hal Ini Dapat Memperlancar Proses Persalinan


Sore, Sobat Bidan!

Sobat Bidan sedang hamil dan sudah mendekati HPL? Pasti deg-degan sekali ya, rasanya? Antara tidak sabar ingin segera melihat si kecil, juga sedikit rasa kuatir akan menghadapi masa persalinan. Jangan lupa persiapkan lebih dulu perlengkapan yang perlu dibawa ke tempat bersalin, ya. Pastikan semuanya sudah tertata rapi dan tinggal dibawa saja saat Sobat Bidan sudah mengalami kontraksi.

Selain persiapan barang bawaan, uang, pendonor darah, tempat bersalin sesuai keinginan, ada beberapa hal seputar persiapan persalinan yang perlu Sobat Bidan tahu. Langkah-langkah ini dapat mempermudah dan memperlancar proses persalinan, lho, jika Sobat Bidan menerapkannya. Memang, hal ini akan diajarkan oleh petugas kesehatan nanti saat sudah ada di sana. Tapi, tidak ada salahnya kan, kalau Sobat Bidan sudah lebih dulu tahu?

Apa saja itu? Kita simak bersama-sama, yuk!

1. Penuhi asupan gizi

Dalam ilmu kebidanan, ada tiga fase dalam kala satu atau pembukaan persalinan. Fase laten adalah pembukaan nol sampai tiga dan fase aktif yakni pembukaan empat sampai pembukaan lengkap (sepuluh). 

Penuhi makan dan minum untuk energi saat mengejan
Apabila hasil pemeriksaan Bunda masih ada dalam fase laten yang memerlukan waktu cukup lama, biasanya Sobat Bidan masih bisa menahan rasa sakit. Nah, dalam fase ini dianjurkan sekali bagi Bunda untuk memenuhi asupan gizi dalam bentuk makanan dan minuman. Selama rasa sakit belum menghambat untuk melakukan itu, makan dan minumlah apa yang Sobat Bidan sukai.

Tujuan dari makan dan minum ini adalah sebagai asupan energi bagi Sobat Bidan saat mengejan nanti. Persalinan adalah proses yang melelahkan. Karena itu, Sobat Bidan butuh energi yang cukup agar proses ini bisa berjalan lancar sampai akhir. Sobat Bidan yang tercukupi energinya kemungkinan akan melahirkan dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti seperti kehabisan tenaga di tengah jalan sehingga tidak bisa mengejan.


2. Jalan-jalan

Masih dalam fase laten dengan rasa sakit yang masih bisa Sobat Bidan tahan, ya? Tentu saja bukan jalan-jalan ke mana-mana, cukup dengan berjalan ringan di sekitar ruangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempercepat proses pembukaan. Dengan bergerak seperti itu, kepala bayi akan turun memasuki panggul. Jika kepala sudah masuk panggul, maka akan mendorong fase pembukaan ke tahap selanjutnya. 

Gerakan lain yang dianjurkan adalah dengan posisi menungging. Sobat Bidan bisa bertumpu di bed atau minta bantuan suami untuk melakukan posisi ini. Sama manfaatnya, posisi menungging atau sujud bisa mempercepat penurunan kepala bayi.

3. Tidur miring kiri

Tidur miring kiri baik untuk janin
Sobat Bidan, kontraksi yang kuat tentu akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa nikmatnya, ya? Jika sudah tak tertahankan, Sobat Bidan dipersilakan untuk tiduran. Bagi ibu hamil mau pun yang sedang dalam tahap proses bersalin, sangat dianjurkan untuk tidur miring kiri.

Kenapa? Karena apabila Sobat Bidan tidur miring ke kanan, maka vena cava inferior akan tertekan oleh perut yang membesar. Hal ini akan berpengaruh pada kurangnya asupan oksigen bagi janin yang dapat menyebabkan janin mengalami hipoksia atau kesulitan napas. Setelah lahir, bayi juga bisa mengalami asfiksia (gagal napas) karena vena cava inferior yang tertindih tadi.

Sama halnya dengan tidur telentang, itu juga tidak dianjurkan karena beratnya kandungan bisa menekan vena. Selain hal tersebut, telentang juga bisa membuat Sobat Bidan sesak napas atau nyeri ulu hati. Boleh sesekali tidur miring kanan atau telentang, tapi jangan lama-lama, ya?


4. Jangan mengejan sebelum waktunya

Nah, ini dia yang sering dilanggar para Sobat Bidan. Dorongan kuat dari kontraksi rahim tentu membuat Sobat Bidan ingin segera mengejan, kan? Hal ini tidak boleh dilakukan selama Sobat Bidan masih di dalam kala satu persalinan. Sobat Bidan diperbolehkan mengejan apabila sudah memasuki kala dua, yaitu jika pembukaan sudah lengkap, kepala bayi sudah tampak di vulva, dan ketuban sudah pecah.

Mengejan sebelum saatnya itu bahaya. Hal ini bisa menyebabkan jalan lahir menjadi oedem atau bengkak. Jalan lahir yang bengkak sudah pasti akan menghambat proses persalinan. Sobat Bidan pasti akan merasakan sakit yang lebih lagi saat sudah waktunya mengejan nanti dikarenakan jalan lahir yang bengkak tadi. Jadi, tahan dulu apabila dorongan untuk mengejan itu datang sebelum waktunya. Alihkan untuk tarik dan hembuskan napas.

5. Jangan panik berlebihan

Persalinan adalah proses yang menyakitkan, semua wanita setuju dengan hal ini. Tapi, biar bagaimana pun sakitnya, jangan panik berlebihan ya, Sobat Bidan. Panik akan membuat Sobat Bidan tegang, tidak bisa rileks, bahkan marah-marah. Kalau sudah begitu, biasanya Sobat Bidan akan mengerang-ngerang atau berteriak-teriak karena rasa sakit yang bercampur panik.

Sobat Bidan, berteriak seperti itu justeru akan menghabiskan energi. Tahan, karena Sobat Bidan akan sangat membutuhkan energi dalam kala dua nanti. Daripada fase pembukaan digunakan untuk membuang energi karena panik, lebih baik tenangkan pikiran. Ingat Tuhan dan semua akan baik-baik saja. Yakinlah ini adalah hal yang paling Sobat Bidan inginkan. Jadi, mengapa harus panik? Karena selain membuang energi, Sobat Bidan juga dapat mengganggu pasien-pasien lainnya yang tengah merasakan hal yang sama dengan Sobat Bidan.

Itu dia lima hal yang perlu diterapkan untuk persiapan persalinan. Semoga bermanfaat dan memperlancar proses persalinannya ya, Sobat Bidan!


Salam sayang,

Bidan Ayu

(Jika ada pertanyaan silakan tinggalkan di kolom komentar, insyaallah akan saya jawab apabila saya tahu).

Pic by :
Pixabay

No comments:

Post a Comment