Perlu Tahu! Tiga Fase Adaptasi Ini Akan Sobat Bidan Alami Setelah Melahirkan


Selamat siang, Sobat Bidan!

Apa kabar Sobat Bidan dan si kecil? Mudah-mudahan senantiasa diberikan kesehatan, ya. Adakah yang baru saja melahirkan? Wah, selamat, you’re really become a mother! Apa yang dirasakan setelah melahirkan, Sobat Bidan? Bahagia, lega, takjub, atau justru sedih dan tidak tahu harus berbuat apa?

Mungkin Sobat Bidan bertanya-tanya ya, kenapa setelah melahirkan perasaan justru menjadi tidak karuan. Jangan kuatir, selama tidak berlebihan hal itu masih normal, kok!

Kenapa normal? Karena seusai melahirkan ternyata kita memang harus melewati masa atau fase adaptasi, yaitu pembiasaan terhadap peran baru kita sekarang. Nah, fase adaptasi tersebut dibagi menjadi tiga, lo. Apa saja itu? Simak yuk!

1. Fase Taking In

Nah, yang pertama adalah fase taking in. Apa sih, fase taking in ini? Fase taking in disebut juga tahap ketergantungan. Fase ini berlangsung satu sampai dua hari pasca melahirkan.

Dalam fase ini, ibu hanya berpusat pada dirinya sendiri. Artinya, dia hanya fokus pada diri sendiri untuk mendapat perhatian dan dukungan dari keluarga. Misalnya saja, ibu terus mengulang cerita tentang proses persalinannya, rasa sakit yang dialami, atau ketidaknyamanan tubuh yang menderanya.

Pada tahap ini ibu perlu istirahat dan asupan gizi yang cukup, agar rasa lelah setelah proses melahirkan berangsur hilang. Selain itu, untuk bisa melewati fase ini, dukungan dan suport mental dari keluarga terutama suami sangat dibutuhkan. Jika ibu tidak mendapat curahan perhatian dan kasih sayang yang cukup, bisa jadi ibu akan mengalami baby blues atau depresi post partum.

2. Fase Taking Hold

Tahapan yang kedua adalah taking hold. Fase ini berlangsung tiga hingga sepuluh hari pasca melahirkan. Dalam fase taking hold ini, tidak jarang ibu akan mengalami kekhawatiran dan keraguan pada dirinya sendiri dalam mengemban peran barunya. Akan timbul kecemasan seperti tentang bagaimana dia harus merawat bayinya serta tanggung jawab lain sebagai seorang ibu. 

Kondisi emosional ibu juga sangat sensitif dalam fase ini. Jadi, suami dan keluarga harus benar-benar berhati-hati saat berkomunikasi dengannya. Jangan sampai ada perkataan atau tindakan yang berpotensi memacu emosi ibu. 

Dukungan moril dan mental dari keluarga sangat dibutuhkan ibu untuk melewati fase taking hold. Tumbuhkan rasa percaya diri pada ibu bahwa dia mampu mengemban tanggung jawabnya yang baru.
Bagi nakes, fase ini merupakan kesempatannya untuk memberikan penyuluhan. Misalnya saja tentang perawatan bayi baru lahir, cara menyusui yang benar, dan sebagainya.

3. Fase Letting Go

Setelah kedua fase di atas terlewati, kini ibu ada di fase letting go. Fase ini berlangsung sekitar sepuluh hari pasca melahirkan. Fase letting go disebut juga fase penerimaan. Artinya, ibu mulai bisa menerima peran dan tanggung jawabnya yang baru. Seiring dengan kondisi fisik yang berangsur pulih, keadaan psikologis yang baik, maka ibu dapat menerima sepenuhnya apa yang sudah menjadi kewajibannya. Ibu mulai menyusui dan merawat bayinya dengan maksimal.

Meskipun begitu, dukungan suami dan keluarga masih terus diperlukan ibu. Suport mental dan bantuan dari keluarga sangat berarti bagi ibu. Misalnya saja, suami ikut andil dalam merawat bayi, atau membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Nah, itu dia, Sobat Bidan, tiga tahapan yang akan kita lewati setelah melahirkan. Jadi, jangan kuatir bila Sobat Bidan merasa kondisi emosi cepat naik turun. Yang terpenting adalah dukungan dan peran serta suami dan keluarga dalam fase ini.

Akhirnya, selamat berbahagia dengan kedatangan si buah hati ya, Sobat Bidan!

Salam sayang,


Bidan Ayu

(Apabila ada pertanyaan silakan tinggalkan di kolom komentar).
Pic by : Pixabay.com

No comments:

Post a Comment