Pembersih Kewanitaan, Perlukah?

Selamat siang, Sobat Bidan!
Perlukah wanita memakai pembersih kewanitaan?
Hari ini kita akan mengupas tentang penggunaan sabun atau cairan pembersih kewanitaan. Seperti yang kita semua tahu, Miss V merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap wanita. Karenanya, apabila ada sedikit saja masalah pada organ itu, kita pasti akan segera mencari solusi.

Masalah yang kerap dialami oleh wanita terkait Miss V-nya adalah bau yang tidak sedap. Sebenarnya, pada vagina yang normal, bau memang akan berganti-ganti sepanjang siklus menstruasi dan beberapa faktor. Bau yang tidak sedap bisa saja terjadi karena aktivitas seharian yang terlalu melelahkan, makanan, atau memang bakteri dan penyakit.

Makanan yang berbau tajam seperti tuna atau bawang putih bisa menyebabkan bau tidak sedap pada vagina. Jika penyebabnya karena itu, kita tinggal menghentikan saja konsumsi makanan tersebut. Namun, bila bau tidak sedap disertai dengan keluarnya lendir yang berwarna keruh, nyeri pada perut bagian bawah misalnya, maka hal inilah yang patut diwaspadai. Segera periksakan ke klinik kandungan terdekat.

Sobat Bidan ada yang mengalami hal demikian? Biasanya dengan apa cara mengatasinya? Apakah dengan sabun atau cairan pembersih vagina? Kalau iya, segeralah hentikan pemakaian pembersih tadi, ya. Menurut American Collage Of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), pemakaian cairan pembersih kewanitaan dinyatakan buruk.

Kenapa? Mari kita simak dampaknya.

1. Melibas bakteri baik

Jika Sobat Bidan berpikir bahwa pembersih vagina akan menyingkirkan bakteri jahat, itu benar. Tapi, demikian juga dengan bakteri baik. Mereka juga akan ikut tersingkirkan. Jika jumlah antara kedua bakteri ini tidak seimbang, maka tingkat keasaman vagina akan berubah. Nah, apabila vagina tidak berada pada keasaman yang pas, maka pertumbuhan bakteri jahat akan lebih pesat. Inilah yang menyebabkan bau menyengat.

2. Memperparah infeksi

Jaga Miss V secara alami
Sobat Bidan sedang atau pernah punya riwayat infeksi pada vagina? Jika iya, maka jangan sesekali menggunakan pembersih kewanitaan. Cairan yang dipaksa masuk ini akan menyebabkan bakteri menyebar ke mana-mana. 

Wanita yang berhenti atau tidak menggunakan cairan pembersih sama sekali berisiko lebih rendah terserang bacterial vaginosis. Apa dampak dari bacterial vaginosis ini? Bagi ibu hamil, dapat menyebabkan persalinan prematur. Bagi yang tidak hamil, maka akan berisiko tinggi mengalami infeksi menular seksual. Ngeri apa ngeri?

3. Meningkatkan risiko PRP

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pembersih kewanitaan, berisiko 73 % lebih rentan terkena penyakit radang panggul (PRP). Penyakit ini merupakan infeksi pada rahim, tuba falopii, atau ovarium. Wanita yang mengalami PRP tanpa penanganan segera maka akan bermasalah dengan kesuburannya.

4. Komplikasi kehamilan

Studi menunjukkan wanita yang lebih dari sekali seminggu menggunakan pembersih vagina, akan lebih susah hamil. Selain itu, risiko terjadi kehamilan ektopik pun meningkat sampai dengan 76%. Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi di luar rahim.

Jadi, hasil konsepsi bisa melekat di mana saja, misal di tuba falopii. Bila sampai membesar, maka tuba falopii yang notebene tidak elastis, akan ikut membesar dan pecah. Ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan bisa terjadi perdarahan di dalam. 

Lalu, bagaimana cara membersihkan vagina agar tidak bau?

Sobat Bidan bisa membasuh Miss V dengan air hangat saat mandi. Selain itu, sebenarnya Miss V akan dapat membersihkan organ mereka secara alami dengan lendir. Lendir vagina inilah yang akan menetralisir bau asal tingkat keasamannya seimbang. Nah, cara untuk menjaga tingkat keasaman yang baik salah satunya adalah dengan tidak menggunakan pembersih kewanitaan.


Hindari juga pembalut yang mengandung parfum, ini tidak baik untuk Miss V. Segera ganti pembalut dan CD jika dirasa sudah lembap. Pastikan daerah intim kering setelah buang air kecil sebelum kembali memakai CD. Ganti pembalut setiap empat jam. Ganti CD minimal 2-3 hari sekali, terutama pada hari-hari basah. Intinya, jangan malas menjaga kebersihan organ kewanitaan. 
Hindari pembalut berparfum

Bagaimana, Sobat Bidan? Jangan tergiur dengan iklan, ya, itu hanyalah bagian dari bisnis. Utamakan kesehatan kita, dan jangan lupa menjadi wanita yang berbahagia.

Semoga postingan ini bermanfaat!

Salam sayang,

Bidan Ayu

(Apabila ada komentar, pertanyaan, kritik dan saran, silakan tinggalkan di kolom komentar). 

Pic by : Pixabay.com

No comments:

Post a Comment